<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress/2.2.1" -->
<rss version="2.0" 
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/">
<channel>
	<title>Comments on: Unilever Indonesia Nomer Satu Se-Asia</title>
	<link>http://strategimanajemen.net/2007/09/24/unilever-indonesia-nomer-satu-se-asia/</link>
	<description>Sajian renyah tentang management skills + business strategy</description>
	<pubDate>Wed, 07 Jan 2009 02:18:15 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.2.1</generator>

	<item>
		<title>By: jenny_oetomo@telkom.co.id</title>
		<link>http://strategimanajemen.net/2007/09/24/unilever-indonesia-nomer-satu-se-asia/#comment-396</link>
		<author>jenny_oetomo@telkom.co.id</author>
		<pubDate>Fri, 21 Dec 2007 12:40:52 +0000</pubDate>
		<guid>http://strategimanajemen.net/2007/09/24/unilever-indonesia-nomer-satu-se-asia/#comment-396</guid>
		<description>untuk sharing</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>untuk sharing</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Yodhia</title>
		<link>http://strategimanajemen.net/2007/09/24/unilever-indonesia-nomer-satu-se-asia/#comment-94</link>
		<author>Yodhia</author>
		<pubDate>Fri, 28 Sep 2007 01:05:53 +0000</pubDate>
		<guid>http://strategimanajemen.net/2007/09/24/unilever-indonesia-nomer-satu-se-asia/#comment-94</guid>
		<description>Mas Fahrizal, kiat anda untuk merubah sebutan tampaknya merupakan langkah kecil namun cerdik. 
Career management yang ekstensif tampaknya memang lebih bisa menemukan tempat yang leluasa pada perusahan-perusahaan dengan size yang luas; dan karena itu bisa menyediakn posisi yang lebih variatif. Tempo hari ada majalah yang menyebut salah satu kehebatan GE dalam progran leaders development-nya adalah karena mereka punya jenis bisnis yang banyak dan luas -- sehingga mudah sekali merotasi ribuan manajernya secara dinamik. Sehingga pergerakan karirnya amat mobile -- tidak usah terlalu lama menunggu incumbent keluar.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mas Fahrizal, kiat anda untuk merubah sebutan tampaknya merupakan langkah kecil namun cerdik.<br />
Career management yang ekstensif tampaknya memang lebih bisa menemukan tempat yang leluasa pada perusahan-perusahaan dengan size yang luas; dan karena itu bisa menyediakn posisi yang lebih variatif. Tempo hari ada majalah yang menyebut salah satu kehebatan GE dalam progran leaders development-nya adalah karena mereka punya jenis bisnis yang banyak dan luas &#8212; sehingga mudah sekali merotasi ribuan manajernya secara dinamik. Sehingga pergerakan karirnya amat mobile &#8212; tidak usah terlalu lama menunggu incumbent keluar.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: fahrizal tampubolon</title>
		<link>http://strategimanajemen.net/2007/09/24/unilever-indonesia-nomer-satu-se-asia/#comment-90</link>
		<author>fahrizal tampubolon</author>
		<pubDate>Thu, 27 Sep 2007 02:27:15 +0000</pubDate>
		<guid>http://strategimanajemen.net/2007/09/24/unilever-indonesia-nomer-satu-se-asia/#comment-90</guid>
		<description>Mas Yodhia, saya tunggu ya tulisannya tentang how to retain MT.

Sebenarnya saya ingin komen di tulisan anda "Selamat Datang Era Talent War", tapi dengan komentar Mas Jacob, sepertinya lebih nyambung disini.
Bagaimana membuat Talent pool dan fast track career untuk meretain tenaga kerja handal tetapi tidak menjadikannya suatu program yg kesannya exclusive, karena akan merugikan perusahaan: resistensi dari karyawan lama, dan kemanjaan (baca: ge-er) dari para peserta MT.

Salah satu cara yang telah kami lakukan adalah dengan merubah istilah MT (management trainee) menjadi GT (graduate trainee). Kata Management dalam Management Trainee secara tidak langsung mengarahkan benak mereka bahwa mereka akan serta merta masuk ke jajaran "management" (baca: top management), sehingga mereka ogah-ogahan untuk mengerjakan pekerjaan operasional/lapangan, pengen langsung ngatur.
Program fast track career juga tidak serta merta dapat dilaksanakan, menunggu kesempatan (vacant position) dan banyaknya talent yang parkir yang menunggu kesempatan yang sama.

