Knowledge Management : Jalan Menuju Keunggulan Inovasi

Inovasi kini barangkali telah menjelma menjadi sebuah mantra yang kudu diusung kala sebuah organisasi bisnis hendak terus mengibarkan kejayaannya. Tanpa inovasi, sebuah perusahaan bisa terpeleset dalam ambang kekalahan.

Produk smartphone keluaran Nokia misalnya, siapa mengira bisa begitu cepat terpeleset dalam pasar domestik di tanah air. Inovasi agresif yang telah dilakukan oleh para pesaingnya telah membuat relevansi Nokia menjadi begitu cepat pudar dalam persaingan pasar ponsel yang begitu keras.

Lantas jika inovasi memang telah menjadi begitu penting, dimensi apa yang mesti diracik untuk menopang keberadaannya? Disinilah kita mesti menoleh pada konsep tentang knowledge management. Atau sebuah proses untuk menciptakan, mengelola, dan mengaplikasikan pengetahuan demi tumbuhnya parade inovasi yang membikin para pesaing kehilangan nyali.

Sebelum mendiskusikan secara detil mengenai pentingnya knowledge management dalam mendorong proses inovasi, ada baiknya kita melihat sekilas mengenai dua kategori penting pengetahuan. Yang pertama adalah apa yang disebut sebagai explicit knowledge atau pengetahuan yang bisa dengan mudah dijabarkan dalam rangkaian kata-kata, atau formula dan langsung dapat ditransfer secara lengkap kepada orang lain. Contoh pengetahuan eksplisit adalah seperti buku panduan pemeliharaan mobil atau SOP pelayanan pelanggan.

Jenis yang kedua adalah tacit knowledge atau jenis pengetahuan yang relatif lebih sulit dijabarkan dengan rangkaian kata-kata. Seringkali pengetahuan yang amat mendalam dan menempel dalam otak seseorang tidak terlalu mudah untuk ditiru. Contoh : pengetahuan seorang koki yang dibangun bertahun-tahun melalui pengalaman panjang. Buku resep adalah explicit knowledge yang mudah di-akses dan dipelajari. Pengetahuan koki yang handal adalah tacit knowledge yang tidak begitu mudah ditransfer kepada orang lain.

Tugas knowledge management adalah memastikan bahwa kedua jenis pengetahuan itu – baik yang bersifat explicit ataupun tacit – dapat dipelihara, terus dikembangkan dan kemudian diaplikasikan untuk memenangkan pertempuran dalam area bisnis.

Sebuah perusahaan yang berhasil menjalankan tugas knowledge management dengan cemerlang biasanya akan mampu melenggang menuju jalan kemenangan inovasi. Sebaliknya, perusahaan yang lamban dalam mengakuisisi pengetahuan mutakhir acap akan tergelincir dalam tebing kekalahan.

Disini kita bisa melihat beragam contoh tentang peran pengetahuan dalam mendorong inovasi yang menjulang. Kisah pil biru yang menggemparkan dengan merk Viagra itu misalnya, diracik oleh pengetahuan cemerlang Pfizer : sederet pengelolaan pengetahuan yang dibangun melalui riset medis yang amat panjang. Atau kisah Teh Botol Sosro, dibentangkan oleh tonggak tacit knowledge para pendirinya tentang bagaimana caranya meracik teh dengan aroma dan rasa yang pas di hati – sehingga apapun makanannya, minumnya selalu teh sosro.

Sebaliknya, karena merasa tidak memiliki pengetahuan yang bagus tentang cara membikin kecap dengan rasa mak nyus, maka Unilever Indonesia “membajak pengetahuan” dengan cara membeli perusahan Kecap Bango.

Kisah akuisisi pengetahuan ini juga terjadi dalam kasus pembelian perusahaan PeopleSoft (software dalam bidang HR) oleh Oracle. Karena merasa tidak memiliki pengetahuan yang kokoh dalam bidang software HR system, Oracle – salah satu penguasa pasar software bisnis selain SAP – memilih melakukan “instant knowledge acquisition” dengan cara mencaplok PeopleSoft.

Sementara, tanpa kecepatan membangun pengetahuan yang terus berkembang, perusahaan bisa tersandung. Dalam pasar smartphone misalnya, masa depan berpihak kepada mereka yang memiliki pengetahuan software yang unggul. Dan sungguh dalam pengetahuan software ponsel ini, Nokia ibarat murid SLTA jika dibanding iPhone atau Google Android (yang level pengetahuannya sudah setara dengan kelas profesor). Itulah kenapa dalam pasar smartphone, Nokia mendadak menjadi pecundang yang hanya bisa termangu menyaksikan ponsel Android terus melesat.

Pesan yang mau disampaikan adalah ini : sebuah knowledge management yang handal hanya bisa tumbuh jika pertama-tama ia dibekali oleh kecakapan dalam menciptakan dan mengakuisisi pengetahuan. Dan seperti yang dicontohkan dalam kasus diatas, dua alternatif cara menciptakan pengetahuan untuk inovasi adalah : 1) membangun sendiri melalui proses research & development yang panjang dan melelahkan (contoh Pfizer) atau 2) melakukan akuisisi pengetahuan (seperti contoh Kecap Bango).

