3 Kesalahan Fatal dalam Membuat Slide Presentasi
Yodhia Antariksa June 23rd, 2008
“…menggunakan PowerPoint itu seperti menaruh AK-47 yang terkokang di atas meja: kita bisa melakukan hal-hal yang sangat buruk dengan aplikasi ini.” Peter Norvig, Direktur Riset Google.
Membuat slide presentasi dengan powerpoint kini mungkin telah menjadi satu ketrampilan yang perlu dikuasai oleh banyak orang – entah Anda seorang mahasiswa, dosen, trainer, pekerja kantoran, atau seorang wirausahawan seperti Bill Gates. Problemnya, hingga hari ini saya masih acap menyaksikan mutu slide presentasi yang pas-pasan, untuk tidak mengatakan berantakan. Beberapa waktu lalu misalnya, saya menyaksikan tayangan presentasi dari seorang petinggi dari sebuah organisasi publik; dan sesaat setelah melihat halaman pertama slide, nafsu saya mendengarkan ceramahnya mendadak lenyap. Penyebabnya: mutu slide presentasi yang ditayangkan benar-benar memilukan.
Tragedi slide presentasi semacam itu mestinya bisa dihindari jika kita tidak melakukan 3 kesalahan fatal yang acap saya temui. Mari kita telusuri tiga kesalahan ini satu per satu.
Kesalahan pertama : memindahkan word ke powerpoint. Maksudnya, powerpoint dan word adalah dua aplikasi dengan fungsi yang amat berbeda. Sialnya, perbedaan yang amat mendasar ini acap dilupakan orang ketika membuat slide presentasi. Demikianlah, saya acap melihat kalimat-kalimat panjang dan rinci dari word langsung saja dicopy paste ke dalam powerpoint – dengan font yang kecil lagi (misal ukuran 12 atau 14). Ini namanya, powerpoint abuse atau penganiayaan slide presentasi.
Solusinya : jika Anda akan menulis persentasi dengan bullet point, mungkin ada baiknya jika kita mengingat 5 x 5 rule. Aturan yang bisa diterapkan secara fleksibel ini intinya mengajak kita untuk hanya membuat maksimal 5 bullet point dalam setiap halaman slide; dan masing-masing poin sebaiknya terdiri tak lebih dari lima kata. Slide presentasi adalah slide presentasi. Maksudnya : tayangkan hanya poin-poin pokok dari gagasan yang ingin Anda sampaikan. Tulisankan gagasan itu dengan ringkas – hindari kesalahan fatal berupa keinginan untuk menampilkan kalimat-kalimat panjang dan rinci dalam sebuah slide.
Kesalahan kedua yang juga acap saya temui : SEMUA TULISAN MEMAKAI HURUF KAPITAL. Untuk judul sebuah slide mungkin oke menggunakan huruf besar semua. Namun ketika Anda menjabarkan dalam poin-poin yang ringkas dalam baris sesudahnya, gunakan huruf non-kapital. Sebab kalimat panjang yang semua menggunakan HURUF KAPITAL terbukti justru sulit dibaca.
Selanjutnya, kalau bisa gunakan font dengan ukuran minimal 24 (ukuran yang lebih kecil akan membuat orang yang duduk dibelakang akan kesulitan membacanya). Dan jangan lupa, sebaiknya gunakan jenis huruf sans seriff seperti Arial, Verdana atau Georgia. Dan bukan jenis huruf seriff seperti Times New Roman. Sejumlah pakar presentasi menyebutkan, dalam medium digital seperti layar komputer, jenis huruf seperti Arial lebih mudah dibaca dibanding Times New Roman.
Dan jangan lupa juga satu hal : konsistensi. Maksudnya, jika kita menggunakan huruf Arial dengan font size 28, maka sebaiknya jenis dan ukuran inilah yang kita pakai dalam semua halaman slide. Ini perlu diingat, sebab tak jarang saya melihat pemakaian jenis huruf yang tidak konsisten. Kesannya jadi berantakan dan tidak profesional.
Kesalahan ketiga : desain gambar yang kampungan dan ditata dengan serampangan. Untuk membuat slide lebih artistik, kita memang kudu meletakkan gambar (image) yang relevan dan artistik. Sialnya, saya banyak melihat slide dengan gambar yang dicomot dari clip art (banyak tersedia dalam powerpoint); dan sorry to say, hal ini akan membuat slide Anda terkesan kampungan. Apalagi jika clip art itu diletakkan secara serampangan – tanpa memperhatika segi estetika.
