Mantan Penjual Susu Keliling itu Berburu Dollar melalui Keajaiban Internet

global reeDi saat satu dolar tembus angka Rp 14 ribu, maka salah satu solusi ampuh yang layak diusung adalah : mencari pekerjaan atau bisnis yang bayarannya pakai dolar. Cara ini mungkin jauh lebih baik daripada hanya bisa mengutuk keadaan dan mengeluh tanpa henti.

Berikut adalah sebuah kisah yang menggetarkan tentang semangat kegigihan untuk mengubah nasib. Sekeping kisah dramatis tentang mantan penjual susu keliling dari sebuah kota kecil di tanah air yang berjibaku mencari dolar, demi hidup yang lebih sejahtera.

Inilah kisah tentang daya juang yang terus menyala, spirit belajar yang terus berkibar, dan juga tentang alunan doa yang terus bergema. Continue reading

Mau Pindah Kuadran demi Meraih Financial Freedom?

Kini ada tren : demi mendapatkan penghasilan yang lebih besar, banyak karyawan yang pindah kuadran merintis usaha sendiri. Demi impian untuk mendapatkan financial freedom dan time flexibility.

Sayangnya, banyak yang melakukannya hanya semata karena nafsu, dan bosan dengan pekerjaannya (plus gaji yang tak seberapa).

Akibatnya : tak sedikit yang gagal, dan malahan dikejar-kejar debt collector. Tempo hari bahkan ada yang sampai jual motor demi membayar hutang karena bisnisnya gagal. Oh jadi ini yang namanya financial freedom? Financial freedom mbahmu le. Continue reading

Peluang Bisnis Dahsyat di balik Ledakan Kelas Menengah Muslim Indonesia

Salah satu narasi yang bergemuruh dalam sejarah negri ini dalam kurun 15 tahun terakhir adalah fenomena kebangkitan kelas menengah. Middle class explosion.

Avanza Effect. Indomart Effect. Android Effect. Inilah diantara tiga fenomena mencolok yang menyertai ledakan kelas menengah Indonesia.

Dan karena mayoritas penduduk Indonesia adalah muslim, maka ledakan kelas menengah Indonesia sejatinya sama dengan Middle Class Moslem Explosion.

Lalu, pelajaran bisnis apa yang bisa ditelisik dari fenomena kebangkitan kelas menengah muslim Indonesia itu? Continue reading

Kenapa Lulusan SMP Bisa Lebih Kaya dan Lebih Makmur dibanding Lulusan S1 dan S2?

Sudah dua kali blog ini menampilkan profil anak ingusan yang cuma lulusan SMP, namun hidupnya relatif makmur dan melimpah.

Yang pertama, anak ndeso lulusan SMP bernama Darmanto, yang kini jadi national internet expert dan berkantor dari rumahnya di desa Kranggil, Pemalang.

Yang kedua, Afidz, lulusan SMP yang jadi juragan soto Lamongan dan bertekad segera mengumrohkan orang tuanya ke tanah suci.

Di sisi lain, kita acap melihat anak muda lulusan S1 bahkan S2 yang masih menganggur. Atau juga sudah bekerja namun dengan penghasilan pas-pasan. Bulan masih tanggal 9, gaji sudah habis. Pening deh kepala.

Pertanyaannya : kenapa bisa begitu? Kenapa anak lulusan SMP bisa lebih makmur dibanding lulusan S2? Sajian pagi ini akan menelisiknya dengan gurih dan merenyahkan. Continue reading

2 Cara Paling Efektif dan Penuh Barokah untuk Meraih Financial Freedom

Dua minggu lalu, kita sudah telisik anak tangga pendakian menuju puncak financial freedom. Lalu minggu lalu, kita sudah jelajahi instrumen investasi yang paling ampuh untuk merengkuh impian financial freedom.

Nah dalam tulisan kali ini, kita akan ulik tema yang lebih penting yakni : cara atau modus apa yang paling efektif dan penuh barokah untuk bisa tenggelam dalam bahtera financial freedom?

Silakan diseruput dulu teh hangatnya, sebelum kita bersama nikmati sajian renyah pagi ini.

Sejatinya ada dua pilihan jalan yang layak ditempuh untuk menyusuri jalur financial freedom dengan relatif cepat. Dua-duanya menjanjikan peluang yang paling optimal untuk mewujudkan impian tentang hidup yang penuh kemakmuran dan barokah. Continue reading

Diaspora Lamongan, Podomoro University dan Perjuangan Mencetak Entrepreneur

Berita di harian Kompas Minggu kemarin menyajikan dua informasi yang bersifat paradoks, dan mungkin saling melengkapi.

Yang pertama adalah kisah heroik diaspora pemuda-pemuda Lamongan ke segenap penjuru Nusantara. Yang satunya lagi iklan satu halaman penuh full color tentang kabar pendirian universitas baru, bernama Podomoro University.

Dua berita yang terkesan bersifat kontras itu sejatinya menyimpan sebuah pesan yang sama : tentang perjalanan panjang untuk mencetak kaum wirausaha yang tangguh.

Di pagi ini, sambil menikmati teh hangat, kita akan menjelajahi dua kisah itu. Continue reading

Buruh Lulusan SMP itu Mengubah Nasibnya melalui Keajaiban Internet

Dua minggu belakangan, demo buruh marak dimana-mana. Tuntutan mereka sama : agar gaji UMR/UMP bisa dinaikkan secara signifikan. Meski acap membuat jalanan macet, dan perusahaan tempat mereka bekerja terpaksa tutup karena tak kuat menanggung beban biaya, demo buruh itu terus berjalan dengan penuh gelora.

Ditengah suara protes yang terus membahana itu, kita mungkin perlu menengok kisah Darmanto, buruh kasar yang hanya lulusan SMP. Dalam sunyi, ia lebih memilih mengubah nasib dengan tangan sendiri. Tidak dengan suara tuntutan yang acap memekakkan telinga.

Kisah Darmanto adalah sekeping cerita tentang kegigihan, tentang daya juang yang bertumpu pada etos kemadirian; dan bukan selalu menuntut pihak lain agar dirinya sejahtera. Continue reading