Ranking 10 Perusahaan Terbesar di Dunia tahun 2007

man-on-globe2.jpgPerusahaan apa saja yang masuk dalam ranking top ten perusahaan terbesar sedunia? Setiap tahun majalah bisnis Fortune mempublikasikan daftar ranking 500 perusahaan terbesar sedunia dilihat dari nilai penjualannya (sales revenue). Mereka menyebutnya sebagai Global-500. Sementara untuk daftar 500 perusahan terbesar se-Amerika, mereka menyebutnya Fortune 500.

Daftar perusahaan terbesar se-dunia ini sering menjadi rujukan penting untuk menelisik denyut dan laju perekonomian global. Adapun ranking top ten perusaaan terbesar sejagat adalah sebagai berikut.

1. Wal-Mart Stores (revenue : Rp 3230 trilyun dan profit bersih Rp 104 trilyun)
2. Exxon Mobil (revenue: Rp 3195 trilyun dan profit bersih Rp 363 trilyun)
3. Royal Dutch Shell (revenue : Rp 2933 trilyun dan profit bersih Rp 234 trilyun)
4. BP (revenue Rp 2524 trilyun dan profit bersih Rp 202 trilyun)
5. General Motors (revenue : Rp 1908 trilyun dan rugi Rp 18 trilyun)
6. Toyota Motors (revenue: Rp 1884 trilyun dan profit bersih Rp 129 trilyun)
7. Chevron (revenue : Rp 1845 trilyun dan profit bersih Rp 158 trilyun)
8. DaimlerChrysler (revenue :Rp 1750 trilyun dan profit bersih Rp 37 trilyun)
9. ConocoPhillips (revenue : Rp 1587 trilyun dan profit bersih Rp 143 trilyun)
10. Total (revenue Rp 1549 trillyun dan profit bersih Rp 136 trilyun)

Yang menduduki peringkat pertama adalah Wal-Mart, sebuah perusahaan retail raksasa yang dalam skala global menjadi rival paling berat bagi Carrefour. Total pendapatannya adalah sebesar……Rp 3230 trilyun (lebih dari tiga kali lipat APBN Indonesia!).

Dari ranking top ten ini terdapat beberapa poin yang layak dicatat. Pertama, dominasi oil companies sangat menonjol. Terdapat enam perusahaan minyak yang menduduki peringkat top ten, mulai dari Exxon, BP, Shell, Chevron (di Indonesia dulu dikenal dengan nama Caltex), hingga ConocoPhillips dan Total. Semua nama ini memiliki usaha di tanah air. Dan akibat bonanza dari harga minyak yang melambung, keenam perusahaan minyak global itu memperoleh profit yang sungguh mencengangkan. Exxon misalnya menangguk profit bersih sebesar Rp 363 trilyun ! (uang sebanyak ini rasanya cukup untuk membangun jalan tol memanjang dari Aceh hingga Papua……).

Catatan kedua adalah menyeruaknya perusahaan Toyota Motor dari Jepang dalam peringkat keenam. Untuk perusahaan otomotif global, sekarang memang Toyota (dengan total penjualan sebesar Rp 1884 trilyun) telah menjadi nomer dua setelah General Motors. Toyota juga jauh meninggalkan DaimlerChrysler (produsen Mercedes Benz) baik dari segi nilai penjualan ataupun dari aspek profit yang dihasilkan. Pada tahun lalu, Toyota Motor menangguk profit bersih sebesar Rp 129 trilyun…..(kalau Anda memiliki mobil bermerk Toyota, nah berarti Anda ikut menyumbang atas pencapaian laba yang amat menggiurkan itu…..). Laba bersih Toyota ini hampir empat kali lipat keuntungan perusahaan Daimler Benz yang “hanya” menangguk profit sebesar Rp 37 trilyun. Ini juga merupakan pertanda kinerja bisnis Toyota jauh lebih impresif dibanding dengan pesaingnya yang dari Jerman itu.

Catatan terakhir, ternyata tidak ada satupun perusahaan Indonesia yang masuk dalam dalam daftar Global – 500 . Perusahaan terbesar di Indonesia yakni Pertamina hanya memiliki nilai penjualan total sebesar Rp 350 trilyun (artinya hanya sekitar sepersepuluh Exxon), dan ini ternyata belum cukup untuk bisa hinggap dalam daftar. Karena itu perusahaan sekelas Astra atau Telkom yang sales revenue-nya hanya berkisar pada angka Rp 60 – 70-an trilyun per tahun – juga masih jauh untuk bisa masuk dalam daftar Global 500. Mungkin pada tahun 2100 baru ada perusahaan Indonesia yang bisa masuk dalam daftar. Namun di tahun itu, kita semua barangkali sudah keburu masuk liang kubur….

Note : Jika Anda ingin mendapatkan file powerpoint presentation mengenai management skills, strategy, marketing dan HR management, silakan datang KESINI.

Baner Tools
51 comments on “Ranking 10 Perusahaan Terbesar di Dunia tahun 2007
  1. Jadi ingat program Visi Indonesia 2030 yang dicanangkan presiden SBY, bahwa pada tahun 2030 Indonesia akan memiliki 30 perusahaan yang masuk 500 besar dunia.
    Menurut mas Yodhia, mungkin tidak hal tersebut terwujud?
    Kalau mungkin, di bidang apa?

  2. Yang paling mungkin masuk dalam daftar global-500 adalah Pertamina. Perusahaan minyak Petronas sudah masuk dalam daftar sejak empat tahun lalu. Mungkin Group Astra dan Telkom bisa masuk juga pada tahun 2030.

    Bagi saya, tumpuan Indonesia untuk bintang ekspor pada tahun-tahun mendatamng tetap ada pada : kepala sawit (bintangnya: Astra Agro Lestari), timah/nikel/batubara (Antam, Bukit Asam), minyak (Pertamina) dan karet (PTP). Kalau Astra Agro Lestari dan PTP bisa dikelola dengan kelas dunia, maka Indonesia akan jadi hebat — sebab dua komoditi mereka — yakni kelapa sawit dan karet — memang hanya Indonesia yang menjadi raja dunia (selain Malaysia).

    Ditengah era informasi, komoditi seperti kelapa sawit dan karet ternyara justru MAKIN DIBUTUHKAN. Ekonomi dunia akan MANDEK jika dua komoditi itu hilang. Jadi jangan keburu terpukau dengan industri eksotis semacam telco, software, internet, dll. Yang akan membuat Indonesia MAJU dan DISEGANI di masa depan adalah KELAPA SAWIT dan KARET, bukan produk teknologi yang muluk-muluk.

  3. Pa Kabar Pak Yodhia…

    Saya senang sekali setiap berkunjung ke blog Bapak.
    Selalu ada menu istimewa yang dihidangkan.
    ‘Gurih dan renyah’.

    Sukses selalu

    Salam,
    Faif

  4. ” … Rp 363 trilyun ! (uang sebanyak ini rasanya cukup untuk membangun jalan tol memanjang dari Aceh hingga Papua……) ”

    Rasanya kalau mbangun TOL nya sekarang ngga cukup soalnya 80% nya dikorupsi dan untuk birokrasi hehehehe

    /* just kidding