
Masuknya GreenSM, layanan taksi listrik asal Vietnam, ke pasar Indonesia langsung memantik perhatian. Dengan armada full electric, citra ramah lingkungan, dan dukungan grup besar VinFast, banyak yang bertanya: apakah GreenSM bisa melibas Bluebird, sang raja taksi Indonesia?
Atau sebaliknya, Bluebird justru akan kembali membuktikan daya tahannya?
Jawabannya tidak hitam-putih. GreenSM punya potensi besar, tetapi Bluebird jauh dari kata selesai.
1. GreenSM: Pendatang Baru dengan Amunisi Modern
GreenSM bukan startup kecil. Ia lahir dari ekosistem VinGroup, konglomerasi raksasa Vietnam, dengan kekuatan utama: armada listrik milik sendiri. Ini memberi beberapa keunggulan langsung:
- Biaya energi lebih murah dibanding BBM
- Citra hijau yang sejalan dengan tren ESG
- Kendali penuh atas kualitas armada
Di atas kertas, ini membuat GreenSM terlihat “lebih masa depan” dibanding taksi konvensional. Bagi konsumen urban yang peduli lingkungan dan kenyamanan kendaraan baru, GreenSM terasa segar dan berbeda.
Namun, keunggulan teknologi tidak otomatis berarti keunggulan bisnis.
Continue reading