
Di tengah gelombang transformasi digital, Halodoc pernah disebut sebagai masa depan layanan kesehatan Indonesia.
Aplikasi ini menjanjikan kemudahan konsultasi dokter, pembelian obat, hingga layanan kesehatan terintegrasi hanya lewat ponsel.
Namun kini muncul pertanyaan besar: apakah Halodoc benar-benar bisa bertahan (survive) sebagai bisnis jangka panjang, ataukah hanya fenomena sementara yang tumbuh besar saat pandemi?
Jawabannya: bisa survive, tetapi tidak otomatis — dan tidak dengan model lama.
Continue reading




