Menghindar dari Jebakan Sunk Cost Fallacy

Kesalahan psikologis keuangan yang  sering kita lakukan dalam keseharian hidup yang kadang melelahkan ini adalah terjebak dalam sunk cost fallacy. Ini adalah salah satu jenis bias kognitif yanh juga banyak diungkap dalam ilmu tentang behavioral economics.

Berikut 4 contoh praktikal tentang jebakan sunk cost fallacy, yang mungkin pernah juga Anda alami.

Contoh pertama. Anda sudah membeli tiket bioskop untuk menonton film. Setelah 45 menit berlalu, Anda merasa filmnya sangat membosankan dan jelek. Namun alaih-alih keluar, Anda tetap saja menonton filmnya hingga usai. Saya kan sudah beli tiketnya, sayang kalau saya harus keluar di tengah pertunjukan.

Contoh berikutnya. Anda memilih kuliah di jurusan yang juga dipiliha banyak teman Anda sekolah. Setelah kuliah 2 semester, Anda merasa kurang sreg dengan jurusan yang Anda pilih. Banyak mata kuliahnya yang tidak sesuai dengan minat Anda. Namun Anda tetap memaksa untuk mengikuti kuliah hingga lulus. Saya sudah kuliah 2 semester dan keluar uang kuliah yang banya, sayang kalau saya harus keluar. Saya memilih untuk terus mengikutnya hingga lulus, meski sebenarnya saya kurang sreg dengan jurusan ini.

Continue reading “Menghindar dari Jebakan Sunk Cost Fallacy”

Hindari Jebakan Survivorship Bias demi Sukses Masa Depan Anda

Survivorship bias adalah  kecenderungan kita manusia untuk menganggap kisah-kisah sukses (atau mereka yang berhasil survive dalam sebuah proses seleksi alam) sebagai representasi sebuah populasi. Padahal kenyataannya, mereka yang sukses dan survive ini persentase jumlahnya sangat kecil.  Sebagian besar yang lainnya sudah mati duluan, gagal atau tidak bisa survive melewati proses perjuangan.

Namun sebagian besar orang justru menganggap yang sukses dan survive itu (yang sebenarnya amat kecil jumlahnya) sebagai yang layak mewakili sebuah populasi. Kemudian orang-orang ini membuat semacam generalisasi bahwa mereka yang sukses dan survive ini merupakan hal yang wajar, normal dan karenanya mudah ditiru.

Generalisasi semacam itu sekali lagi sebenarnya keliru. Sebab jumlah orang yang sukses dan survive dari perjuangan itu amat kecil persentasenya. Pencapaian mereka bukanlah sebuah kenormalan, bukan hal yang wajar dan juga tidak mudah ditiru.

Continue reading “Hindari Jebakan Survivorship Bias demi Sukses Masa Depan Anda”

Kenapa Usia Harapan Hidup Orang Jogja Tertinggi di Indonesia, Padahal UMR Tergolong Rendah?

Harap Anda tahu, saat ini rata-rata usia harapan hidup orang Indonesia itu adalah 71 tahun. Artinya jika ada kerabat atau saudara Anda yang wafat di usia 65an tahun, maka artinya usia harapan hidup dia ada di bawah rata-rata nasional.

Usia harapan hidup hingga 71 tahun itu tergolong pencapaian yang bagus. Sebab di tahun 1990 (atau 30 tahun silam), usia harapan hidup orang Indonesia hanya 60 tahun. Artinya dalam 30 tahun terakhir, ada kemajuan luar biasa dalam aspek kesehatan masyarakat (public health), sehingga rata-rata usia harapan hidup orang Indonesia meningkat hingga 10 tahun.

Kita semua makin panjang umurnya. Dan semoga makin berkah.

Continue reading “Kenapa Usia Harapan Hidup Orang Jogja Tertinggi di Indonesia, Padahal UMR Tergolong Rendah?”

