<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress/2.2.1" -->
<rss version="2.0" 
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/">
<channel>
	<title>Comments on: Berapa Persen Waktu yang Dialokasikan CEO Anda untuk Mengelola SDM?</title>
	<link>http://strategimanajemen.net/2008/02/04/berapa-persen-waktu-yang-dialokasikan-ceo-perusahaan-anda-untuk-mengelola-manusia/</link>
	<description>Sajian renyah tentang management skills + business strategy</description>
	<pubDate>Sat, 22 Nov 2008 09:06:51 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.2.1</generator>

	<item>
		<title>By: frizia</title>
		<link>http://strategimanajemen.net/2008/02/04/berapa-persen-waktu-yang-dialokasikan-ceo-perusahaan-anda-untuk-mengelola-manusia/#comment-1738</link>
		<author>frizia</author>
		<pubDate>Thu, 28 Aug 2008 03:17:54 +0000</pubDate>
		<guid>http://strategimanajemen.net/2008/02/04/berapa-persen-waktu-yang-dialokasikan-ceo-perusahaan-anda-untuk-mengelola-manusia/#comment-1738</guid>
		<description>nice post...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>nice post&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Harry Proklamanto</title>
		<link>http://strategimanajemen.net/2008/02/04/berapa-persen-waktu-yang-dialokasikan-ceo-perusahaan-anda-untuk-mengelola-manusia/#comment-981</link>
		<author>Harry Proklamanto</author>
		<pubDate>Thu, 10 Apr 2008 04:45:20 +0000</pubDate>
		<guid>http://strategimanajemen.net/2008/02/04/berapa-persen-waktu-yang-dialokasikan-ceo-perusahaan-anda-untuk-mengelola-manusia/#comment-981</guid>
		<description>Pak Yodhia,

Mohon izin saya sadur tulisan bapak ini ke site pribadi saya, sekadar buat dibaca oleh anak dan isteri serta segenap anggota keluarga saya lainnya.
Boleh jadi site pribadi saya ini juga dibaca oleh rekan-rekan sekantor lainnya, syukur-syukur top level manajemen, juga membacanya.
Suatu tulisan penggugah dan inspirasi yang luar biasa buat saya pribadi. Ini membuka tabir saya untuk lebih bisa baik lagi dalam memimpin keluarga saya, meski lebih tepat sebagai bacaan panduan baku untuk memimpin suatu organisasi.

Terima kasih Pak Yodhia.

Rgds,
-hp-</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pak Yodhia,</p>
<p>Mohon izin saya sadur tulisan bapak ini ke site pribadi saya, sekadar buat dibaca oleh anak dan isteri serta segenap anggota keluarga saya lainnya.<br />
Boleh jadi site pribadi saya ini juga dibaca oleh rekan-rekan sekantor lainnya, syukur-syukur top level manajemen, juga membacanya.<br />
Suatu tulisan penggugah dan inspirasi yang luar biasa buat saya pribadi. Ini membuka tabir saya untuk lebih bisa baik lagi dalam memimpin keluarga saya, meski lebih tepat sebagai bacaan panduan baku untuk memimpin suatu organisasi.</p>
<p>Terima kasih Pak Yodhia.</p>
<p>Rgds,<br />
-hp-</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Andree MKP</title>
		<link>http://strategimanajemen.net/2008/02/04/berapa-persen-waktu-yang-dialokasikan-ceo-perusahaan-anda-untuk-mengelola-manusia/#comment-675</link>
		<author>Andree MKP</author>
		<pubDate>Fri, 08 Feb 2008 02:45:54 +0000</pubDate>
		<guid>http://strategimanajemen.net/2008/02/04/berapa-persen-waktu-yang-dialokasikan-ceo-perusahaan-anda-untuk-mengelola-manusia/#comment-675</guid>
		<description>Namanya juga organisasi/perusahaan pastinya dipimpin dan digerakkan oleh manusia. Tapi sayangnya masih sangat sedikit sekali manajemen yang concern pada SDM-nya. Kebanyakan yang mereka kejar hanya fnancial aspects, business performance, revenue, profit, market share, customer base, dll.

