<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress/2.2.1" -->
<rss version="2.0" 
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/">
<channel>
	<title>Comments on: Innovation War : Nokia vs. Blackberry</title>
	<link>http://strategimanajemen.net/2009/08/31/innovation-war-blackberry-vs-nokia/</link>
	<description>Sajian renyah tentang management skills + business strategy</description>
	<pubDate>Tue, 07 Sep 2010 18:21:03 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.2.1</generator>

	<item>
		<title>By: andre_tompul</title>
		<link>http://strategimanajemen.net/2009/08/31/innovation-war-blackberry-vs-nokia/#comment-6931</link>
		<author>andre_tompul</author>
		<pubDate>Thu, 15 Jul 2010 14:58:12 +0000</pubDate>
		<guid>http://strategimanajemen.net/2009/08/31/innovation-war-blackberry-vs-nokia/#comment-6931</guid>
		<description>MAs Yodhia... Tulisannya keren nih. Dari sisi marketing sih memang kekuatan blackberry adalah kemampuan fokus pada fitur tertentu sehingga mampu memberikan value kepada target marketnya. Dalam Hal ini push email blackberry yang notabene memang sangat mumpuni, sehingga sesuai dengan target market kalangan bisnis yang membutuhkan kecepatan menerima dan mengirim email ditengah-tengah mobilitas yang tinggi.

aku Setuju banget kalo dibilang mereka investasi tidak murah untuk membangun infrastruktur dalam rangka men"deliver" puluhan mega sampai ratusan megabyte data yang bisa dimampatkan menjadi kilobyte.. Hal itu merupakan USP dari Blackberry... Harga yang premium sesuai dengan target market mereka yang sangat spesifik, dan dianggap memiliki kemampuan untuk membeli produk mereka. Kebetulan di Indonesia semua orang merasa mampu untuk membelinya dan melakukan pembenaran bahwa always connected-nya bb menjadi kebutuhan.. 

Mas yodhia setuju nggak kalo situasi nokia vs blackberry ini mirip dengan microsoft vd apple.. Dimana pada awalnya apple sebagai challenger masuk dengan target market baru, diman akhirnya microsoft semakin ketinggalan dengan berusaha mengikuti apple dengan ipod, itunes dan iphone nya.. Saya fikir mungkin sebaiknya nokia tetap saja fokus dengan kekuatannya sebagai handphone yang sangat user friendly, software yang relatif stabil dan memiliki sebaran produk untuk semua segmen.. yah.. sebagai handphone sejuta umatlah... karena kalo dia berusaha untuk melakukan inovasi dengan maksud "mengikuti" blackberry bisa bisa dia mengejar segmen baru, pasarnya yang sudah exist dicolong ama brand-brand rookie....???

Sori agak panjang ya mas, tapi terus terang fenomena ini benar-benar menggoda untuk dibahas.. 

