<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress/2.3" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Ibu Karen dan Proses Tranformasi di Pertamina</title>
	<link>http://strategimanajemen.net/2009/02/09/ibu-karen-dan-kisah-tranformasi-di-pertamina/</link>
	<description>Sajian renyah tentang management skills + business strategy</description>
	<pubDate>Thu, 17 May 2012 12:19:35 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.3</generator>
		<item>
		<title>By: dhani</title>
		<link>http://strategimanajemen.net/2009/02/09/ibu-karen-dan-kisah-tranformasi-di-pertamina/#comment-3466</link>
		<dc:creator>dhani</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 15 Mar 2009 09:43:47 +0000</pubDate>
		<guid>http://strategimanajemen.net/2009/02/09/ibu-karen-dan-kisah-tranformasi-di-pertamina/#comment-3466</guid>
		<description>apa gak ada orang lain di Indonesia ini yang lebih kharismatik, berwibawa dan pantas mempimpin pertamina? bagaimana mau menyaingi petronas?? kita butuh orang yang mempunyai jiwa leadership yang tinggi, integritas dan pengalaman yang oke buat memimpin perusahaan "harapan kita semua". Saya pesimis pertamina akan lebih maju dengan CEO yang baru ini....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>apa gak ada orang lain di Indonesia ini yang lebih kharismatik, berwibawa dan pantas mempimpin pertamina? bagaimana mau menyaingi petronas?? kita butuh orang yang mempunyai jiwa leadership yang tinggi, integritas dan pengalaman yang oke buat memimpin perusahaan &#8220;harapan kita semua&#8221;. Saya pesimis pertamina akan lebih maju dengan CEO yang baru ini&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Aan</title>
		<link>http://strategimanajemen.net/2009/02/09/ibu-karen-dan-kisah-tranformasi-di-pertamina/#comment-3405</link>
		<dc:creator>Aan</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 08 Mar 2009 16:23:05 +0000</pubDate>
		<guid>http://strategimanajemen.net/2009/02/09/ibu-karen-dan-kisah-tranformasi-di-pertamina/#comment-3405</guid>
		<description>Karen Agustiawan atau siapa pun yang menjadi CEO Pertamina harus memasang target sejak hari pertama memegang jabatan. Target itu bukan berupa berapa besar jumalah produksi harian minyak atau seberapa banyak cadangan stok minyak atau berapa cepat distribusinya. Targetnya sederhana saja : Berapa banyak para pembesar--pejabat Pertamina yang akan dia pecat pada masa jabatannya (pasang target yang realistis--selama 2 tahun jabatan saja). Kenapa? karena kita tahu Pertamina adalah sarang penyamun. Korupsi, kolusi dan berbagai penyimpangan terjadi di sana. Dan Change Management macam apa pun akan jadi omong kosong tanpa target ini. Pertamina milik rakyat dan sewajarnya bertanggung jawab pada rakyat. So kalau mau independen buktikan dulu kalau memang Pertamina bisa dipercaya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Karen Agustiawan atau siapa pun yang menjadi CEO Pertamina harus memasang target sejak hari pertama memegang jabatan. Target itu bukan berupa berapa besar jumalah produksi harian minyak atau seberapa banyak cadangan stok minyak atau berapa cepat distribusinya. Targetnya sederhana saja : Berapa banyak para pembesar&#8211;pejabat Pertamina yang akan dia pecat pada masa jabatannya (pasang target yang realistis&#8211;selama 2 tahun jabatan saja). Kenapa? karena kita tahu Pertamina adalah sarang penyamun. Korupsi, kolusi dan berbagai penyimpangan terjadi di sana. Dan Change Management macam apa pun akan jadi omong kosong tanpa target ini. Pertamina milik rakyat dan sewajarnya bertanggung jawab pada rakyat. So kalau mau independen buktikan dulu kalau memang Pertamina bisa dipercaya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Sajo</title>
		<link>http://strategimanajemen.net/2009/02/09/ibu-karen-dan-kisah-tranformasi-di-pertamina/#comment-3395</link>
		<dc:creator>Sajo</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 Mar 2009 13:29:02 +0000</pubDate>
		<guid>http://strategimanajemen.net/2009/02/09/ibu-karen-dan-kisah-tranformasi-di-pertamina/#comment-3395</guid>
		<description>mas, tulisannya saya kutip!
