Komunitas Tangan Di Atas dan Tentang Mimpi Membangun An Entrepreneur Nation

nation-re.jpgBeberapa waktu lalu, kita telah membahas tentang pentingnya menginjeksikan spirit kesaudagaran manakala sebuah bangsa hendak melenting menuju ranah kemakmuran. Narasi tentang kemonceran sebuah negeri dengan kata lain selalu dibentangkan oleh kisah heroisme barisan para entrepreneurnya.

Sayang, seperti yang pernah saya tulis disini, masih banyak ikhtiar yang perlu dirajut untuk bisa membentangkan benih-benih kemandirian ekonomi itu dalam keseharian masyarakat kita. Beruntung kini banyak anggota masyarakat yang dengan penuh kegairahan mencoba menegakkan kembali spirit entrepeneurship itu. Salah satunya adalah sebuah komunitas yang heroik nan penuh gairah bernama Tangan Di Atas – sebuah komunitas yang ingin menegakkan sebuah mimpi tentang terciptanya an entrepreneur nation.

Nama Tangan Di Atas sendiri diracik lantaran para anggotanya berniat untuk menjadi insan yang memiliki tangan diatas – maksudnya ingin menjadi insan yang senantiasa bisa menciptakan dan memberikan pekerjaan bagi sesama; dan tidak selamanya menjadi TDB (tangan dibawah) – maksudnya setiap bulan masih menerima gaji. TDA juga berarti ingin menjadi insan yang mandiri secara ekonomi dan finansial; dan pada ujungnya senantiasa ingin menjadi insan yang bisa menebarkan rahmat dan kemuliaan bagi sesama.

TDA sendiri lahir lantaran sebuah blog yang diasuh oleh anak muda progresif bernama Roni Yuzirman. Melalui beragam tulisan di blognya tentang entrepreneurship dan bisnis, ia memprovokasi dan menginspirasi pembacanya untuk berani mengambil tindakan menjadi insan-insan mandiri. Only Inspired Action Brings You Closer To Your Dreams, begitu semboyan yang selalu ia suarakan dengan penuh kegairahan.

Demikianlah, melalui interaksi antara dia dengan segenap pembacanya lalu terbentuklah Komunitas Tangan Di Atas pada tahun 2006 lalu. Kini, komunitas ini telah memiliki anggota lebih dari 2000-an orang dan tersebar di segenap penjuru Nusantara; dan banyak diantaranya masih berstatus karyawan yang ingin belajar dan berniat menjalankan bisnis sendiri.

Sampai saat ini Roni sendiri tetap rajin mengupdate isi blognya. Tulisannya asyik untuk dibaca, tangkas dan cergas. Saya nyaris tak pernah melawatkan isi postingannya. Sebab disana saya selalu bisa menemukan buih-buih pembalajaran yang kaya nuansa, bijak dan juga inspiratif (thanks Ron for your insightful blog !!).

Melalui serangkaian program yang digelar secara rutin – baik melalui media online ataupun offline, komunitas TDA tampaknya telah berhasil menumbuhkan para entrepreneur muda yang terus dengan gigih menjalankan roda usahanya. Begitulah, disitu kita kita bisa mendengar kisah tentang seorang star employee di perusahaan mutinasional Pfizer yang memutuskan untuk resign, dan kemudian memilih menjadi juragan batik online.

Juga tentang seorang profesional muda di perusahaan farmasi raksasa Pfizer yang mantap mengundurkan diri, dan kemudian memilih menjadi saudagar Emas yang kini kian menjulang bisnisnya. Atau juga seorang ibu muda elegan nan rupawan yang memutuskan untuk pindah kuadran, dan kemudian menekuni bisnis kaos yang terus berkibar-kibar.

Setiap tahun TDA melakukan semacam annual conference. Mereka menyebutnya Milad TDA. Tahun ini miladnya akan diselenggarakan pada tanggal 28 Feb – 1 Maret mendatang. Selama dua hari itu, kita akan disuguhi beragam sesi pembelajaran yang spektakuler, mulai tentang strategi bisnis oleh pakar dari MarkPlus, sesi motivasi oleh sang guru Tung Desem Waringin, hingga pelajaran leadership oleh sang pengarang buku Kubik Leadership yang fenomenal itu. Biayanya cuma Rp 400 ribu, sebuah harga yang murah untuk sesi seminar selama dua hari dengan para pembicara yang bermutu unggul. Saya sendiri memutuskan untuk ikut hadir dalam Milad itu : mencoba merengkuh beragam pengetahuan dan ketrampilan yang kiranya sangat bermanfaat. Jika Anda kebetulan ada waktu dan menginginkan ikut hadir, Anda bisa mendaftar DISINI.

Komunitas TDA dengan beragam kiprahnya mungkin telah memberikan kontribusi yang berarti bagi penumbuhan iklim kemandirian ekonomi di negeri ini. Impian tentang terwujudnya an entrepreneur nation boleh jadi masih jauh, namun setidaknya sebuah langkah konkrit telah dijejakkan. Inilah sederet jejak tentang sebuah perjuangan untuk membangun rumah besar bernama kesejahteraan dan kemuliaan.

Jika Anda ingin mendapatkan slide powerpoint presentasi tentang entrepreneurship dan management skills, silakan klik DISINI.

Photo Credit by : MorBCN @ Flickr

Baner Tools
59 comments on “Komunitas Tangan Di Atas dan Tentang Mimpi Membangun An Entrepreneur Nation
  1. menarik untuk menyimak apa yang membuat orang2 tsb sukses berpindah kuadran, apa yg membuat orang takut berpindah kuadran, serta apa yg membuat org gagal (belum berhasil)saat berpindah kuadran. Setuju, komunitas itu penting untuk mengkondisikan diri dan sharing dengan rekan2 senasib. Btw, situs resminya TDA apa ya pak YOdhia. Saya juga lagi ancang2 dan sedang merintis nyebrang kuadran juga nih..

    Thx atas artikelnya yng sangat inspiratif.

  2. akhirnya komunitas ini di muat juga…, dengan lomba logo TDA yang dimenangkan oleh teman saya, saya jadi kenal komunitas ini, dan akhirnya ini diulas juga di blog ini. lengkaplah jadinya..semakin terinspirasi dah…

    thank pak yodhia