<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress/2.2.1" -->
<rss version="2.0" 
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/">
<channel>
	<title>Comments on: IBM Way dan Toyota Values</title>
	<link>http://strategimanajemen.net/2008/01/07/ibm-way-toyota-values-dan-google-culture/</link>
	<description>Sajian renyah tentang management skills + business strategy</description>
	<pubDate>Sat, 22 Nov 2008 10:21:04 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.2.1</generator>

	<item>
		<title>By: strategi+manajemen &#171; Lilagirl85&#8217;s Weblog</title>
		<link>http://strategimanajemen.net/2008/01/07/ibm-way-toyota-values-dan-google-culture/#comment-699</link>
		<author>strategi+manajemen &#171; Lilagirl85&#8217;s Weblog</author>
		<pubDate>Mon, 11 Feb 2008 07:20:54 +0000</pubDate>
		<guid>http://strategimanajemen.net/2008/01/07/ibm-way-toyota-values-dan-google-culture/#comment-699</guid>
		<description>[...] IBM Way dan Toyota Values [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[&#8230;] IBM Way dan Toyota Values [&#8230;]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: JY</title>
		<link>http://strategimanajemen.net/2008/01/07/ibm-way-toyota-values-dan-google-culture/#comment-663</link>
		<author>JY</author>
		<pubDate>Wed, 06 Feb 2008 06:55:47 +0000</pubDate>
		<guid>http://strategimanajemen.net/2008/01/07/ibm-way-toyota-values-dan-google-culture/#comment-663</guid>
		<description>Memang jalan pintas utk mengubah budaya sering dijual oleh konsultan asing maupun lokal. Padahal utk mengubah sifat individu saja butuh waktu lama, apalagi mengubah budaya organisasi yg terdiri dari ratusan/ribuan individu2. Jadi tidak ada yg namanya perubahan budaya secara instan.
Saya sangat setuju bahwa perubahan budaya dimulai oleh pimpinan sbg lokomotifnnya. Merekalah yg bertugas menarik seluruh "gerbong" organisasi merengkuh budaya baru tsb. Cara yg sederhana, tetapi sama sekali tidak mudah, adalah "lead by example". Jadilah teladan.

Saya punya kisah menarik ttg hal ini. Sebuah perusahan migas raksasa yg beroperasi di Indonesia, krn tuntutan bisnis, ingin mengubah budaya menjadi lebih terbuka, mengedepankan team work dan kreatifitas. Salah satu langkah pertama yg diambil manajemen puncaknya adalah: Mengubah cara busananya. bila sebelumnya formal (jas+dasi), maka sekarang cukup formal kasual. Berikutnya : Sekat-sekat partisi meja kerja ditiadakan, atau diturunkan tingginya. Ruang meeting dibuat transparan dua arah. Open door policy diterapkan, sehingga tidak perlu sungkan mengetuk pintu bila ingin bertemu atasan.  Lebih lagi, tempat parkir digabung, tdk ada lagi parkir direksi, manajer, staf dst. Yg datang pertama, parkir pertama. 

