<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress/2.2.1" -->
<rss version="2.0" 
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/">
<channel>
	<title>Comments on: 4 Pilar Creative Thinking Skills</title>
	<link>http://strategimanajemen.net/2009/12/21/4-pilar-creative-thinking-skills/</link>
	<description>Sajian renyah tentang management skills + business strategy</description>
	<pubDate>Sat, 31 Jul 2010 20:08:14 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.2.1</generator>

	<item>
		<title>By: arsyabil</title>
		<link>http://strategimanajemen.net/2009/12/21/4-pilar-creative-thinking-skills/#comment-6664</link>
		<author>arsyabil</author>
		<pubDate>Thu, 10 Jun 2010 06:23:16 +0000</pubDate>
		<guid>http://strategimanajemen.net/2009/12/21/4-pilar-creative-thinking-skills/#comment-6664</guid>
		<description>4 PILAR KETRAMPILAN BERFIKIR KREATIF. HEM. .  . "INSPIRING".</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>4 PILAR KETRAMPILAN BERFIKIR KREATIF. HEM. .  . &#8220;INSPIRING&#8221;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ibnu</title>
		<link>http://strategimanajemen.net/2009/12/21/4-pilar-creative-thinking-skills/#comment-6439</link>
		<author>Ibnu</author>
		<pubDate>Thu, 13 May 2010 03:55:59 +0000</pubDate>
		<guid>http://strategimanajemen.net/2009/12/21/4-pilar-creative-thinking-skills/#comment-6439</guid>
		<description>Mas Yodhia, mungkin kurang 1 Hal lagi yang perlu di tambahkan; yaitu unsur ke 5. Evaluating, untuk mengukur sejauh mana keberhasilan dari suatu pekerjaan, kendala2 yang muncul dan kemudian mencari solusi jalan keluarnya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mas Yodhia, mungkin kurang 1 Hal lagi yang perlu di tambahkan; yaitu unsur ke 5. Evaluating, untuk mengukur sejauh mana keberhasilan dari suatu pekerjaan, kendala2 yang muncul dan kemudian mencari solusi jalan keluarnya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: adi</title>
		<link>http://strategimanajemen.net/2009/12/21/4-pilar-creative-thinking-skills/#comment-6406</link>
		<author>adi</author>
		<pubDate>Tue, 04 May 2010 09:49:37 +0000</pubDate>
		<guid>http://strategimanajemen.net/2009/12/21/4-pilar-creative-thinking-skills/#comment-6406</guid>
		<description>bosan out of the box ngga ada yg mau dengar !</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>bosan out of the box ngga ada yg mau dengar !</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Yudi</title>
		<link>http://strategimanajemen.net/2009/12/21/4-pilar-creative-thinking-skills/#comment-5463</link>
		<author>Yudi</author>
		<pubDate>Mon, 04 Jan 2010 05:15:30 +0000</pubDate>
		<guid>http://strategimanajemen.net/2009/12/21/4-pilar-creative-thinking-skills/#comment-5463</guid>
		<description>Yah..matriksnya kok hancur si pas di posting.. :(

Yudi</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Yah..matriksnya kok hancur si pas di posting.. <img src='http://strategimanajemen.net/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Yudi</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Yudi</title>
		<link>http://strategimanajemen.net/2009/12/21/4-pilar-creative-thinking-skills/#comment-5462</link>
		<author>Yudi</author>
		<pubDate>Mon, 04 Jan 2010 05:13:55 +0000</pubDate>
		<guid>http://strategimanajemen.net/2009/12/21/4-pilar-creative-thinking-skills/#comment-5462</guid>
		<description>Kreatif adalah berfikir di luar kotak
Analitis adalah cermin utk melihat sejauh mana kreatif berjalan seperti yg diinginkan

Jadi untuk menghasilkan inovasi yang sukses ya harus kreatif sekaligus analitis. Karena memang kreatif harus memberikan nilai balik komersil.
Kreatif yang berlebihan justru membuat perusahaan tidak fokus memilih ide terbaik mana yang harus diambil sekaligus banyak kreatif adalah banyak biaya dan banyak waktu. Jadi untuk membuat kreatif tepat guna adalah dengan analisis.

Pertumbuhan nilai tanpa inovasi adalah pertumbuhan hanya jangka pendek, dan inovasi tanpa pertumbuhan adalah merugi.
Jadi inovasi yg tepat guna adalah bukan hanya sekedar ide baru untuk mendapatkan keuntungan, melainkan cara bisnis bertahan hidup.

Seperti yg dipublikasikan oleh Wharton School dalam matriks inovasinya,
Dalam bisnis, inovasi dapat dilakukan pada 2 dimensi: Teknologi dan Model Bisnis.
                                    INOVASI
                       &#124;               &#124;
                   Baru&#124; Semi Radikal  &#124; Radikal
Teknologi              &#124;---------------&#124;--------------
           Pengembangan&#124; Inkremental   &#124; Semi Radikal
             Yg Sdh ada&#124;----------------------------
                          Pengembangan      Baru
                           Yg Sdh ada

                                  Model Bisnis


Contoh:
Aple: Dengan inovasi semi radikal Ipod nya dari ide perubahan teknologi dan inovasi semi radikal Itunes nya dari perubahan model bisnis.

