Maryamah Karpov, Andrea Hirata dan Wajah Buku Manajemen Kita

Yodhia Antariksa December 1st, 2008

karpov.jpgMaryamah Karpov, demikian judul buku terakhir dari tetralogi Andrea Hirata yang baru saja dirilis dan sudah lama dinanti ribuan penggemarnya. Tiga buku Andrea sebelumnya, yakni Laskar Pelangi, Sang Pemimpi dan Edensor memang telah memberikan warna yang begitu fenomenal dalam dunia buku nasional – terutama dalam kategori buku non-fiksi (Laskar Pelangi misalnya, hingga kini telah terjual 500 ribu kopi – sebuah rekor yang amat menggetarkan dalam sejarah panjang dunia buku kita).

Fenomena itu tentu saja layak disambut hangat – terutama ditengah ikhtiar tanpa henti untuk meretas sebuah tradisi membaca yang kokoh, dan menegakkan kalimat syahdu berbunyi : “mencintai buku dengan sepenuh hati”. Kenyataan yang cukup menggembirakan ini saya lihat juga terjadi pada buku-buku manajemen dan bisnis. Disini kita mencatat sejumlah perkembangan yang mungkin layak kita kedepankan.

Catatan yang pertama, selain buku-buku non fiksi populer seperti karya Andrea Hirata itu, ternyata kini juga makin banyak buku kategori bisnis dan manajemen yang menjadi best seller. Beberapa waktu lalu kita mencatat karya-karya memikat dari Rhenald Kasali yang berjudul Change dan Recode Your Change DNA – dan dua-duanya laris manis. Kita juga melihat karya Tung Desem Waringin berjudul Financial Revolution yang laku keras (buku dia yang terbaru Marketing Revolution agaknya tidak selaris yang pertama, mungkin karena harganya yang amat mahal untuk ukuran umum – Rp 300,000,-). Dan sekarang kita juga melihat karya Erbe Setanu, Quantum Ikhlas, menjadi top seller dimana-mana (semua buku yang saya sebut ini bagus, dan kalau Anda belum sempat membacanya, silakan luangkan waktu untuk menikmatinya).

Catatan yang kedua : usaha penerjemahan buku-buku bisnis bahasa Inggris yang menjadi best seller dunia, juga makin cepat dan makin luas dilakukan di tanah air. Demikianlah, kita dengan relatif cepat bisa menikmati edisi Indonesia dari buku-buku legendaris bertajuk Good to Great, Balanced Scorecard, Blue Ocean Strategy, ataupun dua buku penuh pesona dari Malcolm Gladwell berjudul Blink (tentang kekuatan berpikir secara intuitif) dan Tipping Point (tentang bagaimana caranya mem-viral-kan sebuah gagasan secara luas dan dalam tempo yang singkat). Bulan ini, buku Malcolm Gladwell paling gres baru saja terbit, berjudul Outliers : the Story of Success (sebuah buku eksploratif tentang mengapa sebagian orang bisa sukses, dan mengapa sebagian besar lainnya tak pernah mampu melampiaskan potensi terbaiknya. Saya kira buku yang amat memikat ini sebentar lagi juga akan segera muncul edisi Indonesianya). Pendeknya, kita tak perlu khawatir untuk juga bisa menikmati buku-buku manajemen kelas dunia dalam bahasa ibu kita. Jarak penerbitan buku asli dengan edisi terjemahannya makin pendek, dan itu artinya kita tak perlu ketinggalan terlalu jauh dengan perkembangan dunia buku bisnis/manajamen global.

Catatan yang ketiga : sekarang toko buku makin bersolek (oke, mungkin lebih tepatnya toko buku Gramedia, yang kini menjadi pemain paling dominan dalam industri retail buku). Cobalah datang ke toko Gramedia yang ada di Matraman, Jakarta atau Surabaya atau Semarang, dan kita segera akan menemukan suasana yang makin cozy dengan penataan rak buku yang kian bersahabat. Disana kita bisa menemukan suasana yang menentramkan dan mungkin membikin kita betah berlama-lama didalamnya. Kini juga makin banyak toko buku yang meyediakan ruang/rak khusus untuk buku-buku manajemen berbahasa Inggris – dan saya kira koleksinya juga oke. Harapannya, suasana toko yang asyik ditambah dengan koleksi yang lengkap bisa makin membuat orang rajin membeli dan membaca buku.

Demikianlah tiga catatan pendek yang mungkin layak kita apresiasi dengan positif. Saya sendiri mengharapkan agar lebih banyak lagi buku manajemen bisnis yang masuk kategori best seller (di tanah air, untuk buku manajemen/bisnis ukuran best seller adalah kalau bisa terjual lebih dari 10,000). Sebab dengan demikian, ranah pengetahuan manajemen di tanah air juga bisa kian menapak maju. Dan dengan itu pula, tradisi membaca buku yang kokoh bisa terus dibentangkan.

