Ranking Perusahaan Terbesar Sedunia
Yodhia Antariksa November 22nd, 2007
Perusahaan apa saja yang masuk dalam ranking top ten perusahaan terbesar sedunia? Setiap tahun majalah bisnis Fortune mempublikasikan daftar ranking 500 perusahaan terbesar sedunia dilihat dari nilai penjualannya (sales revenue). Mereka menyebutnya sebagai Global-500. Sementara untuk daftar 500 perusahan terbesar se-Amerika, mereka menyebutnya Fortune 500. Daftar perusahaan terbesar se-dunia ini sering menjadi rujukan penting untuk menelisik denyut dan laju perekonomian global. Untuk tahun 2007, ranking top ten perusaaan terbesar sejagat adalah sebagai berikut.
1. Wal-Mart Stores (revenue : Rp 3230 trilyun dan profit bersih Rp 104 trilyun)
2. Exxon Mobil (revenue: Rp 3195 trilyun dan profit bersih Rp 363 trilyun)
3. Royal Dutch Shell (revenue : Rp 2933 trilyun dan profit bersih Rp 234 trilyun)
4. BP (revenue Rp 2524 trilyun dan profit bersih Rp 202 trilyun)
5. General Motors (revenue : Rp 1908 trilyun dan rugi Rp 18 trilyun)
6. Toyota Motors (revenue: Rp 1884 trilyun dan profit bersih Rp 129 trilyun)
7. Chevron (revenue : Rp 1845 trilyun dan profit bersih Rp 158 trilyun)
8. DaimlerChrysler (revenue :Rp 1750 trilyun dan profit bersih Rp 37 trilyun)
9. ConocoPhillips (revenue : Rp 1587 trilyun dan profit bersih Rp 143 trilyun)
10. Total (revenue Rp 1549 trillyun dan profit bersih Rp 136 trilyun)
Yang menduduki peringkat pertama adalah Wal-Mart, sebuah perusahaan retail raksasa yang dalam skala global menjadi rival paling berat bagi Carrefour. Total pendapatannya adalah sebesar……Rp 3230 trilyun (lebih dari tiga kali lipat APBN Indonesia!).
Dari ranking top ten ini terdapat beberapa poin yang layak dicatat. Pertama, dominasi oil companies sangat menonjol. Terdapat enam perusahaan minyak yang menduduki peringkat top ten, mulai dari Exxon, BP, Shell, Chevron (di Indonesia dulu dikenal dengan nama Caltex), hingga ConocoPhillips dan Total. Semua nama ini memiliki usaha di tanah air. Dan akibat bonanza dari harga minyak yang melambung, keenam perusahaan minyak global itu memperoleh profit yang sungguh mencengangkan. Exxon misalnya menangguk profit bersih sebesar Rp 363 trilyun ! (uang sebanyak ini rasanya cukup untuk membangun jalan tol memanjang dari Aceh hingga Papua……).
Catatan kedua adalah menyeruaknya perusahaan Toyota Motor dari Jepang dalam peringkat keenam. Untuk perusahaan otomotif global, sekarang memang Toyota (dengan total penjualan sebesar Rp 1884 trilyun) telah menjadi nomer dua setelah General Motors. Toyota juga jauh meninggalkan DaimlerChrysler (produsen Mercedes Benz) baik dari segi nilai penjualan ataupun dari aspek profit yang dihasilkan. Pada tahun lalu, Toyota Motor menangguk profit bersih sebesar Rp 129 trilyun…..(kalau Anda memiliki mobil bermerk Toyota, nah berarti Anda ikut menyumbang atas pencapaian laba yang amat menggiurkan itu…..). Laba bersih Toyota ini hampir empat kali lipat keuntungan perusahaan Daimler Benz yang “hanya” menangguk profit sebesar Rp 37 trilyun. Ini juga merupakan pertanda kinerja bisnis Toyota jauh lebih impresif dibanding dengan pesaingnya yang dari Jerman itu.