Perusahaan yang kecil, yang baru, atau baru bangkit dari keterpurukan memang biasanya mengambil inovasi yang radikal atau semi radikal karena memang berani mengambil resiko atas marketshare yang baru sedikit dimiliki. 
Namun untuk perusahaan yang maju dan mapan serta mature biasanya lebih konservatif dalam hal inovasi alias paling mentok ngambil inovasi inkremental atas marketshare yg sudah besar dan menguntungkan.

Jadi kunci utama untuk menumbuhkan inovasi adalah Management Puncak dalam memutuskan inovasi seperti apa yang harus diambil (inkremental, semi radikal, atau radikal). Barulah bisa dibuat model pengelolaan inovasi yang gampang-gampang susah itu untuk diterapkan, namun sekali lagi hal ini membutuhkan seorang pemimpin dalam management puncak yg capable dalam memutuskan.

Jika ada yang salah mohon diperbaiki.

Thanks
Yudi</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kreatif adalah berfikir di luar kotak<br />
Analitis adalah cermin utk melihat sejauh mana kreatif berjalan seperti yg diinginkan</p>
<p>Jadi untuk menghasilkan inovasi yang sukses ya harus kreatif sekaligus analitis. Karena memang kreatif harus memberikan nilai balik komersil.<br />
Kreatif yang berlebihan justru membuat perusahaan tidak fokus memilih ide terbaik mana yang harus diambil sekaligus banyak kreatif adalah banyak biaya dan banyak waktu. Jadi untuk membuat kreatif tepat guna adalah dengan analisis.</p>
<p>Pertumbuhan nilai tanpa inovasi adalah pertumbuhan hanya jangka pendek, dan inovasi tanpa pertumbuhan adalah merugi.<br />
Jadi inovasi yg tepat guna adalah bukan hanya sekedar ide baru untuk mendapatkan keuntungan, melainkan cara bisnis bertahan hidup.</p>
<p>Seperti yg dipublikasikan oleh Wharton School dalam matriks inovasinya,<br />
Dalam bisnis, inovasi dapat dilakukan pada 2 dimensi: Teknologi dan Model Bisnis.<br />
                                    INOVASI<br />
                       |               |<br />
                   Baru| Semi Radikal  | Radikal<br />
Teknologi              |&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;|&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;<br />
           Pengembangan| Inkremental   | Semi Radikal<br />
             Yg Sdh ada|&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-<br />
                          Pengembangan      Baru<br />
                           Yg Sdh ada</p>
<p>                                  Model Bisnis</p>
<p>Contoh:<br />
Aple: Dengan inovasi semi radikal Ipod nya dari ide perubahan teknologi dan inovasi semi radikal Itunes nya dari perubahan model bisnis.</p>
<p>Perusahaan yang kecil, yang baru, atau baru bangkit dari keterpurukan memang biasanya mengambil inovasi yang radikal atau semi radikal karena memang berani mengambil resiko atas marketshare yang baru sedikit dimiliki.<br />
Namun untuk perusahaan yang maju dan mapan serta mature biasanya lebih konservatif dalam hal inovasi alias paling mentok ngambil inovasi inkremental atas marketshare yg sudah besar dan menguntungkan.</p>
<p>Jadi kunci utama untuk menumbuhkan inovasi adalah Management Puncak dalam memutuskan inovasi seperti apa yang harus diambil (inkremental, semi radikal, atau radikal). Barulah bisa dibuat model pengelolaan inovasi yang gampang-gampang susah itu untuk diterapkan, namun sekali lagi hal ini membutuhkan seorang pemimpin dalam management puncak yg capable dalam memutuskan.</p>
<p>Jika ada yang salah mohon diperbaiki.</p>
<p>Thanks<br />
Yudi</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: lutfi</title>
		<link>http://strategimanajemen.net/2009/12/21/4-pilar-creative-thinking-skills/#comment-5437</link>
		<author>lutfi</author>
		<pubDate>Sun, 03 Jan 2010 01:44:40 +0000</pubDate>
		<guid>http://strategimanajemen.net/2009/12/21/4-pilar-creative-thinking-skills/#comment-5437</guid>
		<description>kita harus selalu berusaha dan berusaha tidak boleh putus asa kayak om thomas edison</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kita harus selalu berusaha dan berusaha tidak boleh putus asa kayak om thomas edison</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: pesanlogo</title>
		<link>http://strategimanajemen.net/2009/12/21/4-pilar-creative-thinking-skills/#comment-5419</link>
		<author>pesanlogo</author>
		<pubDate>Wed, 30 Dec 2009 03:09:13 +0000</pubDate>
		<guid>http://strategimanajemen.net/2009/12/21/4-pilar-creative-thinking-skills/#comment-5419</guid>
		<description>bagus artikel2nya. salam kenal pak :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>bagus artikel2nya. salam kenal pak <img src='http://strategimanajemen.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
