Drama tentang Revolusi Nokia

Yodhia Antariksa September 20th, 2007

nokia-n-3.jpgJudul Buku: The Nokia Revolution : The Story of An Extraordinary Company that Transformed an Industry. Penulis : Dan Steinbock.

Di suatu pagi yang cerah pada tahun 1865 – atau sekitar 140 tahun silam, sebuah perusahaan kecil didirikan dipinggiran sebuah kota, di negeri Finlandia. Selama puluhan dekade, perusahaan yang diberi nama Nokia itu menekuni bisnis utamanya dibidang……perkebunan karet. Ya, barangkali kita tidak pernah menyangka bahwa Nokia – yang kini telah menjelma menjadi ikon global – pada mulanya hanyalah sebuah perusahaan kecil yang bergerak dibidang perkaretan, sebuah bidang usaha yang sama sekali tidak eksotis.

Namun sejarah kemudian telah menjadi saksi : betapa sejak awal tahun 80-an, Nokia telah mentransformasikan dirinya menjadi raksasa dunia dalam bidang telekomunikasi. Dan di segenap penjuru langit, aneka produk ponselnya yang penuh pilihan telah digenggam jutaan manusia : mulai dari kaum eksekutif berdasi hingga penjual mi tek-tek, mulai dari ibu-ibu pejabat yang parlente hingga pembantu rumah tangga kita. Di negeri ini, produk smart phone-nya telah menjadi simbol status, sementara beragam serinya merajai kios-kios di ITC Roxy. Nokia pendeknya telah menjadi dewa dalam blantika pasar ponsel – bukan saja di republik ini, namun juga di pasar global.

nokiarevolution4.jpg Buku yang amat memikat ini bercerita tentang proses sejarah transformasi itu: bagaimana dalam kurun waktu 140 tahun kelahirannya, Nokia telah menciptakan serangkaian jejak dramatis yang mengukuhkan dirinya sebagai penguasa global. Mulai dari drama keputusannya untuk menutup bisnis perkebunan dan beralih ke bisnis ponsel; pertarungannya yang brutal dengan Motorola pada era tahun 90-an; hingga peta strategi dan inovasi masa depan yang diraciknya guna menahan gempuran Sonny-Erricson, Samsung dan Apple yang setiap saat bisa merebut singgasananya.

Buku ini dibagi menjadi tiga bagian utama. Pada bagian pertama dikisahkan mengenai sejarah kehidupan Nokia sejak masa-masa awal kelahirannya. Pada bagian kedua diuraikan mengenai kreasi dan evolusi strategi global Nokia. Dalam bagian inilah dikisahkan betapa titik krusial Nokia terjadi pada era tahun 80 hingga era 90-an, ketika mereka bertekad untuk menjadi penguasa ponsel berteknologi digital (menggantikan model analog yang saat itu masih amat dominan). Disini Nokia beruntung karena memiliki sang CEO legendaris bernama Kari Kairamo, seorang visioner yang memimpin proses transformasi fundamental Nokia (tragisnya pada tahun 1988 Kairamo mati dengan cara bunuh diri!). Kepemimpinan Nokia diteruskan oleh penggantinya yang juga tak kalah visioner, Jorma Ollila, dan kemudian diteruskan oleh Olli-Pekka Kallasvuoa (duh, nama orang Finlandia memang unik-unik…).

Pada bagian ketiga dinarasikan mengenai peta strategi dan inovasi masa depan Nokia. Disinilah, Nokia bertekad menguasai the next big thing yakni : mobile internet, communication and entertainment device. Nokia menganggap bahwa kedepan ponsel tidak lagi hanya berfungsi sebagai alat telepon, namun juga menjadi seperangkat digital yang lengkap : mulai dari piranti kamera dengan mutu sempurna, games interaktif dengan resolusi tinggi, hingga menjadi tv mobile yang penuh pilihan. Hanya saja disini, Nokia akan menghadapi pertarungan sesungguhnya yang berdarah-darah. Sebab bukan saja ia mesti bertarung dengan musuh tradisionalnya seperti Motorala dan Samsung serta Sony, tapi juga sang raksasa Microsoft dan sang inovator, Apple.

Dari buku ini kita juga melihat bahwa ada tiga elemen kunci yang mampu membuat Nokia menjadi pemimpin. Yang pertama adalah “global focus” atau sejumput strategi yang diberangkatkan dari sebuah pemahaman yang brilian mengenai dinamika persaingan ponsel global. Elemen kedua adalah apa yang disebut sebagai “strategic market-making” atau sebuah visi yang tajam untuk mendeteksi setiap detak perubahan dalam peta teknologi selular yang amat dinamis dan berubah-ubah. Ditengah perubahan selera pasar yang variatif, Nokia terlihat selalu mampu memberikan respon antisipatif yang jitu.

