<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress/2.2.1" -->
<rss version="2.0" 
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/">
<channel>
	<title>Comments on: IBM Way dan Toyota Values</title>
	<link>http://strategimanajemen.net/2008/01/07/ibm-way-toyota-values-dan-google-culture/</link>
	<description>Sajian renyah tentang management skills + business strategy</description>
	<pubDate>Fri, 12 Mar 2010 22:50:26 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.2.1</generator>

	<item>
		<title>By: Harris</title>
		<link>http://strategimanajemen.net/2008/01/07/ibm-way-toyota-values-dan-google-culture/#comment-4408</link>
		<author>Harris</author>
		<pubDate>Tue, 30 Jun 2009 05:56:04 +0000</pubDate>
		<guid>http://strategimanajemen.net/2008/01/07/ibm-way-toyota-values-dan-google-culture/#comment-4408</guid>
		<description>Culture, Leadership dan Mental Change merupakan 3 hal yang saling mempengaruhi. Diantara ketiganya yang paling dekat dengan pribadi kita adalah Mental change karena autority ada di dalam setiap individu member., Leadership penting namun jangan dijadikan alasan untuk kita tidak berubah.

Sukses mas dan terus berprestasi</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Culture, Leadership dan Mental Change merupakan 3 hal yang saling mempengaruhi. Diantara ketiganya yang paling dekat dengan pribadi kita adalah Mental change karena autority ada di dalam setiap individu member., Leadership penting namun jangan dijadikan alasan untuk kita tidak berubah.</p>
<p>Sukses mas dan terus berprestasi</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Harris</title>
		<link>http://strategimanajemen.net/2008/01/07/ibm-way-toyota-values-dan-google-culture/#comment-4407</link>
		<author>Harris</author>
		<pubDate>Tue, 30 Jun 2009 05:00:15 +0000</pubDate>
		<guid>http://strategimanajemen.net/2008/01/07/ibm-way-toyota-values-dan-google-culture/#comment-4407</guid>
		<description>Banyak yang mengharapkan perubahan dari atas, namun perubahan dari dalam diri akan lebih efektif dan merasuk jiwa. Leader sebatas memberi tauladan sudah sangat membantu karena perubahan itu milik pribadi dan bukan dipaksakan kelompok. 
Luar biasa mas ...terus berkarya untuk bangsa</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Banyak yang mengharapkan perubahan dari atas, namun perubahan dari dalam diri akan lebih efektif dan merasuk jiwa. Leader sebatas memberi tauladan sudah sangat membantu karena perubahan itu milik pribadi dan bukan dipaksakan kelompok.<br />
Luar biasa mas &#8230;terus berkarya untuk bangsa</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: strategi+manajemen &#171; Lilagirl85&#8217;s Weblog</title>
		<link>http://strategimanajemen.net/2008/01/07/ibm-way-toyota-values-dan-google-culture/#comment-699</link>
		<author>strategi+manajemen &#171; Lilagirl85&#8217;s Weblog</author>
		<pubDate>Mon, 11 Feb 2008 07:20:54 +0000</pubDate>
		<guid>http://strategimanajemen.net/2008/01/07/ibm-way-toyota-values-dan-google-culture/#comment-699</guid>
		<description>[...] IBM Way dan Toyota Values [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[&#8230;] IBM Way dan Toyota Values [&#8230;]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: JY</title>
		<link>http://strategimanajemen.net/2008/01/07/ibm-way-toyota-values-dan-google-culture/#comment-663</link>
		<author>JY</author>
		<pubDate>Wed, 06 Feb 2008 06:55:47 +0000</pubDate>
		<guid>http://strategimanajemen.net/2008/01/07/ibm-way-toyota-values-dan-google-culture/#comment-663</guid>
		<description>Memang jalan pintas utk mengubah budaya sering dijual oleh konsultan asing maupun lokal. Padahal utk mengubah sifat individu saja butuh waktu lama, apalagi mengubah budaya organisasi yg terdiri dari ratusan/ribuan individu2. Jadi tidak ada yg namanya perubahan budaya secara instan.
Saya sangat setuju bahwa perubahan budaya dimulai oleh pimpinan sbg lokomotifnnya. Merekalah yg bertugas menarik seluruh "gerbong" organisasi merengkuh budaya baru tsb. Cara yg sederhana, tetapi sama sekali tidak mudah, adalah "lead by example". Jadilah teladan.

Saya punya kisah menarik ttg hal ini. Sebuah perusahan migas raksasa yg beroperasi di Indonesia, krn tuntutan bisnis, ingin mengubah budaya menjadi lebih terbuka, mengedepankan team work dan kreatifitas. Salah satu langkah pertama yg diambil manajemen puncaknya adalah: Mengubah cara busananya. bila sebelumnya formal (jas+dasi), maka sekarang cukup formal kasual. Berikutnya : Sekat-sekat partisi meja kerja ditiadakan, atau diturunkan tingginya. Ruang meeting dibuat transparan dua arah. Open door policy diterapkan, sehingga tidak perlu sungkan mengetuk pintu bila ingin bertemu atasan.  Lebih lagi, tempat parkir digabung, tdk ada lagi parkir direksi, manajer, staf dst. Yg datang pertama, parkir pertama. 