Catatan terakhir, ternyata tidak ada satupun perusahaan Indonesia yang masuk dalam dalam daftar Global - 500 . Perusahaan terbesar di Indonesia yakni Pertamina hanya memiliki nilai penjualan total sebesar Rp 350 trilyun (artinya hanya sekitar sepersepuluh Exxon), dan ini ternyata belum cukup untuk bisa hinggap dalam daftar. Karena itu perusahaan sekelas Astra atau Telkom yang sales revenue-nya hanya berkisar pada angka Rp 60 – 70-an trilyun per tahun – juga masih jauh untuk bisa masuk dalam daftar Global 500. Mungkin pada tahun 2100 baru ada perusahaan Indonesia yang bisa masuk dalam daftar. Namun di tahun itu, kita semua barangkali sudah keburu masuk liang kubur….
Note : Jika Anda ingin mendapatkan file powerpoint presentation mengenai management skills, strategy, marketing dan HR management, silakan datang KESINI.
- Business Strategy
- Comments(31)


Waaaw 363 trilyun buat beli kerupuk tuh gimana ya
Jadi ingat program Visi Indonesia 2030 yang dicanangkan presiden SBY, bahwa pada tahun 2030 Indonesia akan memiliki 30 perusahaan yang masuk 500 besar dunia.
Menurut mas Yodhia, mungkin tidak hal tersebut terwujud?
Kalau mungkin, di bidang apa?
wow, fantastico!!! sepeti kata mas Nukman Luthfie, di bidang mana indonesia bisa berjaya mas Yodhia??
Yang paling mungkin masuk dalam daftar global-500 adalah Pertamina. Perusahaan minyak Petronas sudah masuk dalam daftar sejak empat tahun lalu. Mungkin Group Astra dan Telkom bisa masuk juga pada tahun 2030.
Bagi saya, tumpuan Indonesia untuk bintang ekspor pada tahun-tahun mendatamng tetap ada pada : kepala sawit (bintangnya: Astra Agro Lestari), timah/nikel/batubara (Antam, Bukit Asam), minyak (Pertamina) dan karet (PTP). Kalau Astra Agro Lestari dan PTP bisa dikelola dengan kelas dunia, maka Indonesia akan jadi hebat — sebab dua komoditi mereka — yakni kelapa sawit dan karet — memang hanya Indonesia yang menjadi raja dunia (selain Malaysia).
Ditengah era informasi, komoditi seperti kelapa sawit dan karet ternyara justru MAKIN DIBUTUHKAN. Ekonomi dunia akan MANDEK jika dua komoditi itu hilang. Jadi jangan keburu terpukau dengan industri eksotis semacam telco, software, internet, dll. Yang akan membuat Indonesia MAJU dan DISEGANI di masa depan adalah KELAPA SAWIT dan KARET, bukan produk teknologi yang muluk-muluk.
Pa Kabar Pak Yodhia…
Saya senang sekali setiap berkunjung ke blog Bapak.
Selalu ada menu istimewa yang dihidangkan.
‘Gurih dan renyah’.
Sukses selalu
Salam,
Faif
Kabar baik Mas Faif, saya memang selalu mencoba menghidangkan sesuatu secara renyah — and fresh from the oven….halah.
Mas Yodhia. Salam kenal. Saya peminat blog Anda. Luar biasa mas. Oleh karenanya saya ingin me-link blog ini.
” … Rp 363 trilyun ! (uang sebanyak ini rasanya cukup untuk membangun jalan tol memanjang dari Aceh hingga Papua……) ”
Rasanya kalau mbangun TOL nya sekarang ngga cukup soalnya 80% nya dikorupsi dan untuk birokrasi hehehehe
/* just kidding
mas..keren banget dah ulasanya..makasih
Top Markotob artikelnya.
Thanks banget mas yodia, salam kenal kalo’ masih ingat mantan adik kelas MT Mas yodia saat di BS clincing, tulisannya cukup makyooos dan menginspirasi…Salam dan moga tambah sukses, Husin
Mas, selain kelapa sawit dan karet apakah ada kemungkinan bisnis lain yang bisa “besar” dari Indonesia? mengingat kedepan lahan yang tersedia untuk perkebunan tersebut belum tentu sama seperti sekarang, termasuk kebijakan pemerintah tentang tata aturan perkebunan yang ada sekarang.
Komoditi lain yang akan jadi bintang adalah ini : semua produk ikan dari laut….ingat mayoritas tanah air adalah laut/samudera….jadi saya sangat menaruh HARAPAN pada ekspor hasil laut.