Dan elemen terakhir adalah strategi Nokia yang bertajuk “focus on people”. Nokia selalu memperlakukan pengelolaan SDM-nya sebagai isu strategik, dan bukan sekedar pengelola administrasi belaka. Secara berkesinambungan, Nokia selalu berikhtiar untuk membangun respek pada karyawan, membangun iklim dan kultur “learning” dimana setiap karyawannya didorong untuk saling bertukar informasi dan gagasan-gasasan inovatif.

Melihat reputasinya selama ini, barangkali Nokia akan tetap menjadi pemimpin dalam dinamika pasar ponsel global. Dan dengan itu pula, Nokia akan tetap menjadi pahlawan sejati bagi rakyat Finlandia. Dibalik tampilan aneka produknya yang cantik dan menyenangkan, Nokia memang telah menciptakan sebuah revolusi dalam sejarah peradaban umat manusia.

Note : Jika Anda ingin mendapatkan file powerpoint presentation mengenai management skills, strategy, marketing dan HR management, silakan datang KESINI.

See also these interesting posts:

13 Responses to “Drama tentang Revolusi Nokia”

  1. JiEon 20 Sep 2007 at 8:42 am

    Kenapa Nokia masih belum bisa menaklukkan dominasi Motorola di USA ya ? Selama ini saya lihat Nokia menang di Europe & Asia, tapi tidak di amrik.

  2. Yodhiaon 20 Sep 2007 at 10:44 am

    Good point, Jie. Menurut riset, orang Amerika ternyata lebih suka dengan ponsel clamshell (keong) dibanding candy (batangan)……dan Motorola tampaknya lebih piawai dalam membuat clamshell (sejak jaman startac hingga Razr sekarang).

    Faktor lain mungkin juga berkaitan dengan geografi. Motorola yang perusahaan dari Amerika boleh jadi pada tahun 90-an lebih dulu menggarap pasar Amerika, dan mereka juga lebih mengenal peta negaranya sendiri.

  3. Cahyaon 02 Oct 2007 at 12:32 pm

    dEAR aLL,
    Numpang bertanya nih.
    Apa benar,perusahaan nokia itu pada awalnya adalah sebuah usaha koperasi?
    Thx all

  4. Yodhiaon 02 Oct 2007 at 3:27 pm

    Bukan. Nokia didirikan oleh individu (perorangan), yakni engineer bernama Fredrik Idestam. Sejarah panjang Nokia bisa Anda baca di http://www.nokia.com/nokiahistory/index.html

  5. Denny Wahyudion 11 Nov 2007 at 9:37 pm

    bang ada ebooknya ato pdfnya ndak??? cari bukunya diimana??
    klo ada ebooknya ma pdfnya tulung di email dong ke aq filenya : dennywahyudi8383@yahoo.com
    matur nuwun

  6. Yodhiaon 12 Nov 2007 at 7:58 am

    Bang Denny, bukunya hanya ada edisi cetak (in english). You can go to www.amazon.com to purchase it.

  7. Nukman Luthfieon 04 Dec 2007 at 6:22 am

    Mas Yodhia, focus on people seringkali cuma sekadar jargon. Apakah buku itu membahas detil elemen tersebut?

  8. Yodhia Antariksaon 04 Dec 2007 at 8:01 am

    Ya, buku ini memberikan sebuah analisa bahwa salah satu elemen kunci keberhasilan Nokia adalah karena mereka selalu concern terhadap people development. Dan saya rasa buku ini cukup memadai ketika melakukan telaah dalam aspek itu.

    Tampaknya, Nokia bukan sekedar lips service dalam aspek people development; dan mereka benar-benar mempraktekkan filosofi focus on people itu — terutama dalam kaitannya dengan pengembangkan iklim inovasi dan dorongan kepada key managers-nya untuk secara konstan melakukan strategic innovation moves.

    Sebab tanpa serius mengelola aspek-aspek diatas, hampir pasti Nokia akan terpelanting dalam sirkuit kompetisi yang amat brutal.

  9. Tuhu Nugraha Dewantoon 06 Dec 2007 at 4:51 pm

    Wahhh blognya sangat keren dan mencerahkan, bisa jadi referensi yang bagus. Makasih juga untuk Pak Nukman yang sudah woro-woro di blognya tentang blog yang keren inih

  10. Mbahmuon 17 Jan 2008 at 3:31 pm

    Aq mau nanya, syapa pmimpin nokia skrng{2008}?

  11. Yodhia Antariksaon 17 Jan 2008 at 4:30 pm

    Masih Olli-Pekka Kallasvuoa.

  12. iphone games musicon 20 Jul 2008 at 11:47 pm

    Nice blog, i have added it to my favourites, greetings

  13. METHAon 11 Sep 2008 at 12:13 pm

    SAYA MO TANYA GIMANA CARA KERJA DI MANAJEMEN PERUSAHAAN NOKIA?

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply

ebook-banner.jpg training-solutions.jpg free-hr-papers-center.jpg