Archive for the ‘ Human CAPITAL ’ Category

Teror UMR - Upah Minimum Regional

Jumat lalu, saya tengah mengendarai mobil di jalan tol Cikampek – Jakarta sambil ditemani alunan musik dari gitaris Tohpati. Tiba-tiba dari arah yang berlawanan saya melihat ribuan sepeda motor melintas (di jalan tol yang bebas hambatan itu). Saya sejenak tertegun, sebelum cepat-cepat meminggirkan mobil untuk menghindar dari serbuan “pasukan sepeda motor” itu.

Saya baru sadar, para pengendara motor itu adalah para buruh di wilayah Cikarang dan Bekasi yang hendak melakukan demo. Hari itu jalan tol Cikampek – Jakarta yang merupakan urat nadi ekonomi nasional ditutup selama lebih dari 8 jam oleh ribuan buruh.

Tuntutannya satu : mereka ingin agar UMR (upah minimum regional) di daerah mereka dinaikkan menjadi 1,5 juta (dari sebelumnya sekitar 1,3 jutaan). Read the rest of this entry »

Cara Cerdas Mengelola 3 Jenis Kekayaan

Hidup sejahtera lahir batin adalah sejenis angan yang mungkin ingin kita raih dengan sepenuh sukacita. Dalam konteks inilah kemudian kita dikenalkan dengan konsep klasik tentang tiga jenis kekayaan, sebuah tema yang juga pernah dengan memikat diulas dalam blog Business and Beyond.

Saya ingin kembali meng-elaborasinya disini, sebab tiga jenis kekayaan ini merupakan sebuah tema yang mungkin kudu selalu kita kenang, kita rajut, dan kemudian kita bentangkan dalam lansekap sejarah kehidupan kita yang penuh dinamika ini.

Lalu apa saja tiga jenis kekayaan ini? Dan bagaimana cara kita untuk secara cerdas mengelolanya secara paripurna. Ditengah bau sedap tanah lantaran air hujan yang terus mengguyur, kita mau membincangkan tema penting itu disini, in this amazing blog. Read the rest of this entry »

Bagaimana Rasanya Bekerja di Google ?

Google kita tahu, kini telah menjadi salah satu dewa dalam bisnis digital masa depan. Google telah menjelma menjadi perusahaan raksasa dengan kinerja bisnis yang selalu prima. Apa yang membuat mereka bisa begitu? Salah satu jawabannya : manajemen Google sangat gigih memberikan layanan fasilitas yang sungguh mak nyus kepada segenap karyawannya.

Ketekunan manajemen Google dalam membentangkan a wonderful workplace memang telah menjadi legenda. Beragam layanan fasilitas yang wow di hadirkan untuk membikin para karyawannya betah dan happy.

Tentu saja kita tidak harus men-copy semua kebijakan layanan karyawan a la Google. Namun dari pengalaman mereka dalam memberikan beragam layanan fasilitas kepada para karyawannya, ada sejumlah inspirasi yang mungkin bisa dipetik.

Berangkat dari pengalaman di Google, berikut tiga jenis layanan karyawan yang mungkin bisa kita mulai gagas dan wujudkan di sejumlah perusahaan besar dan menengah di tanah air. Read the rest of this entry »

Berapa Besar Bonus Akhir Tahun yang akan Anda Terima Kali ini?

Dua minggu lagi, tahun 2011 ini segera akan berakhir. Bagaimana kira-kira pencapaian target profit dan penjualan yang telah ditetapkan oleh kantor Anda? Jawaban atas pertanyaan ini penting, sebab biasanya akan amat menentukan jawaban pertanyaan berikutnya : jadi, berapa kira-kira bonus akhir tahun yang akan sampeyan terima?

Bonus. Ah, sebuah kata yang pendek namun amat dinanti oleh para pekerja yang selama 12 bulan penuh telah berjibaku, memberikan karya terbaik untuk perusahaan. Setelah keringat dicucurkan dan segenap energi dibentangkan, wajar dong jika pihak manajemen memberikan imbalan balik yang layak berupa bonus yang gede.