Yang menjadi pertanyaan seberapa banyak-kah CEO/Dirut/Presdir yang sejarahnya punya background sebagai HR Director ataupun HR Head?

Tanya kenapa? he.....

3 thumbs up buat bang Yodhia for the article!

Salam
Andree MKP</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Namanya juga organisasi/perusahaan pastinya dipimpin dan digerakkan oleh manusia. Tapi sayangnya masih sangat sedikit sekali manajemen yang concern pada SDM-nya. Kebanyakan yang mereka kejar hanya fnancial aspects, business performance, revenue, profit, market share, customer base, dll.</p>
<p>Yang menjadi pertanyaan seberapa banyak-kah CEO/Dirut/Presdir yang sejarahnya punya background sebagai HR Director ataupun HR Head?</p>
<p>Tanya kenapa? he&#8230;..</p>
<p>3 thumbs up buat bang Yodhia for the article!</p>
<p>Salam<br />
Andree MKP</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Yodhia Antariksa</title>
		<link>http://strategimanajemen.net/2008/02/04/berapa-persen-waktu-yang-dialokasikan-ceo-perusahaan-anda-untuk-mengelola-manusia/#comment-668</link>
		<author>Yodhia Antariksa</author>
		<pubDate>Wed, 06 Feb 2008 08:55:57 +0000</pubDate>
		<guid>http://strategimanajemen.net/2008/02/04/berapa-persen-waktu-yang-dialokasikan-ceo-perusahaan-anda-untuk-mengelola-manusia/#comment-668</guid>
		<description># JY, great points !! Tanpa ampun memecat people yang tidak kapabel tampaknya merupakan elemen kunci dalam membangun a great company. Membiarkan karyawan jelek/buruk tetap ngendon diperusahaan ibarat membiarkan penyakit kanker menggerogoti sel-sel tubuh perusahaan kita.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p># JY, great points !! Tanpa ampun memecat people yang tidak kapabel tampaknya merupakan elemen kunci dalam membangun a great company. Membiarkan karyawan jelek/buruk tetap ngendon diperusahaan ibarat membiarkan penyakit kanker menggerogoti sel-sel tubuh perusahaan kita.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: JY</title>
		<link>http://strategimanajemen.net/2008/02/04/berapa-persen-waktu-yang-dialokasikan-ceo-perusahaan-anda-untuk-mengelola-manusia/#comment-667</link>
		<author>JY</author>
		<pubDate>Wed, 06 Feb 2008 08:32:57 +0000</pubDate>
		<guid>http://strategimanajemen.net/2008/02/04/berapa-persen-waktu-yang-dialokasikan-ceo-perusahaan-anda-untuk-mengelola-manusia/#comment-667</guid>
		<description>Saya ingin memberi sedikit masukan perihal CEO dan cara mereka mengelola SDM dalam artikel ini, terutama pada kata "mengelola". 

Sepintas kita mengartikan kata "mengelola" disini berarti hal yang bagus-bagus saja: mempedulikan karyawan, menjadi bapak, terus menerus memotivasi, menyemangati dan hal-hal baik lainnya. Namun harus dipahami, layaknya koin dengan dua sisi, "mengelola" SDM berarti juga tanpa sungkan membabat habis karyawan yang tidak mampu berkontribusi pada perusahaan tanpa pandang bulu. 

Seorang pengelola/manajer yang baik, sebenarnya memiliki dua wajah yang bertolak belakang. Dalam kaitannya dengan SDM, dia harus mampu menjadi "bapak" sekaligus "penjagal". (Note: maaf pilihan katanya kayanya serem banget ya..?).

Bung Yodhia sering mengambil contoh Jack Welch sebagai CEO ideal dalam mengelola SDM-nya. Namun tahukah anda bahwa Welch termasuk CEO yang sangat "tega" dalam melakukan PHK? Dia memberlakukan aturan 20-70-10, dimana secara periodik kinerja karyawan diukur untuk kemudian dibagi menjadi "top 20%", "middle 70%" dan "bottom 10%". Karyawan yang masuk kategori "top 20%", jangan ditanya lagi: bonus, promosi, kenaikan gaji, dll sudah di depan mata. Untuk karyawan yang masuk "10 persen di bawah", jangan harap akan berlama-lama di GE karena perlahan tapi pasti dia akan disingkirkan. 

