Rencana Aliansi Alibaba – Tokopedia dan Senjakala Mall di Indonesia

1.4.The-Dubai-MallInformasi yuang disajikan TechInAsia menyebut bahwa saat ini pihak Alibaba tengah berunding untuk mengucurkan dana investasi ke Tokopedia senilai Rp 6,5 triliun – sebuah jumlah investasi yang impresif.

Aliansi raksasa Alibaba dengan Tokopedia mungkin akan ikut menentukan masa depan wajah e-commerce di tanah air.

Apa implikasi dari aliansi itu terhadap lansekap bisnis retail di tanah air? Dan adakah itu juga sinyal bagi senjakala mal-mal offline di Indonesia?

Ada 3 catatan bisnis yang layak diulik dari rencana investasi masif Alibaba ke Tokopedia. Mari coba kita bedah satu demi satu.

Business Note # 1 : Winner Takes All Principle
Dalam industri e-commerce itu berlaku semacam prinsip Winner Takes All. Untuk meraih profit dan pertumbuhan eksponensial, pemenang pasar harus menguasai seluruh konsumen. Runner up dipaksa untuk jauh tertinggal dalam debu kekalahan.

Contoh ekstrem winner takes all adalah Amazon di Amerika dan Alibaba di China. Mereka adalah pemenang tunggal; dan sebagai winner, mereka takes all consumers. Akibatnya : Amazon dan Alibaba menjadi raksasa yang makin besar. The giants keep getting bigger.

(Dalam dunia medsos, prinsip winner takes all berlaku pada kemenangan fenomenal Facebook yang takes billion users around the world. Google Plus+ dilibas dalam luka bisnis yang amat menyakitkan).

Nah di arena e-commerce di Indonesia, belum ada winner that takes all markets.

Kompetisinya masih sangat ketat karena ada Lazada, Bukalapak, Elevania, dan Shopee – pemain baru yang mendadak naik daun. Juga ada MatahariMall.com (Lippo) yang sekarang entah arahnya mau kemana.

Tapi untuk menjadi winner takes all, butuh dana triliunan dan dukungan mitra strategis yang amat kuat.

Dana triliunan dibutuhkan untuk “membeli pertumbuhan pasar masa depan”. Harapannya, kelak bisa jadi pemenang tunggal, sehingga investasi triliunan itu menjadi worth it.

Nah, rencana investasi masif Alibaba ke Tokopedia ini mungkin sebuah jalan agar mereka menjadi Winners that Will Take All Customers.

Alibaba sendiri merupakan pemilik mayoritas saham Lazada Indonesia. Jika benar investasi itu terjadi, maka aliansi strategis dahsyat antara Lazada Indonesia dan Tokopedia akan terwujud. Kerjasama cross promotion dan cross selling antara Lazada dan Tokopedia akan sangat bagus bagi pertumbuhan bisnis mereka.

Aliansi Alibaba – Lazada – Tokopedia bisa membuat trio ini benar-benar menjadi winners take all yang akan menguasai pasar e-commerce Indonesia.

Bukalapak, Elevania, Shopee dan juga BliBli amat layak kuatir dengan manuver bisnis dari deal Alibaba – Tokopedia ini. Mereka harus segera melakukan antisipasi agar tak terjatuh dalam jalan kebangkrutan yang penuh duka.

Business Note # 2 : Senjakala Mall di Indonesia?
Ditengah gemuruh ledakan pertumbuhan bisnis e-commerce, diberitakan banyak pasar offline dan mall offline yang makin sepi pembeli.

Fyi, tahun ini ratusan mall di Amerika bangkrut dan tutup karena digilas oleh Amazon (pemain ecommerce terbesar di Amerika dan dunia). Kisah semacam ini mungkin kelak akan terjadi di tanah air.

Faktanya, memang makin banyak toko offline yang penjualannya menurun – terutama yang jualannya clothing, fashion, gadget dan asesorinya. Penjualan gerai Ramayana dan Matahari pada lebaran tahun ini misalnya, lebih rendah dibanding lebaran tahun lalu.

Penyebabnya sederhana : makin banyak orang yang belanja online pada ribuan toko yang ada di Tokopedia, Bukalapak atau Instagram.

Make no mistake. Mall akan tetap ramai namun mungkin hanya food court-nya. Orang ke mall hanya untuk makan. Sementara banyak gerai di mall seperti gerai fashion, arloji, kosmetik dan gadget yang makin sepi pembeli. Sebab ratusan ribu pembelinya sudah migrasi ke dunia maya.

