<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress/2.2.1" -->
<rss version="2.0" 
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/">
<channel>
	<title>Comments on: Seberapa Efektif Training ESQ dan Sejenisnya?</title>
	<link>http://strategimanajemen.net/2008/02/11/seberapa-efektif-training-esq-dan-sejenisnya/</link>
	<description>Sajian renyah tentang management skills + business strategy</description>
	<pubDate>Sat, 22 Nov 2008 09:53:18 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.2.1</generator>

	<item>
		<title>By: MH Saragih</title>
		<link>http://strategimanajemen.net/2008/02/11/seberapa-efektif-training-esq-dan-sejenisnya/#comment-2321</link>
		<author>MH Saragih</author>
		<pubDate>Wed, 12 Nov 2008 14:37:43 +0000</pubDate>
		<guid>http://strategimanajemen.net/2008/02/11/seberapa-efektif-training-esq-dan-sejenisnya/#comment-2321</guid>
		<description>Kenapa harus membandingkan dengan ESQ training mas? bukankah training lain yang bahkan diukur sampai berbulan-bulan juga hasilnya hanya efektif sesaat. Saya dan beberapa teman pernah menjalani training di kuala lumpur dan 3 bulan kemudian dilanjutkan di bogor. Proses dan Progressnya juga diukur. Motivasi ditumbuhkan. Baik hasilnya pada saat pengukuran tapi tak berlanjut setelah 6 bulan atau 1 tahun setelahnya. Saya kira training yang paling prinsip adalah kemampuan mengawasi diri sendiri, memompa motivasi dan menciptakannnya menjadi bermanfaat bagi dirinya dan orang lain. Saya malah sering melihat training dengan hasil ukuran untuk capaiannya terbatas mas. 
Jadi tak usah sebutlah ESQ sebagai contoh pengantar mas. Justru kesan yang tertangkap mas Yodhia begitu anti dengan ESQ training. Walau begitu mudah2an kesan saya ini salah mas.(Note : Saya tak pernah ikut ESQ training mas, tapi saya pernah baca beberapa materinya dan tanggapan serta perubahan2 positif bahkan dalam jangka panjangnya)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kenapa harus membandingkan dengan ESQ training mas? bukankah training lain yang bahkan diukur sampai berbulan-bulan juga hasilnya hanya efektif sesaat. Saya dan beberapa teman pernah menjalani training di kuala lumpur dan 3 bulan kemudian dilanjutkan di bogor. Proses dan Progressnya juga diukur. Motivasi ditumbuhkan. Baik hasilnya pada saat pengukuran tapi tak berlanjut setelah 6 bulan atau 1 tahun setelahnya. Saya kira training yang paling prinsip adalah kemampuan mengawasi diri sendiri, memompa motivasi dan menciptakannnya menjadi bermanfaat bagi dirinya dan orang lain. Saya malah sering melihat training dengan hasil ukuran untuk capaiannya terbatas mas.<br />
Jadi tak usah sebutlah ESQ sebagai contoh pengantar mas. Justru kesan yang tertangkap mas Yodhia begitu anti dengan ESQ training. Walau begitu mudah2an kesan saya ini salah mas.(Note : Saya tak pernah ikut ESQ training mas, tapi saya pernah baca beberapa materinya dan tanggapan serta perubahan2 positif bahkan dalam jangka panjangnya)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: kancil-kerinci</title>
		<link>http://strategimanajemen.net/2008/02/11/seberapa-efektif-training-esq-dan-sejenisnya/#comment-2270</link>
		<author>kancil-kerinci</author>
		<pubDate>Sun, 02 Nov 2008 11:12:06 +0000</pubDate>
		<guid>http://strategimanajemen.net/2008/02/11/seberapa-efektif-training-esq-dan-sejenisnya/#comment-2270</guid>
		<description>Assalamualaikum all....

Salam buat seluruh alumni ESQ.....
Komentarnya bagus2, sebagai gambaran di ESQ gak ada yg namanya DOKTRIN, masalah berubah itu tergantung pada personnya, karena habit nya setelah sekian tahun, kan gak mungkin berobah cuma 1 sampai 3 hari training, tapi alhamdulillah yg berubah 180%, sangat2 banyak

ESQ LC kepentingannya cuma 1, bagaimana bisa membawa Rakyat Indonesia bermartabat dimata Allah, tanpa memandang suku, agama dll, gak lebih, dan ESQ cuma salah satu sarana dan begitu banyak sarana2 yg lain.

Sangat disayangkan memang bagi yg telah ikut training ESQ, tapi gak mendapat apa2, waktu, tenaga, materi dll jadi mubazir, karena sampai saat ini belum semua org bisa ikut dan mempunyai kesempatan.