KELAPA SAWIT, KARET dan IKAN LAUT adalah tiga produk yang akan menjadikan Indonesia BESAR. Dan tiga-tiganya renewable — asal dikelola dengan BENAR.
Kalau mau MAJU, fokus saja pada TIGA PRODUK itu. Dijamin utang Indonesia akan LUNAS semua.
wah kayakana kurang banyak tuh rp.363 trilyun……….dibuat jembatan aja tuh duit….untuk para koruptor2 indonesia ke neraka jahanam….okaey….eh itu duit sbanyak itu dganti uang logam rp 50 kira2 abiz g sda logam diindonesia…..
Loh?? Mihkocok punya om Gates udah ga masuk to? Hmm… ga aneh kalo Indonesia bisa dibeli ya.
Kalo kopi gimana pak Yodhia? Karena klaim dari Richard Ivey Business School, coffee is the second most traded commodity next to oil. Indonesia kan kopinya premium nih, Starbucks aja pake bijih kopi dari Sumatera…
Coffee? Hmm……bicara mengenai kopi, ada 3 hal yang perlu dicatat.
1) negara produsen kopi tersebar merata, dan produksi kita masih kalau jauh dibanding Brazil dan Vietnam (juga dengan negara-negara Afrika yang selama ini juga jagoan produksi kopi).
2. komoditi kopi sejauh ini hanya untuk diminum….maksudnya, tidak seperti karet dan kelapa sawit, yang potensi pengunaannya amat luas sebagai bahan baku untuk beragam produk. “Nilai STRATEGIS” kopi masih kalau jauh dibanding karet dan kelapa sawit.
3) Nilai tambah kopi paling banyak disedot oleh raksasa retail seperti Starbucks; dan tidak banyak dinikmati oleh para negara produsen kopi, apalagi para petaninya. Fakta ini telah membuat ribuan petani kopi di Afrika marah; terutama atas sikap dagang yang tidak fair dari Starbucks. Aksi protes terhadap Starbucks ini bisa dilihat di http://www.organicconsumers.org/Starbucks/index.cfm
ic, thx link-nya…
menurut gw sih bisa-bisa aja, dan yang prospeknya sangat menonjol di sini yaitu dari segi pertanian dan perkebunan
informasi yg bagus and berguna… thanks Yodhia!
gak usah nunggu tahun 2100 dech Indonesia masuk top500, amieen….
Artikelnya bagus banget boss, bisa buat motivasi pengusaha Indonesia juga. Saluutt…!!
Pak yodhia berarti kita mengambilpelajran pada masa silam mengenai sejarah, mengapa para pelayar Eropa tempo dulu senang sekali berlabuh ditanah air kita ? dan bagaimana menurut Bapak mengenai tanaman obat untuk Herbal medical, seperti apa perkembangan Export dari hasil budidaya tersebut
Ya, kalau saja VOC yang mengelola sumber daya alam kita sampai hari ini, mungkin negeri akan jauh lebih makmur…:):)
Potensi herbal medical di negeri ini juga bagus….namun mungkin jauh dibawah potensi export karet dan kelapa sawit.
Terima kasih Mas ulasannya, menarik sekali buat kita-kita yang haus akan informasi yang menyegarkan dan menginspirasi untuk selalu mengembangkan diri (Self development).
Menurut saya Perusahaan Indonesia akan bisa diperhitungkan di kancah Global apabila dikelola dengan benar. Untuk komoditi pertanian/perkebunan/perikanan laut dan pertambangan/perminyakan memiliki peluang yang sangat besar di Pasar Komoditi Dunia bisa kita lihat dari kenaikan harga-harga komoditi diatas. Indonesia punya semuanya itu hanya sayangnya belum dikembangkan dan dimanajemeni secara professional atau masih ala kadarnya, terutama untuk menghasilkan produk yang berkualitas agar memiliki nilai yang tinggi di pasar internasional. Peluang bagi PTP yang BUMN itu untuk merebut pangsa pasar Global dengan membuka Perkebunan baru atau Perusahaan lain yang ingin bergerak di bidang Agrobisnis. Dukungan perbankan yang membuka kran kredit sebesar-besarnya kepada sektor riil terutama Agrobis sangat diperlukan untuk membuka lahan-lahan baru. Tantangan bagi pemerintah untuk mengundang Investor ke Sektor Agrobisnis dengan pengurusan birokrasi yang mudah sehingga dapat mengurangi pengangguran.