Ke depan fenomena migrasi jutaan pembeli ke dunia maya itu akan makin banyak. Dan ini bisa membuat mal-mal di Indonesia menemui senjakala kesepian yang memilukan.

Data menunjukkan data total penjualan retail di Indonesia adalah Rp 4500 triliun. Sementara total penjualan retail dari online tahun lalu diperkirakan masih hanya sekitar Rp 65 triliun saja. Artinya belum ada 2%-nya. Sementara di China angkanya sudah tembus 20% dari total perdagangan.

Apa artinya? Maknanya potensi pertumbuhan online retail sales akan makin menanjak. Masih ada ruang yang amat masif untuk tumbuh. Kalau saja porsi penjualan online naik jadi 20% (10 kali lebih dari porsi saat ini), maka masih ada kue ratusan triliunan yang layak dikejar.

Nah, kalau porsi penjualan online naik jadi 20% saja, maka masa depan pasar-pasar offline dan mal di tanah air bisa makin muram.

Pasar dan gerai offline akan makin banyak yang bertumbangan. Namun di sisi lain, tumbuh ribuan gerai baru di Tokopedia, Bukalapak dan Shopee.

Patah tumbuh, hilang berganti. Esa hilang, dua terbilang.

Business Note # 3 : Tumbuhnya Ribuan Onlinepreneur Baru
Melesatnya marketplace seperti Tokopedia dan Lazada, dan juga Instagram Olshop, tak pelak telah melahirkan ribuan onlinepreneur baru yang mampu meraih profit masif.

Nilai transaksi di Tokopedia sendiri mencapai angka Rp 1 triliun per bulan atau Rp 33 milyar per hari (!).

Namun angka itupun tetap akan tumbuh terus. Seperti saya tulis diatas, potensi pertumbuhan penjualan online masih bisa naik hingga 10 kali (dari porsi 2% menjadi 20%).

Artinya penjualan harian di Tokopedia kelak akan bisa mencapi Rp 330 milyar per hari. Tinggal tunggu waktu saja. Niscaya akan terjadi.

Apa makna dari angka-angka penjualan yang amazing itu? Simpel : peluang bisnis online masih amat terbuka lebar.

Kini mungkin saatnya untuk juga ikut aktif menjemput peluang online business yang masif itu. Dan bukan hanya sekedar menjadi penonton yang pasif. Siapa tahu, profit puluhan juta bisa diraih.

Pertanyaannya : mau jualan online apa? Dan siapa supplier yang andal untuk kulakan barang dengan harga paling murah?

Faktanya, banyak pelapak di Tokopedia yang sukses raup omzet masif dengan berbekal informasi krusial tentang siapa saja supplier yang mampu sediakan produk andal dengan harga murah – untuk kemudian bisa dijual kembali di online marketpkace dengan margin keuntungan yang yang lumayan maknyuss.

Untuk memberikan solusi, saya akan merilis Database Katalog Supplier Terlengkap dan Termurah di Indonesia.

Melalui database supplier ini, Anda bisa mendapatkan kontak ribuan supplier TERMURAH dan TERLENGKAP untuk barang apa saja (mulai dari fashion, clothing, sepatu, tas hingga gadget dan sesorinya).

Jika Anda ingin sukses menjadi onlinpreneur di marketplace atau Instagram, Database Supplier itu mungkin adalah gold information – senjata kunci untuk menjalani bisnis yang profitabel.

Untuk mendapatkan informasi tentang cara mendapatkan database supplier yang priceless ini, silakan masukkan nama dan email Anda dalam list prioritas ini.

Take action now. Embrace the future of a better life.

Ya, Saya mau database suppliernya, mas!





Related Post

Crazy Valuation dan Misteri Cash Flow dari Tokopedia, Bukalapak dan Gojek Tokopedia, Bukalapak dan Gojek mungkin tiga online start up yang paling banyak dibicarakan dalam 3 tahun terkakhir, dalam jagat e-commerce tanah air. ...

24 comments on “Rencana Aliansi Alibaba – Tokopedia dan Senjakala Mall di Indonesia
  1. Waaaduh mas!

    Gara2 baca ini, aku rombak semua model bisnisku. Wow banget efeknya. Sampai2 tersentak betaoa pentingnya online business dan digital marketing.

    Terima kasih buat ulasan renyahnya

  2. Sangat menanti Database Supllier nya nih..
    Ibarat ladang Minyak baru, semua serba deg2an penuh harapan

    Ledakan Era Digital memang begitu mengharu biru..

Comments are closed.

Free Ebook

Dapatkan Lima Buku Dahsyat tentang Karir, Strategi Bisnis, Motivasi dan Financial Freedom secara GRATIS!