<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress/2.3" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Human Capital Flight : Terbangnya Insan-Insan Brilian ke Negeri Seberang</title>
	<link>http://strategimanajemen.net/2010/05/10/human-capital-flight-terbangnya-insan-insan-brilian-ke-negeri-seberang/</link>
	<description>Sajian renyah tentang management skills + business strategy</description>
	<pubDate>Thu, 17 May 2012 13:10:38 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.3</generator>
		<item>
		<title>By: Supriyomo</title>
		<link>http://strategimanajemen.net/2010/05/10/human-capital-flight-terbangnya-insan-insan-brilian-ke-negeri-seberang/#comment-9726</link>
		<dc:creator>Supriyomo</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 May 2011 07:22:35 +0000</pubDate>
		<guid>http://strategimanajemen.net/2010/05/10/human-capital-flight-terbangnya-insan-insan-brilian-ke-negeri-seberang/#comment-9726</guid>
		<description>Hebat.. sangat menginspirasi</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Hebat.. sangat menginspirasi</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: franky sahupala</title>
		<link>http://strategimanajemen.net/2010/05/10/human-capital-flight-terbangnya-insan-insan-brilian-ke-negeri-seberang/#comment-6706</link>
		<dc:creator>franky sahupala</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 15 Jun 2010 03:30:46 +0000</pubDate>
		<guid>http://strategimanajemen.net/2010/05/10/human-capital-flight-terbangnya-insan-insan-brilian-ke-negeri-seberang/#comment-6706</guid>
		<description>Keinginan dan kebutuhan pemerintah tidak beririsan vis a vis dengan 'personal', seseorang dengan kemampuan 'pintar, cerdas, berbakat' baik IQ, EQ, SQ atau ajpapun. Kebebasan menjadi tema sentral atas kehidupan setiap orang, dan juga berbangsa dan bernegara.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Keinginan dan kebutuhan pemerintah tidak beririsan vis a vis dengan &#8216;personal&#8217;, seseorang dengan kemampuan &#8216;pintar, cerdas, berbakat&#8217; baik IQ, EQ, SQ atau ajpapun. Kebebasan menjadi tema sentral atas kehidupan setiap orang, dan juga berbangsa dan bernegara.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: fahri subang</title>
		<link>http://strategimanajemen.net/2010/05/10/human-capital-flight-terbangnya-insan-insan-brilian-ke-negeri-seberang/#comment-6606</link>
		<dc:creator>fahri subang</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 06 Jun 2010 03:46:45 +0000</pubDate>
		<guid>http://strategimanajemen.net/2010/05/10/human-capital-flight-terbangnya-insan-insan-brilian-ke-negeri-seberang/#comment-6606</guid>
		<description>fenomena brain drain memang tdk bisa dihindari. sy setuju solusi mendasarnya memang tergantung dari keberanian pemerintah untuk mengambil sikap. bukan saja berani menyiapkan dana riset yg besar misalnya, atau menyediana sarana-prasana atau apapun perangkat lainnya yang mendukung. Sehingga profesi, keahlian, potensi SDM anak negri bisa berkembang optimal u membangun bangsa ini. solusi secar personal adalah kesadaran para SDM hebat tadi u sadar pulang kampung demi sebuah nasionalisme dan idealisme... mungkin klise banget tapi itu lah kenyataannya. tanpa itu, kita hanya mengukur segalanya dengan materi. dan saya yakin, fenomena brain drain juga termasuk agenda negara maju untuk merekrut SDM hebat dr negri2 berpotensi, spt Indonesia, India dn Cina. krn secr kuantitatif mrk jg punya masalah dg SDM dlm negri mrk sendiri, dn menutupnya dg cr brain drain td.. apakah diantara agenda negara maju dlm brain drain ini jg untuk melemahkan negara2 brpotensi tadi, agar SDM2 hebatnya tdk membangun dn memajukan negara2 mereka sendiri..? mengingat mrk negara kapitalis yg ingin tetap menguasai ekonomi dunia. Allahu a'lam. yg pasti indonesia, india dan pakistan misalnya, banyak kehilangan SDM hebat disaat negri2 itupun termehek-mehek dlm kesejahteraan. mksh ats pencerahannya mas Yod..!