<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress/2.2.1" -->
<rss version="2.0" 
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/">
<channel>
	<title>Comments on: Kegagalan Succession Planning dan Robohnya Citibank</title>
	<link>http://strategimanajemen.net/2008/05/05/kegagalan-succession-planning-dan-robohnya-citibank/</link>
	<description>Sajian renyah tentang management skills + business strategy</description>
	<pubDate>Mon, 08 Sep 2008 14:16:51 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.2.1</generator>

	<item>
		<title>By: Yodhia Antariksa</title>
		<link>http://strategimanajemen.net/2008/05/05/kegagalan-succession-planning-dan-robohnya-citibank/#comment-1302</link>
		<author>Yodhia Antariksa</author>
		<pubDate>Thu, 12 Jun 2008 02:59:43 +0000</pubDate>
		<guid>http://strategimanajemen.net/2008/05/05/kegagalan-succession-planning-dan-robohnya-citibank/#comment-1302</guid>
		<description># Helmy, jawabannya ringkas : display your performance -&gt; achieve your targets. Kalau klien happy dan kemudian makin bertambah ordernya....well, berarti Anda CD yang hebat dong. So, buktikan talentamu !!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p># Helmy, jawabannya ringkas : display your performance -> achieve your targets. Kalau klien happy dan kemudian makin bertambah ordernya&#8230;.well, berarti Anda CD yang hebat dong. So, buktikan talentamu !!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: helmy</title>
		<link>http://strategimanajemen.net/2008/05/05/kegagalan-succession-planning-dan-robohnya-citibank/#comment-1301</link>
		<author>helmy</author>
		<pubDate>Thu, 12 Jun 2008 02:44:04 +0000</pubDate>
		<guid>http://strategimanajemen.net/2008/05/05/kegagalan-succession-planning-dan-robohnya-citibank/#comment-1301</guid>
		<description>wah wah..mengikuti ulasan mas yodhi ini bikin saya merinding,
kebetulan saya baru diangkat sebagai creative director disuatu agency, yang mana pengangkatan saya terjadi begitu saja, tanpa ada penilaian dasn kriteria, karena dari top management menganggap bahwa CD yang lalu tidak bisa mengatisipasi masalah.
Pengangkatan ini terjadi padahal saya baru masuk 3 bulan.maklum agency dengan tipe pertemanan seperti bajigur.
Tapi dalam hati saya juga merasa yakin bahwa saya bisa karena sebelumnya saya juga CD di agency sebelumnya.
Pertanyaan saya : apa yang harus saya lakukan untuk mengurangi ketidak percayaan senior kepada saya?
Tentu saja ya berusaha yang terbaik...