Perusahaan yang besar di Indonesia saat ini masih dikuasai oleh perusahaan penghasil Consumer Goods (Mi, Odol, sabun, rokok, minuman dll) mereka berjaya karena jumlah konsumen kita yang besar namun tidak banyak menghasilkan Devisa, mereka hanya jago kandang dan menjadikan kita hanya sebagai pasar.
Perlu Redesign kebijakan pemerintah yang telah dengan ceroboh meninggalkan sektor agro dengan REPELITA jaman Orde Baru dimana digambarkan bahwa pada PELITA ke V kita sudah tinggal landas masuk ke era Indutrialisasi , melalui hutang untuk Proyek industrialisasi Kroni-kroni pemegang kekuasaan yang telah mereka korupsi, selanjutnya kita dan anak cucu kita yang bayar utang itu dengan pajak kita bayar, digambarkan pula jika kita sudah bisa buat pesawat terbang namun tidak laku dan tidak menguntungkan, mending bikin kapal penangkap ikan yang besar plus pabrik pengolahan didalamnya untuk menandingi kapal pencuri ikan milik asing yang seenaknya mengambil ikan kita, namun ternyata kita masih tertinggal di landasan, masih kalah di kancah Asia Tenggara.
Perusahaan telkom kita masih dapat untung dari jualan Pulsa dengan iklan yang menjebak dan menyesatkan (kalimat-kalimat menarik yang dihasilkan dari para pakar periklanan dengan setengah hampir menipu, katanya hasil dari kreatifitas olah kata dan kalimat memanfaatkan kebodohan/kekurang jelian kita, namun ternyata masih juga ketahuan).
Perusahaan pertambangan masih bisa hidup dengan mengeruk sebesar-besar tanah kita katanya mengambil tembaga dan tidak sengaja terikut emas dan platina yang mereka bawa ke negara mereka. Dengan bagi hasil yang mebodohi pembuat kebijakan dan wakil rakyat kita yang sudah mereka tutup dengan apa saja dan segala cara agar tidak dirubah. Begitu pula dengan perusahaan perminyakan asing di sini. Sungguh Ironi dari beberapa perusahaan Perminyakan yang masuk dalam daftar beberapa diantaranya mereka dapatkan dari menyedot minyak dari bumi kita dan kita dapat berapa dari mereka ?
dengan menyimak ulasan di atas, terlebih dahulu saya ucapkan terima kasih atas informasinya, menurut saya indonesia adalah kawasan agralis, yang dapat digunakan untuk bercocok tanam, penghasil utama indonesia adalah bahan pokok(beras, jagung, biji-bijian, rempah-rempah, dan sebagainya), dengan penghasil tersebut kalau dimanfaatkan dengan baik dengan manajemen yang baik, saya yakin indonesia kita akan maju dan berkembang semestinya yang kita harapkan! terima kasih atas perhatiaanya.
gmna tuh…………
masa gak da perusahaan dari indonesia yang dapat ranking…………….
pertamina sih bagus,tapi orang-orang dalam pertamina harus di audit dari KKN………….
Wowwww, uang sebanyak itu kalo’ dibelikan bakso bisa berapa mangkok ya ???????? Cooolllllll….
jadi kebukti, klo skrg setiap orang bisa teriak semaunya.. klo begini mending ndak usah reformasi biar dpimpin orang yang tamak tapi kesejahteraan dan sandang pangan tercukupi.
yang baca blog ni kan orang berpikiran luas. coba berpikir simpel. kita pilih mana uang negara dikorupsi oleh 1 keluarga, taw di korupsi oleh semua orang yang berkuasa? padahal orang yang berkuasa lebih dari jumlah 1 RT.hehe..
refreshing..
Dgn duit sby Rp. 375 trilyun wah gw bklan bli apa ya?? Kayanya beli semua wanita yg ada di dunia ini. Huahaha..:)
kalau punya 350 triliyun????… hmm…. bikin api unggun dari duit keren juga kali yeeee……
Ini top 10 merk perusahaan minyak dunia paling top (tahun 2008):
http://daftarperusahaanindonesia.wordpress.com/2008/10/21/10-peringkat-teratas-merk-perusahaan-minyak-bumi-dunia-2008-sumber-bloomberg/