<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress/2.2.1" -->
<rss version="2.0" 
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/">
<channel>
	<title>Comments on: Customer Satisfaction or Employee Satisfaction?</title>
	<link>http://strategimanajemen.net/2007/10/29/customer-satisfaction-or-employee-satisfaction/</link>
	<description>Sajian renyah tentang management skills + business strategy</description>
	<pubDate>Sun, 14 Mar 2010 08:39:04 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.2.1</generator>

	<item>
		<title>By: danariev</title>
		<link>http://strategimanajemen.net/2007/10/29/customer-satisfaction-or-employee-satisfaction/#comment-2888</link>
		<author>danariev</author>
		<pubDate>Wed, 21 Jan 2009 04:28:58 +0000</pubDate>
		<guid>http://strategimanajemen.net/2007/10/29/customer-satisfaction-or-employee-satisfaction/#comment-2888</guid>
		<description>artikel yang sangat bagus, hanya saja cukup sulit menciptakan faktor penunjang employee satisfaction dengan mengabaikan faktor remunerasi. hal ini akan cukup sulit dilakukan oleh perusahaan kecil menengah atau yang tidak memiliki sistem remunerasi yang bersaing.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>artikel yang sangat bagus, hanya saja cukup sulit menciptakan faktor penunjang employee satisfaction dengan mengabaikan faktor remunerasi. hal ini akan cukup sulit dilakukan oleh perusahaan kecil menengah atau yang tidak memiliki sistem remunerasi yang bersaing.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ngo</title>
		<link>http://strategimanajemen.net/2007/10/29/customer-satisfaction-or-employee-satisfaction/#comment-2842</link>
		<author>ngo</author>
		<pubDate>Fri, 16 Jan 2009 04:32:09 +0000</pubDate>
		<guid>http://strategimanajemen.net/2007/10/29/customer-satisfaction-or-employee-satisfaction/#comment-2842</guid>
		<description>Tks very much for your useful post.

Other sources about KPI, I think also useful

http://www.humanresources.hrvinet.com/human-resources-kpi/

rgs</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Tks very much for your useful post.</p>
<p>Other sources about KPI, I think also useful</p>
<p><a href="http://www.humanresources.hrvinet.com/human-resources-kpi/" rel="nofollow">http://www.humanresources.hrvinet.com/human-resources-kpi/</a></p>
<p>rgs</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Christian Siboro</title>
		<link>http://strategimanajemen.net/2007/10/29/customer-satisfaction-or-employee-satisfaction/#comment-2232</link>
		<author>Christian Siboro</author>
		<pubDate>Tue, 28 Oct 2008 08:24:11 +0000</pubDate>
		<guid>http://strategimanajemen.net/2007/10/29/customer-satisfaction-or-employee-satisfaction/#comment-2232</guid>
		<description>Topik employee satisfaction memang suatu hal yang menarik, namun kalah "sexy" dg customer satisfaction. Saya pernah melakukan survey skala nasional dg Majalah Bisnis SWA, sewaktu saya masih bekerja di Hay Group. Namun arahnya lebih ke employee engagement, dg pengertian employee yang engaged more than satisfied. Engaged itu bak orang yang berpacaran, tunangan, dan kemudian menikah; jadi ada komitmen yg luar biasa utk hidup berdua dengan bahagia. Begitu jg karyawan yg engaged memiliki komitmen yg tinggi terhadap pekerjaannya dan keberhasilan perusahaan, shg dia mau memberikan discretionary efforts diluar tuntutan formal yg ada di job description, demi kesuksesan perusahaan, atau sering disebut go extra miles...
