Kenapa Jumlah Kelas Menengah Indonesia Anjlok Parah?

Dalam beberapa tahun terakhir, data menunjukkan jumlah kelas menengah Indonesia menurun hingga 10 juta orang. Kondisi ini mengejutkan banyak pihak karena selama dua dekade terakhir, kelas menengah justru menjadi motor pertumbuhan konsumsi nasional.

Fenomena ini bukan hanya akibat pandemi, tapi juga hasil dari kombinasi berbagai tekanan ekonomi dan struktural. Lima aspek utama berikut menjelaskan mengapa posisi kelas menengah kini goyah — bahkan sebagian turun kelas menjadi kelompok rentan miskin.

Continue reading

Kenapa Pertumbuhan Indonesia Stuck di Angka 5% dan Tidak Bisa Melesat ke Angka 7%?

Selama lebih dari satu dekade, pertumbuhan ekonomi Indonesia relatif stabil di kisaran 5%. Angka ini terlihat cukup baik dibanding banyak negara berkembang lain, namun di sisi lain, banyak pihak merasa kecewa.

Negara ini memiliki populasi besar, sumber daya alam melimpah, dan pasar domestik kuat — namun mengapa tidak bisa tumbuh 7–8% seperti impian banyak ekonom? Jawabannya kompleks, dan melibatkan kombinasi faktor struktural yang sudah berlangsung lama. Berikut lima penyebab utamanya.


Produktivitas yang Masih Rendah

Pertumbuhan tinggi hanya bisa dicapai bila produktivitas meningkat cepat. Sayangnya, produktivitas tenaga kerja Indonesia masih tertinggal jauh dari negara Asia Timur seperti Korea Selatan, Tiongkok, atau bahkan Malaysia.

Banyak pekerja masih berada di sektor informal dengan keterampilan rendah dan pendapatan kecil. Di sisi lain, adopsi teknologi di banyak industri masih lambat.

Continue reading

Lima Tantangan Besar yang Menghadang Menteri Keuangan Baru RI

Indonesia punya nakhoda baru di Kementerian Keuangan. Siapa pun dia, tugasnya tidak akan ringan. Di tengah dinamika global yang makin tak menentu, serta tekanan domestik yang makin kompleks, posisi Menkeu adalah salah satu kursi paling panas di kabinet.

Berikut lima tantangan utama yang hampir pasti menanti sang Menkeu baru.

Continue reading

10 Headhunter yang Sebenarnya untuk Rekrutmen Eksekutif di Indonesia

Dalam lanskap bisnis yang sangat kompetitif saat ini, perekrutan pemimpin terbaik tidak bisa dilakukan dengan cara yang sama seperti mencari staf operasional di level menengah atau junior.

Seorang CEO, CFO, direktur, general manager, atau senior manager yang tepat dapat secara positif mengubah arah sebuah perusahaan. Pada saat yang sama, kesalahan dalam merekrut pemimpin senior bisa sangat mahal—dari sisi finansial, reputasi, hingga budaya organisasi.

Di sinilah peran headhunter Indonesia yang sebenarnya menjadi krusial untuk perekrutan kepemimpinan yang sukses.

Tetapi, sayangnya, istilah headhunter sering disalahgunakan di Indonesia.

Continue reading

Kenapa Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Stuck di bawah 5%, dan Apa Solusinya?

Selama hampir satu dekade terakhir, pertumbuhan ekonomi Indonesia seperti jalan di tempat—stagnan di angka 5% atau bahkan lebih rendah. Tahun 2023, angka pertumbuhan hanya 5,05%. Sebelum pandemi pun kisarannya tetap di sana, tanpa ada momentum lonjakan besar seperti negara-negara Asia lainnya di masa transisi industrinya.

Apa yang membuat ekonomi kita terasa berat untuk melaju lebih kencang? Dan lebih penting lagi: bagaimana jalan keluarnya?

Continue reading

Janji Manis Pemerintah, Luka Pahit Investor: Curhat KCC Glass dan Realita Investasi di Indonesia

Investasi adalah tentang kepercayaan. Ketika sebuah perusahaan asing memutuskan untuk menanamkan modal di suatu negara, mereka datang bukan hanya membawa uang, tapi juga harapan, rencana jangka panjang, dan ekspektasi akan stabilitas serta kepastian.

Namun, apa jadinya jika janji-janji manis pemerintah berubah menjadi kenyataan pahit? Inilah yang terjadi pada pabrik KCC Glass di Batang, Jawa Tengah — sebuah investasi besar dari Korea Selatan yang kini justru menyuarakan kekecewaan mendalam.

Pabrik KCC Glass masuk ke Indonesia dengan semangat besar. Mereka dijanjikan kawasan industri Batang yang strategis, fasilitas infrastruktur yang siap pakai, dan berbagai insentif investasi yang menggiurkan. Tapi seiring waktu, kenyataan berkata lain.

Continue reading

Prabowonomics : Melacak Jejak Kebijakan Ekonomi Presiden Prabowo

Prabowo Subianto, sebagai tokoh politik yang menonjol di Indonesia, memiliki visi dan pendekatan yang khas dalam kebijakan ekonomi. Dia percaya bahwa Indonesia perlu memanfaatkan sumber daya yang ada secara optimal untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan merata.

Dalam pandangannya, pengelolaan sumber daya alam yang bijaksana sangat penting untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Prabowo mendorong pemanfaatan potensi lokal, seperti pertanian dan perikanan, untuk meningkatkan produksi dan menciptakan lapangan kerja.

Selain itu, dia juga menekankan pentingnya investasi dalam infrastruktur untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, terutama di daerah terpencil yang selama ini terabaikan. Dengan membangun infrastruktur yang baik, diharapkan aksesibilitas dan konektivitas antar daerah dapat meningkat, mendorong perdagangan dan investasi.

Continue reading