Mohon pencerahannya, terima kasih.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mas Yodhia, saya tunggu ya tulisannya tentang how to retain MT.</p>
<p>Sebenarnya saya ingin komen di tulisan anda &#8220;Selamat Datang Era Talent War&#8221;, tapi dengan komentar Mas Jacob, sepertinya lebih nyambung disini.<br />
Bagaimana membuat Talent pool dan fast track career untuk meretain tenaga kerja handal tetapi tidak menjadikannya suatu program yg kesannya exclusive, karena akan merugikan perusahaan: resistensi dari karyawan lama, dan kemanjaan (baca: ge-er) dari para peserta MT.</p>
<p>Salah satu cara yang telah kami lakukan adalah dengan merubah istilah MT (management trainee) menjadi GT (graduate trainee). Kata Management dalam Management Trainee secara tidak langsung mengarahkan benak mereka bahwa mereka akan serta merta masuk ke jajaran &#8220;management&#8221; (baca: top management), sehingga mereka ogah-ogahan untuk mengerjakan pekerjaan operasional/lapangan, pengen langsung ngatur.<br />
Program fast track career juga tidak serta merta dapat dilaksanakan, menunggu kesempatan (vacant position) dan banyaknya talent yang parkir yang menunggu kesempatan yang sama.</p>
<p>Mohon pencerahannya, terima kasih.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Yodhia</title>
		<link>http://strategimanajemen.net/2007/09/24/unilever-indonesia-nomer-satu-se-asia/#comment-83</link>
		<author>Yodhia</author>
		<pubDate>Wed, 26 Sep 2007 02:37:34 +0000</pubDate>
		<guid>http://strategimanajemen.net/2007/09/24/unilever-indonesia-nomer-satu-se-asia/#comment-83</guid>
		<description>&lt;p&gt;July, hope this blog will bring some meaningful points for your learning journey.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Jacob, mengelola dan menjaga MT agar mereka tetap bertahan sambil tetap perform memang membutuhkan kiat khusus. Perusahaan seperti Unilever mungkin cukup beruntung karena mereka memiliki product portoflio yang luas-- sehingga mereka cukup punya ruang (struktur) untuk merotasi para pekerjanya secara dinamis dan memberikan job yang challenging secara spartan. Dan ini, boleh jadi, salah satu metode mereka to retain great people.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;MT jadi ge-er dan minta ini itu. Good point. Bagaimana proses mengatasi situasi ini? Saya akan mencoba membahasnya dalam postingan mendatang.&lt;/p&gt;
</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>July, hope this blog will bring some meaningful points for your learning journey.</p>
<p>Jacob, mengelola dan menjaga MT agar mereka tetap bertahan sambil tetap perform memang membutuhkan kiat khusus. Perusahaan seperti Unilever mungkin cukup beruntung karena mereka memiliki product portoflio yang luas&#8211; sehingga mereka cukup punya ruang (struktur) untuk merotasi para pekerjanya secara dinamis dan memberikan job yang challenging secara spartan. Dan ini, boleh jadi, salah satu metode mereka to retain great people.</p>
<p>MT jadi ge-er dan minta ini itu. Good point. Bagaimana proses mengatasi situasi ini? Saya akan mencoba membahasnya dalam postingan mendatang.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Jacob</title>
		<link>http://strategimanajemen.net/2007/09/24/unilever-indonesia-nomer-satu-se-asia/#comment-82</link>
		<author>Jacob</author>
		<pubDate>Wed, 26 Sep 2007 02:08:39 +0000</pubDate>
		<guid>http://strategimanajemen.net/2007/09/24/unilever-indonesia-nomer-satu-se-asia/#comment-82</guid>
		<description>Pertama-tama 'Selamat tuk Unilever'.  Mungkin bagusnya juga dpt diinfo kan gimana dgn change management untuk para manajer di sana. Karena umumnya manajer melihat MT akan menggoyah posisi mereka. Shg mereka mereka menggunakannya untuk staff biasa (hidden headcount) dgn imbuh MT. Karena nambah hc 'normal' sangat sulit. Bgm pula sebaliknya dgn para MT ini jgn sampai gr bhw MT adalah barisan yang punya masa depan untuk masuk ke jajaran direksi. Sebentar-bentar minta ini minta itu kalau tidak dipenuhi akan resign. Bahkan banyak yg sebelum selesai udah cabut shg program MT jadinya Univ. terbuka utk perusahaan kompetitor.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pertama-tama &#8216;Selamat tuk Unilever&#8217;.  Mungkin bagusnya juga dpt diinfo kan gimana dgn change management untuk para manajer di sana. Karena umumnya manajer melihat MT akan menggoyah posisi mereka. Shg mereka mereka menggunakannya untuk staff biasa (hidden headcount) dgn imbuh MT. Karena nambah hc &#8216;normal&#8217; sangat sulit. Bgm pula sebaliknya dgn para MT ini jgn sampai gr bhw MT adalah barisan yang punya masa depan untuk masuk ke jajaran direksi. Sebentar-bentar minta ini minta itu kalau tidak dipenuhi akan resign. Bahkan banyak yg sebelum selesai udah cabut shg program MT jadinya Univ. terbuka utk perusahaan kompetitor.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: july</title>
		<link>http://strategimanajemen.net/2007/09/24/unilever-indonesia-nomer-satu-se-asia/#comment-81</link>
		<author>july</author>
		<pubDate>Wed, 26 Sep 2007 02:07:50 +0000</pubDate>
		<guid>http://strategimanajemen.net/2007/09/24/unilever-indonesia-nomer-satu-se-asia/#comment-81</guid>
		<description>ass.wr .wb.
I found this blog finally, after searching for a while.
This blog is really help me especially to resume practically
any management teory I ever had in my master degree years ago
so make it easy for practicing in my daily job....
wassalam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ass.wr .wb.<br />
I found this blog finally, after searching for a while.<br />
This blog is really help me especially to resume practically<br />
any management teory I ever had in my master degree years ago<br />
so make it easy for practicing in my daily job&#8230;.<br />
wassalam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
