Respon Bisnis yang Harus Dilakukan untuk Menahan Ancaman Corona Outbreak

Jika dilihat dari growth rate kasus Corona di tanah air, pertumbuhannya terasa begitu mencengangkan, dan sekaligus mengerikan.

Hanya ada 2 kasus di tanggal 2 Maret. Per tanggal 14 Maret, hanya dalam dua minggu, angkanya sudah tembus 96 kasus atau naik 45 kali lipat !!

Apa yang Anda bayangkan jika dalam 2 bulan ke depan angka itu naik dalam skala yang sama?

Itu artinya saat minggu akhir bulan Ramadhan menjelang Hari Raya Idul Fitri, angka kasus Corona di tanah air akan tembus 4300an kasus, dan masih akan terus menanjak.

Dan bayangkan lagi jika angka itu tembus hanya dalam periode 2 hingga 4 minggu.

Skenario itu yang sudah terjadi di sejumlah negara.

Kecepatan penyebaran virus Corona memang bersifat eksponensial. Satu orang bisa menularkan ke 3 orang. Dari kelipatan 3 menyebar ke 9 orang, lalu 27 pasien baru, lanjut ke angka 243, angka 729, angka 2187, hingga ke angka 6561 pasien baru, dan seterusnya.

Yang agak mengejutkan dan mengerikan, angka fatality rate kasus Corona di Indonesia adalah TERTINGGI NOMER 2 DUNIA.

Berikut data fatality rate tertinggi pada 4 negara di dunia yang layak disimak dengan cermat :

China
Kasus Corona = 80.000
Meninggal = 3100
Fatality Rate = 3,96%

Iran
Kasus Corona = 12.700
Meninggal = 611
Fatality Rate = 4,81%

Italia
Kasus Corona = 21.200
Meninggal = 1441
Fatality Rate = 6,80%

INDONESIA
Kasus Corona = 96
Meninggal = 5
Fatality Rate = 5,21%

Dari 4 negara dengan fatality rate tertinggi dunia di atas, maka angka Indonesia tergolong buruk. (Singapore dan Malaysia punya 200-an kasus Corona, dan angka fatality rate-nya semua nol).

Skenario yang kelam adalah jika kasus Corona di Indonesia mengikuti jumlah kasus yang sama dengan di Iran, Italia atau bahkan di China sebagai episentrum penyebaran virus.

Melihat tren penyebaran kasus yang naik 45 kali lipat hanya dalam dua minggu, dan dengan fatality rate yang terburuk nomer dua dunia, maka kita bisa memprediksi bahwa jumlah kasus Corona di tanah air bisa tembus angka 5000 sd 10.000an kasus (dengan jumlah kematian pasien yang bisa tembus 500 nyawa).

Artinya, saya, Anda dan juga keluarga Anda semua punya risiko yang cukup tinggi untuk terkena virus Corona ini.

Kita BERHARAP angka dan skenario di atas TIDAK terjadi.

But HOPE is NOT a good strategy.

Melihat kinerja Menteri Kesehatan yang kurang memuaskan, kita jadi kurang yakin dengan kesigapan pemerintah dalam mengelola krisis Corona ini (apalagi ditambah dengan kultur birokrasi yang lamban dan acap mis-koordinasi).

Berikut 4 respon dari pelaku bisnis dan manajemen perusahaan untuk mengantisipasi semakin meluasnya serbuan Corona Outbreak.

Respon #1 : Saat Kasus Corona Di bawah 500

Inilah respon yang sudah harus dijalankan oleh para pelaku bisnis dan manajemen perusahaan saat ini (karena angka kasus saat ini masih di bawah 500 pasien).

Respon yang perlu dilakukan saat ini oleh para pengelola manajemen perusahaan adalah : membatalkan beragam corporate events dan client meeting yang melibatkan peserta di atas 50 orang. Batasi atau bahkan batalkan perjalanan dinas keluar kota. Kurangi kegiatan-kegiatan meeting di kantor, dan ubah meeting tatap muka menjadi online meeting dengan memanfaatkan aplikasi seperti Zoom (atau aplikasi video-conference lainnya).

Poinnya adalah : kurangi semaksimal mungkin peluang terjadinya proses interaksi fisik antar orang, atau kegiatan tatap muka yang terlalu banyak melibatkan orang. Sebab kita tahu, proses penularan di China, Italia dan Iran menjadi amat cepat, karena proses interaksi fisik antar orang ini.

Pihak perusahaan juga bisa mendorong penerapan “social distancing” atau perilaku untuk selalu menjaga jarak minimal 1 meter dengan orang yang bersin atau batuk (tentu saja karyawan yang suka bersin ini lebih baik diwajibkan memakai masker, atau bahkan diminta untuk kerja dari rumah saja).

