<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress/2.3" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Bagaimana Cara Mengkloning High Performers?</title>
	<link>http://strategimanajemen.net/2009/08/24/bagaimana-cara-mengkloning-barisan-high-performers/</link>
	<description>Sajian renyah tentang management skills + business strategy</description>
	<pubDate>Thu, 17 May 2012 12:43:31 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.3</generator>
		<item>
		<title>By: Md Santo</title>
		<link>http://strategimanajemen.net/2009/08/24/bagaimana-cara-mengkloning-barisan-high-performers/#comment-6795</link>
		<dc:creator>Md Santo</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 26 Jun 2010 22:55:28 +0000</pubDate>
		<guid>http://strategimanajemen.net/2009/08/24/bagaimana-cara-mengkloning-barisan-high-performers/#comment-6795</guid>
		<description>Istilah cloning sebaiknya digunakan pada level “tactical worker” saja, karena kita bermaksud mencetak SDM persis sama dan sebangun sesuai dengan tujuan cloning pada bidang biologi. Bila kita bermaksud mencetak “knowledge worker” yang saat kini dianggap sebagai SDM tulang punggung pada era Knowledge Economy, sebaiknya ditularkan bagaimana kemampuan “learning how to learn” tercapai melalui proses “knowledge flow” agar terjadi “learning transfer”. Jadi cloning diasosiasikan dengan peniruan struktur, sedangkan learning transfer diasosiasikan dengan kemampuan fungsi.

Tentang topik Knowledge Worker ikuti K-base kami http://delicious.com/mobeeknowledge/knowledgeworker  (10 artikel)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Istilah cloning sebaiknya digunakan pada level “tactical worker” saja, karena kita bermaksud mencetak SDM persis sama dan sebangun sesuai dengan tujuan cloning pada bidang biologi. Bila kita bermaksud mencetak “knowledge worker” yang saat kini dianggap sebagai SDM tulang punggung pada era Knowledge Economy, sebaiknya ditularkan bagaimana kemampuan “learning how to learn” tercapai melalui proses “knowledge flow” agar terjadi “learning transfer”. Jadi cloning diasosiasikan dengan peniruan struktur, sedangkan learning transfer diasosiasikan dengan kemampuan fungsi.</p>
<p>Tentang topik Knowledge Worker ikuti K-base kami <a href="http://delicious.com/mobeeknowledge/knowledgeworker" rel="nofollow">http://delicious.com/mobeeknowledge/knowledgeworker</a>  (10 artikel)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Harian</title>
		<link>http://strategimanajemen.net/2009/08/24/bagaimana-cara-mengkloning-barisan-high-performers/#comment-6790</link>
		<dc:creator>Harian</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 25 Jun 2010 18:49:07 +0000</pubDate>
		<guid>http://strategimanajemen.net/2009/08/24/bagaimana-cara-mengkloning-barisan-high-performers/#comment-6790</guid>
		<description>Bisakah skenario ini berjalan bila sang pengelola SDM (small or big HR) sendiri bukanlah high performer?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bisakah skenario ini berjalan bila sang pengelola SDM (small or big HR) sendiri bukanlah high performer?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: toeng</title>
		<link>http://strategimanajemen.net/2009/08/24/bagaimana-cara-mengkloning-barisan-high-performers/#comment-4937</link>
		<dc:creator>toeng</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Oct 2009 09:27:49 +0000</pubDate>
		<guid>http://strategimanajemen.net/2009/08/24/bagaimana-cara-mengkloning-barisan-high-performers/#comment-4937</guid>
		<description>saya senang mengamati dan mempelajari cara kerja rekan2 disekeliling saya yg memiliki kemampuan lebih dan kemudian mengcopynya pada diri saya ....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya senang mengamati dan mempelajari cara kerja rekan2 disekeliling saya yg memiliki kemampuan lebih dan kemudian mengcopynya pada diri saya &#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: koko</title>
		<link>http://strategimanajemen.net/2009/08/24/bagaimana-cara-mengkloning-barisan-high-performers/#comment-4755</link>
		<dc:creator>koko</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 01 Sep 2009 04:16:48 +0000</pubDate>
		<guid>http://strategimanajemen.net/2009/08/24/bagaimana-cara-mengkloning-barisan-high-performers/#comment-4755</guid>
		<description>saya tidak sepenuhnya sependapat bahwa HRD semata hanya support fuction, atau lebih lanjut digambarkan hanya small HR, kebetulan saya adalah Division Manager sebuah perusahaan otomotive yg membawahi HRD, Finance, Marketing serta Procurement. 