Tengkiu-andre</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>MAs Yodhia&#8230; Tulisannya keren nih. Dari sisi marketing sih memang kekuatan blackberry adalah kemampuan fokus pada fitur tertentu sehingga mampu memberikan value kepada target marketnya. Dalam Hal ini push email blackberry yang notabene memang sangat mumpuni, sehingga sesuai dengan target market kalangan bisnis yang membutuhkan kecepatan menerima dan mengirim email ditengah-tengah mobilitas yang tinggi.</p>
<p>aku Setuju banget kalo dibilang mereka investasi tidak murah untuk membangun infrastruktur dalam rangka men&#8221;deliver&#8221; puluhan mega sampai ratusan megabyte data yang bisa dimampatkan menjadi kilobyte.. Hal itu merupakan USP dari Blackberry&#8230; Harga yang premium sesuai dengan target market mereka yang sangat spesifik, dan dianggap memiliki kemampuan untuk membeli produk mereka. Kebetulan di Indonesia semua orang merasa mampu untuk membelinya dan melakukan pembenaran bahwa always connected-nya bb menjadi kebutuhan.. </p>
<p>Mas yodhia setuju nggak kalo situasi nokia vs blackberry ini mirip dengan microsoft vd apple.. Dimana pada awalnya apple sebagai challenger masuk dengan target market baru, diman akhirnya microsoft semakin ketinggalan dengan berusaha mengikuti apple dengan ipod, itunes dan iphone nya.. Saya fikir mungkin sebaiknya nokia tetap saja fokus dengan kekuatannya sebagai handphone yang sangat user friendly, software yang relatif stabil dan memiliki sebaran produk untuk semua segmen.. yah.. sebagai handphone sejuta umatlah&#8230; karena kalo dia berusaha untuk melakukan inovasi dengan maksud &#8220;mengikuti&#8221; blackberry bisa bisa dia mengejar segmen baru, pasarnya yang sudah exist dicolong ama brand-brand rookie&#8230;.???</p>
<p>Sori agak panjang ya mas, tapi terus terang fenomena ini benar-benar menggoda untuk dibahas.. </p>
<p>Tengkiu-andre</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ucok</title>
		<link>http://strategimanajemen.net/2009/08/31/innovation-war-blackberry-vs-nokia/#comment-6600</link>
		<author>Ucok</author>
		<pubDate>Sat, 05 Jun 2010 06:15:08 +0000</pubDate>
		<guid>http://strategimanajemen.net/2009/08/31/innovation-war-blackberry-vs-nokia/#comment-6600</guid>
		<description>@Ponyo:
Aku pikir pengetahuan Anda ttg BB melebihi orang awam, ternyata tidak juga.
Infra apaan yang disiapkan sama RIM? Hanya push e-mail dan application servers doang. Sisanya adalah koneksi dari server mereka ke ke mobile operator spt Telkomsel atau Indosat. Investasi terbesar adalah membangun jadingan radio akses seperti 3G, GPRS, agau GSM - yang menjadi porsi operator - bukan RIM. 

Aku setuju dengan Bima. Aku pengen ganti E61i ke BB. Soal budjet gak masalah, asal dapat produk yang bagus. Setelah dibangin-bandingkan BB vs E72, ternyata E72 yang unggul. Ada kebutuhan aplikasi koporasi yang belum disupport BB: SIP-based application. 
Kalau bicara keragaman applikasi sekarang Nokia punya www.ovi.com yg menawarkan beragam aplikasi termasuk yang gratis.

Kalau mau bicara teknologi - kita harus menerima kenyataan kalau bangsa kita hanya jadi pembeli...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@Ponyo:<br />
Aku pikir pengetahuan Anda ttg BB melebihi orang awam, ternyata tidak juga.<br />
Infra apaan yang disiapkan sama RIM? Hanya push e-mail dan application servers doang. Sisanya adalah koneksi dari server mereka ke ke mobile operator spt Telkomsel atau Indosat. Investasi terbesar adalah membangun jadingan radio akses seperti 3G, GPRS, agau GSM - yang menjadi porsi operator - bukan RIM. </p>
<p>Aku setuju dengan Bima. Aku pengen ganti E61i ke BB. Soal budjet gak masalah, asal dapat produk yang bagus. Setelah dibangin-bandingkan BB vs E72, ternyata E72 yang unggul. Ada kebutuhan aplikasi koporasi yang belum disupport BB: SIP-based application.<br />
Kalau bicara keragaman applikasi sekarang Nokia punya <a href="http://www.ovi.com" rel="nofollow">www.ovi.com</a> yg menawarkan beragam aplikasi termasuk yang gratis.</p>
<p>Kalau mau bicara teknologi - kita harus menerima kenyataan kalau bangsa kita hanya jadi pembeli&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ponyo</title>
		<link>http://strategimanajemen.net/2009/08/31/innovation-war-blackberry-vs-nokia/#comment-5911</link>
		<author>Ponyo</author>
		<pubDate>Sat, 27 Feb 2010 08:54:18 +0000</pubDate>
		<guid>http://strategimanajemen.net/2009/08/31/innovation-war-blackberry-vs-nokia/#comment-5911</guid>
		<description>@Bima:
"Nokia mampu bertahan dengan teknologinya sendiri, bukan seperti RIM yang bekerja dengan bantuan partner (facebook)."

