Revolusi Big Digital Data : Saat Arah Masa Depanmu dengan Mudah Bisa Ditebak

Minggu lalu telah dibentangkan sejumlah fakta yang cukup mengejutkan tentang ledakan data-data digital. Misal dalam satu hari saja : terdapat 2,8 milyar pencarian via Google, 864 juta status diupload di Facebook, 822 ribu website baru dilahirkan, dan terdapat transaksi rp 4,3 triliun dalam e-commerce.

Ledakan data-data digital itu lalu memunculkan fenomena baru yang kini dikenal dengan istilah : big data revolution. Tentang bagaimana jutaan data digital itu diulik untuk menebak perilaku Anda di masa depan.

Ya, diam-diam tumpukan data digital itu bisa dengan presisi menebak arah nasib Anda di masa mendatang.

Bagi orang awam, tumpukan 864 juta status yang tiap hari di upload di Facebook itu mungkin hanya sampah (junk information). Namun bagi seorang “data scientist”, tumpukan data itu adalah harta karun.

Data scientist adalah jenis profesi baru yang melambung dalam era revolusi big data ini. Tugasnya mengulik jutaan data digital yang berserakan, dan kemudian memasaknya untuk menemukan pola, pattern, dan voila, menemukan prediksi yang akurat tentang arah perilaku masa depan kita.

Contoh sederhana : dari jejak digital yang saya patrikan di blog ini, dalam kolom komen di blog orang lain, dalam transaski online yang saya lakukan, serta ribuan status saya di Facebook, Twitter dan Instagram; seorang data scientist bisa dengan akurat memprediksi : minat saya, produk apa saja yang AKAN saya beli, berapa jumlah tabungan yang saya miliki, berapa besar biaya pulsa saya dalam sebulan, serta ada berapa kartu kredit ada di dompet saya.

Apa yang kemudian terjadi jika “data-data” itu dijual atau dimanfaatkan oleh produsen besar?

Tentu saja saya akan dengan “mudah” dibujuk dan “masuk perangkap”; sebab bahan-bahan promosi yang mereka gunakan sudah disesuaikan PERSIS dengan selera, jumlah tabungan, dan arah minat yang saya miliki.

Dalam banyak hal, situasi seperti diatas sudah terjadi. Sebagai pelanggan setia Amazon.com (toko buku online terbesar di dunia); saya sering browsing dan membeli buku-buku dari mereka.

Tanpa saya bilang, mereka kemudian tahu pola selera saya. Besok-besok, saat saya mampir, mereka memunculkan sejumlah rekomendasi buku yang layak dibeli.

Dan ajaibnya : rekomendasi yang mereka tawarkan persis dengan minat dan selera buku yang saya ingin beli. Dengan mudah saya “masuk perangkap Amazon”. Dan akhirnya, beli buku lagi.

Dalam menggoreng jutaan data digital, seorang Data Scientist dibekali dengan apa yang disebut sebagai “Analytical Software”. Smart software inilah yang akan melacak pattern dan pola dari jutaan data digital yang berserakan.

Dalam skala yang kecil dan sederhana; saya ingin menunjukkan kekuatan analytical software ini. Dalam mengelola blog ini saya dibekali dengan analytical software. Dari software ini, saya kemudian bisa melacak mana tulisan-tulisan di blog ini yang paling banyak dibaca dan juga mendapat komentar terbanyak.

Tanpa survei, saya kemudian dengan segera bisa tahu jenis tulisan apa saja yang digemari oleh pembaca blog ini (dan juga tulisan apa yang kurang begitu disukai).

Dengan bantuan seorang data scientist dan advance analytical software, saya sejatinya bisa melakukan analisa prediktif yang akurat. Misal, dari tulisan yang sedang Anda baca ini, saya bisa menebak berapa orang yang AKAN membacanya, dan berapa jumlah komentar yang AKAN masuk (bahkan sebelum tulisan itu diterbitkan).

Itulah contoh sederhana yang mengambil kasus blog ini. Proses serupa bisa dilakukan media atau perusahaan besar yang melibatkan jutaan data digital pelanggan dan pembacanya.

Informasi yang didapat bisa sangat powerful : sebab jika sebuah produsen bisa memprediksi arah perilaku masa depan para pelanggannya dengan akurat; profit bisa dicetak dengan laju secepat kilat.

Dan dalam era revolusi BIG DATA digital, proses seperti itu telah menjadi kenyataan.

Contoh lain dalam skala yang agak besar : sebuah lembaga penelitian telah melacak jutaan data digital seluruh mahasiswa dari sebuah kampus di Amerika. Dari jutaan data digital yang dimasak itu, muncul temuan yang lumayan mencengangkan. Mereka bisa memprediksi dengan cukup akurat, siapa saja mahasiswa yang kelak akan sukses dalam hidupnya. Dan siapa yang akan hidup dengan penghasilan pas-pasan (mungkin hingga akhir hayatnya).

That’s the power of of big digital data revolution.

Dengan kata lain, jejak-jejak digital yang Anda tinggalkan dalam dunia maya ini memberikan infomasi yang amat kaya tentang diri Anda.