So, omong-omong apakah Anda sudah selesai membaca Maryamah Karpov? Enaknya, novel semacam ini dibaca sore hari pas gerimis datang sambil ditemani secangkir capuccino hangat plus setangkup pisang goreng. Hmm sedap.

Note : Jika Anda ingin mendapatkan file powerpoint presentation mengenai management skills, strategy, marketing dan HR management, silakan datang KESINI.

See also these interesting posts:

31 Responses to “Maryamah Karpov, Andrea Hirata dan Wajah Buku Manajemen Kita”

  1. ekoon 01 Dec 2008 at 7:53 am

    Mas dengan makin banyaknya pilihan buku yang dapat kita baca mudah2an akan meningkatkan kebiasaan bangsa kita untuk gemar membaca, namun tentunya diharapkan harga buku semakin terjangkau kantong mahasiswa-pelajar karena kebiasaan yang dimulai lebih dini akan membawa kebiasaan tersebut menular ke anak keturunannya, semoga mas. Mari kita kampanyekan budaya baca untuk lingkungan terkecil yaitu keluarga kita trims

  2. Gummyon 01 Dec 2008 at 8:10 am

    Mas,membaca buku membuat seakan-akan kita menjelajahi dunia,semua dunia,apa itu dunia bisnis,dunia spiritual,dunia manajemen,dsb

  3. Wazeenon 01 Dec 2008 at 8:25 am

    Ngeblog dan buku semoga makin bisa meningkatkan kapasitas budaya tulis dan baca di bangsa kita mas dan semoga industri buku tidak hanya dimonopoli oleh satu pabrik saja.

  4. yohanon 01 Dec 2008 at 9:26 am

    udah mulai berbau-bau iklan nih thread-nya.

    peace

  5. sanggitaon 01 Dec 2008 at 11:35 am

    “Enaknya, novel semacam ini dibaca sore hari pas gerimis datang sambil ditemani secangkir capuccino hangat…”

    Sepakat, mas. Trus dibacanya pelan-pelan. Dihayati. Itulah asyiknya baca novel kan? Kalo buku-buku manajemen sih diambil poin-poin utamanya aja untuk kemudian dipraktekkan. Gimana, mas?

  6. helmyon 01 Dec 2008 at 11:53 am

    yah..belum baca bukunya, baik dari laskar pelangi…tapi dah nonton filmnya..terharu…hiks..hiks..hehehe

  7. Bang Djeon 01 Dec 2008 at 12:10 pm

    Saran saya sebaiknya tetralogi “Laskar Pelangi” dipandang sebagai buku fiksi (novel) atau paling jauh semi otobiografi, karena kandungan fiksi lebih dominan. Saya baca di media ada sementara orang yg memandangnya sebagai otobiografi dan harus menelan kekecewaan karena ternyata banyak yg tidak sesuai dg kenyataan. Walaupun tidak diragukan novel ini memang sangat-sangat inspiring. Atau ada yg tidak setuju …. ?

  8. rachmad wwon 01 Dec 2008 at 12:40 pm

    Kalau saya sih kebetulan kerjanya d Gramedia…so…bisa mampir terutama yg di Gramedia Surabaya Expo…(numpang promo nih..he…he…)

  9. Miraon 01 Dec 2008 at 1:54 pm

    Mas, 10 ribu buku itu harus habis berapa lama sehingga dikatakan best seller?
    Apakah sudah ada ukuran standarnya? atau sudah ada ketentuannya dari penerbit atau ikatan penerbit?

    Terima kasih

  10. jouleon 01 Dec 2008 at 3:53 pm

    Saat ini salah satu penerbit yang memiliki buku manajemen dan business yang bagus adalah BIP

    namun banyak juga yang isinya ngalor ngidul gak jelas, bahkan menyesal saya membeli nya salah satunya yang berjudul rich dad poor dad.

    kalo pengetahuan ttg ekonomi kurang baik pastinya orang akan terjerumus membaca buku tersebut.

    selanjutnya terserah anda.

    Thx

  11. Fathon 01 Dec 2008 at 4:03 pm

    hidup buku! waktu masih di yogya, saya diingatkan teman, seorang wartawan kedaulatan rakyat. “hanya orang gila yang meminjamkan buku”. soalnya klo dipinjamkan, dijamin jarang balik lagi tuh buku. hi3x

  12. boyinon 01 Dec 2008 at 4:25 pm

    hiks..saya kangen beli buku..sekarang hanya terobati dengan baca blog dan koran saja. abis jauh sih.