Memang betul sebagai support dalam artian not directly to product, tetapi bagaimana mengorganize ribuan karyawan sehingga memiliki platform yg seragam, tujuan yg sama, berjuang bersama-sama dengan sasaran yg juga sama ini butuh skill HR yg tinggi, line produksi akan berhenti atau lambat laun akan terus turun produktivitas nya jika HR tidak melakukan disain terhadap skill mapping, training system untuk melakukan kaderisasi keahlihan, job rolling sebagai cara untuk menstabilkan tingkat moticasi karyawan, dsb yang merupakan core jobnya HR, mungkin bung Robin Garingging perlu diskusi lebih lanjut di forum yg lebih praktis, betapa Jepang begitu sukses didunia otomotif karena mereka juga sukses melakukan TWI yg justru dulu dikembangkan oleh amerika pd PD ke-2
</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya tidak sepenuhnya sependapat bahwa HRD semata hanya support fuction, atau lebih lanjut digambarkan hanya small HR, kebetulan saya adalah Division Manager sebuah perusahaan otomotive yg membawahi HRD, Finance, Marketing serta Procurement. </p>
<p>Memang betul sebagai support dalam artian not directly to product, tetapi bagaimana mengorganize ribuan karyawan sehingga memiliki platform yg seragam, tujuan yg sama, berjuang bersama-sama dengan sasaran yg juga sama ini butuh skill HR yg tinggi, line produksi akan berhenti atau lambat laun akan terus turun produktivitas nya jika HR tidak melakukan disain terhadap skill mapping, training system untuk melakukan kaderisasi keahlihan, job rolling sebagai cara untuk menstabilkan tingkat moticasi karyawan, dsb yang merupakan core jobnya HR, mungkin bung Robin Garingging perlu diskusi lebih lanjut di forum yg lebih praktis, betapa Jepang begitu sukses didunia otomotif karena mereka juga sukses melakukan TWI yg justru dulu dikembangkan oleh amerika pd PD ke-2</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Shiddarta</title>
		<link>http://strategimanajemen.net/2009/08/24/bagaimana-cara-mengkloning-barisan-high-performers/#comment-4745</link>
		<dc:creator>Shiddarta</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 31 Aug 2009 04:57:32 +0000</pubDate>
		<guid>http://strategimanajemen.net/2009/08/24/bagaimana-cara-mengkloning-barisan-high-performers/#comment-4745</guid>
		<description>Artikel yang menarik. NLP (Neuro Linguistic Programming) yang disebut juga 'Human Excellence Modeling', mirip dengan yang diuraikan mas Yod diatas. Dalam level individu saja, kesuksesan proses modeling sangat tergantung pada sistem nilai individu tsb dan seberapa besar keinginannya/burning desire untuk sukses. Jika diterapkan di level organisasi, maka kesuksesan proses 'kloning' menjadi semakin kompleks, apalagi jika sistem nilai di perusahaan (corporate value) masih carut-marut, tidak konsisten dlsb, jangan harap akan berhasil, walaupun sudah menghabiskan energi, resource dan waktu yang luar biasa. Dapat dipahami kalau dalam beberapa komentar ada keraguan bahwa proses 'kloning high performer' adalah sesuatu yang possible :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Artikel yang menarik. NLP (Neuro Linguistic Programming) yang disebut juga &#8216;Human Excellence Modeling&#8217;, mirip dengan yang diuraikan mas Yod diatas. Dalam level individu saja, kesuksesan proses modeling sangat tergantung pada sistem nilai individu tsb dan seberapa besar keinginannya/burning desire untuk sukses. Jika diterapkan di level organisasi, maka kesuksesan proses &#8216;kloning&#8217; menjadi semakin kompleks, apalagi jika sistem nilai di perusahaan (corporate value) masih carut-marut, tidak konsisten dlsb, jangan harap akan berhasil, walaupun sudah menghabiskan energi, resource dan waktu yang luar biasa. Dapat dipahami kalau dalam beberapa komentar ada keraguan bahwa proses &#8216;kloning high performer&#8217; adalah sesuatu yang possible <img src='http://strategimanajemen.net/apps23/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Nofie Iman</title>