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>fenomena brain drain memang tdk bisa dihindari. sy setuju solusi mendasarnya memang tergantung dari keberanian pemerintah untuk mengambil sikap. bukan saja berani menyiapkan dana riset yg besar misalnya, atau menyediana sarana-prasana atau apapun perangkat lainnya yang mendukung. Sehingga profesi, keahlian, potensi SDM anak negri bisa berkembang optimal u membangun bangsa ini. solusi secar personal adalah kesadaran para SDM hebat tadi u sadar pulang kampung demi sebuah nasionalisme dan idealisme&#8230; mungkin klise banget tapi itu lah kenyataannya. tanpa itu, kita hanya mengukur segalanya dengan materi. dan saya yakin, fenomena brain drain juga termasuk agenda negara maju untuk merekrut SDM hebat dr negri2 berpotensi, spt Indonesia, India dn Cina. krn secr kuantitatif mrk jg punya masalah dg SDM dlm negri mrk sendiri, dn menutupnya dg cr brain drain td.. apakah diantara agenda negara maju dlm brain drain ini jg untuk melemahkan negara2 brpotensi tadi, agar SDM2 hebatnya tdk membangun dn memajukan negara2 mereka sendiri..? mengingat mrk negara kapitalis yg ingin tetap menguasai ekonomi dunia. Allahu a&#8217;lam. yg pasti indonesia, india dan pakistan misalnya, banyak kehilangan SDM hebat disaat negri2 itupun termehek-mehek dlm kesejahteraan. mksh ats pencerahannya mas Yod..!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: hendro</title>
		<link>http://strategimanajemen.net/2010/05/10/human-capital-flight-terbangnya-insan-insan-brilian-ke-negeri-seberang/#comment-6518</link>
		<dc:creator>hendro</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 29 May 2010 16:35:31 +0000</pubDate>
		<guid>http://strategimanajemen.net/2010/05/10/human-capital-flight-terbangnya-insan-insan-brilian-ke-negeri-seberang/#comment-6518</guid>
		<description>Memang betul bahwa kita tidak bisa mengandalkan nasionalisme semata agar ada orang-orang seperti Sangkot Marzuki di masa kini. Pemerintah mestinya memiliki rencana bagaimana melakukan repatriasi bakat dari luar negeri, kalau pun tidak semua ya sebagian yang memang diperlukan untuk mendorong kemajuan di bidang-bidang unggulan tertentu. Pemerintah Cina pada tingkat pusat maupun daerah melakukan ini. Mereka menyadari bahwa bakat adalah sesuatu yang diperebutkan di tingkat dunia...bangsa yang menguasai bakat manusia terbaik akan mendapat tempat yang terhormat di percaturan internasional. Untuk itu, para profesor purna waktu atau yang setara dan berkaliber dunia mereka panggil pulang dengan iming-iming biaya repatriasi sampai 1.4 milyar dan gaji serta tunjangan bersaing.

Menarik untuk dicermati bahwa Cina--seperti juga Malaysia--menamai Kementerian Tenaga Kerja mereka dengan Kementerian Sumber Daya Manusia. Saya kira ini bukan semata semantik, tapi mencerminkan perbedaan paradigma. Bila Kementerian kita memandang manusia sebagai sumber daya, seperti halnya menteri ESDM mengelola sumber daya energi dan mineral, mungkin akan lebih bijak melihat persoalan SDM bangsa ini, termasuk urusan brain drain ini.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Memang betul bahwa kita tidak bisa mengandalkan nasionalisme semata agar ada orang-orang seperti Sangkot Marzuki di masa kini. Pemerintah mestinya memiliki rencana bagaimana melakukan repatriasi bakat dari luar negeri, kalau pun tidak semua ya sebagian yang memang diperlukan untuk mendorong kemajuan di bidang-bidang unggulan tertentu. Pemerintah Cina pada tingkat pusat maupun daerah melakukan ini. Mereka menyadari bahwa bakat adalah sesuatu yang diperebutkan di tingkat dunia&#8230;bangsa yang menguasai bakat manusia terbaik akan mendapat tempat yang terhormat di percaturan internasional. Untuk itu, para profesor purna waktu atau yang setara dan berkaliber dunia mereka panggil pulang dengan iming-iming biaya repatriasi sampai 1.4 milyar dan gaji serta tunjangan bersaing.</p>
<p>Menarik untuk dicermati bahwa Cina&#8211;seperti juga Malaysia&#8211;menamai Kementerian Tenaga Kerja mereka dengan Kementerian Sumber Daya Manusia. Saya kira ini bukan semata semantik, tapi mencerminkan perbedaan paradigma. Bila Kementerian kita memandang manusia sebagai sumber daya, seperti halnya menteri ESDM mengelola sumber daya energi dan mineral, mungkin akan lebih bijak melihat persoalan SDM bangsa ini, termasuk urusan brain drain ini.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Rose</title>
		<link>http://strategimanajemen.net/2010/05/10/human-capital-flight-terbangnya-insan-insan-brilian-ke-negeri-seberang/#comment-6510</link>
		<dc:creator>Rose</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 27 May 2010 00:38:06 +0000</pubDate>
		<guid>http://strategimanajemen.net/2010/05/10/human-capital-flight-terbangnya-insan-insan-brilian-ke-negeri-seberang/#comment-6510</guid>
		<description>Sebenarnya untuk mengabdi pada bangsa tidak harus tinggal di Indonesia.  Tinggal di LN justru bermanfaat untuk membuka hubungan dengan lebih baik.  Jadi, yang berkarir di LN jangan cuma untuk diri sendiri saja, tapi harus bisa membuka peluang buat yang lain supaya lebih mudah belajar/bekerja di tempatnya berkarir saat ini.  Seperti orang India kan kalau sudah ada 1 yang sukses di Amerika, maka gak lama dia akan mengajak 10 orang India lagi bersamanya.  