  13. Yodhia Antariksaon 01 Dec 2008 at 7:05 pm

    @ Mira, dalam jangka dua tahun harus mencapai angka 10,000 agar mencapai predikat best seller.

  14. ceria jogjaon 01 Dec 2008 at 10:07 pm

    Aku nunggu free PDF nya aja, hehe…donlod..donlod..

  15. RIRI SATRIAon 02 Dec 2008 at 8:56 am

    Baru beli nih Yodh … :)

  16. agoeston 02 Dec 2008 at 5:39 pm

    “Membaca itu gampang, tapi membaca sambil berpikir sepertinya tak mudah” daaaaaan katanya ” Kamu tak perlu membakar buku untuk membinasakan sebuah budaya.Cukup buat orang-orang berhenti membacanya” jadi kalau kita berhenti membaca dan tidak berpikir berarti …………he..he.. Makasih Mas Yodhia buat bacaannya,dan mampu membuat saya berpikir, GBU 4 ever.

  17. ronnyon 03 Dec 2008 at 6:47 pm

    sebagus2nya buku manajemen yang ada, kalo di indonesia bisa laku sampai 100ribu kopi itu sudah hebat. Cukup ironis kalo dibandingin dengan penjualan harry potret eh potter

  18. Hello Marketeron 04 Dec 2008 at 10:23 pm

    Hello bung Yodhia. Sebuah ulasan yang krispi tentang ide bagaimana merenyahkan ide-ide manajemen. Sepakat dengan bung Yodhia bahwa “libido” membaca masyarakat kita tampaknya sedang naik. Fenomena Laskar Pelangi dan beberapa buku kategori fiksi yang menyedot banyak pembaca dan fans bisa menjadi bahan pelajaran bagi buku-buku non fiksi khususnya manajemen. Masyarakat yang senang membaca tentu sebuah peluang tersendiri. Laskar Pelangi menjadi “spektakuler” selain karena konten inspiratif dari buku itu sendiri juga lantaran peran tangan-tangan marketer baik di dalam penerbit buku, toko buku, penerbit, media, dan sebagainya. Mungkin, buku manajemen yang dikemas dengan krispi, renyah, ngepop, berbahasa hangat, bersahabat, tidak menggurui, akan semakin digemari…apalagi kalau sore datang membawa gerimis…hi hi hi…salam kenal mas! Ini blog yang luar biasa. Thank atas inspirasinya di blog ini….

  19. F @ Blogginglyon 05 Dec 2008 at 6:02 am

    Hmm.. saya harus baca edensor dulu nih :P

  20. just meon 05 Dec 2008 at 8:25 am

    menyedihkan kalo lihat budaya baca kita yg masih rendah..
    menerut aku ada hubungannya dengan pendidikan..

    Selama SD SMP SMU pelajaran Bahasa Indonesia / Inggris ga jauh2 cuma belajar struktur bahasa n ngapalin segala nama pengarang.

    Tapi ga pernah dilantih untuk membaca, harusnya guru-guru bahasa memlatih anak dengan memberikan tugas membaca..

  21. faisaludin Sondengon 05 Dec 2008 at 8:57 pm

    saya rasa perkembangan perbukuan kita makin maju dan mudah-mudahan harga buku ga terlalu mahal.

  22. kikion 06 Dec 2008 at 9:52 pm

    Ok, mas Yodh.
    Buku merupakan jendela pengetahuan dan wawasan kita, membuka cakrawala berpikir.
    Tak kecuali buku manajemen. Kita tunggu lebih banyak lagi buku dari penulis lokal, ya Mas. Yang berbobot dan Best seller tentunya.

  23. aditon 11 Dec 2008 at 9:53 pm

    baru 2 hari lalu sy nitip Maryamah Karpov ke istri di Gramedia JL Merdeka Bandung, dan sy kurang beruntung, ternyata bukunya sudah habis, mesti pesen dan nunggu deh ^_^

  24. Sekar Tyas Nareswari Cantikon 15 Dec 2008 at 2:21 pm

    Salam Kenal, saya Sekar Cantik dari Toko Buku Gramedia Pusat
    …..mau ngasih tau sebuah RAHASIA…
    tanggal 19 Desember 2008 ini SBY akan meresmikan Gramedia Grand Indonesia…..nah, setelah hari itu selama 5 hari, pasti Gramedia Grand Indonesia akan diskon semua produk sampai dengan 30%……
    …..Sudah pernah mampir ke Gramedia Grand Indonesia???…..
    Ada Kafe di dalam toko..dan yang pasti..buku Importnya lebih banyak dari toko buku yang lain…..
    Stttt……..rahasia mas…supaya jangan sampai kehabisan ya!!!…..30% semua produk (kecuali elektronik tertentu).

