<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress/2.2.1" -->
<rss version="2.0" 
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/">
<channel>
	<title>Comments on: Strategi Jitu Mengantisipasi PHK</title>
	<link>http://strategimanajemen.net/2008/11/24/strategi-menghadapi-phk/</link>
	<description>Sajian renyah tentang management skills + business strategy</description>
	<pubDate>Sat, 31 Jul 2010 19:56:16 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.2.1</generator>

	<item>
		<title>By: agus</title>
		<link>http://strategimanajemen.net/2008/11/24/strategi-menghadapi-phk/#comment-3366</link>
		<author>agus</author>
		<pubDate>Mon, 02 Mar 2009 14:16:02 +0000</pubDate>
		<guid>http://strategimanajemen.net/2008/11/24/strategi-menghadapi-phk/#comment-3366</guid>
		<description>saya sdh menjalani strategi yang 2 nya tapi yang no 2 saya tekuna tapi masih saja merasa krisis knapa ya!apa memang2 bener 2krisis dunia ini ap ya solosinya?trim!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya sdh menjalani strategi yang 2 nya tapi yang no 2 saya tekuna tapi masih saja merasa krisis knapa ya!apa memang2 bener 2krisis dunia ini ap ya solosinya?trim!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: biro jasa</title>
		<link>http://strategimanajemen.net/2008/11/24/strategi-menghadapi-phk/#comment-2718</link>
		<author>biro jasa</author>
		<pubDate>Sat, 27 Dec 2008 07:10:40 +0000</pubDate>
		<guid>http://strategimanajemen.net/2008/11/24/strategi-menghadapi-phk/#comment-2718</guid>
		<description>aku adalaha angkatan pertama PHK tahun 98..alhamdulillah dengan kesabaran cari 2 peluang usaha..sampai sekarang bisa survive dan bisa menggaji 2 orang sebagai staff saya..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>aku adalaha angkatan pertama PHK tahun 98..alhamdulillah dengan kesabaran cari 2 peluang usaha..sampai sekarang bisa survive dan bisa menggaji 2 orang sebagai staff saya..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: RIZKI EKA PUTRA</title>
		<link>http://strategimanajemen.net/2008/11/24/strategi-menghadapi-phk/#comment-2640</link>
		<author>RIZKI EKA PUTRA</author>
		<pubDate>Wed, 17 Dec 2008 06:51:35 +0000</pubDate>
		<guid>http://strategimanajemen.net/2008/11/24/strategi-menghadapi-phk/#comment-2640</guid>
		<description>Terimaksaih artikelnya mas! dan mohon izin akan saya copy paste di blog saya dan sumbernya akan saya sebutkan</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Terimaksaih artikelnya mas! dan mohon izin akan saya copy paste di blog saya dan sumbernya akan saya sebutkan</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: wawan</title>
		<link>http://strategimanajemen.net/2008/11/24/strategi-menghadapi-phk/#comment-2561</link>
		<author>wawan</author>
		<pubDate>Fri, 12 Dec 2008 00:26:50 +0000</pubDate>
		<guid>http://strategimanajemen.net/2008/11/24/strategi-menghadapi-phk/#comment-2561</guid>
		<description>Yth. P. Yodhia. pada strategi kedua, ada kalimat yang krg pas "memanfaatkan istri" konotasinya azas manfaat, ngak boleh. sebetulnya "memberdayakan istri". memang zaman ini diperlukan saling bahu membahu dalam memikul ekonomi keluarga. kalau istri yg cerdas dgn otomatis akn cepat membaca situasi ini, pasti mengambil langkah yg pas. memang harus diakui memulai suatu bisnis perlu perencanaan yg matang, tapi sebagian orang jalan dulu, dgn perencanaan bertahap. artinya "keberanian" memulai itu yg perlu. pembelajarannya ada di dlm pengelolannya sendiri. yg perlu dicamkan hanya prinsip2 bisnis, market, sales. untuk tahap pemula kembali modal aja dulu, kembangkan lagi dan lagi....pengalaman adalah guru yg terbaik.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Yth. P. Yodhia. pada strategi kedua, ada kalimat yang krg pas &#8220;memanfaatkan istri&#8221; konotasinya azas manfaat, ngak boleh. sebetulnya &#8220;memberdayakan istri&#8221;. memang zaman ini diperlukan saling bahu membahu dalam memikul ekonomi keluarga. kalau istri yg cerdas dgn otomatis akn cepat membaca situasi ini, pasti mengambil langkah yg pas. memang harus diakui memulai suatu bisnis perlu perencanaan yg matang, tapi sebagian orang jalan dulu, dgn perencanaan bertahap. artinya &#8220;keberanian&#8221; memulai itu yg perlu. pembelajarannya ada di dlm pengelolannya sendiri. yg perlu dicamkan hanya prinsip2 bisnis, market, sales. untuk tahap pemula kembali modal aja dulu, kembangkan lagi dan lagi&#8230;.pengalaman adalah guru yg terbaik.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Shanty Mahanani</title>
		<link>http://strategimanajemen.net/2008/11/24/strategi-menghadapi-phk/#comment-2508</link>
		<author>Shanty Mahanani</author>
		<pubDate>Thu, 04 Dec 2008 13:18:10 +0000</pubDate>
		<guid>http://strategimanajemen.net/2008/11/24/strategi-menghadapi-phk/#comment-2508</guid>
		<description>Yth Bpk Yodhia,