Setiap perusahaan yang sudah mapan biasanya memiliki Departemen K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja) – sebuah departemen yang amat krusial perannya di saat seperti ini.

Para pengelola K3 harus secara proaktif menyediakan fasilitas penunjang kesehatan (seperti masker dan sabun cuci tangan anti septik) dan mendorong para karyawan untuk menerapkan gaya hidup sehat di kantornya.

Manajer atau Koordinator K3 juga harus rajin menyebarkan informasi yang valid tentang perilaku hidup sehat untuk menangkal Corona (dan menyaring informasi hoax yang rajin beredar di grup-grup WA).

Respon #2 : Saat Kasus Corona Tembus Angka 1000

Saat kasus Corona sudah mulai tembus angka 1000, maka seharusnya semua perusahaan diwajibkan untuk menjalankan aturan Work From Home bagi sebagian karyawannya.

Saat ini sudah ada beberapa perusahaan yang menjalankan kebijakan Bekerja dari Rumah ini, dan ini langkah yang bagus (sebagai perluasan dari prinsip “social distancing”).

Namun saat angka kasus sudah tembus 1000, seharusnya perusahaan dipaksa untuk menjalankan kebijakan Bekerja dari Rumah ini. Sekarang pihak HRD harus segera membuat SOP bagaimana proses pengelolaan pekerjaan dari rumah ini.

Konsep Bekerja dari Rumah ini sebenarnya bagus, sebab berdasar studi, selain bisa mengurangi kemacetan, ternyata kebijakan ini malah menaikkan level produktivitas karyawan.

Tentu saja ada sejumlah pekerjaan yang tidak bisa dijalankan dari rumah, seperti pekerjaan Satpam, Cleaning Service, Office Boy, Kasir, ataupun Teknisi Lapangan.

Namun menurut analisa saya, setidaknya ada 50% lebih pekerjaan yang sejatinya sangat bisa dikerjakan dari rumah (sepanjang ada koneksi internet yang stabil dan SOP yang jelas tentang penyelesaian pekerjaan dari rumah, dan komunikasi online yang bagus).

Mengurangi kehadiran fisik dan pertemuan antar orang di berbagai gedung perkantoran adalah cara efektif untuk mengurangi potensi penyebaran virus Corona. Dan ini bisa dilakukan dengan optimal melalui Konsep Bekerja dari Rumah.

Respon #3 : Saat Kasus Corona Tembus Angka 3000

Saat kasus Corona sudah mulai tembus angka 3000, maka seharusnya perusahaan meliburkan dan menutup kantor serta pabriknya dalam jangka waktu tertentu. Toko, kedai kopi kekinian, gerai jualan teh Boba, dan mal-mal juga harus ditutup sementara. Demikian juga kantor dan pabrik-pabrik.

Saat kantor, pabrik dan mal-mal tutup, maka sebagian karyawannya diharuskan bekerja dari rumah untuk menyelesaikan pekerjaan yang bisa dibereskan tanpa harus ke kantor.

Saat ini sekolah di Jakarta, Depok dan sebagian Bekasi sudah diliburkan selama dua minggu. Namun jika kantor dan mall masih tetap buka secara aktif, maka potensi penyebaran virus akan tetap terbuka lebar.

Yang kelam adalah jika dua minggu dari sekarang, angka kasus Corona malah makin meledak – apakah libur sekolah akan diperpanjang hingga sebulan lebih?

Kita belum tau bagaimana pergerakan angka kasusnya. Namun jika memang angka kasus sudah tembus 3000, maka sebaiknya kantor, pabrik dan mall juga ditutup untuk sementara waktu – demi mengurangi potensi penyebaran virus yang akan makin menggila.

Iran melakukan proses penutupan toko, mall dan kantor-kantor saat angka kasus sudah meledak ke angka 12.000 pasien – dan penutupan ini adalah sebuah langkah yang amat terlambat. Yang terjadi saat ini di Iran adalah CHAOS dan KEPANIKAN yang amat mendalam.

Kita jangan mengulangi kesalahan Iran (yang pejabatnya terus menerus denial dan mengatakan bahwa virus Corona adalah musuh asing. Silakan saja terus menyangkal, dan akhirnya ribuan rakyatnya jadi korban).

Respon #4 : Saat Kasus Corona Tembus Angka 5000 – Jakarta Lockdown?

Saat kasus Corona di Indonesia sudah tembus angka 5000, maka barangkali perlu dipikirkan opsi melakukan proses lock down terhadap kota Jakarta, Depok, Bekasi dan sekitarnya. Lock down artinya ditutup total. Pergerakan antar orang untuk masuk keluar Jakarta dan sekitarnya dilarang keras.

