Impression Management : Cara Cari Muka secara Elegan Di Hadapan Boss

Carmuk. Cari muka di depan boss. Kalimat ini mungkin telah tergelincir menjadi sejenis dirty words dengan aura negatif yang muram. Tentu saja demikian, jika cara itu dilakukan dengan pola amatiran dan sembrono. Namun jika proses itu dilakukan secara elegan dan proper, mungkin ia akan jadi pilar yang cukup penting bagi laju karir dan tentu saja, grafik kesejahteraan kita.

Cara cari muka secara elegan di depan boss itu lazim disebut sebagai ilmu impression management.

Di pagi musim penghujan ini, di bulan yang acap dikenang secara sendu dengan sebutan November Rain, kita mau mengulik seluk beluk ilmu impression management. Tujuan tulisan ini mulia : supaya karir dan nasib Anda bisa bergerak naik, berkah barokah, gemah ripah loh jinawi.

Sebelum membedah sejumlah kiat untuk melakoni impression management, kita jelajahi dulu empat jenis karyawan dan manajer.

Tipe pertama : kinerjanya bagus namun tidak bisa menjual dirinya dengan baik (bad impression management skills). Mungkin kinerja orang ini memang bagus : tekun, selalu mau kerja keras bahkan lembur, dan nyaris selalu bisa menyelesaikan pekerjaan dengan tepat waktu.

Namun sayang, ia kurang piawai mencitrakan dirinya sebagai pekerja cerdas. Alhasil, namanya “nyaris tak terdengar”, dan karirnya mentok di pojok laci. Low profile boleh-boleh saja, tapi kalau selalu makan hati lantaran tak pernah di-promote, terus gue harus bilang wow gitu?

Tipe kedua : kinerjanya pas-pasan, namun pakar dalam teknik cari muka di depan bos. Teknik cari mukanya mulai dari yang sederhana : bikinin presentasi buat si bos, ikut membawakan tas/laptop boss, hingga yang lumayan “keren”, misal membelikan oleh-oleh buat si anak bos dan rela menjadi supir pribadi kala bos mau berkunjung kemana-mana.

Tanpa ditopang dengan substansi kinerja yang andal, siasat seperti diatas hanya akan meninggalkan jejak yang kelam bagi produktivitas organisasi di masa mendatang. Rekayasa impression management yang hanya akan membikin roboh kinerja bisnis.

Tipe ketiga : sudah kinerjanya pas-pasan, impression management skills-nya juga buruk. Pegawai semacam ini mungkin lebih baik diajak ke laut : buat merenung di pinggir pantai dari pagi sampe paginya lagi.

Tipe keempat adalah yang mungkin mesti ditumbuhkan : kinerjanya bagus, dan ditopang dengan ilmu impression management yang elegan. Alhasil karir pegawai/manajer seperti ini bisa terus berkibar meski hujan terus mengguyur bumi (halah, apa hubungannya).

Btw, siasat impression management yang dilakukan oleh pekerja tipe keempat itu layak di-dedahkan disini. Inilah contoh tiga cara cari muka di depan boss secara elegan yang mungkin layak diusung.

Cara Cari Muka # 1  : branding your program/activity as a critical part for company’s success. Desain dan kembangkan program yang kredibel dan inovatif (ini saja sudah memerlukan kompetensi). Namun yang tak kalah penting : branding program itu secara komunikatif (kalau perlu diresmikan dalam company event biar lebih ngejreng). Pastikan dalam keseluruhan proses itu, peran Anda “menonjol dan kelihatan” (dan memang ditopang oleh kecakapan).

Siasat diatas akan secara dramatis melambungkan nama Anda sebagai “rising star” – apalagi jika memang program/inisiatif itu bisa dijalankan dengan sukses.

Cara Cari Muka # 2 : bergiatlah secara aktif dalam company-wide initiatives (yang bersifat lintas departemen); misal seperti projek penerapan six sigma initiative, projek penerapan 5S atau balanced scorecard; atau projek pengembangan market baru.

Dan pastikan dalam inisiatif yang lintas bagian itu, Anda punya peran yang menonjol (entah sebagai team leader, atau sekedar aktif mengajukan solusi ide dalam meeting-meeting projek). Peran aktif Anda dalam inisiative seperti ini merupakan sarana ampuh to market yourself (ingat, personal branding).

Dibanyak perusahaan, orang yang aktif dalam company wide initiatives semacam diatas, cenderung lebih cepat dipromosikan. Ndak percaya? Coba saja sendiri.