		<link>http://strategimanajemen.net/2009/08/24/bagaimana-cara-mengkloning-barisan-high-performers/#comment-4727</link>
		<dc:creator>Nofie Iman</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 27 Aug 2009 15:08:19 +0000</pubDate>
		<guid>http://strategimanajemen.net/2009/08/24/bagaimana-cara-mengkloning-barisan-high-performers/#comment-4727</guid>
		<description>Ini menarik, tapi jelas bukan main susahnya. Isi kepala tiap orang beda-beda, karakternya beda, &lt;i&gt;framework&lt;/i&gt;-nya juga beda, jadi untuk membuat kloning/replikasi jelas nggak gampang. Kedua, yang namanya &lt;i&gt;tacit knowledge&lt;/i&gt; (yang dimiliki para high performers) tentunya sulit di-&lt;i&gt;codified&lt;/i&gt;, yang pada akhirnya akan susah juga untuk direplikasi atau diturunkan ke personel yang lain.

Tapi saya setuju kalau investasi yang paling penting dalam suatu bisnis/organisasi adalah investasi SDM. Masalahnya, organisasi/bisnis di Indonesia yang punya visi strategis ke arah itu mungkin masih bisa dihitung dengan jari.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ini menarik, tapi jelas bukan main susahnya. Isi kepala tiap orang beda-beda, karakternya beda, <i>framework</i>-nya juga beda, jadi untuk membuat kloning/replikasi jelas nggak gampang. Kedua, yang namanya <i>tacit knowledge</i> (yang dimiliki para high performers) tentunya sulit di-<i>codified</i>, yang pada akhirnya akan susah juga untuk direplikasi atau diturunkan ke personel yang lain.</p>
<p>Tapi saya setuju kalau investasi yang paling penting dalam suatu bisnis/organisasi adalah investasi SDM. Masalahnya, organisasi/bisnis di Indonesia yang punya visi strategis ke arah itu mungkin masih bisa dihitung dengan jari.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Yuda</title>
		<link>http://strategimanajemen.net/2009/08/24/bagaimana-cara-mengkloning-barisan-high-performers/#comment-4723</link>
		<dc:creator>Yuda</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 26 Aug 2009 13:29:39 +0000</pubDate>
		<guid>http://strategimanajemen.net/2009/08/24/bagaimana-cara-mengkloning-barisan-high-performers/#comment-4723</guid>
		<description>Sebenarnya dibeberapa perusahaan retail atau konsumen, telah menerapkan prinsip seperti ini, dengan menempelkan atau mengumumkan apa yang dinamakan "employer of the ..." atau karyawan ... ini yang artinya pada masa itu seorang karyawan telah melakukan suaut achievement atau melakukan sesuatu above other average. Mungkin contoh ini adalah skala kecil dari apa yang dipaparkan dalam artikel ini. Bukan begitu Bung Yodhia?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sebenarnya dibeberapa perusahaan retail atau konsumen, telah menerapkan prinsip seperti ini, dengan menempelkan atau mengumumkan apa yang dinamakan &#8220;employer of the &#8230;&#8221; atau karyawan &#8230; ini yang artinya pada masa itu seorang karyawan telah melakukan suaut achievement atau melakukan sesuatu above other average. Mungkin contoh ini adalah skala kecil dari apa yang dipaparkan dalam artikel ini. Bukan begitu Bung Yodhia?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