Best regard untuk strategi dan menegement</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>wah wah..mengikuti ulasan mas yodhi ini bikin saya merinding,<br />
kebetulan saya baru diangkat sebagai creative director disuatu agency, yang mana pengangkatan saya terjadi begitu saja, tanpa ada penilaian dasn kriteria, karena dari top management menganggap bahwa CD yang lalu tidak bisa mengatisipasi masalah.<br />
Pengangkatan ini terjadi padahal saya baru masuk 3 bulan.maklum agency dengan tipe pertemanan seperti bajigur.<br />
Tapi dalam hati saya juga merasa yakin bahwa saya bisa karena sebelumnya saya juga CD di agency sebelumnya.<br />
Pertanyaan saya : apa yang harus saya lakukan untuk mengurangi ketidak percayaan senior kepada saya?<br />
Tentu saja ya berusaha yang terbaik&#8230;</p>
<p>Best regard untuk strategi dan menegement</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Yodhia Antariksa</title>
		<link>http://strategimanajemen.net/2008/05/05/kegagalan-succession-planning-dan-robohnya-citibank/#comment-1261</link>
		<author>Yodhia Antariksa</author>
		<pubDate>Wed, 04 Jun 2008 02:27:12 +0000</pubDate>
		<guid>http://strategimanajemen.net/2008/05/05/kegagalan-succession-planning-dan-robohnya-citibank/#comment-1261</guid>
		<description># Dino, saya justru melihat akar masalah skandal subprime mortgage benar-benar di sebabkan faktor manusia (SDM) : yakni faktor keserakahan yang tidak terkendali dan faktor integritas SDM yang tak mengenal etika bisnis yang baik. 
&lt;space&gt;
Kehancuran Bear Sterns, kolapsnya Merill Lynch, Citibank, Morgan Stanley dan raksasa Wall Street lainnya SEMUANYA bermuara pada : kecerobohan dan keserakahan SDM yang ada didalamnya. Greed is Good, demikian kata tokoh Gordon  Gecko dalam film Wall Street. Inilah kata sakti yang sayangnya menjadi pegangan para SDM di Wall Street. 
&lt;/space&gt;&lt;space&gt;
Kalau saja, semua SDM yang menjadi bos-bos perusahaan itu memiliki kompetensi yang unggul dan integritas yang baik -- seperti Warren Buffet misalnya -- pastilah perusahaan mereka tidak akan kolaps seperti sekarang.&lt;/space&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p># Dino, saya justru melihat akar masalah skandal subprime mortgage benar-benar di sebabkan faktor manusia (SDM) : yakni faktor keserakahan yang tidak terkendali dan faktor integritas SDM yang tak mengenal etika bisnis yang baik.<br />
<space><br />
Kehancuran Bear Sterns, kolapsnya Merill Lynch, Citibank, Morgan Stanley dan raksasa Wall Street lainnya SEMUANYA bermuara pada : kecerobohan dan keserakahan SDM yang ada didalamnya. Greed is Good, demikian kata tokoh Gordon  Gecko dalam film Wall Street. Inilah kata sakti yang sayangnya menjadi pegangan para SDM di Wall Street.<br />
</space><space><br />
Kalau saja, semua SDM yang menjadi bos-bos perusahaan itu memiliki kompetensi yang unggul dan integritas yang baik &#8212; seperti Warren Buffet misalnya &#8212; pastilah perusahaan mereka tidak akan kolaps seperti sekarang.</space></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Dino</title>
		<link>http://strategimanajemen.net/2008/05/05/kegagalan-succession-planning-dan-robohnya-citibank/#comment-1260</link>
		<author>Dino</author>
		<pubDate>Tue, 03 Jun 2008 17:26:47 +0000</pubDate>
		<guid>http://strategimanajemen.net/2008/05/05/kegagalan-succession-planning-dan-robohnya-citibank/#comment-1260</guid>
		<description>Menurutku ini pandangan dari orang HR. Saya kurang setuju dengan pernyataan:
&lt;i&gt;drama limbungnya Citibank ini sekali lagi menunjukkan bahwa kisah kehancuran banyak perusahaan selalu berakar pada kesalahan dalam mengelola SDM – bukan karena kesalahan dalam faktor strategi, pemasaran, teknologi ataupun keuangan.&lt;/i&gt;
Tidak hanya Citibank yang kena masalah subprime mortgage ini. Dan bukan Citibank yang terparah. Menurutku masalah yang lebih besar adalah pasar keuangan Amerika. Kalo gak ada masalah keuangan, ngapain The Fed sampe turun gunung tuk menyelamatkan Bear Stearns dari ambang kehancuran. I think what you said is a very shortsighted analysis of Citibank's problem.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Menurutku ini pandangan dari orang HR. Saya kurang setuju dengan pernyataan:<br />
<i>drama limbungnya Citibank ini sekali lagi menunjukkan bahwa kisah kehancuran banyak perusahaan selalu berakar pada kesalahan dalam mengelola SDM – bukan karena kesalahan dalam faktor strategi, pemasaran, teknologi ataupun keuangan.</i><br />
Tidak hanya Citibank yang kena masalah subprime mortgage ini. Dan bukan Citibank yang terparah. Menurutku masalah yang lebih besar adalah pasar keuangan Amerika. Kalo gak ada masalah keuangan, ngapain The Fed sampe turun gunung tuk menyelamatkan Bear Stearns dari ambang kehancuran. I think what you said is a very shortsighted analysis of Citibank&#8217;s problem.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: zeanita</title>
		<link>http://strategimanajemen.net/2008/05/05/kegagalan-succession-planning-dan-robohnya-citibank/#comment-1250</link>
		<author>zeanita</author>
		<pubDate>Mon, 02 Jun 2008 08:56:21 +0000</pubDate>
		<guid>http://strategimanajemen.net/2008/05/05/kegagalan-succession-planning-dan-robohnya-citibank/#comment-1250</guid>
		<description>CEO memang benar menentukan sukses atau tidaknya perusahaan, tapi ketergantungan terhadap manusia bukannya bisa kita minimalkan dengan membuat sistem yang solid dan teruji. Sehingga siapapun pemimpinnya, perusahaan itu bisa berjalan baik. any command?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>CEO memang benar menentukan sukses atau tidaknya perusahaan, tapi ketergantungan terhadap manusia bukannya bisa kita minimalkan dengan membuat sistem yang solid dan teruji. Sehingga siapapun pemimpinnya, perusahaan itu bisa berjalan baik. any command?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Hamdi Syukriwan</title>
		<link>http://strategimanajemen.net/2008/05/05/kegagalan-succession-planning-dan-robohnya-citibank/#comment-1228</link>
		<author>Hamdi Syukriwan</author>
		<pubDate>Wed, 28 May 2008 09:57:37 +0000</pubDate>
		<guid>http://strategimanajemen.net/2008/05/05/kegagalan-succession-planning-dan-robohnya-citibank/#comment-1228</guid>
		<description># Agus hendri &#38; Pak Yodha yg baik,
CEO bagi perusahaan US 'mungkin' ibarat dewa penyelamat/penghancur perusahaan. Tapi tidak bagi japanese company.Makanya perusahaan sekelas Toyota, Mitsubishi , dll CEO nya 'hampir' tidak terdengar siapa namanya. Kebetulan saya bekerja di group Mitsubishi. MC (Mitsubishi Corporation) way mempunyai prinsip seperti ini mereke lebih baik memelihara banyak ikan2 kecil yang terlihat seperti paus bukan mereka memelihara sebuah 1 paus yg besar. Jadi kalau satu ikan kecil mati masih terlihat seperti paus. Berbeda dengan ikan paus besar yang mati. Butuh usaha keras untuk recovery. Jadi mereka tidak butuh superman untuk membesarkan perusahaan mereka butuh kerja sama tim dari semua elemen perusahaan. Berbeda dengan tipikal perusahaan US semacam Microsoft, dll (walau secara empiris saya tidak terlalu yakin :)

