Archive for July, 2010

Blackberry, Social Proof dan Positive Labeling

lady-re.jpgBlackberry, kita tahu, kini telah menjadi salah satu gadget yang digandrungi banyak orang. Tentu saja, larisnya produk ini ditopang oleh fitur-fiturnya yang user-friendly. Beragam fiturnya membikin para penggunanya bisa saling ber-BBM, dan juga amat praktis untuk ber-FB atau ber-tweet ria.

Namun dibalik meledaknya penjualan gadget BB itu, terselip sebuah fenonema psikologis yang acap disebut sebagai “sikap latah”. Kalau orang lain atau teman-teman saya pakai BB, saya saya harus pakai juga dong; begitu kira-kira bunyi sikap tersebut.

Dalam ilmu perilaku (behavior science), kejadian ini disebut sebagai “social proof”. Atau sebuah perilaku individu yang dipicu semata-mata karena orang lain juga melakukan hal yang sama. Read the rest of this entry »

Mengais Rezeki dari Penghasilan Sampingan, Kenapa Tidak?

pohon-uang.jpgBiaya hidup rasanya terus mendaki dari tahun ke tahun, dengan kecepatan yang acap membikin kita terkaing-kaing. Biaya belanja sehari-hari, biaya anak sekolah (lengkap dengan seabrek kursus-kursunya), biaya tak terduga (ah, betapa banyaknya pos yang satu ini!), rasanya terus melambung.

Bagi Anda yang bekerja sebagai karyawan kantoran, dimana kenaikan gaji sering cuman segitu-segitu saja, tentu melambungnya biaya hidup itu acap membikin kepala kliyengan. Belum tiba tanggal gajian, lho kok uangnya sudah habis duluan. Boro-boro liburan sekeluarga ke Bali, uang buat beli susu saja kadang ndak cukup. Doh !

Bagi sebagian besar orang, konsep kebebasan financial (financial freedom) memang masih terasa sebagai sebuah fantasi. Jadi bagaimana dong? Bagaimana agar tidur kita lebih nyenyak, ndak diganggu dengan beban finansial keluarga yang rasanya kian berat?

Dilatari oleh kondisi seperti itulah, lalu muncul gagasan tentang mencari rezeki tambahan dari penghasilan sampingan. Maksudnya, selain gaji sebagai pekerja kantoran, bisa ndak ya kira-kira kita bisa mengais sejumput rezeki tambahan yang halal, dari usaha sampingan? Read the rest of this entry »

Cara Menyusun KPI Individu atau KPI Karyawan

Penyusunan scorecard untuk level pegawai pada prinsipnya sama dengan penyusunan balanced scorecard pada level bidang, yakni terdapat komponen sasaran strategis (dalam level pegawai sebutannya berubah menjadi Sasaran Kinerja/Performance Goals). Sasaran kinerja ini kemudian dilengkapi dengan KPI dan penatapan angka target yang jelas.

Selain itu yang sedikit berbeda, dalam level pegawai, penetapan sasaran kinerja tidak lagi dipetakan dalam empat perspektif. Cukup hanya disusun dalam bentuk daftar sasaran kinerja (list of performance goals). Untuk setiap pegawai, daftar sasaran kinerja ini lazimnya berjumlah antara 5 – 8 sasaran. Read the rest of this entry »

Contoh KPI Bagian SDM

KPI atau key performance indicators adalah serangkaian indikator kinerja yang terukur dan memberikan informasi mengenai sejauh mana kita telah berhasil mencapai target. KPI yang baik menggambarkan dengan jelas dan terukur result atau hasil kerja yang diharapkan.

Contoh KPI untuk bagian SDM yang lazim digunakan antara lain adalah sbb. Pertama, employee turn over atau KPI yang mengukur seberapa banyak jumlah karyawan yang resign dalam setahun. Angka targetnya adalah makin rendah makin baik, misal sekitar 2 – 4 %. Diatas 5 % tergolong kurang baik; meski dalam industri tertentu, tingkat turn over karyawan bisa tinggi, seperti dalam industri call center atau retail; dimana angka turn over bisa lebih dari 8 %. Tingkat turn over yang tinggi menyebabkan biaya rekrutmen yang mahal. Read the rest of this entry »

Cara Menyusun dan Membuat KPI - Key Performance Indicators

KPI atau key performance indicators dapat diartikan sebagai ukuran atau Indikator yang akan memberikan informasi sejauh mana kita telah berhasil mewujudkan sasaran strategis yang telah kita tetapkan. Dalam menyusun KPI kita harus sebaiknya menentapkan indikator kinerja yang jelas, spesifik dan terukur (measurable).

KPI juga sebaiknya harus dinyatakan secara eksplisit dan rinci sehingga menjadi jelas apa yang diukur. Pada sisi lain, biaya untuk mengidentifikasi dan memonitor KPI sebaiknya tidak melebihi nilai yang akan diketahui dari pengukuran tersebut. Hindari pengukuran yang berlebihan yang tidak banyak memberi nilai tambah. Read the rest of this entry »

Konsultan Bsc - Konsultan Penyusunan Balanced Scorecard

Balanced scorecard adalah suatu alat manajemen kinerja (performance management tool) yang dapat membantu suatu organisasi untuk mentranslasikan visi dan strategi ke dalam aksi. Disebut balanced (seimbang), karena kinerja yang diukur tidak hanya berupa sekumpulan indikator finansial, namun juga memperhatikan indikator-indikator non-finansial yang dianggap penting, seperti pelanggan, proses bisnis dan pengembangan SDM. Jadi seimbang (balance), antara aspek finansial dan aspek non finansial.

Selanjutnya, Balanced Scorecard juga dapat berfungsi sebagai alat untuk mengkomunikasikan strategi perusahaan kepada para stakeholders: management, employees, shareholders, customers dan communities. Jadi dengan pendekatan balanced scorecard, arah strategi perusahaan dapat disampaikan secara lebih simple, lebih mudah dipahami oleh audiens luas, dengan tetap menjaga substansi dari strategi tersebut. Read the rest of this entry »

Gaji dan Karir Saya Tidak Naik-naik, So What?

limbo-re.jpgSecara berkala, saya kadang menerima email dari para pembaca blog ini. Isinya bermacam-macam. Ada yang sekedar ingin menanyakan judul buku manajemen yang paling mutakhir, ada yang minta pendapat mengenai strategi pengembangan SDM, hingga konsultasi minta advis bagaimana caranya membesarkan bisnis.

Namun tak jarang saya menerima email yang isinya curhat dan keluhan yang sarat dengan sembilu kegusaran. Isinya terpaku pada sebuah isu klasik : kenapa gaji dan karir saya tidak naik sepesat yang saya harapkan.

Seperti minggu lalu, saya menerima sebuah email yang isinya kurang lebih seperti ini : pak, saya sudah bertahun-tahun bekerja di perusahaan ini dan telah memberikan kerja terbaik; namun kenapa gaji yang diberikan perusahaan rasanya tidak sebanding dengan apa yang telah saya kerjakan. Di perusahaan ini, karir saya sepertinya mentok, berjalan ditempat, karena manajemen tidak punya kebijakan karir yang jelas. Semuanya serba tertutup dan remang-remang. Jadi kira-kira apa yang harus saya lakukan, pak? Read the rest of this entry »