Author Archive

Best Practices on Talent Management

gedung-re.jpgThe people agenda is one of my top priorities, demikian salah satu poin yang disebut oleh 98% CEO Asia Pasifik dalam sebuah survei bertajuk CEO Annual Global Survey. Secara lebih spesifik, survei itu juga menyebut talent retention sebagai salah satu isu fundamental dalam peningkatan kinerja bisnis.

Hanya persoalannya, memburu dan mengelola top talents ternyata juga bukan pekerjaan yang mudah dilakoni. Lalu apa yang semestinya dilakukan agar proses talent management itu bisa diterapkan dengan optimal? Dan best practices semacam apa yang bisa diolah agar para top talents itu bisa terus mekar, tumbuh dan memberikan kontribusi yang mak nyos bagi kecemerlangan bisnis?

Pertanyaan itulah yang coba dieksplorasi secara memikat dalam buku bertajuk Talent Management Implementation : Belajar dari Perusahaan-perusahaan Terkemuka. Buku berbahasa Indonesia ini diterbitkan oleh Lembaga Manajemen PPM, sebuah sekolah bisnis yang beberapa tahun secara proaktif menyebarluaskan konsep talent management kepada segenap pengelola SDM di tanah air. Read the rest of this entry »

4 Dimensi Kunci dalam Psychological Capital

taichi-re.jpgKetika kita dihadapkan pada tantangan yang kian menggunung (baik tantangan dalam arena pekerjaan di kantor ataupun dalam kehidupan personal), rajutan sikap semacam apa yang kita bentangkan? Ketika derap problema kehidupan selalu mengendap di setiap sisi perjalanan, apa yang kita senandungkan untuk memeluknya dengan penuh harapan?

Adakah cobaan demi cobaan yang terus datang menggedor itu kita hadapi dengan penuh deru kegigihan? Adakah kita bisa selalu bangkit, dan bangkit lagi setiap kali terpeleset di tikungan jalan kehidupan? Adakah kita masih bisa menghela semangat ketekunan bahkan ketika jalan masih terasa begitu jauh dan penuh dengan pendakian yang amat terjal?

Para ahli psikologi menyebutkan sikap semacam itu sebagai level of resiliency. Atau sejenis kegigihan dan keuletan yang menggumpal. Melalui sejumlah riset empirik yang melibatkan ribuan respoden, resiliency muncul sebagai salah satu dimensi paling utama untuk mereguk kesuksesan dalam arena kehidupan (baik kehidupan profesional ataupun personal). Read the rest of this entry »

Komentar Menarik tentang Standar Gaji 2010

office.jpgAda sejumlah tulisan di blog ini yang menuai banyak komentar. Salah satu yang paling banyak adalah tulisan berjudul Standar Gaji 2010 (yang bisa dibaca DISINI). Hingga hari ini tulisan tersebut telah mendapat komentar lebih dari 190 pembaca.

Tulisan itu juga yang paling banyak dibaca di blog ini. Tema tentang standar gaji mungkin memang topik yang ingin diketahui oleh banyak orang. Informasi itu barangkali bisa dijadikan semacam pembanding dan juga untuk mengetahui harga yang pas untuk sebuah pekerjaan.

Dari ratusan komentar itu, banyak yang menawarkan perspektif yang menarik. Disini saya hanya akan mencuplik tiga komentar, yang mungkin bisa memberikan sekeping atau dua keping pembelajaran tentang bagaimana mencari nafkah demi membesarkan keluarga.

Komentar pertama yang mau saya petik datang dari Mas Sino. Berikut isi komentarnya :

“Saya bekerja sebagai Office boy di salah satu perusahaan, gaji 850rb/bulan, tapi saya punya toko kelontongan omzetnya perbulan rata-rata 40 jutaan”. Read the rest of this entry »

Pay + Passion + Purpose = True Happiness

landscape-re.jpgSemburat sinar mentari selalu hadir menyapa di ufuk timur :  cahayanya membuat langit merekah merah. Tiap pagi, tetesan embun senantiasa jatuh di sudut dedaunan. Dan tiap pagi pula kita terus mengawali hari dengan sepercik asa untuk merajut hidup yang lebih syahdu. Tidakkah sejarah hidup kita akan terasa lebih indah jika sepercik asa dan setangkup harapan itu bisa menjelma menjadi kenyataan?

