Meracik Ulang Strategi Bisnis

Ditengah arus perubahan lingkungan bisnis yang makin intens, tampaknya setiap perusahaan dituntut untuk memiliki daya adaptasi dan responsi yang makin tinggi. Sebabnya jelas : tanpa kemampuan untuk melakukan self transformation secara konstan, sebuah perusahaan beresiko untuk tenggelam, dan kemudian terpelanting mati oleh arus gelombang perubahan yang terus berjalan tanpa mengenal letih.

orang-kerepotan.gif Dalam konteks riil, kita acap disuguhi oleh drama tentang proses transformasi yang dilakoni oleh banyak perusahaan – baik yang berakhir dengan kesuksesan ataupun gagal ditengah jalan. Kita misalnya melihat, bagaimana rakasasa teknologi IBM melakukan proses transformasi untuk menghindarkan dirinya dari kematian yang mengenaskan pada awal tahun 90-an. Seperti kita tahu, saat itu, IBM secara global berada pada ambang kebangkrutan lantaran didera kerugian lebih dari 7 milyar US dollar. Pesaing-pesaing baru yang lebih lincah datang menyergap dan menggerogoti kue bisnis IBM – pertama secara pelan-pelan, namun lama-lama terasa sergapan itu makin membuat IBM limbung – bagai raksasa yang kehilangan oksigen untuk bernafas. Continue reading

Kisah Aborsi dan Matinya Para Calon Preman

Judul Buku : FREAKONOMICS : A Rogue Economist Explores the Hidden Side of Everything. Penulis : Steven D. Levitt dan Stephen J. Dubner

freakonomics-2.jpg

Buku ini berkisah tentang ikhtiar seorang ekonom muda brilian yang mencoba menyingkap fakta kehidupan sehari-hari yang ada disekitar kita. Ia mencoba membedahnya dengan dibekali segudang data statistik yang kaya dan ketajaman pisau analisa yang menghujam. Steven D. Levitt, sang ekonom itu, selalu memberangkatkan analisanya dengan bekal setumpuk data yang ekstensif : data itu bisa berupa angka-angka nan membosankan atau daftar statistik yang berjibun. Levitt berujar, jika diolah dengan tepat dan tajam, data angka itu selalu akan menyembulkan segenap “insight” yang mencerahkan, meski acap bertentangan dengan keyakinan umum (conventional wisdom). Dan benar, melalui beragam kasus yang dibahasnya dengan amat memikat dalam buku ini, Levitt membawa kita pada sederet temuan yang segar dan acap mengejutkan. Continue reading

Selamat Datang Era Talent War

intel-otak-elektronik.jpg Bayangkanlah sebuah skenario berikut. Perusahaan Anda memiliki seorang manajer yang kapabel, dan selama ini telah memberikan sumbangan yang besar bagi kemajuan serta profit perusahaan. Anda juga percaya, manajer ini akan sangat berperan dalam menentukan posisi perusahaan dalam pertempuran bisnis di masa depan. Mendadak di suatu pagi Anda mendengar berita mengejutkan dari Manajer SDM. Manajer hebat itu telah dibajak oleh perusahaan pesaing. Tidakkah berita ini merupakan pukulan telak bagi masa depan perusahaan Anda?

Dalam wacana bisnis, kita juga acap mendengar kisah pembajakan top talent seperti diatas. Kisah semacam ini tidak saja terjadi dalam industri perbankan, namun juga dalam industri lainnya, semacam industri farmasi, makanan, rokok, teknologi dan industri lainnya. Perusahaan acapkali tertegun ketika tiba-tiba salah satu top talent-nya dibajak melalui jaringan headhunter yang bergerilya dimana-mana. Continue reading

Menyelami Action-based Training

meeting.jpg Jika ada pertanyaan “Apakah Anda pernah mengikuti training?”, maka hampir pasti Anda akan menjawab ya – entah itu berupa in house training yang dilakukan secara internal, ataupun mengikuti training publik yang diselenggarakan oleh pihak eksternal. Bagi banyak perusahaan, training atau pelatihan karyawan memang telah menjadi salah satu elemen vital bagi proses pengembangan kompetensi sumber daya manusia mereka. Bahkan, sejumlah besar perusahaan mengalokasikan investasi yang relatif besar untuk mendidik dan melatih karyawan mereka. Continue reading

Launching Blog Strategi + Manajemen

Hari ini, tanggal 24 Juli 2007, merupakan awal perjalanan dari blog www.strategimanajemen.net — sebuah blog yang hendak membangun perbincangan yang konstruktif tentang management skills, human capital dan business strategy.

Ini adalah post pertama dari blog ini. Saya tidak tahu sampai kapan blog ini akan bertahan. Apakah hanya satu semester, dua tahun, lima tahun atau mungkin bertahan hingga duapuluh tahun mendatang (ya, semoga pada tangga 24 Juli 2027 blog ini masih bisa merayakan ultahnya bersama dengan segenap pembacanya).

Membangun dan mengelola blog memang bukan sprint, namun sebuah marathon. Dibutuhkan stamina, endurance, dan ketekunan yang kokoh agar sebuah blog bisa tetap terus bertahan dalam hitungan dekade — dan bukan tumbuh sebentar lalu gone with the wind…..

Semoga blog ini termasuk dalam kategori yang pertama: mampu terus survive dalam kurun waktu yang panjang. Dan dengan itu, semoga blog ini bisa meninggalkan jejak yang bermakna bagi sebuah proses penumbuhan masyarakat pembelajar (learning society).