Namun dari banyak penelitian dan survey yang pernah saya lakukan dalam hal employee satisfaction atau employee engagement, salah satu yang saya temukan adalah bahwa faktor tingkat gaji/remunerasi selalu menjadi faktor ikutan yg mempengaruhi tingkat kepuasan atau tingkat komitmen karyawan. Ini patut menjadi renungan bagi para pekerja Indonesia dan praktisi HR, apakah ini menggambarkan pekerja Indonesia masih terlalu dipengaruhi oleh gaji dalam bekerja, dan kurang pada faktor perkembangan kemampuan dan karir? Apakah ini yang mencerminkan praktek remunerasi di Indonesia masih rendah atau kurang kompetitif? Apakah ini yang menyebabkan banyak perselisihan industrial?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Topik employee satisfaction memang suatu hal yang menarik, namun kalah &#8220;sexy&#8221; dg customer satisfaction. Saya pernah melakukan survey skala nasional dg Majalah Bisnis SWA, sewaktu saya masih bekerja di Hay Group. Namun arahnya lebih ke employee engagement, dg pengertian employee yang engaged more than satisfied. Engaged itu bak orang yang berpacaran, tunangan, dan kemudian menikah; jadi ada komitmen yg luar biasa utk hidup berdua dengan bahagia. Begitu jg karyawan yg engaged memiliki komitmen yg tinggi terhadap pekerjaannya dan keberhasilan perusahaan, shg dia mau memberikan discretionary efforts diluar tuntutan formal yg ada di job description, demi kesuksesan perusahaan, atau sering disebut go extra miles&#8230;<br />
Namun dari banyak penelitian dan survey yang pernah saya lakukan dalam hal employee satisfaction atau employee engagement, salah satu yang saya temukan adalah bahwa faktor tingkat gaji/remunerasi selalu menjadi faktor ikutan yg mempengaruhi tingkat kepuasan atau tingkat komitmen karyawan. Ini patut menjadi renungan bagi para pekerja Indonesia dan praktisi HR, apakah ini menggambarkan pekerja Indonesia masih terlalu dipengaruhi oleh gaji dalam bekerja, dan kurang pada faktor perkembangan kemampuan dan karir? Apakah ini yang mencerminkan praktek remunerasi di Indonesia masih rendah atau kurang kompetitif? Apakah ini yang menyebabkan banyak perselisihan industrial?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: silaturrahmi dan tim</title>
		<link>http://strategimanajemen.net/2007/10/29/customer-satisfaction-or-employee-satisfaction/#comment-1753</link>
		<author>silaturrahmi dan tim</author>
		<pubDate>Fri, 29 Aug 2008 15:18:51 +0000</pubDate>
		<guid>http://strategimanajemen.net/2007/10/29/customer-satisfaction-or-employee-satisfaction/#comment-1753</guid>
		<description>[...] menggapai cita-cita bersama. Dengan segala keterbatasan yang ada, team adalah segalanya. Saya ingat salah satu tulisan mas Yodhia Antariksa. Secara singkat, saya mendapatkan kesimpulan bahwa tidak mungkin sebuah [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[&#8230;] menggapai cita-cita bersama. Dengan segala keterbatasan yang ada, team adalah segalanya. Saya ingat salah satu tulisan mas Yodhia Antariksa. Secara singkat, saya mendapatkan kesimpulan bahwa tidak mungkin sebuah [&#8230;]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: dedikoff</title>
		<link>http://strategimanajemen.net/2007/10/29/customer-satisfaction-or-employee-satisfaction/#comment-278</link>
		<author>dedikoff</author>
		<pubDate>Sun, 25 Nov 2007 11:27:43 +0000</pubDate>
		<guid>http://strategimanajemen.net/2007/10/29/customer-satisfaction-or-employee-satisfaction/#comment-278</guid>
		<description>Saya setuju dgn semua pemikiran di atas. Cust, emp dan management yg menjadi objek sekaligus subjek membutuhkan suatu "Balance Satisfaction" secara bersama2. Dgn BS diharapkan tercipta suasana harmonis yg sesuai dgn budaya, hukum, ekonomi dan sosial di lingkungan/perusahaan/bangsa kita. Yg menjadi tanda tanya saat ini adalah bagaimana BS itu ditemukan dan diimplementasikan dgn menyesuaikan kondisi yg ada. Membutuhan penelitian dan survey secara mikro maupun makro utk ini.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya setuju dgn semua pemikiran di atas. Cust, emp dan management yg menjadi objek sekaligus subjek membutuhkan suatu &#8220;Balance Satisfaction&#8221; secara bersama2. Dgn BS diharapkan tercipta suasana harmonis yg sesuai dgn budaya, hukum, ekonomi dan sosial di lingkungan/perusahaan/bangsa kita. Yg menjadi tanda tanya saat ini adalah bagaimana BS itu ditemukan dan diimplementasikan dgn menyesuaikan kondisi yg ada. Membutuhan penelitian dan survey secara mikro maupun makro utk ini.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Yodhia</title>
