The Power of Positive MINDSET

Putaran jarum jam terus berjalan, dan roda kehidupan terus berkelana. Lalu, disela-sela perjalanan waktu itu, kita mungkin punya sekeping angan untuk bisa menjalani sejarah kehidupan dengan selaksa makna. Kita barangkali ingin menjadi insan-insan yang “berhasil” : sukses secara finansial, juga sukses secara spiritual.

Namun sungguh tak ada jalan instan menuju kesana. Dan mungkin justru juga disitu letak keajaibannya : proses menuju kesuksesan acap justru jauh lebih indah untuk dinikmati, dibanding hasil kesuksesan itu sendiri.

Proses perjuangan yang berliku, proses yang memaksa kita untuk berjibaku, proses yang membikin kita jatuh dan terpelanting, lalu bangun, jatuh lagi, dan bangun kembali……..semua ini acapkali merupakan momen-momen yang membikin kita ketagihan untuk menjalaninya (dibanding hasil kesuksesan itu sendiri). Proses – betapapun melelahkan — selalu merupakan an amazing journey.

Oke, kalau proses itu sedemikian panjang dan kadang melelahkan, lalu elemen apa yang mesti diringkus dan dijadikan bantal untuk ditiduri? Dan persis disinilah kita disapa dengan sebuah tema yang bertajuk the power of positive mindset. Continue reading

Finding Your Strengths and Bright Spots

Dalam tulisan sebelumnya kita telah membahas tentang strengths-based approach, atau pendekatan yang bertumpu pada keunggulan/kekuatan positif yang telah dimiliki untuk melesat lebih tinggi. Sebuah paradigma pemikiran yang mau mengatakan bahwa kita hanya akan bisa terus maju kalau kita lebih berfokus pada strengths kita, dan bukan kelemahan.

Cuman tantangannya, mengajak mindset kita berfokus pada kelebihan yang sudah ada, pada keberhasilan yang sudah diraih; dan bukan melulu pada kelemahan yang negatif bukan soal yang mudah.

Dan jujur tantangan itu memang tidak mudah ditaklukkan, namun bukan berarti mustahil dikendalikan. Dalam tulisan kali ini kita akan menjelajah bagaimana cara mengubah mindset kita menuju strengths-based approach, dan bagaimana cara mengenali strengths (kekuatan) yang ada pada diri kita.

Berpikir tentang kelemahan dan kekurangan memang lebih mudah dilakukan. Kita mungkin lebih gampang menyebut kesalahan atau kekurangan orang lain (ah, mungkin kita terlalu sering melakukannya). Sebaliknya, barangkali kita agak bingung jika diminta menyebut apa kelebihan rekan kita (coba renungkan apa saja kelebihan atasan Anda sekarang? Atau kekuatan yang pada rekan kerja Anda). Continue reading

Pilih Kaya atau Misqien?

Dapatkan Buku yg Sangat Mencekam tentang Jurus Meraih Financial Freedom yg Barokah. GRATIS!