Pernyataan di atas membuktikan bahwa pengetahuan Anda mengenai teknologi BlackBerry hanyalah sebatas pengetahuan orang awam. 
Hey guys, BlackBerry is not just about facebook, push email, BBM, or internet service! Sejak awal, BlackBerry didesain untuk kalangan yang tersegmentasi (korporat/enterprise) sehingga RIM terfokus dalam penyediaan infrastruktur di mana salah satunya ditujukan untuk membantu memperlancar proses bisnis suatu korporasi. Jadi, meskipun pasar konsumen biasa tergerus oleh produk vendor lain, BlackBerry tetap memiliki pangsa pasar tersendiri yaitu kalangan bisnis, yang sukar untuk dimasuki oleh vendor lain karena penyediaan infrastruktur untuk keperluan ini membutuhkan investasi yang tidak sedikit.

Namun memang sayang, kalo bicara soal teknologi, orang Indonesia pada umumnya tidak terlalu peduli, lebih peduli pada gaya dan fungsionalitas yang tampak semata..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@Bima:<br />
&#8220;Nokia mampu bertahan dengan teknologinya sendiri, bukan seperti RIM yang bekerja dengan bantuan partner (facebook).&#8221;</p>
<p>Pernyataan di atas membuktikan bahwa pengetahuan Anda mengenai teknologi BlackBerry hanyalah sebatas pengetahuan orang awam.<br />
Hey guys, BlackBerry is not just about facebook, push email, BBM, or internet service! Sejak awal, BlackBerry didesain untuk kalangan yang tersegmentasi (korporat/enterprise) sehingga RIM terfokus dalam penyediaan infrastruktur di mana salah satunya ditujukan untuk membantu memperlancar proses bisnis suatu korporasi. Jadi, meskipun pasar konsumen biasa tergerus oleh produk vendor lain, BlackBerry tetap memiliki pangsa pasar tersendiri yaitu kalangan bisnis, yang sukar untuk dimasuki oleh vendor lain karena penyediaan infrastruktur untuk keperluan ini membutuhkan investasi yang tidak sedikit.</p>
<p>Namun memang sayang, kalo bicara soal teknologi, orang Indonesia pada umumnya tidak terlalu peduli, lebih peduli pada gaya dan fungsionalitas yang tampak semata..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Bima</title>
		<link>http://strategimanajemen.net/2009/08/31/innovation-war-blackberry-vs-nokia/#comment-5155</link>
		<author>Bima</author>
		<pubDate>Thu, 19 Nov 2009 11:35:31 +0000</pubDate>
		<guid>http://strategimanajemen.net/2009/08/31/innovation-war-blackberry-vs-nokia/#comment-5155</guid>
		<description>Blackberry terlalu dibesar-besarkan di Indonesia.. artinya kualitasnya tidak sebanding dengan harga yang ditawarkan.

Produk terbaik RIM Blackberry sekalipun kalah telak oleh Nokia E71 yang harganya jauh lebih murah.

Memang harus diakui strategi pemasaran RIM yang licik (menggandeng facebook), ternyata berhasil menjadi "tipping point" di Indonesia, yang masyarakatnya masih gila gengsi, bukan kualitas.

Tanpa peran facebook, saya yakin RIM akan ditinggal konsumen.