		<link>http://strategimanajemen.net/2007/10/29/customer-satisfaction-or-employee-satisfaction/#comment-247</link>
		<author>Yodhia</author>
		<pubDate>Mon, 19 Nov 2007 00:41:57 +0000</pubDate>
		<guid>http://strategimanajemen.net/2007/10/29/customer-satisfaction-or-employee-satisfaction/#comment-247</guid>
		<description>Mbah, opini panjenengan ada benarnya. Peran top leader harus tetap muncul agar proses pencapaian tujuan tetap berjalan on track. Namun dalam konteks ini, top leader benar-benar memposisikan dirinya sebagai inspiring leader -- bukan bos otoriter yang hanya main perintah. Inspiring leaders adalah mereka yang mampu membangun spirit team, memberikan guidance yang mencerahkan, dan pada saat yang bersamaa tetap result oriented. Justru tipe leader semacam ini yang amat diperlukan agar moral dan kepuasan karyawan kian menjulang. Sebab, memang kualitas leader, merupakan salah satu elemen penting yang membuat karyawan happy atau tidak.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mbah, opini panjenengan ada benarnya. Peran top leader harus tetap muncul agar proses pencapaian tujuan tetap berjalan on track. Namun dalam konteks ini, top leader benar-benar memposisikan dirinya sebagai inspiring leader &#8212; bukan bos otoriter yang hanya main perintah. Inspiring leaders adalah mereka yang mampu membangun spirit team, memberikan guidance yang mencerahkan, dan pada saat yang bersamaa tetap result oriented. Justru tipe leader semacam ini yang amat diperlukan agar moral dan kepuasan karyawan kian menjulang. Sebab, memang kualitas leader, merupakan salah satu elemen penting yang membuat karyawan happy atau tidak.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: simbahe sales</title>
		<link>http://strategimanajemen.net/2007/10/29/customer-satisfaction-or-employee-satisfaction/#comment-246</link>
		<author>simbahe sales</author>
		<pubDate>Sun, 18 Nov 2007 14:32:14 +0000</pubDate>
		<guid>http://strategimanajemen.net/2007/10/29/customer-satisfaction-or-employee-satisfaction/#comment-246</guid>
		<description>Saya sangat setuju dengan pendapat sampeyan Mas...
1000 X setuju.
Namun ada satu hal yang penting juga disini ...yaitu peran Top leader nya...
kalau ES tidak dibarengi kontrol yang kuat dari Top Manajemen yang kemudian di delegasikan ke Manajemen dengan kontinyu terarah dan terukur...lama2 Karyawan jadi keenakan,malas,tidak ada inovasi,tidak ada jiwa enterpreneur ,tahunya cuma naik gaji &#38; bonus melulu....pelayanan pelanggan jadi sebuah mimpi .Padahal ini penting banget.
Jikalau suatu perusahaan sudah memilki budaya korporat dengan CS yang tinggi enggak masalah sih,walau sekali tempo tetap juga Top Leader melakukan check di level bawah.
Namun untuk Perusahaan yang masih dalam masa transisi ke arah CS yang baik...Top Leader Musti kerja keras.
Jadi CS dan ES bukan hanya Visi dan Misi yang di tulis di dekat Resepsionist,Web,atau di Logo Blok note,namun sebuah Action dari Top Leader dan jajaran Manajemennya juga karyawan.
Mungkin besok besok ada juga kata gini CS,ES,MS he he.....
Eh...ini tulisan nyimpang enggak ya dari Kontek ini.
Maaf kalau saya salah...maklum kami dari kampung.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya sangat setuju dengan pendapat sampeyan Mas&#8230;<br />
1000 X setuju.<br />
Namun ada satu hal yang penting juga disini &#8230;yaitu peran Top leader nya&#8230;<br />
kalau ES tidak dibarengi kontrol yang kuat dari Top Manajemen yang kemudian di delegasikan ke Manajemen dengan kontinyu terarah dan terukur&#8230;lama2 Karyawan jadi keenakan,malas,tidak ada inovasi,tidak ada jiwa enterpreneur ,tahunya cuma naik gaji &amp; bonus melulu&#8230;.pelayanan pelanggan jadi sebuah mimpi .Padahal ini penting banget.<br />
Jikalau suatu perusahaan sudah memilki budaya korporat dengan CS yang tinggi enggak masalah sih,walau sekali tempo tetap juga Top Leader melakukan check di level bawah.<br />
Namun untuk Perusahaan yang masih dalam masa transisi ke arah CS yang baik&#8230;Top Leader Musti kerja keras.<br />
Jadi CS dan ES bukan hanya Visi dan Misi yang di tulis di dekat Resepsionist,Web,atau di Logo Blok note,namun sebuah Action dari Top Leader dan jajaran Manajemennya juga karyawan.<br />
Mungkin besok besok ada juga kata gini CS,ES,MS he he&#8230;..<br />
Eh&#8230;ini tulisan nyimpang enggak ya dari Kontek ini.<br />
Maaf kalau saya salah&#8230;maklum kami dari kampung.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