Perubahan-perubahan ini membawa suasana komunikasi yg lebih cair dlm organisasi, dimana setiap orang merasa bagian dari tim, "I am an equal member", kira-kira begitulah perasaan mereka.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Memang jalan pintas utk mengubah budaya sering dijual oleh konsultan asing maupun lokal. Padahal utk mengubah sifat individu saja butuh waktu lama, apalagi mengubah budaya organisasi yg terdiri dari ratusan/ribuan individu2. Jadi tidak ada yg namanya perubahan budaya secara instan.<br />
Saya sangat setuju bahwa perubahan budaya dimulai oleh pimpinan sbg lokomotifnnya. Merekalah yg bertugas menarik seluruh &#8220;gerbong&#8221; organisasi merengkuh budaya baru tsb. Cara yg sederhana, tetapi sama sekali tidak mudah, adalah &#8220;lead by example&#8221;. Jadilah teladan.</p>
<p>Saya punya kisah menarik ttg hal ini. Sebuah perusahan migas raksasa yg beroperasi di Indonesia, krn tuntutan bisnis, ingin mengubah budaya menjadi lebih terbuka, mengedepankan team work dan kreatifitas. Salah satu langkah pertama yg diambil manajemen puncaknya adalah: Mengubah cara busananya. bila sebelumnya formal (jas+dasi), maka sekarang cukup formal kasual. Berikutnya : Sekat-sekat partisi meja kerja ditiadakan, atau diturunkan tingginya. Ruang meeting dibuat transparan dua arah. Open door policy diterapkan, sehingga tidak perlu sungkan mengetuk pintu bila ingin bertemu atasan.  Lebih lagi, tempat parkir digabung, tdk ada lagi parkir direksi, manajer, staf dst. Yg datang pertama, parkir pertama. </p>
<p>Perubahan-perubahan ini membawa suasana komunikasi yg lebih cair dlm organisasi, dimana setiap orang merasa bagian dari tim, &#8220;I am an equal member&#8221;, kira-kira begitulah perasaan mereka.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: sam</title>
		<link>http://strategimanajemen.net/2008/01/07/ibm-way-toyota-values-dan-google-culture/#comment-656</link>
		<author>sam</author>
		<pubDate>Tue, 05 Feb 2008 09:01:53 +0000</pubDate>
		<guid>http://strategimanajemen.net/2008/01/07/ibm-way-toyota-values-dan-google-culture/#comment-656</guid>
		<description>Tempatku bekerja (Direktorat Jenderal Pajak) sedang menjalani fase ini 
mohon doa dan saran dari anda dan juga seluruh teman-teman,
Langkah pertama sudah kita ayunkan di awal 2007
Saya takut kami gagal dilangkah-langkah selanjutnya
Saya tanya sama teman saya yg kerja di GE, kenapa mereka handal
jawabnya adalah setiap posisi di GE merupakan uncomfort zone (semacam kursi panas) jadi mereka terpacu setiap hari untuk perform
Semua orang tau bahwa menjadi PNS adalah cara terbaik mendapatkan comfort zone sepanjang hidup. Budaya yang bertolak belakang. Tapi saya yakin satu saat akan terjadi perubahan 180 derajat.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Tempatku bekerja (Direktorat Jenderal Pajak) sedang menjalani fase ini<br />
mohon doa dan saran dari anda dan juga seluruh teman-teman,<br />
Langkah pertama sudah kita ayunkan di awal 2007<br />
Saya takut kami gagal dilangkah-langkah selanjutnya<br />
Saya tanya sama teman saya yg kerja di GE, kenapa mereka handal<br />
jawabnya adalah setiap posisi di GE merupakan uncomfort zone (semacam kursi panas) jadi mereka terpacu setiap hari untuk perform<br />
Semua orang tau bahwa menjadi PNS adalah cara terbaik mendapatkan comfort zone sepanjang hidup. Budaya yang bertolak belakang. Tapi saya yakin satu saat akan terjadi perubahan 180 derajat.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: eshape</title>
		<link>http://strategimanajemen.net/2008/01/07/ibm-way-toyota-values-dan-google-culture/#comment-613</link>
		<author>eshape</author>
		<pubDate>Tue, 29 Jan 2008 08:02:17 +0000</pubDate>
		<guid>http://strategimanajemen.net/2008/01/07/ibm-way-toyota-values-dan-google-culture/#comment-613</guid>
		<description>Website ini sangat bermanfaat, terus menulis mas.
Semoga banyak pahalanya.
Amin</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Website ini sangat bermanfaat, terus menulis mas.<br />
Semoga banyak pahalanya.<br />
Amin</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: widis</title>
		<link>http://strategimanajemen.net/2008/01/07/ibm-way-toyota-values-dan-google-culture/#comment-571</link>
		<author>widis</author>
		<pubDate>Fri, 18 Jan 2008 02:33:44 +0000</pubDate>
		<guid>http://strategimanajemen.net/2008/01/07/ibm-way-toyota-values-dan-google-culture/#comment-571</guid>
		<description>Salam kenal om,
(efek pasang iklan di cosaaranda.com) :D</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Salam kenal om,<br />
(efek pasang iklan di cosaaranda.com) <img src='http://strategimanajemen.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