Salam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p># Agus hendri &amp; Pak Yodha yg baik,<br />
CEO bagi perusahaan US &#8216;mungkin&#8217; ibarat dewa penyelamat/penghancur perusahaan. Tapi tidak bagi japanese company.Makanya perusahaan sekelas Toyota, Mitsubishi , dll CEO nya &#8216;hampir&#8217; tidak terdengar siapa namanya. Kebetulan saya bekerja di group Mitsubishi. MC (Mitsubishi Corporation) way mempunyai prinsip seperti ini mereke lebih baik memelihara banyak ikan2 kecil yang terlihat seperti paus bukan mereka memelihara sebuah 1 paus yg besar. Jadi kalau satu ikan kecil mati masih terlihat seperti paus. Berbeda dengan ikan paus besar yang mati. Butuh usaha keras untuk recovery. Jadi mereka tidak butuh superman untuk membesarkan perusahaan mereka butuh kerja sama tim dari semua elemen perusahaan. Berbeda dengan tipikal perusahaan US semacam Microsoft, dll (walau secara empiris saya tidak terlalu yakin <img src='http://strategimanajemen.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Salam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: rindang_harsa</title>
		<link>http://strategimanajemen.net/2008/05/05/kegagalan-succession-planning-dan-robohnya-citibank/#comment-1194</link>
		<author>rindang_harsa</author>
		<pubDate>Wed, 21 May 2008 12:04:16 +0000</pubDate>
		<guid>http://strategimanajemen.net/2008/05/05/kegagalan-succession-planning-dan-robohnya-citibank/#comment-1194</guid>
		<description>saya setuju dengan anda, untuk membentuk suksesor butuh penempaan yang mendalam melalui tugas2 khusus (sama kali yah dengan management trainee???).
Tapi hal ini cuman bisa dilakukan di perusahaan2 bonafid (top ten lah!!). kenapa?

1 perusahaan bonafid mempunyai masa depan yang menjanjikan sehingga suksesor yang telah ditempa akan tetap setia sampai saat kudeta itu terjadi (hi..hi..hi). Anda tahu nggak “SEMAKIN PINTAR SESEORANG semakin rajin dia cari tantangan

2. kalo pengen nempa seorang suksessor berwawasan yah butuh biaya men.... (sekali lagi cuman perusahaan geda kan yang punya fasilitas pelatihan)


Buat perusahaan agak gede, atau perusahaan menengah (apalagi yang kecil) mendingan bajak dari kompetitor gede, kemudian kasih dia gambaran bisnis proses perusahaan, jadilah suksesor yang berwawasan.

oh yah sebagai tambahan , cuman sedikit peusahaan yang bisa ngiket dengan baik pegawainya , tentu karena perusahaan ini masa depannya terlihat mantap: astra, unilever, bni, telkom (ada lagi?), di luar perusahaan ini sepertinya bangun sukssesor yang hebat dari bawah hanya menjadi mimpi.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya setuju dengan anda, untuk membentuk suksesor butuh penempaan yang mendalam melalui tugas2 khusus (sama kali yah dengan management trainee???).<br />
Tapi hal ini cuman bisa dilakukan di perusahaan2 bonafid (top ten lah!!). kenapa?</p>
<p>1 perusahaan bonafid mempunyai masa depan yang menjanjikan sehingga suksesor yang telah ditempa akan tetap setia sampai saat kudeta itu terjadi (hi..hi..hi). Anda tahu nggak “SEMAKIN PINTAR SESEORANG semakin rajin dia cari tantangan</p>
<p>2. kalo pengen nempa seorang suksessor berwawasan yah butuh biaya men&#8230;. (sekali lagi cuman perusahaan geda kan yang punya fasilitas pelatihan)</p>
<p>Buat perusahaan agak gede, atau perusahaan menengah (apalagi yang kecil) mendingan bajak dari kompetitor gede, kemudian kasih dia gambaran bisnis proses perusahaan, jadilah suksesor yang berwawasan.</p>
<p>oh yah sebagai tambahan , cuman sedikit peusahaan yang bisa ngiket dengan baik pegawainya , tentu karena perusahaan ini masa depannya terlihat mantap: astra, unilever, bni, telkom (ada lagi?), di luar perusahaan ini sepertinya bangun sukssesor yang hebat dari bawah hanya menjadi mimpi.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
