Sang Penyembelih Sapi itu Memperoleh Uang Sebesar Rp 16 Milyar

bull.jpgMinggu lalu dalam sebuah penerbangan malam hari dari Banda Aceh – Jakarta, saya duduk bersebelahan dengan bapak tua berusia 60-an tahun.

Namanya pak Zainal Abidin. Penampilannya sungguh sangat bersahaja. Bajunya tampak lusuh dengan peci hitam tua menghias kepalanya. Ia bilang kalau hingga beberapa tahun lewat, ia menekuni pekerjaan sebagai seorang penjagal dan penyembelih sapi. Ya, di hari-hari biasa atau juga dalam setiap hari raya Idul Qurban tiba, ia dengan setia menekuni profesinya sebagai sang penyembelih sapi.

Ia bercerita kalau ia hendak berangkat umroh ke tanah suci dengan fasilitas pelayanan super VIP a la hotel bintang lima. Terus terang saya agak terkejut dengan pengakuannya ini. Dan sungguh saya lebih terkejut dan hampir terloncat dari kursi pesawat (untung saya pakai sabuk pengaman), saat ia bilang kalau baru saja ia mendapat rezeki dari Yang Diatas sebesar Rp 16 milyar. What?!! 16 milyar rupiah? Ini bukan uang yang sedikit lho pak. Bisa buat beli helikopter. Continue reading

5 Pola Pikir untuk Merajut Masa Depan yang Lebih Gemilang

forest-and-sun-re.jpgJarum jam terus berderak dan berdentang. Dan dalam laju perjalanan sejarah itu, kita semua diminta untuk bisa terus tumbuh dan berkembang. Tumbuh menjadi pribadi-pribadi yang matang nan unggul. Berkembang menjadi manusia – manusia yang mulia nan bermartabat. Sebab pada akhirnya : bukankah kita semua diciptakan untuk “menjadi khalifah-khalifah terbaik di muka bumi”?

Pertanyaannya sekarang adalah : jikalau memang kita mesti menjadi manusia-manusia unggul nan mulia, lalu pola pikir terbaik apa yang mesti dicengkram untuk merajut masa depan yang indah nan tercerahkan? Untuk menjawab pertanyaan ini, saya ingin mengajak Anda semua melakukan ziarah pada lima elemen pola pikir (minds) yang diyakini merupakan modal penting untuk membangun keunggulan. Continue reading

Ranking 10 Perusahaan Paling Inovatif Di Dunia

innovation-resize.jpgInovasi – inilah sepenggal mantra sakti yang mungkin mesti terus dilafalkan tatkala sebuah perusahaan hendak menjadi pemenang dalam sirkuit persaingan bisnis yang kian brutal. Tanpa kepiawaian merajut proses inovasi secara konstan, sebuah organisasi bisnis bisa tewas terkapar dalam dinamika perubahan yang bergerak dengan cepat. Innovate or die, begitu sebuah slogan yang pernah dipekikkan oleh para pakar manajemen.

Pertanyaannya kini adalah : perusahaan apa yang kira-kira layak dinobatkan sebagai paling inovatif didunia, yakni perusahaan yang selalu mempu mengelola proses inovasi dengan brilian? Setiap tahun majalah Business Week melakukan survei ekstensif kepada ribuan eksekutif di seluruh dunia. Kepada mereka ditanyakan pertanyaan tentang perusahaan apa saja yang menurut mereka paling inovatif di dunia? Berikut daftar ranking 10 pemenangnya. Continue reading

Presentasi tentang Blue Ocean Strategy

Slide-show dibawah ini memberikan paparan yang ringkas namun memikat tentang apa itu blue ocean strategy, serta juga metode untuk mengimplementasikannya.

Slide ini mungkin akan memberikan pencerahan dalam memahami dinamika persaingan bisnis yang terus bergerak cepat. Enjoy my slides !!

Untuk mendownload file powerpoint dari presentasi ini, silakan KLIK DISINI.

