<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress/2.2.1" -->
<rss version="2.0" 
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/">
<channel>
	<title>Comments on: Human Capital : Sepenggal Dongeng tentang John Lennon dan Bill Gates</title>
	<link>http://strategimanajemen.net/2007/12/06/human-capital-sepenggal-dongeng-tentang-bill-gates-dan-john-lennon/</link>
	<description>Sajian renyah tentang management skills + business strategy</description>
	<pubDate>Sat, 31 Jul 2010 18:37:49 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.2.1</generator>

	<item>
		<title>By: hendri winarto</title>
		<link>http://strategimanajemen.net/2007/12/06/human-capital-sepenggal-dongeng-tentang-bill-gates-dan-john-lennon/#comment-5199</link>
		<author>hendri winarto</author>
		<pubDate>Fri, 27 Nov 2009 08:47:26 +0000</pubDate>
		<guid>http://strategimanajemen.net/2007/12/06/human-capital-sepenggal-dongeng-tentang-bill-gates-dan-john-lennon/#comment-5199</guid>
		<description>salam kenal Pak...

saya mau tanya,..
dlm perkembangan sekarang ini,..
apakah human capital disclosure suatu perusahaan telah sama dengan praktek manajemen yg sesungguhnya terjadi dalam perusahaan tersebut..???
sebab seringkali ketika diungkapakan,..bla..bla..yang baik2..tpi pd kenyataannya masi ada saja demo2 di perusahaan tsb. 
thx</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>salam kenal Pak&#8230;</p>
<p>saya mau tanya,..<br />
dlm perkembangan sekarang ini,..<br />
apakah human capital disclosure suatu perusahaan telah sama dengan praktek manajemen yg sesungguhnya terjadi dalam perusahaan tersebut..???<br />
sebab seringkali ketika diungkapakan,..bla..bla..yang baik2..tpi pd kenyataannya masi ada saja demo2 di perusahaan tsb.<br />
thx</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: venda</title>
		<link>http://strategimanajemen.net/2007/12/06/human-capital-sepenggal-dongeng-tentang-bill-gates-dan-john-lennon/#comment-846</link>
		<author>venda</author>
		<pubDate>Thu, 13 Mar 2008 16:18:30 +0000</pubDate>
		<guid>http://strategimanajemen.net/2007/12/06/human-capital-sepenggal-dongeng-tentang-bill-gates-dan-john-lennon/#comment-846</guid>
		<description>Menurut saya, artikel diatas itu tidak jelas mau dibawa kemana arahnya. Paling tidak, saya masih sedikit paham. 
ada satu komentar yang mengatakan pendidikan adalah kunci. bukan itu. pendidikan pada akhirnya cuma belenggu imajinasi. para jenius banyak yang gagal di sekolah. 
saya kurang tahu mengenai gates, tapi saya cukup tahu lennon. kebesaran beatles terbangun dari chemistry empat orang berlatar kehidupan berbeda meski dari satu kota, liverpool. lennon penggemar rock n roll (tapi saya tidak yakin lennon benci jazz karena nobody loves you-nya bluesy dan agak ngejazz dan ia berteman dengan miles davis seperti yang ada di film give me the truth), macca yang multi instrumentalis dari keluarga musisi, harrison yang misterius dengan solo gitar indah dan mudah diikuti dan starr dengan skill drum yang unik dan permainannya tidak mudah diikuti walau banyak pemain drum dengan skill lebih baik dari starr mampu bermain seunik starr.
saya tidak setuju dengan pendapat Anggun lennon hanya bisa main rock n roll dan bersuara sengau. latar belakang the beatles sebagai band pub mendorong lennon untuk bernyanyi dengan berteriak, tetapi ia memiliki suara yang bagus terutama kalau mau mendengar karya psychedelic mereka seperti strawberry fields forever (lebih baik dengar versi anthology 2). lirik mendalam lennon keluar bukan karena alasan2 yang anggun berikan tetapi karena perkenalan dengan narkoba membuka perspektif mereka dengan lebih luas dan mendalam.
yang saya tahu keberhasilan seorang lennon adalah orang yang pantang menyerah, terbuka akan ide baru, mendorong batas2 yang ada sejauh mungkin, imajinatif.
bayangkan khan gimana otak kanan kita mau optimal kalau sekolah/kuliah hanya belenggu imajinasi?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Menurut saya, artikel diatas itu tidak jelas mau dibawa kemana arahnya. Paling tidak, saya masih sedikit paham.<br />
ada satu komentar yang mengatakan pendidikan adalah kunci. bukan itu. pendidikan pada akhirnya cuma belenggu imajinasi. para jenius banyak yang gagal di sekolah.<br />
saya kurang tahu mengenai gates, tapi saya cukup tahu lennon. kebesaran beatles terbangun dari chemistry empat orang berlatar kehidupan berbeda meski dari satu kota, liverpool. lennon penggemar rock n roll (tapi saya tidak yakin lennon benci jazz karena nobody loves you-nya bluesy dan agak ngejazz dan ia berteman dengan miles davis seperti yang ada di film give me the truth), macca yang multi instrumentalis dari keluarga musisi, harrison yang misterius dengan solo gitar indah dan mudah diikuti dan starr dengan skill drum yang unik dan permainannya tidak mudah diikuti walau banyak pemain drum dengan skill lebih baik dari starr mampu bermain seunik starr.<br />
saya tidak setuju dengan pendapat Anggun lennon hanya bisa main rock n roll dan bersuara sengau. latar belakang the beatles sebagai band pub mendorong lennon untuk bernyanyi dengan berteriak, tetapi ia memiliki suara yang bagus terutama kalau mau mendengar karya psychedelic mereka seperti strawberry fields forever (lebih baik dengar versi anthology 2). lirik mendalam lennon keluar bukan karena alasan2 yang anggun berikan tetapi karena perkenalan dengan narkoba membuka perspektif mereka dengan lebih luas dan mendalam.<br />
yang saya tahu keberhasilan seorang lennon adalah orang yang pantang menyerah, terbuka akan ide baru, mendorong batas2 yang ada sejauh mungkin, imajinatif.<br />
bayangkan khan gimana otak kanan kita mau optimal kalau sekolah/kuliah hanya belenggu imajinasi?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Yodhia Antariksa</title>
		<link>http://strategimanajemen.net/2007/12/06/human-capital-sepenggal-dongeng-tentang-bill-gates-dan-john-lennon/#comment-357</link>
		<author>Yodhia Antariksa</author>
		<pubDate>Sun, 09 Dec 2007 04:25:43 +0000</pubDate>
		<guid>http://strategimanajemen.net/2007/12/06/human-capital-sepenggal-dongeng-tentang-bill-gates-dan-john-lennon/#comment-357</guid>
		<description>Thanks Yaser. Sebenarnya nama Gates dan Lennon disini dipakai lebih sebagai ilustrasi....dan esensi yang ingin dihamparkan adalah ini : bahwa kita mesti terus berikhtiar untuk membangun manusia-manusia unggul. Unggul disini tentu juga tak mesti harus orang asing, karena kita juga pernah punya Pramudya, Hatta, Yayuk Basoeki, dll.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Thanks Yaser. Sebenarnya nama Gates dan Lennon disini dipakai lebih sebagai ilustrasi&#8230;.dan esensi yang ingin dihamparkan adalah ini : bahwa kita mesti terus berikhtiar untuk membangun manusia-manusia unggul. Unggul disini tentu juga tak mesti harus orang asing, karena kita juga pernah punya Pramudya, Hatta, Yayuk Basoeki, dll.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Yaser</title>
		<link>http://strategimanajemen.net/2007/12/06/human-capital-sepenggal-dongeng-tentang-bill-gates-dan-john-lennon/#comment-356</link>
		<author>Yaser</author>
		<pubDate>Sun, 09 Dec 2007 03:24:37 +0000</pubDate>
		<guid>http://strategimanajemen.net/2007/12/06/human-capital-sepenggal-dongeng-tentang-bill-gates-dan-john-lennon/#comment-356</guid>
		<description>Ada sesuatu yang menendang hati, bila melihat "success story" pastilah ada "di sana". Dan "di sini" yang tersisa hanyalah cerita miris para pelengkap penderita. Bill Gates, John Lennon, Trump, ya mereka memang sukses. Tapi jangan lupa, banyak juga anak bangsa yang berjuang ke arah sana (seperti yang ditulis Mas Arham). Plus sejumlah komunitas solutif yang dibentuk, namun semua nyaris tanpa publikasi. Mungkin bagi kita, Bad news is good news :).
Sukses buat "senin-kamis"nya mas. 

