Tes Kepribadian MBTI secara Online

thegodfather-re.jpgPola kepribadian Anda sama dengan Don Carleone, sang Godfather dari Sicilia. Itulah kira-kira kesimpulan utama yang dilabelkan kepada saya sesaat setelah melakukan asesmen kepribadian secara online dengan menggunakan instrumen bernama MBTI. Hmmm….an interesting finding. Lalu makhluk apa sebenarnya instrumen MBTI itu?

MBTI atau Myers-Briggs Type Indicator sendiri merupakan instrumen tes yang sangat populer di kalangan pemerhati kepribadian individu. MBTI dikembangkan oleh Katharine Cook Briggs dan putrinya yang bernama Isabel Briggs Myers (dari merekalah kemudian nama MBTI berasal) pada era Perang Dunia II untuk membantu para pencari kerja menemukan tipe pekerjaan yang paling cocok untuk mereka : apakah mereka cocok menjadi pilot, manajer, dokter, atau bos mafia?

MBTI sendiri pada dasarnya peta psikologis yang bersandar pada empat dimensi utama yang saling berlawanan (dikotomis), yakni :

1. Extrovert (E) vs. Introvert (I). Ekstrovert artinya tipe pribadi yang suka bergaul, menyenangi interaksi sosial dengan orang lain, dan berfokus pada the world outside the self. Sebaliknya tipe introvert adalah mereka yang senang menyendiri, reflektif, dan tidak begitu suka bergaul dengan banyak orang. Orang introvert lebih suka mengerjakan aktivitas yang tidak banyak menutut interaksi semisal membaca, menulis, dan berpikir secara imajinatif.

2. Sensing (S) vs. Intuitive (N). Tipe dikotomi kedua ini melihat bagaimana seseorang memproses data. Sensing memproses data dengan cara bersandar pada fakta yang konkrit, factual facts, dan melihat data apa adanya. Sensing adalah concrete thinkers. Sementara tipe intuitive memproses data dengan melihat pola dan impresi, serta melihat berbagai kemungkinan yang bisa terjadi. Intutive adalah abstract thinkers.

3. Thinking (T) vs. Feeling (F). Tipe dikotomi yang ketiga ini melihat bagiamana orang berproses mengambil keputusan. Thinking adalah mereka yang selalu menggunakan logika dan kekuatan analisa untuk mengambil keputusan. Sementara feeling adalah mereka yang melibatkan perasaan, empati serta nilai-nilai yang diyakini ketika hendak mengambil keputusan.

4. Judging (J) vs. Perceiving (P). Tipe dikotomi yang terakhir ini ingin melihat derajat fleksibilitas seseorang. Judging disini bukan berarti judgemental (atau menghakimi). Judging disini diartikan sebagai tipe orang yang selalu bertumpu pada rencana yang sistematis, serta senantiasa berpikir dan bertindak secara sekuensial (tidak melompat-lompat). Sementara tipe perceiving adalah mereka yang bersikap fleksibel, adaptif, dan bertindak secara random untuk melihat beragam peluang yang muncul.

Dalam tes MBTI, kita akan disodori sejumlah pertanyaan yang pada intinya akan mengarahkan kita pada sisi mana kita berada untuk keempat dimensi itu. Untuk dimensi Extrovert (E) vs. Introvert (I) misalnya, apakah kita cenderung berada pada sisi E atau I. Demikian juga untuk dimensi Sensing (S) atau Intuitive (N), kita berada pada sisi S atau N, demikian seterusnya. Karena terdapat empat dimensi, maka kemungkinan kombinasinya menjadi bisa beragam : bisa ENTJ, ISTP, ENFJ, dst. Masing-masing memberikan deskripsi yang unik untuk pola kepribadiannya.

Nah, kemarin ketika sedang browsing and surfing, saya menemukan instrumen tes online MBTI secara gratis. Hasilnya : tipe kepribadian MBTI saya adalah tipe INTJ; seperti yang tergambar dalam gambar profil berikut. Untuk hasil lengkapnya, Anda bisa melihatnya disini. (Anda juga bisa melakukan tes online serupa disitus tersebut).