Jack Welch pernah mendapat julukan "Neutron Jack" pada era 80-an, karena seperti bom neutron, keputusannya mampu "melenyapkan" seluruh karyawan dalam satu gedung - tanpa merusak gedung itu sedikitpun.


People are NOT your greatest asset. Right people are.


Begitulah sisi lain bagaimana pemimpin unggulan "mengelola" SDM-nya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya ingin memberi sedikit masukan perihal CEO dan cara mereka mengelola SDM dalam artikel ini, terutama pada kata &#8220;mengelola&#8221;. </p>
<p>Sepintas kita mengartikan kata &#8220;mengelola&#8221; disini berarti hal yang bagus-bagus saja: mempedulikan karyawan, menjadi bapak, terus menerus memotivasi, menyemangati dan hal-hal baik lainnya. Namun harus dipahami, layaknya koin dengan dua sisi, &#8220;mengelola&#8221; SDM berarti juga tanpa sungkan membabat habis karyawan yang tidak mampu berkontribusi pada perusahaan tanpa pandang bulu. </p>
<p>Seorang pengelola/manajer yang baik, sebenarnya memiliki dua wajah yang bertolak belakang. Dalam kaitannya dengan SDM, dia harus mampu menjadi &#8220;bapak&#8221; sekaligus &#8220;penjagal&#8221;. (Note: maaf pilihan katanya kayanya serem banget ya..?).</p>
<p>Bung Yodhia sering mengambil contoh Jack Welch sebagai CEO ideal dalam mengelola SDM-nya. Namun tahukah anda bahwa Welch termasuk CEO yang sangat &#8220;tega&#8221; dalam melakukan PHK? Dia memberlakukan aturan 20-70-10, dimana secara periodik kinerja karyawan diukur untuk kemudian dibagi menjadi &#8220;top 20%&#8221;, &#8220;middle 70%&#8221; dan &#8220;bottom 10%&#8221;. Karyawan yang masuk kategori &#8220;top 20%&#8221;, jangan ditanya lagi: bonus, promosi, kenaikan gaji, dll sudah di depan mata. Untuk karyawan yang masuk &#8220;10 persen di bawah&#8221;, jangan harap akan berlama-lama di GE karena perlahan tapi pasti dia akan disingkirkan. </p>
<p>Jack Welch pernah mendapat julukan &#8220;Neutron Jack&#8221; pada era 80-an, karena seperti bom neutron, keputusannya mampu &#8220;melenyapkan&#8221; seluruh karyawan dalam satu gedung - tanpa merusak gedung itu sedikitpun.</p>
<p>People are NOT your greatest asset. Right people are.</p>
<p>Begitulah sisi lain bagaimana pemimpin unggulan &#8220;mengelola&#8221; SDM-nya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Yodhia Antariksa</title>
		<link>http://strategimanajemen.net/2008/02/04/berapa-persen-waktu-yang-dialokasikan-ceo-perusahaan-anda-untuk-mengelola-manusia/#comment-666</link>
		<author>Yodhia Antariksa</author>
		<pubDate>Wed, 06 Feb 2008 08:17:30 +0000</pubDate>
		<guid>http://strategimanajemen.net/2008/02/04/berapa-persen-waktu-yang-dialokasikan-ceo-perusahaan-anda-untuk-mengelola-manusia/#comment-666</guid>
		<description># Om Nano ya benar, saya rasa esensi mengenai focus on people ini berlaku juga untuk UKM -- bahkan mungkin justru harus sejak dini, ketika perusahaan itu mulai tumbuh, filosofi focus on people ini ditanamkan. 

# Kiki: saya pikir caranya adalah dengan membangun sistem pengembangan SDM yang solid, dan yang paling penting, dijalankan dengan tekun (istiqomah). Sistemnya tidak usah yang terlalu muluk, yang simple saja, namun dilaksanakan dengan tekun dan konsisten. 