Chindianesia : Sebuah Impian tentang Kebangkitan Asia Raya

road-for-future-re.jpgChindianesia – China, India, dan Indonesia. Apa yang akan terjadi jika tiga raksasa Asia ini bersatu erat dan bersama-sama mengepakan sayapnya? Impian tentang Kejayaan Asia Raya yang dipekikkan puluhan tahun silam oleh Nehru, Soekarno dan Paman Mao mungkin akan benar-benar menjadi kenyataan yang teramat indah. Inilah impian tentang kejayaan Asia Raya dalam dinamika ekonomi global – dan sebuah hasrat terpendam untuk merobohkan dominasi Amerika dan Eropa yang telah ratusan tahun menguasai peradaban dunia.

Dan aha, impian itu ternyata kian dekat menjadi kenyataan. Simaklah prediksi dari Goldman Sach, sebuah lembaga keuangan terkemuka, berikut ini : pada tahun 2025, ekonomi Indonesia diprediksi akan berada pada peringkat 14 dunia, melibas Kanada. Dan pada tahun 2050, ekonomi China akan menjadi nomer satu dunia, ekonomi India menjadi nomer tiga, dan ekonomi Indonesia menjadi nomer tujuh dunia. Pada tahun itu, ekonomi Indonesia akan mengalahkan ekonomi Jepang, Inggris, dan Jerman. Continue reading

Masa Depan Blog Strategi + Manajemen Setelah Seribu Pelanggan

mercusuar-re.jpgMinggu lalu, tepatnya tanggal 11 Mei 2008, jumlah pelanggan Blog Strategi + Manajemen menembus angka psikologis, 1000. Untuk ukuran blog di tanah air, jumlah pelanggan ini rasanya cukup besar (sebab, setahu saya – correct me if I am wrong – hanya ada satu blog di tanah air yang jumlah pelanggannya lebih banyak dari blog ini, yakni blognya Cak Cosa Aranda). Saya sendiri berharap suatu saat nanti jumlah pelanggan blog ini bisa mencapai angka 10,000-an (sebab rasanya, akan makin baik jika sejumlah pengetahuan yang terhampar di blog ini bisa dibaca makin banyak orang secara reguler).

Dalam postingan perdana blog ini, saya pernah menulis, membangun dan mengelola blog yang bermutu memang bukan sprint, namun sebuah marathon. Dibutuhkan stamina, endurance, dan ketekunan yang kokoh agar sebuah blog bisa tetap terus bertahan dalam hitungan dekade — dan bukan tumbuh sebentar lalu gone with the wind. Demikianlah, dengan spirit itu, blog ini selalu berikhtiar menghadirkan sajian yang inspiratif dan mencerahkan dalam bidang management skills and business strategy. Continue reading

Kegagalan Succession Planning dan Robohnya Citibank

citibank-building.jpgDi tanah air, Citibank termasuk memiliki reputasi yang harum nan mencorong. Perusahaan ini dikenal sebagai salah satu sekolah bankir terbaik di Indonesia, tempat dimana para bankir jempolan ditempa dan dikembangkan. Kinerja bisnisnya juga terus melenggang manis, termasuk menjadi market leader untuk pasar kartu kredit di tanah air (barangkali Anda termasuk salah satu pemilik kartu kredit dari Citibank).

Namun dalam skala global, Citibank (yang induk perusahaannya disebut Citigroup) merupakan raksasa yang tengah terluka parah dengan darah mengucur dari sekujur tubuhnya. Akibat terperangkap dalam kredit macet perumahan di Amerika (subprime mortage), Citibank harus kehilangan uang sebesar Rp 160 trilyun (gasp!). Harga sahamnya hancur berantakan, dari sebesar $ 57 turun ke angka $ 20 – membuat para pemegang sahamnya harus kehilangan market value sebesar Rp 1,400 trilyun (dua kali lipat APBN negeri kita!). Continue reading