Jadi beruntunglah org yg men-sucikan hatinya, dan merugilah bagi yg mengotorinya, wasalam mohon maaf</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamualaikum all&#8230;.</p>
<p>Salam buat seluruh alumni ESQ&#8230;..<br />
Komentarnya bagus2, sebagai gambaran di ESQ gak ada yg namanya DOKTRIN, masalah berubah itu tergantung pada personnya, karena habit nya setelah sekian tahun, kan gak mungkin berobah cuma 1 sampai 3 hari training, tapi alhamdulillah yg berubah 180%, sangat2 banyak</p>
<p>ESQ LC kepentingannya cuma 1, bagaimana bisa membawa Rakyat Indonesia bermartabat dimata Allah, tanpa memandang suku, agama dll, gak lebih, dan ESQ cuma salah satu sarana dan begitu banyak sarana2 yg lain.</p>
<p>Sangat disayangkan memang bagi yg telah ikut training ESQ, tapi gak mendapat apa2, waktu, tenaga, materi dll jadi mubazir, karena sampai saat ini belum semua org bisa ikut dan mempunyai kesempatan.</p>
<p>Jadi beruntunglah org yg men-sucikan hatinya, dan merugilah bagi yg mengotorinya, wasalam mohon maaf</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: fajar</title>
		<link>http://strategimanajemen.net/2008/02/11/seberapa-efektif-training-esq-dan-sejenisnya/#comment-2250</link>
		<author>fajar</author>
		<pubDate>Wed, 29 Oct 2008 18:40:04 +0000</pubDate>
		<guid>http://strategimanajemen.net/2008/02/11/seberapa-efektif-training-esq-dan-sejenisnya/#comment-2250</guid>
		<description>wah, kayaknya bapak udah ketinggalan ya.. di ESQ sendiri udah ada metode pengukurannya yang intinya pada productivity impact ke perusahaan, kalo di ESQ ada di divisi khusus perihal hal tersebut yaitu Arga Pilar assesment, sementara ini pengukuran hanya dilakukan pada training yang bersifat corporasi atau in house training</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>wah, kayaknya bapak udah ketinggalan ya.. di ESQ sendiri udah ada metode pengukurannya yang intinya pada productivity impact ke perusahaan, kalo di ESQ ada di divisi khusus perihal hal tersebut yaitu Arga Pilar assesment, sementara ini pengukuran hanya dilakukan pada training yang bersifat corporasi atau in house training</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: nisa</title>
		<link>http://strategimanajemen.net/2008/02/11/seberapa-efektif-training-esq-dan-sejenisnya/#comment-2132</link>
		<author>nisa</author>
		<pubDate>Sun, 19 Oct 2008 11:24:54 +0000</pubDate>
		<guid>http://strategimanajemen.net/2008/02/11/seberapa-efektif-training-esq-dan-sejenisnya/#comment-2132</guid>
		<description>asslm...
tulisan yang sangat bagus,
saya setuju bahwa sebuah pelatihan memang sangat memerlukan evaluasi dan follow up agar ke-efektifannya dapat terukur. Seperti sebuah bongkahan es yang ingin kita ukir menjadi hiasan pesta pun tidak bisa hanya dengan sekali sentuhan, harus memiliki teknik dan berulang-ulang. begitupun dengan sebuah training ESQ yang lebih cenderung kepada kecerdasan emosional dan spiritual dimana hal tersebut merujuk kepada hati dan mindset seseorang dalam memandang hidupnya. ya, hal itu pasti tidak mudah dan perlu sentuhan berulang kali agar terbentuk dengan cantik. Lingkungan pun akan menjadi pengaruh yang paling mendominasi terhadap perubahan.oleh karena itu, menurut saya Training ESQ perlu dilakukan rutin dan pengkondisian lingkungan kerja yang akan membantu dalam sebuah perubahan. Untuk menciptakan organisasi belajar bukan hanya dari sisi internal namun eksternal pun juga harus dipertimbangkan. karena sebuah perubahan tidak akan berjalan hanya dengan satu orang, perlu kontribusi besar dari semua pihak. 
ESQ bukanlah satu-satunya solusi, tapi ESQ adalah satu-satunya yang mampu menyentuh seseorang dengan "hati", karena hati adalah sumber kehidupan seseorang, baik hatinya maka baiklah segala perangainya. tinggal penataan ulang dan penjagaan dari lingkungan dan kerjasama untuk menjadi sesuatu yang lebih baik.
okeh! semangat untuk kita yang selalu ingin perubahan baik didiri kita maupun lingkungan kita!^_^</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>asslm&#8230;<br />
tulisan yang sangat bagus,<br />
saya setuju bahwa sebuah pelatihan memang sangat memerlukan evaluasi dan follow up agar ke-efektifannya dapat terukur. Seperti sebuah bongkahan es yang ingin kita ukir menjadi hiasan pesta pun tidak bisa hanya dengan sekali sentuhan, harus memiliki teknik dan berulang-ulang. begitupun dengan sebuah training ESQ yang lebih cenderung kepada kecerdasan emosional dan spiritual dimana hal tersebut merujuk kepada hati dan mindset seseorang dalam memandang hidupnya. ya, hal itu pasti tidak mudah dan perlu sentuhan berulang kali agar terbentuk dengan cantik. Lingkungan pun akan menjadi pengaruh yang paling mendominasi terhadap perubahan.oleh karena itu, menurut saya Training ESQ perlu dilakukan rutin dan pengkondisian lingkungan kerja yang akan membantu dalam sebuah perubahan. Untuk menciptakan organisasi belajar bukan hanya dari sisi internal namun eksternal pun juga harus dipertimbangkan. karena sebuah perubahan tidak akan berjalan hanya dengan satu orang, perlu kontribusi besar dari semua pihak.<br />
ESQ bukanlah satu-satunya solusi, tapi ESQ adalah satu-satunya yang mampu menyentuh seseorang dengan &#8220;hati&#8221;, karena hati adalah sumber kehidupan seseorang, baik hatinya maka baiklah segala perangainya. tinggal penataan ulang dan penjagaan dari lingkungan dan kerjasama untuk menjadi sesuatu yang lebih baik.<br />
okeh! semangat untuk kita yang selalu ingin perubahan baik didiri kita maupun lingkungan kita!^_^</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: yani</title>
		<link>http://strategimanajemen.net/2008/02/11/seberapa-efektif-training-esq-dan-sejenisnya/#comment-1939</link>
		<author>yani</author>
		<pubDate>Wed, 24 Sep 2008 04:03:41 +0000</pubDate>
		<guid>http://strategimanajemen.net/2008/02/11/seberapa-efektif-training-esq-dan-sejenisnya/#comment-1939</guid>
		<description>Assalamualaikum

