Willpower Trap : Sepotong Ilusi tentang Kekuatan Motivasi

Ketika kita menemui orang yang tidak mau terlibat dalam proses perubahan di organisasinya, kita menyebut orang itu resisten. Ketika kita menjumpai orang yang malas-malasan dalam bekerja, kita menyebut orang itu tidak punya ketangguhan motivasi. Dan ketika kita bersua dengan orang yang kurang tekun meraih aspirasinya, kita menyebutnya sebagai orang yang tidak punya kemauan kuat untuk sukses.

Pak Mamat itu mah orangnya resisten, ndak mau berubah. Kalau Mas Dodo itu memang ndak punya motivasi untuk bekerja. Wah, kalau mbak Siti memang dari dulu ndak punya kemauan tinggi untuk berhasil.

Ah, betapa seringnya kita menjumpai ucapan seperti itu. Dan harap sodara-sodara ketahui : semua ucapan itu wrong, wrong and wrong. Semua kalimat itu adalah sejenis kutukan yang akan membawa kita jatuh dalam willpower trap. Continue reading

Pelajaran Manajemen dari Tim Der Panzer dan Espanola La Furia Roja

Hari-hari ini dihadapan kita tengah dibentangkan sebuah festival sepakbola Eropa yang acap penuh dengan drama dan parade keindahan.

Demikianlah, kita melihat bagaimana David Silva terus menari-nari di lapangan bak seorang pebalet kelas dunia. Disana pula kita menyaksikan, sang veteran Andre Pirlo terus berusaha menjadi jendral tua yang tak kenal lelah. Dan lihat, anak imigran Turki bernama Mesut Oezil itu selalu menjadi inspirator untuk membuktikan kebenaran kalimat : Deutschland Uber Alles.

Pada akhirnya, permainan sepakbola sungguh memiliki ke-senyawa-an yang kuat dengan strategi bisnis : disitu kita mengenal spirit kerjasama, leadership, taktik menghadapi kompetitor, dan tentu saja racikan strategi yang cemerlang untuk memenangkan sebuah pertempuran.

Di Senin yang cerah ini, ditengah rasa kantuk karena semalam begadang, kita mau mengulik sebuah tema tentang management lessons yang mungkin bisa direngkuh dari soccerland. Supaya ndak ngantuk, monggo di-seruput dulu kopi-nya. Continue reading

3 Best Ways to Find Balance between Great Job and Happy Family

Isu keseimbangan antara dunia kerja dengan waktu untuk keluarga kini makin mencuat ditengah ritme kesibukan yang terus menderu. Sebagian lantaran beban pekerjaan yang terus bejibun, sebagian lain karena level kemacetan di jalanan yang kian ribet, maka seorang karyawan bisa menghabiskan waktu yang teramat panjang di luar rumah.

Berangkat jam 6 pagi dan pulang jam 6 petang atau jam 7 malam kini sudah menjadi ritual bagi banyak kaum pekerja.

Bagi mereka yang sudah berkeluarga dan punya anak, ritual itu mungkin menyisakan kenangan yang kelam : sang ayah makin jarang bercengkerama dengan anak-anaknya (kapan terakhir kali Anda memeluk hangat anak-anak Anda?) Sementara sang bunda, tiap pagi harus pamit ke kantor sambil diiringi tangisan dedek yang enggan melepaskan kepergiannya. Continue reading

Cara Paling Paten to Improve Your Skills and Competency Level

Anda semua pasti ingin agar skills dan level kompetensi yang Anda miliki bisa terus tumbuh dan berkembang. Sebab dengan itu, potensi yang menempel dalam sekujur raga Anda bisa terus menemukan taman subur untuk bermekaran. Sebab dengan itu, jejak kontribusi yang Anda pahatkan bisa terus tergambar dengan penuh keindahan.

Entah Anda seorang pekerja profesional ataupun insan pelaku bisnis, pada akhirnya level skills dan kompetensi-lah yang akan menjadi pembeda : apakah organisasi tempat Anda berkiprah akan terus melesat, atau termehek-mehek dalam kubangan kinerja yang buruk dan memilukan.

