<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress/2.3" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Diskriminasi Diperlukan dalam Talent Management</title>
	<link>http://strategimanajemen.net/2008/09/15/2-filosofi-kunci-mengenai-talent-management/</link>
	<description>Sajian renyah tentang management skills + business strategy</description>
	<pubDate>Thu, 17 May 2012 12:02:33 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.3</generator>
		<item>
		<title>By: Djuwarnik</title>
		<link>http://strategimanajemen.net/2008/09/15/2-filosofi-kunci-mengenai-talent-management/#comment-11142</link>
		<dc:creator>Djuwarnik</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 Jan 2012 06:26:09 +0000</pubDate>
		<guid>http://strategimanajemen.net/2008/09/15/2-filosofi-kunci-mengenai-talent-management/#comment-11142</guid>
		<description>Aduh rasanya kok diskriminatif sekali ya. 

Kayaknya manajemen ini akan menimbulkan kecemburuan sosial dan tentu saja akan mempengaruhi suasana kerja menjadi tidak nyaman. Saya kira baik SDM yg di posisi Core maupun non-Core sama pentingnya. 

Dua-duanya sama2 penting dan sama2 mempunyai andil dalam mengembangkan sebuah institusi</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Aduh rasanya kok diskriminatif sekali ya. </p>
<p>Kayaknya manajemen ini akan menimbulkan kecemburuan sosial dan tentu saja akan mempengaruhi suasana kerja menjadi tidak nyaman. Saya kira baik SDM yg di posisi Core maupun non-Core sama pentingnya. </p>
<p>Dua-duanya sama2 penting dan sama2 mempunyai andil dalam mengembangkan sebuah institusi</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Adrial</title>
		<link>http://strategimanajemen.net/2008/09/15/2-filosofi-kunci-mengenai-talent-management/#comment-10782</link>
		<dc:creator>Adrial</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Nov 2011 06:15:58 +0000</pubDate>
		<guid>http://strategimanajemen.net/2008/09/15/2-filosofi-kunci-mengenai-talent-management/#comment-10782</guid>
		<description>Sangat bagus dan bermanfaat, tapi bagaimana pembagian ini di lakukan pada sebuah sekolah? siapa sajakah yang masuk core dan non-core?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sangat bagus dan bermanfaat, tapi bagaimana pembagian ini di lakukan pada sebuah sekolah? siapa sajakah yang masuk core dan non-core?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Bima hermastho</title>
		<link>http://strategimanajemen.net/2008/09/15/2-filosofi-kunci-mengenai-talent-management/#comment-7914</link>
		<dc:creator>Bima hermastho</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Nov 2010 01:04:47 +0000</pubDate>
		<guid>http://strategimanajemen.net/2008/09/15/2-filosofi-kunci-mengenai-talent-management/#comment-7914</guid>
		<description>Yang bener, mesti key talent dan key position.
Jadi orang-2 non core yang memang mampu membuat keputusan bisnis yang berdampak besar, tetap diperhitungkan. Gitu Mas Yodhia..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Yang bener, mesti key talent dan key position.<br />
Jadi orang-2 non core yang memang mampu membuat keputusan bisnis yang berdampak besar, tetap diperhitungkan. Gitu Mas Yodhia..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ichwan</title>
		<link>http://strategimanajemen.net/2008/09/15/2-filosofi-kunci-mengenai-talent-management/#comment-7542</link>
		<dc:creator>Ichwan</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 18 Oct 2010 05:50:35 +0000</pubDate>
		<guid>http://strategimanajemen.net/2008/09/15/2-filosofi-kunci-mengenai-talent-management/#comment-7542</guid>
		<description>Saya setuju untuk beberapa hal terkait pengelolaan bakat, seperti kekuatan memilih karyawan. Namun, saya berpendapat lain untuk meletakkan fokus terbesar pada beberapa orang yang kita anggap 'core people'. 
Bukankah sebaiknya fokus diletakkan pada objektif utama (wildly important goal) perusahaan itu sendiri. Tentunya objektif itu hanya bisa tercapai bila leader yang 'great' dan orang-orang yang efektif menyatukan fokus dan disiplin pada objektif perusahaan? Apakah sebuah perusahaan yang 'great' bisa mencapai objektifnya tanpa engagement dari semua karyawan?
Hal lain yang ingin saya ajukan juga di sini adalah bahwa ada beberapa perbedaan antara sistem kepemimpinan di era industri dengan era pengetahuan sekarang ini. Beberapa diantaranya adalah bahwa di era pengetahuan ini leader melepaskan mindset semua orang di organisasi, namun tetap align dengan objektif organisasi. Dari sinilah muncul orang-orang yang efektif dan kreatif, pembelajar. 
Jika mindset yang dimiliki adalah seperti yang diuraikan dalam tulisan mas Yodhia, bukankah itu mindset era sebelum sekarang, yakni mengontrol people mindset. Bukankah sebuah organisasi juga ingin menjadi organisasi pembelajar?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya setuju untuk beberapa hal terkait pengelolaan bakat, seperti kekuatan memilih karyawan. Namun, saya berpendapat lain untuk meletakkan fokus terbesar pada beberapa orang yang kita anggap &#8216;core people&#8217;.<br />
Bukankah sebaiknya fokus diletakkan pada objektif utama (wildly important goal) perusahaan itu sendiri. Tentunya objektif itu hanya bisa tercapai bila leader yang &#8216;great&#8217; dan orang-orang yang efektif menyatukan fokus dan disiplin pada objektif perusahaan? Apakah sebuah perusahaan yang &#8216;great&#8217; bisa mencapai objektifnya tanpa engagement dari semua karyawan?<br />
Hal lain yang ingin saya ajukan juga di sini adalah bahwa ada beberapa perbedaan antara sistem kepemimpinan di era industri dengan era pengetahuan sekarang ini. Beberapa diantaranya adalah bahwa di era pengetahuan ini leader melepaskan mindset semua orang di organisasi, namun tetap align dengan objektif organisasi. Dari sinilah muncul orang-orang yang efektif dan kreatif, pembelajar.<br />
Jika mindset yang dimiliki adalah seperti yang diuraikan dalam tulisan mas Yodhia, bukankah itu mindset era sebelum sekarang, yakni mengontrol people mindset. Bukankah sebuah organisasi juga ingin menjadi organisasi pembelajar?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Nor Hasan Alrasid</title>
		<link>http://strategimanajemen.net/2008/09/15/2-filosofi-kunci-mengenai-talent-management/#comment-5471</link>
		<dc:creator>Nor Hasan Alrasid</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 Jan 2010 02:52:18 +0000</pubDate>
		<guid>http://strategimanajemen.net/2008/09/15/2-filosofi-kunci-mengenai-talent-management/#comment-5471</guid>
		<description>Sepertinya kalau kita terlalu mementingkan posisi kunci jelas akan sangat memakan waktu, tapi jangan lupa pula posisi kunci pun tak akan berjalan/sukses bila tidak ada dukungan dari posisi lainnya sebagai pendukung atau support. Sehingga dalam hal ini penerapan talent pool tentunya harus melihat proporsi nya masing-masing sehingga pengembangan tidak hanya untuk posisi kunci melainkan semua Sumber Daya tetap menjadi focus yang pentung untuk menjamin sebuah organisasi berjalan dengan baik.....,

