Setiap menjelang lebaran, pasar mobil di tanah air – baik mobil bekas ataupun baru – selalu semarak dan sumringah. Bukan apa –apa. Banyak orang yang ingin mobilnya terlihat lebih kinclong saat harus pulang mudik ke kampung halaman.

Bukan itu saja. Seiring ledakan kaum kelas menengah di tanah air, penjualan mobil juga terus melaju dengan kencang. Tahun lalu, penjualan mobil di Indonesia tembus angka 1 juta unit, rekor tertinggi dalam sejarah.

Dan Toyota sebagai market leader, tentu yang paling senang dengan fenomena itu.

Lalu, siasat apa yang membuat mereka menjadi legenda? Pilihan strategi kunci apa yang membuat Toyota menjadi Toyota seperti yang kita kenal hari ini?

Sebelum menelisik strategi yang dijalankan Toyota untuk menguasai pasar otomotif di Indonesia, berikut data penjualan mobil penumpang (passenger cars) terlaris sepanjang tahun 2012 :

1. Toyota Avanza 192.146 unit
2. Daihatsu Xenia 73.418 unit
3. Kijang Innova 71.685 unit
4. Nissan Grand Livina 34.129 unit
5. Suzuki Ertiga 34.074 unit
6. Toyota Rush 34.033 unit

7. Toyota Yaris 27.809 unit
8. Daihatsu Terios 23.949 unit
9. Honda Jazz 21.244 unit
10. Honda Freed 19.811 unit
11. Toyota Fortuner 18.528 unit
12. Honda CRV 14.753 unit

Seperti yang terlihat dalam data diatas, penjualan Toyota Avanza berada di peringkat satu, jauh meninggalkan penjualan mobil lainnya (maka pantas jika mobil ini juga disebut mobil sejuta umat).

Dari peringkat diatas, terlihat betapa merk-merk mobil Toyota mendominasi dengan Avanza, Innova, Rush dan Yaris, serta juga Daihatsu Xenia (saham Daihatsu Jepang kini juga dimiliki oleh Toyota Jepang).

(Catatan : jika Anda ingin membeli mobil, sebaiknya pilih daftar merk diatas supaya RESALE VALUE-nya tidak jatuh. Makin laris sebuah merk mobil, maka harga jual kembalinya juga akan bagus).

Ada tiga strategi yang mungkin punya peran krusial dalam penguasaan Toyota dalam pasar otomotif di Indonesia. Mari kita telisik satu demi satu.

Strategy # 1 : First Mover. Dalam pasar mobil di tanah air yang mulai tumbuh pesat di tahun 70-an, maka Toyota adalah brand yang termasuk first mover (sejalan dengan laju investasi PMA Jepang ke Indonesia saat Order Baru mulai berkuasa).

Dengan posisi sebagai first mover, maka brand Toyota menjadi lebih awal dalam menancapkan image kuat di kalangan konsumen Indonesia. Kelak di kemudian hari, keuntungan ini menjadi pilar Toyota dalam mendominasi pasar mobil tanah air.

Sebaliknya, di pasar China dan Eropa, Toyota bukan sebagai First Mover (namun Late Follower). Akibatnya, penjualan mobil Toyota di dua negara itu agak jauh tertinggal dibanding merk lainnya seperti Volkswagen (market leader di Eropa dan China).

Strategy # 2 : Quality and Reliability. Keunggulan utama Toyota sebenarnya lebih terletak pada sisi keandalan mesin-mesin mobilnya. Lebih awet dan tahan lama. Berbagai survei dunia mengenai keandalan mutu mobil menunjukkan merek Toyota hampir selalu berada di peringkat no. 1.

Sebaliknya, dari sisi desain, pengamat otomotif sejatinya lebih mengakui keunggulan Honda. Desain Honda Freed misalnya, tampak lebih manis dibanding Innova. Pun demikian, desain Honda Jazz lebih futuristik dibanding Yaris.

Kalau saja Honda mengeluarkan model sekelas Avanza (small MPV), mungkin desainnya akan lebih manis. Dan dengan itu, Honda bisa ikut merebut pangsa Avanza yang seolah tidak pernah mendapat lawan tangguh (sebelum akhirnya Suzuki Ertiga dan kini Chevy Spin masuk dengan kisaran harga yang sama dengan Avanza).

Strategy # 3 : Focus on Customers’ Need. Projek Innova dan Avanza pada akhirnya merupakan dua ikon utama yang terus melestarikan legenda Toyota. Dua merek itu, terutama Avanza, dibangun dengan fokus pada kebutuhan konsumen mobil tanah air : muat banyak penumpang dan dengan harga yang lumayan terjangkau.

Inovasi Avanza juga lahir persis berimpitan dengan ledakan kemakmuran middle class di tanah air. Hasilnya jadi fenomenal : seperti yang terlihat pada data diatas, angka penjualan Avanza sangat fantastis.

Mungkin kreator Avanza-nya hebat juga : bisa memprediksi dengan akurat akan terjadinya
ledakan kemakmuran di tanah air (Pebisnis ulung memang bisa menangkap peluang dengan perbuatan nyata. Bukan dengan hanya menonton bengong).

Demikianlah, tiga pilar strategi yang melentingkan kejayaan Toyota dalam bisnis mobil di Indonesia. Legenda Toyota mungkin masih akan bertahan dengan lama (mereka tidak akan mengulangi kesalahan Sony dan Sharp yang dilibas oleh Samsung).

Jadi, omong-omong, Anda akan mudik pulang kampung dengan mobil Toyota yang mana?

Dengan Toyota Avanza, Innova atau Toyota Alphard? Mudah-mudahan dengan yang terakhir ya :)