Terlalu Sering Tidur Larut Malam dan Makan Junk Foods – Literally akan Membuat Otak Anda Makin Tulalit

Ada dua langkah simpel yang ternyata berdampak amat powerful bagi kekuatan otak kita. Dua kiat ini adalah : 1) hindari begadang dan kurang tidur serta 2) hindari aneka junk food dan junk drinks.

Arianna Hufington dalam bukunya yang bertajuk The Sleep Revolution: Transforming Your Life, One Night at a Time (2017) menuliskan beragam hasil studi tentang efek tidur bagi kesehatan tubuh dan pikiran kita. Salah satunya adalah kekurangan waktu tidur yang berkualitas benar-benar akan melemahkan kekuatan fokus dan rentang atensi yang kita miliki.

Continue reading “Terlalu Sering Tidur Larut Malam dan Makan Junk Foods – Literally akan Membuat Otak Anda Makin Tulalit”

Cara Mudah untuk Membangun Kecakapan Delayed Gratification Skills

Salah satu cara mudah untuk mengembangkan kecakapan delayed gratification skills ternyata terdiri dari ritual yang amat simpel, yakni selalu gerakkan tubuh Anda (always move your body).

Stud-studi tentang human performance menunjukkan modal utama agar kita mampu menjalankan delayed gratification skills (kecakapan menunda kesenangan demi sukses hari esok), serta mampu mempraktekan kekuatan fokus dan rentang atensi yang panjang adalah apa yang disebut sebagai “willpower” (kekuatan tekad). Kita akan mampu menunda kesenangan, mampu menjaga kekuatan fokus, dan mampu memperpanjang rentang atensi kita, jika kita memiliki cadangan willpower yang melimpah dalam diri kita.

Profesor Roy Baumeister dalam buku yang ia tulis dengan judul Willpower (Baumeister, 2011), menyebutkan saat kita memiliki cadangan willpower yang melimpah, maka otomatis kita akan lebih mampu menahan diri dari godaan instant gratification, dan juga akan lebih mudah membangun fokus yang mendalam serta rentang atensi yang panjang. Jadi memiliki cadangan willpower yang memadai ini merupakan bekal kunci agar kita bisa makin bisa mengembangkan kecakapan delayed gratification skills, kekuatan fokus dan daya rentang atensi kita.

Continue reading “Cara Mudah untuk Membangun Kecakapan Delayed Gratification Skills”

Inilah Penyebab Kenapa Otak Anda Makin Lemot…..

Sejumlah orang acap mengeluh kenapa kemampuan otaknya berasa makin lemot, atau bahkan stuck. Ibarat hape yang kepenuhan beban dan kinerjanya makin lemot, orang ini merasakan hal yang sama. Otaknya terasa makin lelah dan capek karena kepenuhan beban.

Kenapa bisa seperti itu? Kenapa otak kita makin lelah dan berasa kian lemot?

Salah satu penyebabnya adalah apa yang dikenal dengan sebutan “Decision Fatigue”. Ini adalah istilah yang merujuk pada kondisi saat otak atau pikiran kita mengalami kelelahan akut karena terlalu banyak hal yang harus diputuskan.

Decision fatigue terjadi karena terlalu banyak keputusan yang mesti kita pikirkan dan kita pilih.

Continue reading “Inilah Penyebab Kenapa Otak Anda Makin Lemot…..”

Kenapa Orang India yang Jadi CEO Google, Microsoft, IBM hingga CEO Adobe, Twitter dan Mastercard?

Ya, kenapa banyak orang India yang jadi CEO perusahaan rakasasa dunia? Kita tahu, Google, Microsoft dan IBM adalah tiga perusahaan teknologi kelas dewa; dan  semuanya memiliki CEO orang India.

Secara spesifik berikut beberapa sampel orang India nehi-nehi yang menjadi CEO dari sejumlah perusahaan raksasa dunia.

Continue reading “Kenapa Orang India yang Jadi CEO Google, Microsoft, IBM hingga CEO Adobe, Twitter dan Mastercard?”