Click to view my Personality Profile page

Selanjutnya, INTJ digambarkan sebagai berikut :

Strategic, knowledgeable and adaptable, INTJs are talented in bringing ideas from conception to reality. They expect perfection from themselves as well as others and are comfortable with the leadership of another so long as they are competent. INTJs can also be described as decisive, open-minded, self-confident, attentive, theoretical and pragmatic.”

Beberapa tokoh yang memiliki tipe INTJ antara lain adalah Jenderal Collin Powell, Sir Issac Newton, dan Thomas Jefferson. Untuk tokoh fiksi, yang memiliki tipe ini antara lain adalah Gandalf (kalau anda menonton Lord of the Rings, pasti tahu siapa Gandalf ini), juga Don Carleone (tokoh utama dalam film Godfather) dan Hannibal Lecter (tokoh dalam film Silence of the Lambs).

Karena tipe kepribadian kami sama, semoga saja kelak saya bisa bernasib sama seperti satu diantara tokoh-tokoh itu. Ya, kalau tidak bernasib sama seperti Sir Issac Newton atau Thomas Jefferson, cukuplah senasib dengan Don “Godfather” Carleone saja…..:)

Note : Jika Anda ingin mendapatkan file powerpoint presentation mengenai management skills, strategy, marketing dan HR management, silakan datang KESINI.

Baner Tools
45 comments on “Tes Kepribadian MBTI secara Online
  1. Knowing one’s personality is one thing. But how do we know which personality traits needed for certain career/occupation?

    Take The Godfather. Which one is the ‘best’ godfather, Marlon Brando or Al Pacino? I believe they have different personalities (in fact, it will be interesting to compare their MBTI results =p), and both became ‘good’ godfathers in their own rights. Well, one can argue that in the end Al Pacino became very much like his father in the end, but my point is: a person is capable of becoming the best in whatever he/she chooses to do regardless of the difference in personalities.

    Anyway just my 2 cts worth of thought. Probably next time you should talk about this from the other (occupation/career/job) point of view =p.

    As always, a very good piece of work Pak Yodhia.

  2. Belum Yoga, next time I will discuss that issue, dan mungkin kaitannya dengan positive thinking paradigm (atau mungkin dengan konsep law of attraction yang kini tengah HOT).

    Good point Indra. Yes, personality is just one possible variable in determining our performance. However, recent empirical studies have found positive correlation between some personality types and job performances.

    For example, Barrick and Mount (1991, 1998) have reviewed 117 studies utilizing 162 samples with 23,994 participants. They found extrovert was a valid predictor for occupations involving social interaction (e.g. management and sales). Furthermore, extrovert was valid predictors of training proficiency criteria.

  3. Mas Yodhia. Saya pernah mengikuti test serupa dengan konsep STIF (sensing-Thinking-IntuitingIFeeling) dan hasilnya saya adalah seorang Feeling. Metode ini lebih melihat aspek genotif (bawaan yang dimiliki oleh setiap orang) di banding aspek fenotif dimana faktor lingkungan seringkali membentuk seseorang menjadi sosok yang “berbeda’ dengan bawaan seharusnya. Yang saya masih ragu adalah, mana yang paling paling dominan mempengaruhi keberhasilan seseorang : bawaan atau lingkungan ? Terima kasih sharingnya mas.

    O ya, dgn MBTI, saya seorang “strategic-intelectual”, introvert-intuitive.

  4. Hingga hari ini perdebatan antara nature vs. nurture masih belum mencapai kata akhir. Beragam studi yang dilakukan masih terpecah antara dua kubu itu : antara yang bilang bahwa bawaan (gen) lebih penting; namun ada juga yang bilang lingkungan lebih dominan. Namun ada yang juga bilang pertanyaan itu na