Tentu saja kerugian bisnis dan ekonomis-nya akan sangat masif, dan ekonomi bangsa Indonesia bisa mengalami kelumpuhan.

Namun jika kita menganggap bahwa kesehatan adalah yang paling utama, dan nyawa adalah our ultimate goal – maka Jakarta Lock Down barangkali perlu dilakukan jika nantinya memang kasus Corona tembus angka 5000.

Saat ini di China kasus Corona mulai menurun secara dramatis, dan ini berkat proses penutupan total kota-kota utama yang terserang virus Corona. Tutup total artinya adalah puluhan juta penduduknya dilarang keras keluar rumah.

Isolasi total – ini merupakan salah satu cara efektif untuk sukses meredam peyebaran virus – terutama bagi negara seperti Indonesia yang memang teknologi kesehatannya masih lumayan tertinggal dibanding negara maju seperti Korea Selatan.

Korsel bisa meredam Corona karena antara lain mereka bisa melakukan tes Corona hanya dalam 10 menit melalui “Car Drive Thru Facilities”. Sayangnya kita belum punya teknologi seperti ini, dan baru pada taraf bisa berdoa untuk bisa memilikinya.

Strategi isolasi total adalah cara primitif namun efektif meredam penyebaran virus. Strategi ini yang dulu juga berhasil dilakukan saat terjadi Pandemi Flu Spanyol tahun 1918 yang telah menewaskan 50 juta orang. Virus akhirnya bisa menurun akibat ISOLASI TOTAL.

Untuk MENUTUP TOTAL JAKARTA dan sekitarnya, ratusan ribu pasukan tentara harus diturunkan untuk memastikan setiap penduduk tidak ada yang lari dari rumahnya.

Sebab pada akhirnya, seperti sebuah analis bilang, yang ternyata sukses melawan Corona China ternyata bukan petugas medis di rumah sakit, tapi ribuan tentara China yang menjaga setiap rumah penduduk agar penghuninya tak keluar sembarangan.

Selamat bekerja teman. Jangan lupa cuci tangan. Semoga Anda sehat selalu.

Related Post

Ancaman Utang Rp 3700 Triliun dan Revolusi Pajak Indonesia Hutang Indonesia saat ini sudah tembus angka Rp 3700 triliun – sebuah angka yang cukup masif. Yang kelam : utang baru yang ditarik sebagian diguna...
Milih Ekonomi atau Milih Membiarkan 14 Ribu Orang Mati? Judul artikel ini terasa amat muram, namun angka itulah yang akan terjadi JIKA TREN SELAMA 15 HARI TERAKHIR TIDAK MENGALAMI PERUBAHAN SAMA SEKALI. ...
9 comments on “Respon Bisnis yang Harus Dilakukan untuk Menahan Ancaman Corona Outbreak
  1. apa efeknya ke bisnis Bapak, karena kelihatannya Bapak bisnisnya sudah online dari dulu. Tidak perlu kontak langsung dengan orang

  2. dan akhirnya semua akan menyadari bahwa hidup adalah sementara.

    Entah percaya, entah tidak, atau baru percaya setelah ‘dipaksa’.

    Monggo, terserah diri masing-masing.

  3. Mereka terlalu meremehkan virus ini…
    Mereka anggap biasa aja..
    Padahal efeknya merusak organ vital Manusia……

  4. semoga situasi dan kondisis ini cepat berlalu.
    asemoga pula diberi kesadaran pada semua lapisan bahwa virus ini sangat berbahaya, tidak menganggap enteng.
    jaga diri kita masingmasing dengan memberikan asupan pada tubuh kita dengan yang sehat seperti sayur dan buah.serta positif tinking…kita harus tetap enjoy dalam bekerja seperti dengarkan musik, dengarkan yang bc quran. dont panik.

  5. Dampak wabah virus corona benar-benar membawa perubahan besar di segala lini.

    Kita tidak perlu panik, namun tetap waspada. Terapkan habit yang baik serta pola hidup sehat agar daya tahan tubuh tetap baik dalam menangkal virus dan penyakit.

    Semoga wabah corona cepat berlalu dan kita bisa memulai aktifitas dengan normal kembali. Tetap positif thinking.

  6. Dampak sekarang saja sangat terasa bagi kami pelaku industri umkm pak.. beberapa karyawan sudah tidak berangkat kerja dengan alasan keselamatan..

    .
    terpaksa proses produksi turun tangan sendiri lagi.. bahan baku juga naik beberapa kali lipat..

    semoga badai segera berlalu..

Comments are closed.