Informasi tentang apa minatmu, berapa penghasilanmu, dan yang paling penting : apakah kelak kamu akan sukses dalam hidup atau selalu terpuruk dalam hidup serba kekurangan.

Welcome to Digital Explosion. Welcome to Big Data Revolution.

Photo credit by : Apple

Related Post

5 Teknologi Masa Depan yang akan Menentukan Wajah Kehidupan Digital Anda Gelombang kemajuan teknologi digital terus bergemuruh bak kendang yang dipukul bertalu-talu. Revolusi teknologi terus bergegas menjulurkan asa tentang...
Telkom dan IndiHome : Raksasa Digital yang Kehilangan Arah dan Kebingungan Ditengah gemuruh revolusi digital yang terus melaju, Telkom Indonesia seperti raksasa yang limbung dan berjalan terhuyung-huyung. Setelah layanan t...
Mengapa Desain Blog Berubah? Demi Revolusi Smartphone Blog Strategi + Manajemen ini resmi diluncurkan pada Juli 2007. Selama 7 tahun lebih itu, isi blog ini selalu di-update tiap Senin pagi dengan penuh d...
30 comments on “Revolusi Big Digital Data : Saat Arah Masa Depanmu dengan Mudah Bisa Ditebak
  1. Benar sekali Pak, dengan maraknya big data dan internet of things memang jadi trend baru untuk bisa memprediksi sikap masyarakat digital. Bahkan bukan tidak mungkin yang notabene ‘maya’ kelak akan bergeser seakan sudah menjadi kehidupan ‘nyata’ sehari-hari.

  2. Perkembangan teknologi intelejen yang masuk ke ranah publik semakin nyata dalam kehidupan masyarakat konsumen maupun pelaku industri.

    Semakin cepat dan akurat suatu informasi dimiliki oleh pelaku industri, semakin mudah memenangkan pertempuran dalam menguasai pasar dan konsumen.

    Semoga bangsa kita semakin giat dalam menguasai jagat revolusi data ini, dan bukan hanya sebagai penonton bahkan menjadi korban pelaku industri semata. Semoga.

  3. Dear Yodhia,

    Big data digital memang bisa capture selera konsumen. Tetapi jika masyarakatnya belum teredukasi dengan baik,selera umum – jika terus menerus diakomodasi pelaku industri – bisa jadi malah menjerumuskan masyarakat itu sendiri.

    Misalnya, untuk kategori leisure time, konsumen suka merokok dan prostitusi,maka produsen produk bersangkutan bisa saja menggeber promosi ke target.

    Saya pikir produsen/pemanfaat data digital sebaiknya secara bijak juga dapat mengedukasi publik dengan merekomendasikan produk yang baik bagi publik. Bukan hanya baik bagi kantong empunya perusahaan. Jadi semacam CSR digital lah.

    Saya rasa pemerintah juga bisa menangkap aspirasi masyarakat dari data digital. Daripada harus menggaji (oknum) anggota DPR yang tidak kapok-kapoknya korupsi itu. Hehehe

  4. Ke depan data scientistnya juga mungkin digantikan mesin dengan AI. Komputer sedang dikembangkan untuk tdk lagi sekedar mengkalkulasi, tp juga berfikir.

  5. Kalau gak salah facebook punya script yg bisa dipasang di web/online shop jadi ketika pengujung datang dan melihat2 barang/artikel di web maka ketika dia kembali atau beraktivitas di facebook akan dibanjiri iklan yang sesuai dengan interestnya dan tentunya ini akan membuat konversi/sales lebih responsif..

    Contoh yang sudah menggunakan teknik marketing ini adalah lazada dan zalora 🙂

  6. Tulisan yang sangat gurih dan membuka wawasan.
    Semoga bisa menjadi inspirasi buat orang banyak.
    Selamat berkarya terus Pak Yodhia…

  7. sangat menyenangkan sekali bila kita dapat “belajar” dari data, tentu saja akan mudah mempelajarinya bila data sudah divisualisasi menjadi bentuk yg mudah dipahami..

  8. sampai sekarang saya masih merasa amazing setiap kali membaca frase ‘big data’, masih amazing juga dengan dampak revolusionernya. pikiran objektif ‘bodoh’ yang sampai sekarang belum ketemu jawabannya adalah: jadi apa data-data itu 30 tahun lagi?

    ada yang sudah tahu jawabannya? mohon sharingnya

  9. memang menarik untuk diteliti sesuatu yang berbau big data, yang merupakan bidang data mining dan business inteligent

  10. Mereka yang kreatif akan mampu mengolah data digital itu untuk menciptakan bisnis baru atau mempelajari pola pengguna internet, hingga mengoptimasinya menjadi cara pemasaran dengan internet (internet marketing)

  11. Tulisan yang amat menarik , saya percaya ini amat berfaedah bagi mereka yang membaca, saya nantikan pos berikutnya, apalagi
    mereka yang sedang mencari Busana Muslim dan mereka yang sedang belajar untuk menekuni dunia fashion

Comments are closed.