&lt;a href='http://geografi-bumi.blogspot.com' rel="nofollow"&gt; thank's &lt;/a&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>mas, tulisannya saya kutip!<br />
<a href='http://geografi-bumi.blogspot.com' rel="nofollow"> thank&#8217;s </a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Hari</title>
		<link>http://strategimanajemen.net/2009/02/09/ibu-karen-dan-kisah-tranformasi-di-pertamina/#comment-3296</link>
		<dc:creator>Hari</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Feb 2009 06:48:49 +0000</pubDate>
		<guid>http://strategimanajemen.net/2009/02/09/ibu-karen-dan-kisah-tranformasi-di-pertamina/#comment-3296</guid>
		<description>Ada yang kelupaan sepertinya ? Ibu Karen ini dipaketkan dengan Wakil Dirut PERTAMINA ... Bapak Omar ? Yang sebelumnya menjabat Presdir di Rio Tinto --- perusahaan tambang di Kalimantan ? Belum genap setahun di Rio Tinto ... Eeeeh ... meloncat ke PERTAMINA ? Beberapa hari setelah diangkat menjadi Presdir Rio Tinto ... Ini orang sudah sowan ke Wakil Presiden -- Bapak Jusuf Kalla -- ? Padahal sebelum di Rio Tinto adalah mantan Direksi Bank MANDIRI. Dan yang seru Ibu Karen ini saat RDP --Rapat Dengar Pendapat-- dengan DPR ? Ditelpon Presiden ? Bisa tidak meneruskan RDP tersebut ? CEO model beginian kok dibanggakan ? DPR untuk mengundang itu melalui surat menyurat --tidak ujug-ujug-- bisa dibatalkan hanya oleh telpon Presiden. CEO yang hebat adalah yang juga tahu tata krama organisasi ? Meskipun taruhannya adalah jabatannya. Dengan gambaran cara penanganan kasus seperti ini ? Jangan banyak berharap PERTAMINA akan maju ? CEO-nya saja mudah di setir ? Yang satu ke Presiden ? Satunya lagi ke Wakil Presiden.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ada yang kelupaan sepertinya ? Ibu Karen ini dipaketkan dengan Wakil Dirut PERTAMINA &#8230; Bapak Omar ? Yang sebelumnya menjabat Presdir di Rio Tinto &#8212; perusahaan tambang di Kalimantan ? Belum genap setahun di Rio Tinto &#8230; Eeeeh &#8230; meloncat ke PERTAMINA ? Beberapa hari setelah diangkat menjadi Presdir Rio Tinto &#8230; Ini orang sudah sowan ke Wakil Presiden &#8212; Bapak Jusuf Kalla &#8212; ? Padahal sebelum di Rio Tinto adalah mantan Direksi Bank MANDIRI. Dan yang seru Ibu Karen ini saat RDP &#8211;Rapat Dengar Pendapat&#8211; dengan DPR ? Ditelpon Presiden ? Bisa tidak meneruskan RDP tersebut ? CEO model beginian kok dibanggakan ? DPR untuk mengundang itu melalui surat menyurat &#8211;tidak ujug-ujug&#8211; bisa dibatalkan hanya oleh telpon Presiden. CEO yang hebat adalah yang juga tahu tata krama organisasi ? Meskipun taruhannya adalah jabatannya. Dengan gambaran cara penanganan kasus seperti ini ? Jangan banyak berharap PERTAMINA akan maju ? CEO-nya saja mudah di setir ? Yang satu ke Presiden ? Satunya lagi ke Wakil Presiden.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ilham</title>
		<link>http://strategimanajemen.net/2009/02/09/ibu-karen-dan-kisah-tranformasi-di-pertamina/#comment-3277</link>
		<dc:creator>ilham</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 Feb 2009 04:11:31 +0000</pubDate>
		<guid>http://strategimanajemen.net/2009/02/09/ibu-karen-dan-kisah-tranformasi-di-pertamina/#comment-3277</guid>
		<description>Selamat utk ibu Karen...
