Maryamah Karpov, Andrea Hirata dan Wajah Buku Manajemen Kita

karpov.jpgMaryamah Karpov, demikian judul buku terakhir dari tetralogi Andrea Hirata yang baru saja dirilis dan sudah lama dinanti ribuan penggemarnya. Tiga buku Andrea sebelumnya, yakni Laskar Pelangi, Sang Pemimpi dan Edensor memang telah memberikan warna yang begitu fenomenal dalam dunia buku nasional – terutama dalam kategori buku non-fiksi (Laskar Pelangi misalnya, hingga kini telah terjual 500 ribu kopi – sebuah rekor yang amat menggetarkan dalam sejarah panjang dunia buku kita).

Fenomena itu tentu saja layak disambut hangat – terutama ditengah ikhtiar tanpa henti untuk meretas sebuah tradisi membaca yang kokoh, dan menegakkan kalimat syahdu berbunyi : “mencintai buku dengan sepenuh hati”. Kenyataan yang cukup menggembirakan ini saya lihat juga terjadi pada buku-buku manajemen dan bisnis. Disini kita mencatat sejumlah perkembangan yang mungkin layak kita kedepankan.

Catatan yang pertama, selain buku-buku non fiksi populer seperti karya Andrea Hirata itu, ternyata kini juga makin banyak buku kategori bisnis dan manajemen yang menjadi best seller. Beberapa waktu lalu kita mencatat karya-karya memikat dari Rhenald Kasali yang berjudul Change dan Recode Your Change DNA – dan dua-duanya laris manis. Kita juga melihat karya Tung Desem Waringin berjudul Financial Revolution yang laku keras (buku dia yang terbaru Marketing Revolution agaknya tidak selaris yang pertama, mungkin karena harganya yang amat mahal untuk ukuran umum – Rp 300,000,-). Dan sekarang kita juga melihat karya Erbe Setanu, Quantum Ikhlas, menjadi top seller dimana-mana (semua buku yang saya sebut ini bagus, dan kalau Anda belum sempat membacanya, silakan luangkan waktu untuk menikmatinya).

Catatan yang kedua : usaha penerjemahan buku-buku bisnis bahasa Inggris yang menjadi best seller dunia, juga makin cepat dan makin luas dilakukan di tanah air. Demikianlah, kita dengan relatif cepat bisa menikmati edisi Indonesia dari buku-buku legendaris bertajuk Good to Great, Balanced Scorecard, Blue Ocean Strategy, ataupun dua buku penuh pesona dari Malcolm Gladwell berjudul Blink (tentang kekuatan berpikir secara intuitif) dan Tipping Point (tentang bagaimana caranya mem-viral-kan sebuah gagasan secara luas dan dalam tempo yang singkat). Bulan ini, buku Malcolm Gladwell paling gres baru saja terbit, berjudul Outliers : the Story of Success (sebuah buku eksploratif tentang mengapa sebagian orang bisa sukses, dan mengapa sebagian besar lainnya tak pernah mampu melampiaskan potensi terbaiknya. Saya kira buku yang amat memikat ini sebentar lagi juga akan segera muncul edisi Indonesianya). Pendeknya, kita tak perlu khawatir untuk juga bisa menikmati buku-buku manajemen kelas dunia dalam bahasa ibu kita. Jarak penerbitan buku asli dengan edisi terjemahannya makin pendek, dan itu artinya kita tak perlu ketinggalan terlalu jauh dengan perkembangan dunia buku bisnis/manajamen global.

Catatan yang ketiga : sekarang toko buku makin bersolek (oke, mungkin lebih tepatnya toko buku Gramedia, yang kini menjadi pemain paling dominan dalam industri retail buku). Cobalah datang ke toko Gramedia yang ada di Matraman, Jakarta atau Surabaya atau Semarang, dan kita segera akan menemukan suasana yang makin cozy dengan penataan rak buku yang kian bersahabat. Disana kita bisa menemukan suasana yang menentramkan dan mungkin membikin kita betah berlama-lama didalamnya. Kini juga makin banyak toko buku yang meyediakan ruang/rak khusus untuk buku-buku manajemen berbahasa Inggris – dan saya kira koleksinya juga oke. Harapannya, suasana toko yang asyik ditambah dengan koleksi yang lengkap bisa makin membuat orang rajin membeli dan membaca buku.

Demikianlah tiga catatan pendek yang mungkin layak kita apresiasi dengan positif. Saya sendiri mengharapkan agar lebih banyak lagi buku manajemen bisnis yang masuk kategori best seller (di tanah air, untuk buku manajemen/bisnis ukuran best seller adalah kalau bisa terjual lebih dari 10,000). Sebab dengan demikian, ranah pengetahuan manajemen di tanah air juga bisa kian menapak maju. Dan dengan itu pula, tradisi membaca buku yang kokoh bisa terus dibentangkan.

So, omong-omong apakah Anda sudah selesai membaca Maryamah Karpov? Enaknya, novel semacam ini dibaca sore hari pas gerimis datang sambil ditemani secangkir capuccino hangat plus setangkup pisang goreng. Hmm sedap.

Note : Jika Anda ingin mendapatkan file powerpoint presentation mengenai management skills, strategy, marketing dan HR management, silakan datang KESINI.

Baner Tools
34 comments on “Maryamah Karpov, Andrea Hirata dan Wajah Buku Manajemen Kita
  1. Mas dengan makin banyaknya pilihan buku yang dapat kita baca mudah2an akan meningkatkan kebiasaan bangsa kita untuk gemar membaca, namun tentunya diharapkan harga buku semakin terjangkau kantong mahasiswa-pelajar karena kebiasaan yang dimulai lebih dini akan membawa kebiasaan tersebut menular ke anak keturunannya, semoga mas. Mari kita kampanyekan budaya baca untuk lingkungan terkecil yaitu keluarga kita trims

  2. Mas,membaca buku membuat seakan-akan kita menjelajahi dunia,semua dunia,apa itu dunia bisnis,dunia spiritual,dunia manajemen,dsb

  3. Ngeblog dan buku semoga makin bisa meningkatkan kapasitas budaya tulis dan baca di bangsa kita mas dan semoga industri buku tidak hanya dimonopoli oleh satu pabrik saja.

  4. “Enaknya, novel semacam ini dibaca sore hari pas gerimis datang sambil ditemani secangkir capuccino hangat…”

    Sepakat, mas. Trus dibacanya pelan-pelan. Dihayati. Itulah asyiknya baca novel kan? Kalo buku-buku manajemen sih diambil poin-poin utamanya aja untuk kemudian dipraktekkan. Gimana, mas?

  5. Saran saya sebaiknya tetralogi “Laskar Pelangi” dipandang sebagai buku fiksi (novel) atau paling jauh semi otobiografi, karena kandungan fiksi lebih dominan. Saya baca di media ada sementara orang yg memandangnya sebagai otobiografi dan harus menelan kekecewaan karena ternyata banyak yg tidak sesuai dg kenyataan. Walaupun tidak diragukan novel ini memang sangat-sangat inspiring. Atau ada yg tidak setuju …. ?

  6. Mas, 10 ribu buku itu harus habis berapa lama sehingga dikatakan best seller?
    Apakah sudah ada ukuran standarnya? atau sudah ada ketentuannya dari penerbit atau ikatan penerbit?

    Terima kasih

  7. Saat ini salah satu penerbit yang memiliki buku manajemen dan business yang bagus adalah BIP

    namun banyak juga yang isinya ngalor ngidul gak jelas, bahkan menyesal saya membeli nya salah satunya yang berjudul rich dad poor dad.

    ka