Lalu, cara apa yang paling ampuh untuk mengembangkan level skill dan kompetensi kita? Cara paling paten yang bisa kita anyam untuk merajut hamparan kinerja individu yang rancak nan menggetarkan? Continue reading

Top Global Brand : Pelajaran tentang Brand Strategy dan Brand Management

Brand (branding) atau merk tak pelak merupakan salah satu elemen penting untuk menentukan apakah sebuah bisnis bisa terus menjulang, atau harus terpelanting dan kemudian lenyap ditelan roda zaman. Sebuah merk yang kuat (strong brand) akan membuat kinerja bisnis bisa terus meliuk-liuk, dan profit akan terus mengalir tanpa henti.

Toyota Inova. Teh Botol Sosro. Simpati. Matahari. KFC. Blackberry. Zyrex. Cap Kapak. Joger. Cap Kaki Tiga. Pepsodent. Berderat nama brand tanpa terasa terus hadir dalam keseharian kita. Semuanya berjibaku agar terus menancap dalam benak kita, benak semua konsumennya.

Pada tema kali ini, kita akan mencoba berbicara tentang brand strategy. Setelah menampilkan peringkat top global brand value, kita kemudian akan menelisik empat elemen kunci manakala kita mau meracik sebuah brand yang mencorong.

Sebelum melanjutkan blog yang renyah ini, silakan minum dulu : bisa kopi hangat dari merk Kapal Api, secangkir teh dari Sariwangi atau seteguk air dari Aqua. Continue reading

Metode 5S : Membuat Kantor Anda seperti Hotel Bintang Lima

Sebagai konsultan, saya sering berkantor di ruangan kantor klien saya. Karena klien saya beragam, saya jadi menemui lingkungan kantor yang beragam pula. Ada kantor yang agak kumuh, lengkap dengan asap rokok yang bertebaran di banyak sudut. Namun ada pula, kantor klien yang resik, tertata rapi, dan bikin hati wow setiap kali datang ke dalamnya. Masuk ke kantor yang seperti ini ibarat masuk ke lobi hotel bintang lima : bikin perasaan adem dan sekaligus bergairah.

Saya berharap lingkungan kantor Anda masuk dalam kategori yang kedua itu. Sebab banyak studi menunjukkan, lingkungan kantor yang resik, nyaman, dan rapi sangat berperan dalam mendongkrak produktivitas dan kinerja karyawan.

Disinilah kita lalu berkenalan dengan konsep 5 S. Apa itu 5S dan bagaimana cara menerapkannya, kita akan membahasnya kali ini.

5S sendiri merupakan singkatan dari bahasa Jepang (sebab konsep ini memang pada awalnya dikembangkan oleh pabrik-pabrik di Jepang seperrt Toyota, Canon dan Bridgestone). Continue reading

Show Me the Money ! Show Me the Money !

Kalimat itu menjadi legendaris sejak diucapkan oleh seorang agen pemain soccer dalam film indah bertajuk Jerry Maguire (tokohnya dimainkan dengan brilian oleh mas Tom Cruise). Yeah, show me the money. Show me the money.

Pada akhirnya, financial reward ternyata masih merupakan instrumen motivasi paling ampuh untuk menopang kinerja kaum profesional. Paket remunerasi yang mak nyus ternyata tetap masih merupakan elemen kunci kala kita mau bicara tentang peningkatan produktivitas pekerja.

Di Senin pagi yang cerah ini, sejenak kita mau menyisihkan waktu buat mendiskusikan variable kunci ini : tentang aspirasi untuk merengkuh financial reward yang melimpah. Tentang harapan untuk menggapai financial income yang rancak dan bisa bikin hati sumringah.

Sejatinya terdapat beragam aspek ketika kita mau bicara tentang teori motivasi dan korelasinya dengan financial reward. Kali ini kita mau menelisik dan mengulik dua aspek utama diantaranya. Continue reading