Kalau ingin menaruh gambar, ya cari gambar (image) yang professional look, jangan pakai clip art. Dan yang tak kalah penting : semuanya ditata dengan memperhatikan aspek estetika, dan sekali lagi konsisten. Maksudnya, style peletakan gambar kalau bisa mengacu pada pola tertentu yang konsisten (dan bukan asal taruh saja). Mungkin dalam hal desain image ini ada baiknya jika kita langsung berguru dari presentasi sang pencipta PowerPoint itu sendiri (lihat beberapa contoh presentasi melalui image dibawah ini).
Seperti yang kita saksikan dalam contoh diatas, desain gambar dan tata letak kalimat tampaknya disusun dengan mengacu pada nilai estetika. Kita mungkin sulit meniru kejeniusan Tuan Gates dalam membikin software, namun tentu bukan hal yang relatif rumit untuk bisa mengcopy desain presentasi seperti yang terlihat dalam gambar diatas. Yang dibutuhkan hanyalah kepekaan kita akan nilai-nilai estetika (sense of aesthetic).
Demikianlah, tiga kesalahan fatal yang mestinya bisa kita hindari jauh-jauh ketika kita hendak membuat slide presentasi. Sebab dengan itulah kita mungkin baru bisa mendesain sebuah slide yang elok nan menggetarkan. Dan bukan deretan slide yang garing nan membosankan. Dengan mutu yang memilukan. Duh.
Note : Jika Anda ingin mendapatkan file powerpoint presentation mengenai management skills, strategy, marketing dan HR management, silakan datang KESINI.
Photo Credit by Niall Kennedy under creative commons license.
- Management Skills
- Comments(36)





Yups, bener banget. Bisa dibilang bahkan presentasi itu menentukan segalanya. Saat kita kuliah, kita juga pake powerpoint untuk presentasi. Saat kita ujian skripsi, maupun ketika bekerja. Acapkali, kemampuan dalam melakukan presentasi cenderung diremehkan. Tapi, bagi saya yang sekarang sudah bekerja, kemampuan ini seharusnya lebih digali lagi. Tapi, bagaimana dengan kemampuan untuk memadumadankan dengan sofware lainnya, agar terlihat ciamik, seperti Dreamweaver atau Flash? Ada teknik pembuatannya tidak? Hehe…Oya, bagaimana kalau diulas sekalian mengenai tips dan trik saat melakukan presentasi?
regards
Mas Yodhia,
Kalau gambar2 yang ciamik untuk presentasi bisa diambil dari mana ya.. kalau diinternet.. Apakah ada add on atau plugin tambahan dalam Power pointyang standar itu.
salam,
ya benar sekali bos…. memang memakai aplikasi instan seperti powerpoint memang sangat membantu untuk mempercepat kerja kita, apalagi kalau kita setiap hari sering mengadakan presentasi kepada client, bisa repot kalo harus pakai flash atau dreamweaver. Kecuali persiapan presentasi profile perusahaan misalnya yang dibuat dengan teliti dan permanen.
Kalau saya pribadi senang berpikir untuk desain minimalis, senang dilihat, dan langsung get the point tetapi tidak meninggalkan nilai2x art dan estetika.
Saya sering sekali presenter membaca langsung dari silde mereka…uhhhh sangat “boooring”….
sekali pernah saya melihat sebuah seminar di kota saya, saking sebel saya waktu di suruh bertanya saya bilang… “presentasi anda buruk sekali”
hehehe
Bos… ditambah lagi dong artikel tentang presentasi ini.
menurut saya kalau kita mampu ber-presentasi dengan baik, itu salah satu kunci sukses di dalam bisnis.
Terima kasih.
gampang mas aji…hehehhe
buka aja google, ketik kata kunci yang mau kita cari..serach… lalu bagian atas google pilih yang images
muncul deh seluruh gambar. kalo mau resolusi besar tinggal di ganti aja pilihan image size.
mudahan dapat membantu
Setuju…… Kesukesan Presentasi sedikit banyak tergantung pada tampilan slide. Meskipun bukan merupakan satu-satunya faktor kesukesan presentasi.