Artikel ini terlalu "lumrah"!
Strategi jitu mengarah ke poin untuk lebih prestatif di tempat kerja dan prepare pada wirausaha.
Praktiknya tidak segampang yang dituliskan!

Kenyataan, karyawan sudah "terlanjur sayang" terhadap status dan penghasilan tetap. Perlu kekuatan untuk menyingkirkan "atribut gengsi" dari sorotan lingkungan sekitar. Karena negara ini masih belum bisa melepas kacamata tentang pekerjaan terbaik dan teraman adalah karyawan. Trophy untuk wirausaha masih belum sekuat trophy untuk mental pekerja.

Blog Cantik
http://pyramid-online.blogspot.com</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Yth Bpk Yodhia,</p>
<p>Artikel ini terlalu &#8220;lumrah&#8221;!<br />
Strategi jitu mengarah ke poin untuk lebih prestatif di tempat kerja dan prepare pada wirausaha.<br />
Praktiknya tidak segampang yang dituliskan!</p>
<p>Kenyataan, karyawan sudah &#8220;terlanjur sayang&#8221; terhadap status dan penghasilan tetap. Perlu kekuatan untuk menyingkirkan &#8220;atribut gengsi&#8221; dari sorotan lingkungan sekitar. Karena negara ini masih belum bisa melepas kacamata tentang pekerjaan terbaik dan teraman adalah karyawan. Trophy untuk wirausaha masih belum sekuat trophy untuk mental pekerja.</p>
<p>Blog Cantik<br />
<a href="http://pyramid-online.blogspot.com" rel="nofollow">http://pyramid-online.blogspot.com</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Iim Rusyamsi</title>
		<link>http://strategimanajemen.net/2008/11/24/strategi-menghadapi-phk/#comment-2476</link>
		<author>Iim Rusyamsi</author>
		<pubDate>Sun, 30 Nov 2008 01:59:34 +0000</pubDate>
		<guid>http://strategimanajemen.net/2008/11/24/strategi-menghadapi-phk/#comment-2476</guid>
		<description>Pak Yodhia, thank sharingnya, setuju dengan strategi "start doing your own business right NOW". Banyak teman yang menjadi karyawan sudah merasa nyaman dan aman, kebanyakan mereka menilai faktor "job security" ini adalah segalanya sehingga mereka  bertahan di zona nyamannya dan lupa menyiapkan backupnya apalagi kondisi saat ini.