Tabik,
Yaser</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ada sesuatu yang menendang hati, bila melihat &#8220;success story&#8221; pastilah ada &#8220;di sana&#8221;. Dan &#8220;di sini&#8221; yang tersisa hanyalah cerita miris para pelengkap penderita. Bill Gates, John Lennon, Trump, ya mereka memang sukses. Tapi jangan lupa, banyak juga anak bangsa yang berjuang ke arah sana (seperti yang ditulis Mas Arham). Plus sejumlah komunitas solutif yang dibentuk, namun semua nyaris tanpa publikasi. Mungkin bagi kita, Bad news is good news :).<br />
Sukses buat &#8220;senin-kamis&#8221;nya mas. </p>
<p>Tabik,<br />
Yaser</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Arham</title>
		<link>http://strategimanajemen.net/2007/12/06/human-capital-sepenggal-dongeng-tentang-bill-gates-dan-john-lennon/#comment-354</link>
		<author>Arham</author>
		<pubDate>Fri, 07 Dec 2007 16:19:13 +0000</pubDate>
		<guid>http://strategimanajemen.net/2007/12/06/human-capital-sepenggal-dongeng-tentang-bill-gates-dan-john-lennon/#comment-354</guid>
		<description>@nukman 
soal keturunan yg berkaitan dengan keberhasilan atau nature itu kurang mendukung paking tidak contoh nyatanya T.A Edison "99% usaha &#38; 1% bakat" 