Sejatinya, bonus memang merupakan salah satu siasat keren untuk mempertahankan talenta-talenta terbaik. Bonus juga salah satu mekanisme untuk melakukan profit sharing yang telah diraih oleh perusahaan. Bonus adalah kata sakti yang akan membuat kalimat “our best asset is our great employee” menemukan arti yang paling sesungguhnya (dan bukan sekedar lips service belaka).

Di pagi bulan Desember yang ceria ini, mari kita sejenak menghitung-hitung berapa bonus yang layak Anda terima. Read the rest of this entry »

Earn More. Spend Less. And Give More.

Berapa income yang mestinya kita peroleh agar bisa melakoni hidup dengan penuh rasa tentram, gemah ripah loh jinawi? Perhitungan yang pernah saya tuliskan disini, membawa kita pada angka 16 juta rupiah per bulan. Wah lumayan tinggi juga ya.

Benar, angka itu jauh lebih tinggi dibanding UMR kota Jakarta yang hanya 1,5 juta per bulan. Mengapa segitu tinggi? Pan katanya mau hidup lumayan tentram?

Eniwei, hidup di kota-kota besar rasanya memang kian mahal. Harga rumah sepetak di pinggiran kota Bekasi sudah mencapai 250 juta rupiah. Hanya dengan mendapatkan segenggam nafkah yang memadai, kita mungkin baru bisa membangun biduk rumah tangga yang sejahtera.

Dan persis disitulah, kita dikenalkan dengan 3 kredo atau prinsip utama perencanaan keuangan yang mak nyus. Tiga kredo magis itu berbunyi : Earn more. Spend less. And Give More. Mari kita menghampirinya satu per satu. Read the rest of this entry »

Talent War dan Predatory Recruitment

Pagi itu gerimis membelah jalanan kota Jakarta. Di salah satu ruang gedung perkantoran di bilangan Sudirman, seorang CEO sebuah perusahaan finansial berdiri dengan penuh rasa masygul. Minggu lalu, 25 karyawan terbaiknya dibajak oleh perusahaan pesaing. 25 orang sekaligus dalam waktu yang sama.

Peristiwa itu sungguh membikin sang CEO shock. Di tengah target pertumbuhan bisnisnya yang dipatok tinggi, kehilangan 25 orang terbaik sungguh merupakan pukulan yang signifikan (apalagi mereka semua dibajak oleh kompetitor yang sama). Ia hanya bisa memandang sendu ke jendela kantornya yang megah. Di luar sana, langit mendung masih saja menggantung dan gerimis masih saja turun.

Selamat datang di era Talent War. Inilah sebuah era dimana beragam perusahaan bertarung dan berjibaku untuk memperebutkan karyawan dan manajer-manajer ulung. Di tengah pertempuran yang acap sengit itu, tak jarang sejumlah perusahaan tergoda untuk melakukan predatory recruitment : membajak satu batalion karyawan terbaik milik para pesaingnya. Read the rest of this entry »

3 Pelajaran Inovasi dari King of Innovation

Minggu lalu, sang dewa inovasi itu telah pergi selamanya. Di balik sejarah hidupnya yang tak terlalu panjang, Om Steve mungkin telah meninggalkan jejak yang teramat mendalam tentang makna INOVASI. Inilah sebuah tema yang kini barangkali telah menjadi mantra yang kudu dirapal dengan penuh kesuntukan.

Sebab, tanpa denyut inovasi yang terus berkibar, bagaimana mungkin sebuah usaha bisnis terus eksis, ditengah tuntutan pelanggan yang terus bergerak secara dinamis?

Itulah kenapa penting untuk mencoba menggali pelajaran inovasi yang telah dipatrikan oleh Om Steve Jobs, pendiri Apple dan sekaligus arsitek dibalik melejitnya Apple sebagai perusahaan paling mahal di dunia (mengalahkan harga Microsoft, IBM dan Exxon). Disini kita mau mencoba memetik tiga pelajaran inovasi penting yang layak direnungkan. Read the rest of this entry »