Kenapa Kekuatan 3 Intangible Assets ini Begitu Dramatis dan Powerful?

wallpaper-196613-8291008-4-2462005 reSimak data yang lumayan mencengangkan ini. Pada tahun 1975, sumbangan intangible asset terhadap kesuksesan sebuah bisnis hanya 17%. Pada tahun 2015 ini? Sudah tembus 84%.

Data itu dengan segera mendedahkan sebuah fakta : betapa kekuatan intangible asset itu makin penting dalam membuat kinerja sebuah organisasi bisnis menjadi cetar membahana.

Pertanyaannya : apa itu intangible assets sebenarnya? Dan yang lebih penting : jenis kekuatan intangible assets apa yang paling dramatis dan powerful dampaknya?

Mari kita nikmati jawabannya sambil menyeduh secangkir kopi atau teh hangat. Continue reading

Bonus 70M untuk Direksi Telkom : Kisah Kelam tentang Reward and Performance

Disengaged-Employees reBerita kecil ini membuat saya tercenung agak lama. RUPS Telkom memutuskan untuk memberikan total gaji + tunjangan + tantiem (bonus) sebesar Rp 8.8 milyar kepada SETIAP anggota direksinya. Karena anggota direksi Telkom ada 8 orang, maka total remunerasi yang diberikan 70M. Luar biasa.

Padahal 4 minggu lalu saya menulis kinerja Telkom yang biasa-biasa saja (Flexi gagal, Telkomvision dijual). Layanan andalan mereka Indihome juga masih jauh dari memuaskan. Sekarang tiba-tiba, anggota direksinya dapat total bonus + gaji sebesar 8.8 M per orang. #Makjleb.

Kisah pemberian bonus ini mungkin mendedahkan pelajaran kelam tentang reward and performance. Mari kita jelajahi dengan renyah di pagi yang cerah ini. Continue reading

3 Cara Dahsyat untuk Meningkatkan Produktivitas dan Kinerja SDM

shutterstock_118475239Great companies are always built by great people. Kecemerlangan sebuah organisasi bisnis pada akhirnya memang dikibarkan oleh barisan SDM-nya yang bermutu unggul.

First who, then what. Begitu kata Jim Collins dalam buku terkenalnya, Good to Great. Untuk membangun bisnis yang legendaris, pertama-tama Anda harus memikirkan manusia-nya dulu (SDM). Baru kemudian berpikir “what” – strategi dan produknya.

Pertanyaannya : bagaimana cara mengukur dan meningkatkan kinerja diri Anda menuju kegemilangan? Kita akan lacak jawabannya di pagi yang cerah ini. Continue reading

Sekeping Kisah yang Amat Mengharukan tentang Daya Resiliensi dan Cinta yang Terluka

Sadness rePeristiwa menyedihkan dalam hidup kadang bisa berubah menjadi energi yang amat memotivasi. Para ahli perilaku menyebutnya sebagai the power of resiliency : mengubah luka hati menjadi energi positif yang powerful.

Mari kita lengkapi kisah resiliensi ini dengan storytelling yang sungguh menggetarkan tentang relasi dua anak muda yang tengah mencoba merajut cinta dan impian masa depan.

Sebelum lanjut, silakan dinikmati dulu teh atau kopi hangatnya, mas, mbak. Continue reading

Tentang Ilmu Financial Psychology, Booming Batu Akik dan Kegoblokan Kolektif

Akik resSatu setengah tahun terakhir ini, jagat tanah air dikejutkan dengan fenomena batu akik yang melesat cepat. Tahun lalu, salah satu kata kunci yang PALING banyak dicari di Google adalah kata “batu akik”. Hebat bukan?

Delapan tahun lalu kita juga pernah menikmati kehebohan yang mirip, dengan judul bunga gelombang cinta. Sepotong gelombang cinta yang amat menggetarkan, sehingga bisa terjual dengan harga Rp 15 juta per pohon.

Para pakar ilmu financial psychology menyebtu fenomena itu sebagai “financial mania”. Sekeping fenomena yang bisa membuat kita semua tenggelam dalam “kegoblokan kolekfif”.

Mari kita selami perilaku irasional ini dengan secangkir cappucino hangat. Continue reading

Kenapa 92% Karyawan Indonesia Tidak Termotivasi dengan Pekerjaannya?

lazy-worker reBeberapa waktu lalu Gallup Worlwide (sebuah lembaga riset internasional) melakukan survei tentang Motivasi Kerja Karyawan terhadap 73 ribu responden dari 141 negara di dunia, termasuk Indonesia.

Hasil riset Gallup itu menunjukkan hanya 8% karyawan di Indonesia yang benar-benar memiliki level engagement yang tinggi, komitmen dan motivasi kuat dengan pekerjaannya. Sisanya, atau 92 % hanya melakukan pekerjaannya dengan gitu-gitu saja : berangkat, tugas selesai, pulang, lalu terima gaji di akhir bulan.

Di dunia, hasilnya juga relatif sama, hanya sekitar 13% yang punya high engagement level dengan pekerjaannya.

Kenapa bisa begitu? Kenapa mayoritas karyawan di Indonesia dan dunia tidak memiliki motivasi yang begitu kuat terhadap pekerjaanya? Ada tiga faktor kunci yang bisa menjelaskan fakta kelam ini. Continue reading

Kenapa Gaji Lurah dan Camat di DKI Jakarta Menjadi Rp 33 Juta dan Rp 45 juta Per Bulan?

product manager communicationWhatt ?!!

Benar saudara, Anda tidak salah baca. Mulai tahun ini Pemerintah DKI Jakarta akan menaikkan penghasilan (take home pay) para lurahnya menjadi Rp 33 juta/bulan dan para camatnya menjadi Rp 45 juta/bulan.

Para Kepala Sekolah SD, SMP dan SMA di lingkungan DKI Jakarta juga akan bergaji antara Rp 25 – 35 juta per bulan. Tahun depan, penghasilan pegawai PALING RENDAH di pemerintah provinsi DKI Jakarta akan menjadi Rp 12 juta per bulan.

Kebijakan ini rasanya cukup fenomenal. Kita akan mengulasnya dengan renyah di pagi yang teduh ini. Continue reading

Free Ebook

Dapatkan Lima Buku Dahsyat tentang Karir, Strategi Bisnis, Motivasi dan Financial Freedom secara GRATIS!