Mau sharing, saya juga dulu 2003 sudah merasa nyaman dengan pekerjaan saya lalu memberanikan diri untuk berwirausaha dan meninggalkan pekerjaan saya tersebut. Hingga kini alhamdulillah bisnis berjalan lancar.

Untuk memulai yang terpenting adalah faktor REASON, alasan apa yang membuat kita ingin memulai bisnis, lalu dari alasan tersebut, perkuat dengan BELIEVE, rasa kepercayaan kita bahwa kita dapat mewujudkannya. Kemudian DREAM, buatlah daftar impian/goal/keinginan kita dalam menjalankan bisnis dan langkah selanjutnya atur STRATEGY atau bisnis plannya, lalu lakukan plan tersebut dengan ACTION, semua berawal dari langkah kecil kita dan jangan lupa senantiasa PRAY, berdoa dan melakukan hal-hal positif disetiap langkah kita.

Reason-Believe-Dream-Strategy-Action-Pray adalah kurikulum dari komunitas bisnis TDA (http://tangandiatas.com) yang selalu kami sosialisasikan untuk teman2 yang ingin berbisnis.

Sehingga berbisnis bukan sekedar menciptakan "job baru" untuk diri kita sendiri...sukses yah...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pak Yodhia, thank sharingnya, setuju dengan strategi &#8220;start doing your own business right NOW&#8221;. Banyak teman yang menjadi karyawan sudah merasa nyaman dan aman, kebanyakan mereka menilai faktor &#8220;job security&#8221; ini adalah segalanya sehingga mereka  bertahan di zona nyamannya dan lupa menyiapkan backupnya apalagi kondisi saat ini.</p>
<p>Mau sharing, saya juga dulu 2003 sudah merasa nyaman dengan pekerjaan saya lalu memberanikan diri untuk berwirausaha dan meninggalkan pekerjaan saya tersebut. Hingga kini alhamdulillah bisnis berjalan lancar.</p>
<p>Untuk memulai yang terpenting adalah faktor REASON, alasan apa yang membuat kita ingin memulai bisnis, lalu dari alasan tersebut, perkuat dengan BELIEVE, rasa kepercayaan kita bahwa kita dapat mewujudkannya. Kemudian DREAM, buatlah daftar impian/goal/keinginan kita dalam menjalankan bisnis dan langkah selanjutnya atur STRATEGY atau bisnis plannya, lalu lakukan plan tersebut dengan ACTION, semua berawal dari langkah kecil kita dan jangan lupa senantiasa PRAY, berdoa dan melakukan hal-hal positif disetiap langkah kita.</p>
<p>Reason-Believe-Dream-Strategy-Action-Pray adalah kurikulum dari komunitas bisnis TDA (http://tangandiatas.com) yang selalu kami sosialisasikan untuk teman2 yang ingin berbisnis.</p>
<p>Sehingga berbisnis bukan sekedar menciptakan &#8220;job baru&#8221; untuk diri kita sendiri&#8230;sukses yah&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: rama</title>
		<link>http://strategimanajemen.net/2008/11/24/strategi-menghadapi-phk/#comment-2464</link>
		<author>rama</author>
		<pubDate>Thu, 27 Nov 2008 08:45:18 +0000</pubDate>
		<guid>http://strategimanajemen.net/2008/11/24/strategi-menghadapi-phk/#comment-2464</guid>
		<description>Bener banget sarannya, perlu renungkan untuk segera dilakukan. Sepertinya perlu terus melakukan essesment peluang bisnis di balik krisis global, siapa tahu bisa ketiban berkahnya krisis. Mungkin bang Yodhia bisa sharing nih cara melihat peluang dibalik krisis. Thank's</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bener banget sarannya, perlu renungkan untuk segera dilakukan. Sepertinya perlu terus melakukan essesment peluang bisnis di balik krisis global, siapa tahu bisa ketiban berkahnya krisis. Mungkin bang Yodhia bisa sharing nih cara melihat peluang dibalik krisis. Thank&#8217;s</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