Pertanyaannya sederhana : terus apa yang kudu dihayati agar setangkup harapan untuk menyulam hidup yang syahdu nan bahagia itu bisa menjelma menjadi kenyataan? Apa yang kudu dilakoni agar sejarah hidup kita yang terus mengalir ini bisa terus mengalun dalam lengking kebahagiaan dan limpahan kebermaknaan (meaningfulness) ? Read the rest of this entry »

Twitter, YouTube dan Viral Marketing

browse-re.jpgJudul lagu berirama dangdut disko itu agak aneh : Keong Racun. Namun lagu aneh yang dinyanyikan dua wanita muda dari kota Bandung ini sudah seminggu terakhir mengharu biru jagat twitter global. Video klip-nya yang amatiran di YouTube sudah ditonton oleh lebih dari 1,5 juta kali (lagunya sendiri asyik; waktu mendengarnya di Youtube, saya cuman bisa senyam-senyum sendirian).

Mendadak sosok dua perempuan muda yang culun itu melambung. Hanya melalui medium twitter dan youtube, dua anak muda yang tadinya bukan siapa-siapa sekejap menjadi “special people”. Para ahli komunikasi menyebut fenomena ini sebagai “social media effect”. Orang pemasaran menyebutnya “viral marketing”.

Viral marketing mungkin dapat diartikan sebagai proses pemasaran yang menjalar dalam waktu sekejap. Dan proses ini menjadi sangat mungkin terjadi lantaran merebaknya beragam social media site, semacam Youtube, Twitter, Facebook ataupun Kaskus. Read the rest of this entry »

Blackberry, Social Proof dan Positive Labeling

lady-re.jpgBlackberry, kita tahu, kini telah menjadi salah satu gadget yang digandrungi banyak orang. Tentu saja, larisnya produk ini ditopang oleh fitur-fiturnya yang user-friendly. Beragam fiturnya membikin para penggunanya bisa saling ber-BBM, dan juga amat praktis untuk ber-FB atau ber-tweet ria.

Namun dibalik meledaknya penjualan gadget BB itu, terselip sebuah fenonema psikologis yang acap disebut sebagai “sikap latah”. Kalau orang lain atau teman-teman saya pakai BB, saya saya harus pakai juga dong; begitu kira-kira bunyi sikap tersebut.

Dalam ilmu perilaku (behavior science), kejadian ini disebut sebagai “social proof”. Atau sebuah perilaku individu yang dipicu semata-mata karena orang lain juga melakukan hal yang sama. Read the rest of this entry »

Mengais Rezeki dari Penghasilan Sampingan, Kenapa Tidak?

pohon-uang.jpgBiaya hidup rasanya terus mendaki dari tahun ke tahun, dengan kecepatan yang acap membikin kita terkaing-kaing. Biaya belanja sehari-hari, biaya anak sekolah (lengkap dengan seabrek kursus-kursunya), biaya tak terduga (ah, betapa banyaknya pos yang satu ini!), rasanya terus melambung.

Bagi Anda yang bekerja sebagai karyawan kantoran, dimana kenaikan gaji sering cuman segitu-segitu saja, tentu melambungnya biaya hidup itu acap membikin kepala kliyengan. Belum tiba tanggal gajian, lho kok uangnya sudah habis duluan. Boro-boro liburan sekeluarga ke Bali, uang buat beli susu saja kadang ndak cukup. Doh !

Bagi sebagian besar orang, konsep kebebasan financial (financial freedom) memang masih terasa sebagai sebuah fantasi. Jadi bagaimana dong? Bagaimana agar tidur kita lebih nyenyak, ndak diganggu dengan beban finansial keluarga yang rasanya kian berat?

Dilatari oleh kondisi seperti itulah, lalu muncul gagasan tentang mencari rezeki tambahan dari penghasilan sampingan. Maksudnya, selain gaji sebagai pekerja kantoran, bisa ndak ya kira-kira kita bisa mengais sejumput rezeki tambahan yang halal, dari usaha sampingan? Read the rest of this entry »