Kalau orang Indonesia berprestasi di LN juga akan berdampak meningkatkan citra positif bangsa toh?  Jangan seperti sekarang, mengajukan proposal riset kalau pakai institusi dari Indonesia susah tembus, padahal metodenya sih sama saja dengan proposal dari negara lain.  Cuma pemberi dananya kan harus percaya bahwa yang mau diberi dana sanggup mengerjakan seperti di proposal.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sebenarnya untuk mengabdi pada bangsa tidak harus tinggal di Indonesia.  Tinggal di LN justru bermanfaat untuk membuka hubungan dengan lebih baik.  Jadi, yang berkarir di LN jangan cuma untuk diri sendiri saja, tapi harus bisa membuka peluang buat yang lain supaya lebih mudah belajar/bekerja di tempatnya berkarir saat ini.  Seperti orang India kan kalau sudah ada 1 yang sukses di Amerika, maka gak lama dia akan mengajak 10 orang India lagi bersamanya.<br />
Kalau orang Indonesia berprestasi di LN juga akan berdampak meningkatkan citra positif bangsa toh?  Jangan seperti sekarang, mengajukan proposal riset kalau pakai institusi dari Indonesia susah tembus, padahal metodenya sih sama saja dengan proposal dari negara lain.  Cuma pemberi dananya kan harus percaya bahwa yang mau diberi dana sanggup mengerjakan seperti di proposal.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Harian</title>
		<link>http://strategimanajemen.net/2010/05/10/human-capital-flight-terbangnya-insan-insan-brilian-ke-negeri-seberang/#comment-6469</link>
		<dc:creator>Harian</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 19 May 2010 09:28:13 +0000</pubDate>
		<guid>http://strategimanajemen.net/2010/05/10/human-capital-flight-terbangnya-insan-insan-brilian-ke-negeri-seberang/#comment-6469</guid>
		<description>Apa itu Negara, Negeri dan juga Nasionalisme terdefinisi ulang di era 2.0 ini. Negara 2.0 dan nasionalisme 2.0 barangkali lebih dari sekadar tafsir geografis.

Beberapa teman saya juga sedang skill parking  di negeri seberang. Mudah2an mereka segera kembali dan membangun kebaikan bersama kita disini.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Apa itu Negara, Negeri dan juga Nasionalisme terdefinisi ulang di era 2.0 ini. Negara 2.0 dan nasionalisme 2.0 barangkali lebih dari sekadar tafsir geografis.</p>
<p>Beberapa teman saya juga sedang skill parking  di negeri seberang. Mudah2an mereka segera kembali dan membangun kebaikan bersama kita disini.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: efri</title>
		<link>http://strategimanajemen.net/2010/05/10/human-capital-flight-terbangnya-insan-insan-brilian-ke-negeri-seberang/#comment-6444</link>
		<dc:creator>efri</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 15 May 2010 20:29:42 +0000</pubDate>
		<guid>http://strategimanajemen.net/2010/05/10/human-capital-flight-terbangnya-insan-insan-brilian-ke-negeri-seberang/#comment-6444</guid>
		<description>inilah tugas kita, generasi sekarang dan akan datang...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>inilah tugas kita, generasi sekarang dan akan datang&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