Mas mungkin selain 3 kesalahan yang mas telah sampaikan, ada kesalahan lain yang juga cukup fatal ialah ketika memasukan background berupa image terkadang maksudnya bagus tapi kadang malah menjadikan Tulisannya sulit dibaca, oleh karenanya perlu teknik khusus seperti salah satunya membuat image dengan washout dan diatur prosentase brightnees dan contrast-nya.
Begitu juga dalam pengunaan custom animation, banyak sekali presentasi yang dibuat kadang malah menjadi tidak nyaman karena tidak mampu memanage custom animation dengan baik.
Kesalahan fatal yang lain adalah ketika memasukan film / mpeg dalam presentasi, terkadang karena kurang paham teknisnya dan merasa telah memasukan dalam slide, ternyata file source-nya ada komputer dan ketika file power pointnya di copy dalam flash atau eksternal disk, file sourcenya lupa sehingga ketika melakukan presentasi slide tersebut tidak dapat dibuka……
Kadang kesalahan-kesalahan seperti itu memang kecil namun sangat berdampak pada penampilan presentasi, dan memungkinkan presenter panik…. Btw thanks atas blog yang memberikan banyak ilmu ini mas…. sehingga kita bisa saling tukar informasi.
great
wah bener banget nih…
presentasi sangat penting buat “first look” dari apa yang kita ingin sampaikan.
kayak gambar makanan di restoran. dibuat se”enak” mungkin, sehingga menimbulkan “nafsu makan”.hehehehe.
Maturnuwun infonya…
Yang pasti selain eye catching, sebuah slide meski singkat namun mampu merepresentasikan maksud dan tujuan kita. Habis itu tinggal kemampuan komunikasi kita saja. Kalo slide bagus, namun komunikasi amburadul hasilnya juga tidak akan optimal. Demikian pula sebaliknya.
Kapan-kapan boleh dong sharing tentang cara presentasi yang baik…
great! presentasi adalah kegiatan sehari-hari dalam dunia bisnis. tapi banyak yg menganggap enteng pekerjaan tsb. Yg buat tulisan di power point, trus dibacain deh didepan publik. Saya yakin tulisan anda bisa membuka mata banyak orang dan memperkaya presentation skill mereka. Salut
padahal sudah banyak buku tutorial membuat presentasi kan?
Kalau bicara tipsnya..saya punya sedikit referensi tentang Tips Presentasi disini
Semoga bermanfaat
thank’s bgt neh tips nya, kamis ini mau sidang TA
Kesalahan paling fatal bagi sebuah perusahaan adalah jika memperkerjaan orang yang buta akan 3 point diatas dan membiarkannya melakukan presentasi penting terhadap project besar… :p
“Andy OrangeMood is Online Advertising & Business Consultant”
steve jobs is the greatest example of someone who always bring a presentation with wonderful touches…effective…yet elegant….
@ Aji, mengenai mencari image, silakan lihat komen/jawaban dari Arkan. Anda juga bisa beli CD kumpulan image yang bagus, harganya 50 ribu, bisa dibeli di Mal Ambasador, Jakarta.
yang penting adalah bagaimana membawakannya, bagaimana bisa mencuri perhatian, dan membius audience dengan presentasi kita
Pak Yodhia,
benar sekali pak, yang disampaikan, memang sedih sekali lihat teman2 yang belum bisa power point, padahal apa yang disampaikan baik tapi kurang dalam cara penyampaiannya, bahkan dulu saya pernah berkunjung ke suatu pabrik, Company Profile dibuat dalam format MS Word (hehehe), nggak salah tuh
bagi teman yang ingin beberapa slide bagus, bisa langsung donwload disini
http://portalinspirasi.wordpress.com/download
semoga bermanfaat
setuju,
duatuju,
dan tigatuju, =)
selain slidenya bagus,, cara penyampaiannya juga harus bagus..
(bagus + bagus = Luar Biasa..!!!)
skalian dunk, bagi bagi tips gimana cara presentasi yg maknyuss..
terima kasih
Salam Sukses..!!!
Benar tuh.
tadi aja ada teman yang disuruh dosen presentasi tentang Manajeman SDM.
Slide presentasinya tidak profesional sama sekali. bikin mata sakit aja. soalnya hurufnya itu kecil-kecil.
Yang sering dilupakan adalah slide presentasi merupakan alat bantu bagi presenter, jadi fokus dari audience haruslah tetap di anda sebagai presenter bukan di slide presentasinya sepanjang waktu.
itulah mengapa saya suka kagum dgn orang2 yang buat presentasi di slideshare.net. Beberapa di antaranya sungguh luar biasa dalam menyajikan presentasi. Ada yg bisa menyajikan seperti bercerita/mendongeng, utk suatu materi yang serius.
