Jika Tokopedia dan Gojek Jadi Merger, Apa Langkah Selanjutnya?

Rencana merger antara dua raksasa unicorn Tokopedia dan Gojek tampaknya kian dekat menjadi kenyataan. Sejumlah media mengabarkan, rencana merger ini selambatnya akan diumumkan secara resmi bulan depan.

Merger dua raksasa bisnis digital ini tentu akan memberikan dampak masif, bukan saja bagi masing-masing bisnis mereka, namun juga dalam pertempurannya dengan para pesaing.

Bagaimana implikasi bisnis dari rencana merger Tokopedia dan Gojek ini? Mari kita ulas dalam sajian renyah pagi ini.

Saat ini valuasi Tokopedia sudah menembus angka Rp 140 triliun, sementara valuasi Gojek ada pada angka Rp 112 triliun. Gabungan keduanya bisa menghasilkan perusahaan dengan nilai valuasi sebesar Rp 252 triliun, sebuah angka yang sangat tinggi untuk perusahaan yang usianya masih di bawah 12 tahun. (Sebagai perbandingan valuasi Bank BNI hanya Rp 100 triliun, sementara Bank Mandiri memiliki market value sekitar Rp 290 triliun).

Continue reading

3 Pertimbangan Finansial Penting Sebelum Memutuskan Membeli Mobil

Bagi sebagian besar kalangan kelas menengah (middle class income), memiliki mobil barangkali merupakan salah satu wish list yang layak diwujudkan. Faktanya, banyak keluarga muda dengan penghasilan yang cukup mapan, yang kemudian memiliki mobil (bukan hanya satu, kadang dua atau bahkan tiga).

Tapi sejatinya ada sejumlah hidden cost (biaya tersembunyi) yang layak dicermati sebelum memang benar-benar melakukan pembelian mobil. Sejumlah biaya tersembunyi ini kadang membuat keputusan membeli mobil menjadi keputusan finansial yang kurang optimal.

Apa saja pertimbangan finansial yang perlu dilakukan sebelum benar-benar melakukan pembelian mobil. Berikut tiga aspek finansial yang layak dipelajari.

Continue reading

3 Solusi Jitu untuk Menaklukkan Mentalitas Playing Victim

Mentalitas playing victim pada dasarnya adalah sikap seseorang yang suka menjadikan dirinya sebagai “korban”, dan cenderung selalu menyalahkan pihak lain jika terjadi masalah. Misal jika nasib dirinya stuck, maka orang ini akan cenderung menyalahkan keadaan, dan merasa dirinya adalah korban yang tak berdaya.

Contoh yang sangat klasik dari cerminan mentalitas playing victim adalah seperti ini. Misal saat karir dirinya mentok, dia langsung bilang : yah saya kan gak kenal baik dengan big boss sih; atau yah, saya gak punya kenalan orang dalam sih.

Atau kalau melihat orang lain yang karena prestasinya bisa bekerja di perusahaan bonafid, orang-orang seperti ini langsung komen, yah soalnya dia punya kenalan orang dalam sih…… (Saya suka garuk-garuk kepala kalau mendengar komen semacam ini).

Atau contoh lain lagi seperti ini. Saat mau bisnis tapi gak pernah jalan-jalan, alasannya : yah saya nggak punya ortu kaya yang bisa modalin saya sih. Atau : saya nggak punya koneksi orang-orang yang punya duit sih.

Continue reading

1 Habit Ajaib yang akan Mengubah Hidup Kita Selamanya

Dalam sajian dua minggu lalu kita sudah mengulas 3 jenis habits kunci yang amat perlu kita jalani, yakni habit olahraga, habit membaca buku, dan habit menjalani laku spiritual.

Lalu minggu lalu, kita mengulik satu jenis habit yang juga amat penting bagi kebugaran otak dan tubuh kita yakni healthy eating habit.

Dalam sajian pamungkas tentang Serial Habit ini kita akan membahas satu habit ajaib yang juga secara fundamental bisa membawa perubahan yang masif dalam perjalanan hidup kita.