Nokia mampu bertahan dengan teknologinya sendiri, bukan seperti RIM yang bekerja dengan bantuan partner (facebook).</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Blackberry terlalu dibesar-besarkan di Indonesia.. artinya kualitasnya tidak sebanding dengan harga yang ditawarkan.</p>
<p>Produk terbaik RIM Blackberry sekalipun kalah telak oleh Nokia E71 yang harganya jauh lebih murah.</p>
<p>Memang harus diakui strategi pemasaran RIM yang licik (menggandeng facebook), ternyata berhasil menjadi &#8220;tipping point&#8221; di Indonesia, yang masyarakatnya masih gila gengsi, bukan kualitas.</p>
<p>Tanpa peran facebook, saya yakin RIM akan ditinggal konsumen.</p>
<p>Nokia mampu bertahan dengan teknologinya sendiri, bukan seperti RIM yang bekerja dengan bantuan partner (facebook).</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Hilman</title>
		<link>http://strategimanajemen.net/2009/08/31/innovation-war-blackberry-vs-nokia/#comment-4970</link>
		<author>Hilman</author>
		<pubDate>Thu, 15 Oct 2009 08:03:19 +0000</pubDate>
		<guid>http://strategimanajemen.net/2009/08/31/innovation-war-blackberry-vs-nokia/#comment-4970</guid>
		<description>Seharusnya Produsen BB yang ada di Ontario Canada itu berterima kasih dong sama masyarakat Indonesia, betapa baik hatinya masyarakat kita tanpa dengan sadar mempromosikan dari mulut kemulut, melalui sms, face book ataupun chatting.Perwujudan dari rasa terima kasih itu bisa dengan memberikan discount atau sekolah gratis ke Canada, why not?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Seharusnya Produsen BB yang ada di Ontario Canada itu berterima kasih dong sama masyarakat Indonesia, betapa baik hatinya masyarakat kita tanpa dengan sadar mempromosikan dari mulut kemulut, melalui sms, face book ataupun chatting.Perwujudan dari rasa terima kasih itu bisa dengan memberikan discount atau sekolah gratis ke Canada, why not?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Mariskha</title>
		<link>http://strategimanajemen.net/2009/08/31/innovation-war-blackberry-vs-nokia/#comment-4959</link>
		<author>Mariskha</author>
		<pubDate>Thu, 15 Oct 2009 03:42:18 +0000</pubDate>
		<guid>http://strategimanajemen.net/2009/08/31/innovation-war-blackberry-vs-nokia/#comment-4959</guid>
		<description>wah, hebat, aku nonton neh, di Metro Tv, tambah sukses deh...ajarin doong...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>wah, hebat, aku nonton neh, di Metro Tv, tambah sukses deh&#8230;ajarin doong&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: dhix</title>
		<link>http://strategimanajemen.net/2009/08/31/innovation-war-blackberry-vs-nokia/#comment-4926</link>
		<author>dhix</author>
		<pubDate>Sun, 11 Oct 2009 13:23:53 +0000</pubDate>
		<guid>http://strategimanajemen.net/2009/08/31/innovation-war-blackberry-vs-nokia/#comment-4926</guid>
		<description>haha, berarti itu tandanya masyrakat Indonesia sudah semakin cerdas atau memang semakin "cerdas". ada yg blg aduh BB gw ke lock, tp gak pa pa de yg pentink msh bs di tenteng.. hahaha, intiny masyarakat msh penganut group think, dan penganut prestige. emang sblm BB kluar gmn pasar smartphone dan Pocket PC apakah sampe 20% pasarnya?? saya rasa tidak smp, BB mengubah prilaku konsumen di Indonesia, sebuah fenomena yg sangat menarik</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>haha, berarti itu tandanya masyrakat Indonesia sudah semakin cerdas atau memang semakin &#8220;cerdas&#8221;. ada yg blg aduh BB gw ke lock, tp gak pa pa de yg pentink msh bs di tenteng.. hahaha, intiny masyarakat msh penganut group think, dan penganut prestige. emang sblm BB kluar gmn pasar smartphone dan Pocket PC apakah sampe 20% pasarnya?? saya rasa tidak smp, BB mengubah prilaku konsumen di Indonesia, sebuah fenomena yg sangat menarik</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