soal org hebat non akademis memang Indonesia masing kekurangan, singkatnya org2 seperti Bob Sadino, ato pemilik Primagama grup (maav lupa namanya :-) ) masih sedikit karna terlalu lamanya kita terbelenggu hidup di jaman feodal belanda jadi yah mentalnya juga banyakan mental feodal yg berupaya cari kerja &#38; cari ijazah bukannya bikin kerjaan dan cari ilmu serta di monetize ato dimanfaatkan ditambah lagi lingkungan kita masih menganggap org yang berijazah lebih tinggi dibanding yg tak berijazah ...seperti saran saya diatas coba kita start learning &#38; stop schooling

http://road-entrepreneur.com</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@nukman<br />
soal keturunan yg berkaitan dengan keberhasilan atau nature itu kurang mendukung paking tidak contoh nyatanya T.A Edison &#8220;99% usaha &amp; 1% bakat&#8221; </p>
<p>soal org hebat non akademis memang Indonesia masing kekurangan, singkatnya org2 seperti Bob Sadino, ato pemilik Primagama grup (maav lupa namanya <img src='http://strategimanajemen.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> ) masih sedikit karna terlalu lamanya kita terbelenggu hidup di jaman feodal belanda jadi yah mentalnya juga banyakan mental feodal yg berupaya cari kerja &amp; cari ijazah bukannya bikin kerjaan dan cari ilmu serta di monetize ato dimanfaatkan ditambah lagi lingkungan kita masih menganggap org yang berijazah lebih tinggi dibanding yg tak berijazah &#8230;seperti saran saya diatas coba kita start learning &amp; stop schooling</p>
<p><a href="http://road-entrepreneur.com" rel="nofollow">http://road-entrepreneur.com</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Arham</title>
		<link>http://strategimanajemen.net/2007/12/06/human-capital-sepenggal-dongeng-tentang-bill-gates-dan-john-lennon/#comment-353</link>
		<author>Arham</author>
		<pubDate>Fri, 07 Dec 2007 16:08:09 +0000</pubDate>
		<guid>http://strategimanajemen.net/2007/12/06/human-capital-sepenggal-dongeng-tentang-bill-gates-dan-john-lennon/#comment-353</guid>
		<description>mau menambahkan sedikit nih pak tentang
"kekuatan human capital akan mampu memberikan value added yang bersifat dramatik, dan mampu memicu tumbuhnya sebuah kekuatan "
yg saya tambahin yaitu willpower ato gampangnya commitment yg merupakan salah satu dari lima modal utama Entrepreneur.

apa yang mesti dilakukan agar kita bisa mereproduksi sumber daya manusia sekelas Bill Gates atau John Lennon?
 
tentang hal ini, saya perpandangan kita harus memiliki modal entrepreneur sejati (5 hal), dan memulai untuk start learning dan stop schooling ...yg artinya pembenahan mindset kita. 

dan dalam hal teknik tentu jangan lah kita melihat bagaimana tekniknya tapi ciptakan own technical sumber daya manusia yg sekelas ato pun tidak sekelas(tentu dengan pandangan masing2)  dan yang terpenting kita harus beyond..
oh ya satu lagi jangan lupa baca2 
http://road-entrepreneur.com</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>mau menambahkan sedikit nih pak tentang<br />
&#8220;kekuatan human capital akan mampu memberikan value added yang bersifat dramatik, dan mampu memicu tumbuhnya sebuah kekuatan &#8221;<br />
yg saya tambahin yaitu willpower ato gampangnya commitment yg merupakan salah satu dari lima modal utama Entrepreneur.</p>
<p>apa yang mesti dilakukan agar kita bisa mereproduksi sumber daya manusia sekelas Bill Gates atau John Lennon?</p>
<p>tentang hal ini, saya perpandangan kita harus memiliki modal entrepreneur sejati (5 hal), dan memulai untuk start learning dan stop schooling &#8230;yg artinya pembenahan mindset kita. </p>
<p>dan dalam hal teknik tentu jangan lah kita melihat bagaimana tekniknya tapi ciptakan own technical sumber daya manusia yg sekelas ato pun tidak sekelas(tentu dengan pandangan masing2)  dan yang terpenting kita harus beyond..<br />
oh ya satu lagi jangan lupa baca2<br />
<a href="http://road-entrepreneur.com" rel="nofollow">http://road-entrepreneur.com</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Den bagus</title>
		<link>http://strategimanajemen.net/2007/12/06/human-capital-sepenggal-dongeng-tentang-bill-gates-dan-john-lennon/#comment-352</link>
		<author>Den bagus</author>
		<pubDate>Fri, 07 Dec 2007 09:51:12 +0000</pubDate>
		<guid>http://strategimanajemen.net/2007/12/06/human-capital-sepenggal-dongeng-tentang-bill-gates-dan-john-lennon/#comment-352</guid>
		<description>Itu sudah takdir dari langit bos. Semua orang sukses sudah ditakdirkan begitu. Even orang Suci! 
Terdengar pasif, but that is the truth.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Itu sudah takdir dari langit bos. Semua orang sukses sudah ditakdirkan begitu. Even orang Suci!<br />
Terdengar pasif, but that is the truth.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