Tulisan yang cukup bagus dari teman-teman.
Menurut saya sebuah training memang perlu follow up baik dari individu peserta maupun lingkungan (institusi).
Bagi individu yang pernah training ESQ kalau mau berubah memang harus banyak berinteraksi dengan lingkungan yang positif, bisa sering datang recharge di training maupun aktif dalam FKA (Forum Komunikasi Alumni). Kadang memang qt gampang terpengaruh lingkungan, nah bila lingkungan qt positif tentunya qt berubah menjadi lebih baik.
Kalau qt ikut training karena insitusi, memang sebaiknya ada monitoring dari institusi untuk merecharge  hasil training, baik melalui forum diskusi formal maupun non formal. Alhamdulillah, saya pernah bertemu dg pengusaha kayu di sumatra utara, yang produktivitasnya tidak pernah bangkit. Setelah ikut training ESQ, dia terapkan ke seluruh karyawan dan dia memodifikasi model training ESQ khusus untuk karyawannya dan hasilnya sangat bagus. Produktivitasnya yang selama ini rendah bisa ditingkatkan diatas estimasi. Mungkin yang pernah membaca buku ESQ POWER, kasus ini menjadi kajian dalam buku tersebut.
Akhirnya memang semua kembali pada qt, apakah training ini sebagai tool untuk perubahan atau hanya sekedar ikut trend ataupun alasan lain.
Bila qt mendapatkan pencerahan dan pengin nur/ cahaya itu selalu ada dalam hati qt, maka qt wajib menjaga cahaya hati tersebut dari tiupan angin dan gelombang apapun yang qt hadapi. Dan sekali qt biarkan tiupan angin itu memadamkan cahaya tadi, maka qt akan sulit untuk menyalakan 'cahaya' dalam diri qt, maka wajib menjaga 'cahaya' tersebut dan biarkan cahaya tersebut membesar dan menyinari kegelapan dimanapun qt berada
Mudah-mudahan bermanfaat, maaf bila kurang berkenan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamualaikum</p>
<p>Tulisan yang cukup bagus dari teman-teman.<br />
Menurut saya sebuah training memang perlu follow up baik dari individu peserta maupun lingkungan (institusi).<br />
Bagi individu yang pernah training ESQ kalau mau berubah memang harus banyak berinteraksi dengan lingkungan yang positif, bisa sering datang recharge di training maupun aktif dalam FKA (Forum Komunikasi Alumni). Kadang memang qt gampang terpengaruh lingkungan, nah bila lingkungan qt positif tentunya qt berubah menjadi lebih baik.<br />
Kalau qt ikut training karena insitusi, memang sebaiknya ada monitoring dari institusi untuk merecharge  hasil training, baik melalui forum diskusi formal maupun non formal. Alhamdulillah, saya pernah bertemu dg pengusaha kayu di sumatra utara, yang produktivitasnya tidak pernah bangkit. Setelah ikut training ESQ, dia terapkan ke seluruh karyawan dan dia memodifikasi model training ESQ khusus untuk karyawannya dan hasilnya sangat bagus. Produktivitasnya yang selama ini rendah bisa ditingkatkan diatas estimasi. Mungkin yang pernah membaca buku ESQ POWER, kasus ini menjadi kajian dalam buku tersebut.<br />
Akhirnya memang semua kembali pada qt, apakah training ini sebagai tool untuk perubahan atau hanya sekedar ikut trend ataupun alasan lain.<br />
