reading-re.jpgTradisi membaca yang cukup tangguh tampaknya terus tumbuh di kalangan masyarakat, terutama di kalangan kelas menengah perkotaan. Cobalah datang ke toko buku yang banyak tersebar di mal pada akhir minggu, maka kita akan animo pembeli yang antusias memborong beragam buku baru yang ditampilkan.

Dan tentu tak ada yang lebih beruntung pada kondisi pasar semacam itu selain jaringan toko buku Gramedia. Harus diakui jaringan ini telah menjelma menjadi semacam penguasa tunggal (hegemonic leader) dalam pasar retail buku di tanah air. Setiap kali saya berkunjung ke kota-kota besar di pelosok Nusantara, saya selalu melihat kehadirannya secara mencolok di setiap mal besar yang ada di kota tersebut.

Dan memang dalam hal koleksi dan desain interior gedungnya, Gramedia tampaknya jauh meninggalkan para pesaing terdekatnya, seperti Gunung Agung atau Kharisma. Di banyak toko Gramedia, kita bakal menemukan suasana interior yang lapang, nyaman dan setiap rak bukunya menawarkan beragam buku dengan topik yang sangat variatif. Apalagi jika Anda pernah datang ke toko Gramedia terbesar di Plaza Indonesia, Jakata……wow, desain interior dan penataan bukunya sungguh spektakuler.

Namun demikian dalam kompetisi buku-buku import (buku berbahasa Inggris), Gramedia rupanya cukup mendapat pesaing yang tangguh. Begitulah kita kemudian mengenal toko buku khusus berbahasa Inggris seperti Kinokuniya, Times Book store ataupun Periplus (toko buku Periplus di Bandara Soekarno Hatta adalah salah satu satu tempat favorit saya; saya selalu mampir dan membeli buku/majalah dari toko ini setiap kali saya datang ke bandara).

Selain pesaing toko off line seperti diatas, dalam pasar buku impor, Gramedia sejatinya memiliki pesaing yang jauh lebih tangguh, yakni Amazon.com. Kios Amazon ini kita tahu merupakan toko buku online terbesar di dunia (dulunya mereka hanya berjualan buku secara online, tapi kini juga berjualan musik, DVD, gadget dll melalui situs online mereka).

Sebagai toko buku terbesar di dunia, koleksi buku mereka hampir tak terhitung (dan koleksi buku impor Gramedia nyaris tidak ada apa-apanya dibanding Amazon). Kekuatan koleksi inilah yang membuat saya memutuskan menjadi pelanggan Amazon.com sejak tahun 1997 silam hingga hari ini.

Melakukan pembelian online malalui Amazon relatif simple. Rata-rata harga buku di Amazon sekitar U$ 15 plus biaya kirim $ 5/buku (jadi harga total rata-rata $ 20). Lama pengiriman sekitar 2 minggu. Kalau Anda atau kantor Anda membutuhkan buku manajemen/bisnis dengan judul yang spesifik, saya kira Amazon.com merupakan salah satu tempat alternatif terbaik (banyak buku manajemen bagus yang tidak tersedia di Gramedia, namun dengan mudah bisa kita beli via Amazon.com).

Selain menawarkan koleksi buku manajemen/bisnis yang lengkap, situs Amazon.con juga selalu menayangkan review menarik dari para pembeli/pengunjungnya. Selain itu, mereka juga selalu mengupdate daftar buku-buku best seller bidang manajemen dengan ekstensif. Pendeknya, melakukan browsing ke situs Amazon.com selalu merupakan wisata pengetahuan yang menyenangkan.

So, omong-omong mengenai pengalaman membeli buku via amazon.com, berikut daftar tiga buku yang rencananya akan saya beli mingggu ini secara online dari mereka.

happiness-re.jpgBuku yang pertama berjudul : Authentic Happiness - Using the New Positive Psychology to Realize Your Potential. Penulis buku ini adalah Martin Seligman, profesor ilmu psikologi positive, sebuah cabang ilmu yang menawarkan kekuatan positive thinking dan spirit optimisme. Tesis utama buku ini : renggutlah kebahagiaan sejati, sebab dengan itu Anda baru bisa menjelma menjadi insan yang produktif nan mulia.

the-presentation-secrets-of-steve-jobs-re.jpgBuku kedua : The Presentation Secrets of Steve Jobs - How to Be Insanely Great in Front of Any Audience. Banyak orang bilang Steve Job, pendiri Apple, adalah salah satu presentator legendaris dan terbaik di dunia. Ia hanya melakukan presentasi ketika Apple melakukan peluncuran produk baru (iPod, iPhone, iMac, dll). Ia sendiri selalu yang akan naik panggung dan mempresentasikan kekuatan produknya. Nah disinilah, ribuan audien yang menjadi pemirsanya selalu dibuat tertegun-tegun dengan gaya presentasi Steve Jobs. Buku ini akan memberitahu kepada kita rahasia dibalik penampilan presentasi Steve Jobs yang selalu memukau itu.

coveraudacity-to-win-re.jpgBuku ketiga : The Audacity to Win -The Inside Story of Barack Obama’s Historic Victory. Buku ini ditulis oleh David Pluoffe, mantan campaign manager yang menjadi arsitek kemenangan historis Obama. Buku ini saya kira memberikan pelajaran sangat penting tentang bagaimana meracik sebuah strategi, dan bagaimana kemudian strategi itu dieksekusi dengan penuh kesempurnaan.

Akhir kata, salam selamat Senin pagi yang produktif teman. Selamat bekerja and  have a wonderful week !!

Note : Jika Anda ingin mendapatkan slide presentasi yang menarik tentang Presentation Skills and Personal Development, silakan KLIK DISINI.

Photo credit by : Anna Theodoras @ Flickr.com