Perubahan-perubahan ini membawa suasana komunikasi yg lebih cair dlm organisasi, dimana setiap orang merasa bagian dari tim, "I am an equal member", kira-kira begitulah perasaan mereka.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Memang jalan pintas utk mengubah budaya sering dijual oleh konsultan asing maupun lokal. Padahal utk mengubah sifat individu saja butuh waktu lama, apalagi mengubah budaya organisasi yg terdiri dari ratusan/ribuan individu2. Jadi tidak ada yg namanya perubahan budaya secara instan.<br />
Saya sangat setuju bahwa perubahan budaya dimulai oleh pimpinan sbg lokomotifnnya. Merekalah yg bertugas menarik seluruh &#8220;gerbong&#8221; organisasi merengkuh budaya baru tsb. Cara yg sederhana, tetapi sama sekali tidak mudah, adalah &#8220;lead by example&#8221;. Jadilah teladan.</p>
<p>Saya punya kisah menarik ttg hal ini. Sebuah perusahan migas raksasa yg beroperasi di Indonesia, krn tuntutan bisnis, ingin mengubah budaya menjadi lebih terbuka, mengedepankan team work dan kreatifitas. Salah satu langkah pertama yg diambil manajemen puncaknya adalah: Mengubah cara busananya. bila sebelumnya formal (jas+dasi), maka sekarang cukup formal kasual. Berikutnya : Sekat-sekat partisi meja kerja ditiadakan, atau diturunkan tingginya. Ruang meeting dibuat transparan dua arah. Open door policy diterapkan, sehingga tidak perlu sungkan mengetuk pintu bila ingin bertemu atasan.  Lebih lagi, tempat parkir digabung, tdk ada lagi parkir direksi, manajer, staf dst. Yg datang pertama, parkir pertama. </p>
<p>Perubahan-perubahan ini membawa suasana komunikasi yg lebih cair dlm organisasi, dimana setiap orang merasa bagian dari tim, &#8220;I am an equal member&#8221;, kira-kira begitulah perasaan mereka.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: sam</title>
		<link>http://strategimanajemen.net/2008/01/07/ibm-way-toyota-values-dan-google-culture/#comment-656</link>
		<author>sam</author>
		<pubDate>Tue, 05 Feb 2008 09:01:53 +0000</pubDate>
		<guid>http://strategimanajemen.net/2008/01/07/ibm-way-toyota-values-dan-google-culture/#comment-656</guid>
		<description>Tempatku bekerja (Direktorat Jenderal Pajak) sedang menjalani fase ini 
mohon doa dan saran dari anda dan juga seluruh teman-teman,
Langkah pertama sudah kita ayunkan di awal 2007
Saya takut kami gagal dilangkah-langkah selanjutnya
Saya tanya sama teman saya yg kerja di GE, kenapa mereka handal
jawabnya adalah setiap posisi di GE merupakan uncomfort zone (semacam kursi panas) jadi mereka terpacu setiap hari untuk perform
Semua orang tau bahwa menjadi PNS adalah cara terbaik mendapatkan comfort zone sepanjang hidup. Budaya yang bertolak belakang. Tapi saya yakin satu saat akan terjadi perubahan 180 derajat.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Tempatku bekerja (Direktorat Jenderal Pajak) sedang menjalani fase ini<br />
mohon doa dan saran dari anda dan juga seluruh teman-teman,<br />
Langkah pertama sudah kita ayunkan di awal 2007<br />
Saya takut kami gagal dilangkah-langkah selanjutnya<br />
Saya tanya sama teman saya yg kerja di GE, kenapa mereka handal<br />
jawabnya adalah setiap posisi di GE merupakan uncomfort zone (semacam kursi panas) jadi mereka terpacu setiap hari untuk perform<br />
Semua orang tau bahwa menjadi PNS adalah cara terbaik mendapatkan comfort zone sepanjang hidup. Budaya yang bertolak belakang. Tapi saya yakin satu saat akan terjadi perubahan 180 derajat.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: eshape</title>
		<link>http://strategimanajemen.net/2008/01/07/ibm-way-toyota-values-dan-google-culture/#comment-613</link>
		<author>eshape</author>
		<pubDate>Tue, 29 Jan 2008 08:02:17 +0000</pubDate>
		<guid>http://strategimanajemen.net/2008/01/07/ibm-way-toyota-values-dan-google-culture/#comment-613</guid>
		<description>Website ini sangat bermanfaat, terus menulis mas.
Semoga banyak pahalanya.
Amin</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Website ini sangat bermanfaat, terus menulis mas.<br />
Semoga banyak pahalanya.<br />
Amin</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: widis</title>
		<link>http://strategimanajemen.net/2008/01/07/ibm-way-toyota-values-dan-google-culture/#comment-571</link>
		<author>widis</author>
		<pubDate>Fri, 18 Jan 2008 02:33:44 +0000</pubDate>
		<guid>http://strategimanajemen.net/2008/01/07/ibm-way-toyota-values-dan-google-culture/#comment-571</guid>
		<description>Salam kenal om,
(efek pasang iklan di cosaaranda.com) :D</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Salam kenal om,<br />
(efek pasang iklan di cosaaranda.com) <img src='http://strategimanajemen.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: STR</title>
		<link>http://strategimanajemen.net/2008/01/07/ibm-way-toyota-values-dan-google-culture/#comment-521</link>
		<author>STR</author>
		<pubDate>Sat, 12 Jan 2008 12:26:50 +0000</pubDate>
		<guid>http://strategimanajemen.net/2008/01/07/ibm-way-toyota-values-dan-google-culture/#comment-521</guid>
		<description>Oh, akhirnya saya tahu sekarang kenapa program corporate culture yang diterapkan oleh SMA saya dua tahun yang lalu hanya berakhir dengan slogan dan tulisan. Wong ketiga langkah di atas nggak pernah terjadi. :lol:

Salam kenal, Mas. Senang bisa ketemu blog ini. Saya bisa belajar manajemen dengan sersan, ndak kayak di kelas kuliah.

Salam,
&lt;em&gt;Mahasiswa manajemen yang ndak suka di-"manage."&lt;/em&gt; :P</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Oh, akhirnya saya tahu sekarang kenapa program corporate culture yang diterapkan oleh SMA saya dua tahun yang lalu hanya berakhir dengan slogan dan tulisan. Wong ketiga langkah di atas nggak pernah terjadi. <img src='http://strategimanajemen.net/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Salam kenal, Mas. Senang bisa ketemu blog ini. Saya bisa belajar manajemen dengan sersan, ndak kayak di kelas kuliah.</p>
<p>Salam,<br />
<em>Mahasiswa manajemen yang ndak suka di-&#8221;manage.&#8221;</em> <img src='http://strategimanajemen.net/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Rezki</title>
		<link>http://strategimanajemen.net/2008/01/07/ibm-way-toyota-values-dan-google-culture/#comment-518</link>
		<author>Rezki</author>
		<pubDate>Fri, 11 Jan 2008 04:56:28 +0000</pubDate>
		<guid>http://strategimanajemen.net/2008/01/07/ibm-way-toyota-values-dan-google-culture/#comment-518</guid>
		<description>kalo semangat karyawan bisa bertahan 3-6 bulan sy rasa itu masih lebih baik...daripada PNS yang semangat kerja jika ada sidak atau pelicin</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kalo semangat karyawan bisa bertahan 3-6 bulan sy rasa itu masih lebih baik&#8230;daripada PNS yang semangat kerja jika ada sidak atau pelicin</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