Bila qt mendapatkan pencerahan dan pengin nur/ cahaya itu selalu ada dalam hati qt, maka qt wajib menjaga cahaya hati tersebut dari tiupan angin dan gelombang apapun yang qt hadapi. Dan sekali qt biarkan tiupan angin itu memadamkan cahaya tadi, maka qt akan sulit untuk menyalakan &#8216;cahaya&#8217; dalam diri qt, maka wajib menjaga &#8216;cahaya&#8217; tersebut dan biarkan cahaya tersebut membesar dan menyinari kegelapan dimanapun qt berada<br />
Mudah-mudahan bermanfaat, maaf bila kurang berkenan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: imanzs</title>
		<link>http://strategimanajemen.net/2008/02/11/seberapa-efektif-training-esq-dan-sejenisnya/#comment-1754</link>
		<author>imanzs</author>
		<pubDate>Sat, 30 Aug 2008 12:23:02 +0000</pubDate>
		<guid>http://strategimanajemen.net/2008/02/11/seberapa-efektif-training-esq-dan-sejenisnya/#comment-1754</guid>
		<description>ass..
saya alumni ESQ untuk remaja angkatan 34 jakarta,skarang duduk di kelas 3 sma,waktu itu saya ikut klas 3 smp..
itulah mengapa alasan ESQ memberikan investasi untuk seumur hidup..
kita bisa datang lagi di training ESQ gratis dimanapun kita berada..
ibarat sebuah handphone dicharge, lama kelamaan baterainya pun akan berkurang/habis, maka dari itu, kita juga harus datang kembali ke training, untuk me recharge ilmu yg telah kita dapat..
keimanan seseorang pun naik turun..
kita belajar di sekolah, klo ga di ulang2 lagi materinya kita pasti bingung saat ngerjain soal ulangan, sama seperti pelatihan2/seminar,dikasi ilmu,ingat beberapa saat, tpi kalau diulang2 Insya Allah, ilmu itu akan ter aplikasi dalam hidup kita..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ass..<br />
saya alumni ESQ untuk remaja angkatan 34 jakarta,skarang duduk di kelas 3 sma,waktu itu saya ikut klas 3 smp..<br />
itulah mengapa alasan ESQ memberikan investasi untuk seumur hidup..<br />
kita bisa datang lagi di training ESQ gratis dimanapun kita berada..<br />
ibarat sebuah handphone dicharge, lama kelamaan baterainya pun akan berkurang/habis, maka dari itu, kita juga harus datang kembali ke training, untuk me recharge ilmu yg telah kita dapat..<br />
keimanan seseorang pun naik turun..<br />
kita belajar di sekolah, klo ga di ulang2 lagi materinya kita pasti bingung saat ngerjain soal ulangan, sama seperti pelatihan2/seminar,dikasi ilmu,ingat beberapa saat, tpi kalau diulang2 Insya Allah, ilmu itu akan ter aplikasi dalam hidup kita..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: agung hartanto</title>
		<link>http://strategimanajemen.net/2008/02/11/seberapa-efektif-training-esq-dan-sejenisnya/#comment-1591</link>
		<author>agung hartanto</author>
		<pubDate>Fri, 01 Aug 2008 04:34:18 +0000</pubDate>
		<guid>http://strategimanajemen.net/2008/02/11/seberapa-efektif-training-esq-dan-sejenisnya/#comment-1591</guid>
		<description>Setuju...
Setuju...

Saya juga pernah mengikuti kegiatan training semisal ESQ. Namun keefektifan hasil training tersebut tidak lebih dari satu pekan saja.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Setuju&#8230;<br />
Setuju&#8230;</p>
<p>Saya juga pernah mengikuti kegiatan training semisal ESQ. Namun keefektifan hasil training tersebut tidak lebih dari satu pekan saja.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
