laptop-hand-re.jpgBulan ini jumlah pengguna Facebook di tanah air telah menembus angka 12 juta – sebuah angka yang sangat masif (ini artinya hampir 50 % pengguna internet di tanah air menjadi membernya, sebab total netters di Indonesia berkisar pada angka 30 juta users). Angka 12 juta ini juga sebuah bilangan yang dramatis, mengingat pada Januari 2009 jumlah Facebookers di tanah air baru berada pada angka 2 jutaan. Ini artinya jumlah penggunanya mekar enam kali lipat (600%) hanya dalam hitungan bulan.

Kalaulah jumlah pengguna Facebook telah menembus angka 20 juta, bolehlah kita mengundang sang CEO Mark Zuckerberg dan wakilnya yang cantik itu, Sherryl Sandberg, untuk datang ke tanah air, berbincang tentang tren masa depan internet dunia.

Lepas dari itu, ada tiga catatan penting yang bisa dipetik dari pertumbuhan pengguna Facebook yang fenonemal itu. Mari kita mengawali Senin yang segar ini dengan mengulik satu per satu catatan itu.

Catatan yang pertama, pertumbuhan yang pesat itu tampaknya sebagian dipicu oleh tumbuhnya peran Facebook sebagai medium untuk membangun an online social movement. Dulu ketika kasus Prita Mulyasari mencuat, jumlah pengguna FB meningkat tajam. Sekarang ketika ada Gerakan 1,000,000 Juta Facebookers mendukung Bibit – Chandra, jumlah user FB juga melesat naik. Publikasi di media cetak dan elektronik tentang dukungan facebookers atas dua kasus itu tenyata telah mendorong banyak orang untuk juga menjadi user FB.

Fenomena diatas tentu saja sebuah hal yang menarik. Ketika saluran aspirasi formal mampat, orang kemudian bergerak menyuarakan opininya melalui ranah maya. Facebook kemudian menjadi sebuah arena dimana publik bisa merajut hadirnya sebuah “online movement” yang kokoh dan solid. Demokratisasi Gaya Facebook, mungkin kita bisa menyebutnya demikian.

Catatan yang kedua tentang pertumbuhan fenonemal facebookers adalah ini : pengguna internet tanah air memang memiliki kedudukan yang terhormat dalam panggung online global. Dengan jumlah 30 juta, users internet Indonesia termasuk dalam 10 besar pengguna internet dunia. Dan ajaibnya, 30 juta users itu tergolong sangat aktif dalam jagat maya dan acap “mengobrak-abrik” arena online global.

Sebagai misal, jumlah blogger Indonesia dan interaksi pembaca dalam media itu tergolong dalam jajaran papan atas dunia. Dalam situs twitter, pengguna dari tanah air beberapa kali membuat sejumlah kehebohan berskala global. Dan dalam perjalanan panjang ke berbagai forum online dunia, saya selalu melihat jejak orang Indonesia didalamnya.

Pendek kata, ternyata pengguna internet dari tanah air termasuk golongan pengguna yang aktif dan sangat responsif dengan beragam tren online global. Fakta ini membuat saya optimis akan banyak muncul netpreneurs skala global dari tanah air. Sekarang saja, banyak netpreneurs dari berbagai sudut kota di tanah air yang telah malang melintang dalam jagat online business global – dan setiap bulan mereka mendatangkan ratusan ribu dollar sebagai devisa negara.

Catatan yang terakhir adalah tentang dampak pertumbuhan facebookers bagi small business players. Facebook dengan jumlah pengguna yang masif itu tak pelak merupakan potential market yang layak dieksplorasi. Salah satu yang mungkin bisa dilakukan adalah dengan memasang small advertising di FB. Dan jujur, memasang iklan di FB ternyata sungguh murah meriah. Tarif iklan mereka hanya Rp 100 per klik (jauh lebih murah dibanding iklan di Detik.com atau Google.com yang bertarif sekitar Rp 1000/klik).

Sebagai small netpreneurs, selama ini saya mengalokasikan dana yang relatif besar untuk memasang iklan di FB (dari orang-orang seperti saya-lah, Facebook kemudian bisa hidup !). Dan selama ini saya cukup happy dengan efektivitas memasang iklan di FB.

Itulah kenapa ketika tampil di MetroTV, saya pernah bilang bahwa FB sejatinya juga telah menjadi dewa penolong bagi small business players seperti saya. Dengan menyediakan ruang iklan dengan tarif yang sangat terjangkau, FB telah memberikan peluang bagi para pelaku UKM (usaha kecil dan menengah) untuk mempromosikan produknya. Dan dengan cara itu, diam-diam Facebook telah memberikan peran penting dalam pengembangkan UKM di tanah air.

Facebook – Redefining the Meaning of Friendship. Demikian selarik slogan elok pada sebuah tshirt yang pernah saya lihat disini. Namun slogan itu mungkin tidak cukup lagi.

Di tanah air, Facebook telah memberikan dua sumbangan lain yang teramat penting : ia telah menyemaikan kembali benih-benih demokrasi publik; dan sekaligus menjadi rekan seperjuangan bagi tumbuhnya pelaku usaha kecil dan menengah yang tangguh.

Note : Jika Anda ingin mendapatkan kaos keren dengan desain Facebook dan techno life, silakan klik DISINI.