Dan ini memang membutuhkan role model yang baik dari CEO. Agar CEO sadar tentang pentingnya human development, maka bisa saja persuade him to read books about managing people strategically. Pengalaman saya, banyak CEO yang sadar setelah membaca buku-buku bermutu tentang people development.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p># Om Nano ya benar, saya rasa esensi mengenai focus on people ini berlaku juga untuk UKM &#8212; bahkan mungkin justru harus sejak dini, ketika perusahaan itu mulai tumbuh, filosofi focus on people ini ditanamkan. </p>
<p># Kiki: saya pikir caranya adalah dengan membangun sistem pengembangan SDM yang solid, dan yang paling penting, dijalankan dengan tekun (istiqomah). Sistemnya tidak usah yang terlalu muluk, yang simple saja, namun dilaksanakan dengan tekun dan konsisten. </p>
<p>Dan ini memang membutuhkan role model yang baik dari CEO. Agar CEO sadar tentang pentingnya human development, maka bisa saja persuade him to read books about managing people strategically. Pengalaman saya, banyak CEO yang sadar setelah membaca buku-buku bermutu tentang people development.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: WURYANANO</title>
		<link>http://strategimanajemen.net/2008/02/04/berapa-persen-waktu-yang-dialokasikan-ceo-perusahaan-anda-untuk-mengelola-manusia/#comment-665</link>
		<author>WURYANANO</author>
		<pubDate>Wed, 06 Feb 2008 08:03:36 +0000</pubDate>
		<guid>http://strategimanajemen.net/2008/02/04/berapa-persen-waktu-yang-dialokasikan-ceo-perusahaan-anda-untuk-mengelola-manusia/#comment-665</guid>
		<description>Uraian yang bagus Mas Yodhia...

Memang masalah SDM di suatu perusahaan tidak akan pernah berhenti untuk dikembangkan dan diringkatkan kualitasnya.

Menurut hemat saya, CEO, memang mesti cermat dan selektif dan harus memilih para Leader di perusahaan yang dipimpinnya.

Dari pengalaman saya, memang sebaiknya sebagai CEO, para Leader di perusahaan inilah yang harus kita perhatikan dan kelola dengan baik, sehingga mereka benar-benar loyal dan membela perusahaan dalam arti luas. Fokus waktu terbesar yaa untuk para Leader ini.

Kalau para pegawai yang bukan Leader, itu tidak perlu begitu dikhawatirkan, mereka akan ngikuti Leader nya. Jadi para Leader nya kita "pegang" dulu, yang lainnya pasti lebih mudah kita kendalikan.

Di sektor UMKM pun saya coba melakukan hal yang sama. Jadi prioritas perhatian dan prosentase waktu tsb berlaku sama, apakah itu perusahaan yang sudah besar, maupun baru sekelas UMKM (Usaha-Mikro-Kecil-Menengah) ;-)

Salam,
Wuryanano :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Uraian yang bagus Mas Yodhia&#8230;</p>
<p>Memang masalah SDM di suatu perusahaan tidak akan pernah berhenti untuk dikembangkan dan diringkatkan kualitasnya.</p>
<p>Menurut hemat saya, CEO, memang mesti cermat dan selektif dan harus memilih para Leader di perusahaan yang dipimpinnya.</p>
<p>Dari pengalaman saya, memang sebaiknya sebagai CEO, para Leader di perusahaan inilah yang harus kita perhatikan dan kelola dengan baik, sehingga mereka benar-benar loyal dan membela perusahaan dalam arti luas. Fokus waktu terbesar yaa untuk para Leader ini.</p>
<p>Kalau para pegawai yang bukan Leader, itu tidak perlu begitu dikhawatirkan, mereka akan ngikuti Leader nya. Jadi para Leader nya kita &#8220;pegang&#8221; dulu, yang lainnya pasti lebih mudah kita kendalikan.</p>
<p>Di sektor UMKM pun saya coba melakukan hal yang sama. Jadi prioritas perhatian dan prosentase waktu tsb berlaku sama, apakah itu perusahaan yang sudah besar, maupun baru sekelas UMKM (Usaha-Mikro-Kecil-Menengah) <img src='http://strategimanajemen.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Salam,<br />
Wuryanano <img src='http://strategimanajemen.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