Benar sekali…terkadang kita sering menganggap remeh dengan presentasi…seolah - olah semua orang sudah mengerti padahal apa yang kita presentasikan malah membingungkan dan membuat boring…Jadi, yang terpenting adalah membuat secara simple, sistematis dan mudah dimengerti…tidak perlu menampilkan semua isi presentasi tetapi poin - poin penting saja dan pada saat slide tersebut tampil kita bisa jelaskan kepada audience.
dahsyat!!
banyak orang yang ga peduli ma presentasinya,,banyak orang yang ngubah power point jadi power sentence atau bahkan power paragraph..
power point itu alat bantu pendengar untuk memahami presentasi presenter, bukan alat pengingat bahan presentasi presenter..
salah satu dosen saya yg seringkali pake slide klo ngajar ya gitu, tulisan kecil2…untung ruang kuliah kecil dan jumlah mahasiswa gak sampe 30 orang..
duh..nih pak dosen gimana sih… tapi untungnya cara penyampaian secara lisannya enak..dan gak membosankan.
Membuka wacana.
Bagus banget nih
Pencerahan yang sangat informatif nih! Membantu sekali…semoga para nara sumber seminar membaca tulisan ini juga…biar ga bikin file persentasi yang kalimatnya terlalu sangat banyak…. Tx
[…] bagi mereka yang berkecimpung dalam dunia bisnis. Dalam tulisan sebelumnya (yang bisa Anda baca disini), kita telah membahas mengenai bagaimana membuat slide presentasi yang menarik. Dalam tulisan ini […]
Yang penting, Fake it before you make it (itu yang saya baca dari BillGates),
Mutu Memilaukan……..tapi hasilnya besar, (jangan banyak aturan/birokrasi)
Ps: Saya suka dengan artikel anda, Bagus, Top Banget
Betul & Setuju, terutama dosen-dosen yang belum bisa presentasi by powerpoint, sepertinya gak usah maksain copy paste dari word deh. Lihat aja sudah bosen apalagi mendengarkannya.
Terimakasih artikelnya, bagus sekali.
Ehm….
Sipppppp, postingan bagus…
Hanya saja, ada kata yang kurang pas dari segi makna, yakni, kampungan, seperti dalam Kesalahan Ketiga. SAya copy paste saja dibawa ini:
Kesalahan ketiga : desain gambar yang kampungan dan ditata dengan serampangan. Untuk membuat slide lebih artistik, kita memang kudu meletakkan gambar (image) yang relevan dan artistik. Sialnya, saya banyak melihat slide dengan gambar yang dicomot dari clip art (banyak tersedia dalam powerpoint); dan sorry to say, hal ini akan membuat slide Anda terkesan kampungan. Apalagi jika clip art itu diletakkan secara serampangan – tanpa memperhatika segi estetika.
Apa sebenarnya maksud kata kampungan itu? Apakah artinya “tidak menarik”, “tidak mutu”, “terbelakang”, “tidak artistik”, “norak”?
Walah pak, orang kampung saja banyak yang kagak tahu computer….. masa presentasi using power point yang comot-comot clipt art itu dibilang “identik” dengan mereka…. he hehe hehehehe
Gila, keren banget slide si Bill Gates
thx mas infonya, saya suka sekali dengan tulisan2 mas di blog ini. Salam.
Thanks banget buat infonya. Penting banget hal kyak gitu apalagi buat saya sebagai seorang mahasiswa yang sebentar lagi mau pendadaran.
[…] Tragedi slide presentasi semacam itu mestinya bisa dihindari jika kita tidak melakukan 3 kesalahan fatal yang acap saya temui. Mari kita telusuri tiga kesalahan ini satu per satu. (more…) […]
Iya ya jadi sadar kalo powerpoint kita gak karuan n kampungan alias ndeso
Hehe makanya menurut saya tiap perusahaan mesti punya graphic design in-house sendiri. Biar ga semrawut itu presentasinya.
Benar sekali yang anda sampaikan itu pak, tapi koq ya saya kalo bikin power point (untuk mengajar)standar2 aja ya. masih comot2 di clip art. gimana cara yang lebih oke. please sharingnya ya