kerja sesuai dengan visi dan misi yg ibu emban.
Berilah kesempatan kepada yg baru dan regenerasi kepemimpinan. Semoga ibu Karen mempunyai semangat dan motivasi seperti mendiang Cacuk Sudarijanto atau Robby Djohan. 
Jangan takut di kritik karena itu merupakan bagian dari motivasi utk melakukan perubahan2.

Selamat bekerja dan bekarya ibu.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Selamat utk ibu Karen&#8230;<br />
kerja sesuai dengan visi dan misi yg ibu emban.<br />
Berilah kesempatan kepada yg baru dan regenerasi kepemimpinan. Semoga ibu Karen mempunyai semangat dan motivasi seperti mendiang Cacuk Sudarijanto atau Robby Djohan.<br />
Jangan takut di kritik karena itu merupakan bagian dari motivasi utk melakukan perubahan2.</p>
<p>Selamat bekerja dan bekarya ibu.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: @ndre</title>
		<link>http://strategimanajemen.net/2009/02/09/ibu-karen-dan-kisah-tranformasi-di-pertamina/#comment-3225</link>
		<dc:creator>@ndre</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 22 Feb 2009 14:17:22 +0000</pubDate>
		<guid>http://strategimanajemen.net/2009/02/09/ibu-karen-dan-kisah-tranformasi-di-pertamina/#comment-3225</guid>
		<description>persoalan terbesar dari bangsa ini adalah kebanyakan orang yang (merasa) pintar.. sampe2 u/ melatih timnas PSSI, seorang JK mau (mencoba) mendatangkan Guus Hidink.. (..pelatih Indonesia ??? bisanya cuma mengkritik !!)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>persoalan terbesar dari bangsa ini adalah kebanyakan orang yang (merasa) pintar.. sampe2 u/ melatih timnas PSSI, seorang JK mau (mencoba) mendatangkan Guus Hidink.. (..pelatih Indonesia ??? bisanya cuma mengkritik !!)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: yosep Joko Irianto</title>
		<link>http://strategimanajemen.net/2009/02/09/ibu-karen-dan-kisah-tranformasi-di-pertamina/#comment-3222</link>
		<dc:creator>yosep Joko Irianto</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 22 Feb 2009 12:16:30 +0000</pubDate>
		<guid>http://strategimanajemen.net/2009/02/09/ibu-karen-dan-kisah-tranformasi-di-pertamina/#comment-3222</guid>
		<description>Siapun yg menjadi pemimpin puncak jika tidak berani berfikir revolosioner akan selalu cari selamatnya sendiri. Kebiasaan bertanya pada perangkatnya gimana cara mengatasi jika terjadi kasus-kasus lama muncul ya lakukan saja. Tidak akan membawa perubahan berarti bagi harapan rakyat di negeri ini BUKTIKAN. Apa yg akan kita rasakan nanti ya cuma begitu saja.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Siapun yg menjadi pemimpin puncak jika tidak berani berfikir revolosioner akan selalu cari selamatnya sendiri. Kebiasaan bertanya pada perangkatnya gimana cara mengatasi jika terjadi kasus-kasus lama muncul ya lakukan saja. Tidak akan membawa perubahan berarti bagi harapan rakyat di negeri ini BUKTIKAN. Apa yg akan kita rasakan nanti ya cuma begitu saja.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