Salam.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sepertinya kalau kita terlalu mementingkan posisi kunci jelas akan sangat memakan waktu, tapi jangan lupa pula posisi kunci pun tak akan berjalan/sukses bila tidak ada dukungan dari posisi lainnya sebagai pendukung atau support. Sehingga dalam hal ini penerapan talent pool tentunya harus melihat proporsi nya masing-masing sehingga pengembangan tidak hanya untuk posisi kunci melainkan semua Sumber Daya tetap menjadi focus yang pentung untuk menjamin sebuah organisasi berjalan dengan baik&#8230;..,</p>
<p>Salam.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: R. Hidajat G</title>
		<link>http://strategimanajemen.net/2008/09/15/2-filosofi-kunci-mengenai-talent-management/#comment-4350</link>
		<dc:creator>R. Hidajat G</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Jun 2009 00:29:03 +0000</pubDate>
		<guid>http://strategimanajemen.net/2008/09/15/2-filosofi-kunci-mengenai-talent-management/#comment-4350</guid>
		<description>Saya berpendapat konsep talent management tidak bisa bulat2 diterapkan pada semua organisasi bisnis. Talent management mungkin cocock untuk organisasi skala besar dan hi-tech sehingga memiliki daya saing kelas dunia. Lain halnya untuk organisasi bisnis skala kecil yang kelas lokal, cukup hanya menggunakan konsep competency management. 
Manusia dalam ukuran normal memungkinkan untuk didevelop competency-nya, sehingga pada akhirnya memiliki kinerja unggul. Kinerja unggul ini yang mesti punya ukuran yang benar2 sesuai dengan ukuran keberhasilan  bisnis organisasi bisnis tersebut. 
Di Indonesia kalau sudah ada namanya diskriminasi, lalu timbul kecemburuan dan ujung2nya iklim kerja tidak kondusif. Kalau sudah begini timbul permasalah baru dalam budaya perusahan... hehehe</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya berpendapat konsep talent management tidak bisa bulat2 diterapkan pada semua organisasi bisnis. Talent management mungkin cocock untuk organisasi skala besar dan hi-tech sehingga memiliki daya saing kelas dunia. Lain halnya untuk organisasi bisnis skala kecil yang kelas lokal, cukup hanya menggunakan konsep competency management.<br />
Manusia dalam ukuran normal memungkinkan untuk didevelop competency-nya, sehingga pada akhirnya memiliki kinerja unggul. Kinerja unggul ini yang mesti punya ukuran yang benar2 sesuai dengan ukuran keberhasilan  bisnis organisasi bisnis tersebut.<br />
Di Indonesia kalau sudah ada namanya diskriminasi, lalu timbul kecemburuan dan ujung2nya iklim kerja tidak kondusif. Kalau sudah begini timbul permasalah baru dalam budaya perusahan&#8230; hehehe</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: abiasya</title>
		<link>http://strategimanajemen.net/2008/09/15/2-filosofi-kunci-mengenai-talent-management/#comment-4160</link>
		<dc:creator>abiasya</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Jun 2009 04:30:18 +0000</pubDate>
		<guid>http://strategimanajemen.net/2008/09/15/2-filosofi-kunci-mengenai-talent-management/#comment-4160</guid>
		<description>Mas Yodhia, hampir smua konteksnya org bisnis, gmn klo tuk org nir-laba? pa mungkin talent-management diterapkan? pa perlu modif khusus? kebetulan say berkecimpung di PT dlm bid yg terkait manajemen, meski sy sendiri tdk punya lb manajemen.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mas Yodhia, hampir smua konteksnya org bisnis, gmn klo tuk org nir-laba? pa mungkin talent-management diterapkan? pa perlu modif khusus? kebetulan say berkecimpung di PT dlm bid yg terkait manajemen, meski sy sendiri tdk punya lb manajemen.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