    Salam manis

  25. metan8on 17 Dec 2008 at 11:42 am

    wah beli satu lagi, harus mikir sumbangkan buku yang laen nech……rak bukunya kecil sih…

  26. aJR (AM69)on 18 Dec 2008 at 10:20 am

    Eh, Mba Sekar udah ngasih info rahasianya nih!! Hehe.. Gimana kabar keponakannya Mba??

    Nambahin info Mba Sekar nih:

    - Disc 30% berlaku pula untuk produk Mobile Gear, ada beraneka macam mouse (kecil, besar, wireless, cable, warna-warni), keyboard, card reader, travel adapter, Nokia USB charger, Ipod USB charger, Laptop travel charger, dll.

    - Best Price untuk produk-produk seperti USB FlashDisk beraneka merk, tinta cartridge printer, printer Canon dan HP, camera digital Canon, Razer (TM) produk, dll.

    Satu hari lagi loh!! Jangan sampai kelewatan!!

  27. Laon 19 Dec 2008 at 9:55 am

    “tanggal 19 Desember 2008 ini SBY akan meresmikan Gramedia Grand Indonesia…..nah, setelah hari itu selama 5 hari, pasti Gramedia Grand Indonesia akan diskon semua produk sampai dengan 30%”.. jadi diskonnya mulai tgl brp? jam brp?

  28. Visibleon 20 Dec 2008 at 2:59 pm

    Saya cuman terkesan satu kalimat dari banyak kalimat anda di blog ini:
    “Enaknya, novel semacam ini dibaca sore hari pas gerimis datang sambil ditemani secangkir capuccino hangat plus setangkup pisang goreng. Hmm sedap.”
    Ini cara yg sgt nikmat dalam membaca buku….

    Tp, klo sore hari gerimis gak datang-2, baca trus tuh buku, klo gak ntar gak bakalan habis..

    Lebih asyik lagi baca buku ini saat sore hari di tepi pantai yang indah, ditemani semilir angin laut, burung kerucik yang berkrucik, debur ombak memecah pelan di tepian, kita duduk di kursi goyang, ditemani kopi capuccino dan gorengan plus cemilan..hehehehe

  29. aisyahkuon 21 Dec 2008 at 8:57 pm

    ga pa-pa terlambat, pelan namun pasti, membaca buku akan akan mengubah diri kt menjadi lebih baik. tapi yang aneh mas yood, kenapa guru2 kita sangat tidak suka membaca ya…? gimana muridnya mo suka baca…?! jadi ga aneh kalo pa Taufik Ismail bilang, lulusan SMA di Indonesia hanya membaca nol (0) sastra setelah tamatnya. bandingkan dengan negara negara AS dan Eropa sekitar 20-35 buku. atau tetangga kita aja deh, seperti Malaysia, Singapura dan Thailad, yang berkiasar 7 - 15 buku. saya sedang memasukan kompetensi lulusan SMP as-syifa di Subang yang saya bina telah membaca 10 buku sastra… smg budaya suka baca segera tumbuh ya mas…

  30. Sekar Tyas Nareswari Cantikon 22 Dec 2008 at 9:55 am

    tanggal 19 Desember 2008 ini SBY akan meresmikan Gramedia Grand Indonesia…..nah, setelah hari itu selama 5 hari, pasti Gramedia Grand Indonesia akan diskon semua produk sampai dengan 30%”.. jadi diskonnya mulai tgl brp? jam brp?

    Jawab:
    Setelah tgl 19 SBY meresmikan Gramd Grand Indonesia……tgl 20 - 26 Des 08 (tenyata 7 hari)…..diadakan Diskon semua produk (kecuali elektronik tertentu) sebesar 30 % kalo belanja dengan kartu kredit BCA..ditambah 5% jadi total Diskon 35 %……

    selamat berbelanja ya!!

  31. kokleqon 27 Dec 2008 at 9:37 am

    sabtu lalu saya mulai membaca Maryamah Karpov…
    minggu siang saya qatam tu buku..
    waw…sebuah prestasi yang gemilang dalam sejarah saya membaca buku…
    pren…taukah kalian kenapa saya membaca buku tersebut tanpa mengenal waktu..?
    satu hal yang membuat saya penasaran, dan bahkan juga belum terjawab meskipun saya telah selesau membaca buku ke-4 tetralogi Laskar Pelangi tersebut..
    yaitu…pertanyaan tentang mengapa buku tersebut berjudul Maryamah Karpov..
    adakah salah satu dari kaliah yang tau jawabannya…?
    saya ucapkan terima kasih.

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply

ebook-banner.jpg training-solutions.jpg free-hr-papers-center.jpg