Cara Cari Muka # 3  atau yang terakhir : bangunlah network internal dan posisikan Anda/departemen Anda sebagai good partner yang helpful. Selama ini di banyak organisasi, acap terjadi konflik antar departemen lantaran ego sektoral dan perbedaan kepentingan/prioritas. Koordinasi jadi macet.

Jangan ulangi kesalahan semacam itu. Posisikan tim Anda sebagai partner yang selalu gigih mencari win-win solution. Teruslah bergerak tanpa lelah ke setiap bagian/departemen, bangun komunikasi yang konstruktif, dan tawarkan aksi konkrit untuk memajukan kinerja bersama.

Cara yang ketiga ini niscaya akan membuat nama Anda menjadi “harum mewangi” dalam setiap sudut bangunan kantor Anda bekerja. Because, yes, you are a really good partner who drives performance.

Demikianlah tiga cara elegan untuk mempraktekkan impression management. Apply these impression skills; and your career will be moving forward. Ignore them, and your career will be dead in the middle of nowhere.

Photo credit by : Diego da Silva @flickr.com

Related Post

Lion Air : Dilema antara Ambisi Bisnis dan Safety Management Insiden nyemplungnya pesawat Boieng 737 seri 800 milik Lion Air tak pelak menempatkan airline agresif itu dalam sorotan dunia penerbangan global. B...
Top Global Brand : Pelajaran tentang Brand Strategy dan Brand Management Brand (branding) atau merk tak pelak merupakan salah satu elemen penting untuk menentukan apakah sebuah bisnis bisa terus menjulang, atau harus terpel...
Business War : Taman Kematian bagi Bad Management Skills Padang kurusetra bernama perang bisnis itu selalu saja meninggalkan duka bagi mereka yang terluka. Microsoft sudah lama mengalami stagnasi. Dell kini...
36 comments on “Impression Management : Cara Cari Muka secara Elegan Di Hadapan Boss
  1. Kayanya intinya 1, ikhlaskan melakukan semua hal untuk kebaikan perusahaan. Termasuk aktif mengajukan ide ketika meeting dan berani mengambil tanggung jawab meskipun tidak ada iming2 bonus secara langsung, otomatis semua orang akan mendengar nama kita

  2. wah..bener juga tuh..,btw setuju bgt dengan Rono…yg penting selalu ikkhlas dalam melakukan segala hal, dengan demikian apa yg telah kita kerjakan akan selalu barokah..

  3. intinya adalah, karir kita bisa juga dikatakan sebagai teknik dagang.
    bagaimana cara kita bisa “menjual” apa yang kita punya bukan hanya kepada atasan tetapi kepada perusahaan.

  4. @ Pak yodhia : kalau semisal ada karyawan yang justru kinerjanya bagus jika dibalik layar. bagaimana cara menjualnya?

  5. kecakapan dlm personal branding ini yg aku dulu bener2 ga bisa 🙁
    akhirnya, blajar pake sistem kepepet ‘usaha sendiri’, ga mau blajar ya.. mati

  6. Satu lagi pak, keberuntungan.. Kadang ada org yg dipromosikan krn beruntung 🙂 padahal performa biasa2 aja.. Tp sekali lago, lebih baik menjalankan usaha sendiri..

  7. gmana caranya yah mencari muka thd pelanggan yg notabene adlh bos kita yg sesungguhnya, shg kt sllu mejd top10 atau top3 dimata plggn…

  8. satu keinginan mendasar dari setiap orang adalah dihargai dan dianggap penting oleh orang lain. Kita selalu butuh pengakuan dari oleh lain, pengakuan atas keberadaan kita.

  9. Ada hikmah tersendiri ketika sy sdh all out kerja justru malah tersingkir.

    hikmahnya jadi punya tmpat tinggal sendiri banyak side job.

    memang hitungan manusia selalu kalah dg hitungan Allah.

  10. Kalau saya berusaha menjadi vokal dalam artian positif. Seperti tanggung jawab semua terpenuhi, dan menyelesaikan pekerjaan sebelum deadlinenya tanpa lepas dari targetnya. Otomatis kita ga usah “cari muka”, tapi bikin muka kita yang dicari…. hahaha….

  11. Pak Yodhia..

    Tulisan Bpk ini yg sdg sya tunggu. Sperti doa yg di kabulkan..

    Semua tulisan Bpk benar benar renyah seperti tulisan manajemennya Pak Bondan Winarno. Enlighting..empowering..

    Thx a lot sepenuh jiwa..hehehe…

Comments are closed.