Apa satu habit ajaib ini? Dan kenapa dampaknya sangat fundamental? Mari kita ulas sambil ditemani segelas jus belimbing tanpa gula.

Continue reading

2 Habits Kunci yang akan Membuat Otak Anda Makin Cerdas dan Produktif

Minggu lalu kita sudah mengulas tiga jenis habit kunci bagi masa depan yang sukses dunia dan akherat. Tiga jenis habits ini adalah : exercise habit, reading habits dan spirituality habits.

Dalam sajian kali ini kita akan mengulik dua jenis habits kunci yang akan membuat Anda makin produktif, panjang umur dan kesehatan mentalmu terjaga dengan optimal.

Saat ini makin banyak anak muda yang mudah merasa stress, stuck dan acapkali terjebak dalam negative over-thinking. Pikiran yang stress dan stuck tentu saja bisa membuat nasib hidup menjadi stagnan. Sementara negative over-thinking hanya akan membuat kita makin pesimis menatap masa depan.

Bukan itu saja. Pikiran yang stress dan terjebak negative over-thinking dalam jangka panjang akan membuat kita mudah menyerah melakukan sebuah action dengan tekun.

Stress dan negative over-thinking akan membuat willpwer dan daya resiliensi kita makin rapuh. Kita tak akan lagi bisa menjalani sebuah action dengan konsisten.

Dan semua ini bahaya. Kenapa? Sebab jalan panjang meraih sukses amat membutuhkan daya resiliensi yang kuat, ketekunan yang tangguh, dan kecakapan melakukan sebuah action dengan konsisten. Saat semua bekal ini rapuh, maka masa depan kita bisa tenggelam dalam duka nestapa yang berkepanjangan.

Kabar baiknya adalah ini. Kita bisa menghindari kondisi yang muram itu dengan menjalani dua habit kunci berikut ini. Mari kita bedah satu demi satu.

Continue reading

5 Jenis Habits Paling Powerful untuk Mengubah Arah Masa Depanmu

Good habit atau kebiasaan itu sejatinya elemen paling kecil dan sekaligus paling fundamental dalam membentuk masa depan hidup kita.

“I can predict the long-term outcome of your success if you show me your daily habits.”  Saya bisa memprediksi masa depan Anda – cukup Anda tunjukkan pada saya kebiasaan harian Anda. Demikian kalau kata pakar manajemen John Maxwell.

Lalu apa saja jenis habits yang layak kita jalani dengan rutin dan konsisten demi masa depan yang epik?

Continue reading

Kenapa Peristiwa Negatif Selalu Lebih Membekas dalam Batin Kita Dibanding Peristiwa Positif?

Ya, kenapa kejadian, momen atau aneka peristiwa negatif yang kita lihat, kita dengar, atau kita alami sendiri selalu meninggalkan jejak yang lebih membekas dalam batin kita dibanding aneka momen atau kejadian positif?

Ada sebuah studi dalam ilmu financial behavior yang menarik. Dalam studi ini ditemukan fakta menarik : peristiwa kehilangan uang Rp 1 juta ternyata jauh lebih membekas dalam hati kita dibanding peristiwa dapat bonus gratis uang Rp 1 juta.

Secara matematis, dua pilihan itu sama persis sebenarnya. Dan karena itu mestinya memberikan dampak yang simetris terhadap kondisi batin kita.

Tapi nyatanya tidak. Kita cenderung memberikan bobot yang lebih tinggi terhadap kejadian negatif (yakni kehilangan uang Rp 1 juta), dibanding peristiwa positif (dapat hadiah bonus Rp 1 juta). Dalam studi bahkan ditemukan peristiswa negatif memberikan dampak 3 kali lebih membekas dalam batin kita dibanding kejadian positif.

Para peneliti menyebut fenomena itu sebagai Bad is Stronger Than Good.

Momen yang buruk (bad events) selalu memberikan jejak yang lebih kuat dibanding momen yang baik (good events) – apapun jenis momen, kejadian atau peristiwa yang kita dengar, kita lihat atau kita alami sendiri.

Continue reading