<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress/2.3" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Great Organization, Great People</title>
	<link>http://strategimanajemen.net/2007/11/19/great-organization-great-people/</link>
	<description>Sajian renyah tentang management skills + business strategy</description>
	<pubDate>Thu, 17 May 2012 11:25:14 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.3</generator>
		<item>
		<title>By: VitaBrainIndonesia</title>
		<link>http://strategimanajemen.net/2007/11/19/great-organization-great-people/#comment-6159</link>
		<dc:creator>VitaBrainIndonesia</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 04 Apr 2010 11:08:18 +0000</pubDate>
		<guid>http://strategimanajemen.net/2007/11/19/great-organization-great-people/#comment-6159</guid>
		<description>&lt;strong&gt;EMPAT LANGKAH MENGEMBANGKAN KEJENIUSAN...&lt;/strong&gt;

Kadang suatu masalah tidak dapat kita pecahkan ketika kita terjaga dan mencoba memecahkannya secara sadar dan memeras otak sehingga kita stress dan hampir putus asa. Tetapi kadang juga pemecahan itu sering datang dalam keadaan kita rilex dan bahkan dat...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p><strong>EMPAT LANGKAH MENGEMBANGKAN KEJENIUSAN&#8230;</strong></p>
<p>Kadang suatu masalah tidak dapat kita pecahkan ketika kita terjaga dan mencoba memecahkannya secara sadar dan memeras otak sehingga kita stress dan hampir putus asa. Tetapi kadang juga pemecahan itu sering datang dalam keadaan kita rilex dan bahkan dat&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Yodhia</title>
		<link>http://strategimanajemen.net/2007/11/19/great-organization-great-people/#comment-253</link>
		<dc:creator>Yodhia</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 Nov 2007 06:01:31 +0000</pubDate>
		<guid>http://strategimanajemen.net/2007/11/19/great-organization-great-people/#comment-253</guid>
		<description>Salah satu cara untuk "mengajak" line managers agar juga concern dengan people development (satu hal yang memang semestinya menjadi concern everyone), maka mesti disusun sebuah KPI tentang people development, dan KPI ini harus dimiliki oleh semua line managers. 
Dari pengalaman menyusun key performance indicators untuk manajer2 dari bagian non-HR, cara diatas relatif efektif untuk men-drive para line managers agar juga concern dengan pengembangan anak buahnya. Sebab, kinerja mereka dalam mengelola staf juga akan menjadi salah satu faktor penilaian mereka dia di akhir tahun.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Salah satu cara untuk &#8220;mengajak&#8221; line managers agar juga concern dengan people development (satu hal yang memang semestinya menjadi concern everyone), maka mesti disusun sebuah KPI tentang people development, dan KPI ini harus dimiliki oleh semua line managers.<br />
Dari pengalaman menyusun key performance indicators untuk manajer2 dari bagian non-HR, cara diatas relatif efektif untuk men-drive para line managers agar juga concern dengan pengembangan anak buahnya. Sebab, kinerja mereka dalam mengelola staf juga akan menjadi salah satu faktor penilaian mereka dia di akhir tahun.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: pandawatiga</title>
		<link>http://strategimanajemen.net/2007/11/19/great-organization-great-people/#comment-251</link>
		<dc:creator>pandawatiga</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 Nov 2007 03:53:03 +0000</pubDate>
		<guid>http://strategimanajemen.net/2007/11/19/great-organization-great-people/#comment-251</guid>
		<description>Mas Yodia
Elemen terakir ini yang perlu "banyak energi" bagi petugas SDM. Karena kadang-kadang beratnya adalah kurangnya dukungan dari setiap manajer yang ada di perusahaan. Mereka kadang berfikir "ego", Misal ; pimpinan di unit operasi/pemasaran mereka merasa berfungsi sebagai "pencari duit" dan masalah SDM, adalah masalah unit SDM yang sudah ditugaskan untuk ngurus SDM dengan segala persoalannya dan sama-sama "digaji", kenapa kami harus dibebankan lagi ngurus SDM, kata mereka ?.
Gemana Mas Yodhia, agar dengan kondisi demikian, petugas SDM bisa masuk dan meyakinkan mereka ada "jurus" yang bisa di sharing ?

Mas Yodhia enggak nulis Talent Management, (Konsep dan implementasi di lapangan) saya ingin tahu tentang hal tersebut, terima kasih 

Salam &#38; SUKSES ya</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mas Yodia<br />
Elemen terakir ini yang perlu &#8220;banyak energi&#8221; bagi petugas SDM. Karena kadang-kadang beratnya adalah kurangnya dukungan dari setiap manajer yang ada di perusahaan. Mereka kadang berfikir &#8220;ego&#8221;, Misal ; pimpinan di unit operasi/pemasaran mereka merasa berfungsi sebagai &#8220;pencari duit&#8221; dan masalah SDM, adalah masalah unit SDM yang sudah ditugaskan untuk ngurus SDM dengan segala persoalannya dan sama-sama &#8220;digaji&#8221;, kenapa kami harus dibebankan lagi ngurus SDM, kata mereka ?.<br />
Gemana Mas Yodhia, agar dengan kondisi demikian, petugas SDM bisa masuk dan meyakinkan mereka ada &#8220;jurus&#8221; yang bisa di sharing ?</p>
<p>Mas Yodhia enggak nulis Talent Management, (Konsep dan implementasi di lapangan) saya ingin tahu tentang hal tersebut, terima kasih </p>
<p>Salam &amp; SUKSES ya</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