Apapun caranya, terus berusaha mengembangkan pengetahuan demi tumbuhnya inovasi adalah kunci kemenangan bisnis. Jadi sekali lagi, INNOVATE or DIE.

Photo credit by DanielKHC @flickr.com

Ditulis oleh Yodhia Antariksa

22 comments on “Knowledge Management : Jalan Menuju Keunggulan Inovasi
  1. Pingback: Twitter Trackbacks for Knowledge Management : Jalan menuju Keunggulan Inovasi | blog strategi + manajemen [strategimanajemen.net] on Topsy.com

  2. Inotif or die itu kata – kata yang benar – benar telah menyentak kesadaran kita sebagai penguasaha yang sedang berjuang memperbaiki kinerja perusahaa yang kita punya

    Karena kita pasti akan berhadapan dengan pasar global yang semakin inovatif yang di kendalikan oleh tenaga – tenaga yang penuh talenta dan Profesional, dan korbannya bukan hanya kita yang akan tapi juga anak – cucu kita.

    Kita harus segera membekali diri dengan seni kreatifitas nan ” inovatif tiada henti ” jangan hanya slogan seperti merk motor tertentu, tapi bener – bener dapat di wujudkan sebagai produk nyata dan berkwalitas agar tidak seperti produk motor yang punya slogan saja tapi tidak bisa melakukan apa – apa sehingga terseok – seok dalam persaingan global yang makin kejam.

  3. Pak Yodhia, dalam pelaksanaannya adalah sebuah tacit knowledge, seringnya ter”pendam” dam pikiran masing2 karyawan, dan mungkin susah untuk membuatnya keluar, adakah cara yang effective untuk bisa “membujuknya” keluar selain dengan kibasan segepok uang? *just curios aja*

  4. Salam: pak Yodhia, perkenalkan saya ilham dari Rumah zakat, artikel yang power full,thanks pak Yodhia semoga dapat meng-antartika kemanfaatanya, sejak tahun 2000 kami mengembangkan pengelolaan Qurban menjadi Superqurban yaitu pengelolaan daging qurban menjadi kornet yang bisa tahan 3 tahun dan dapat didistribusikan kewilayah rawan pangan dan gizi serta bencana, ini inovasi, bgmn menurut pak yodhia? detail info http://www.rumahzakat.org

  5. anatar yang pertama dan kedua saling kait. hanya untuk jenis yang pertama adalah cover, mudah dicerna dan sekaligus orang lain dapat memeperkirakan isinya. Namun begitu masuk tingkat yang kedua, kita akan menemui rintangan. sebab isinya tidak hanya berupa pengetahuan belaka, damun sudah dalam bentuk implementasi. itulah tugas manajemen untuk dapat memberi informasi tapi sekaligus pelatihan, proses dan evaluasinya

  6. tulisan yg bagus. kalo saya mencermati keadaan pasar saat ini, terutama handphone, lebih ke arah memahami pelanggan ketimbang memberikan fitur2 yang high tech namun tidak memudahkan dalam penggunaannya.pengguna dibuat berpikir berliku-liku sebelum menikmati fitur yang terlihat pintar dan “tinggi”

    android mengusung ide mudah dimengerti dan mudah di akses.

    inovasi adalah memudahkan, bukan membuatnya terlihat seperti pakar (apa2 dibuat sukar) 🙂

  7. Inovasi, sepertinya terlalu berlebihan.
    Inovasi adalah sebuah kata yang “berat” dan “jargon” banget
    Nyatanya sesuatu yang luar biasa bukanlah sebuah inovasi.
    Sesuatu yang luar biasa adalah sesuatu yang berguna dan sederhana.

    Android menang bukan karena inovasi, tapi canggih dan sederhana
    Salah satu kehebatan Google adalah membuat sesuatu yang mudah digunakan dan berguna.
    Lihatlah homepage Google, sederahana dan berguna.
    Bahkan anak TK pun bisa mengetik kata dalam pencarian Google.
    Bandingkan dengan Yahoo! yang berinovasi tapi mulai runtuh…

    Saya rasa, kata inovasi tidak terlalu manjur dalam era sekarang.
    Mungkin dalam era industri iya… tp tidak dalam era bit…

    Orang-orang yang berusaha membuat standar manajemen yang katanya inovatif…
    Yang berjalan dengan memenuhi perintah bos, persis, tanpa kesalahan, dan Anda akan naik pangakat… nantinya…

    Padahal ada jargon lama mengatakan “Semakin anda naik jabatan, Anda semakin tidak kompeten. Dan orang akan terus naik jabatan samapai dia berada di tempat dimana dia mandek, dama sekali tidak kompeten dan dipecat”

    Lebih baik menjalani apa pekerjaan yang Anda sukai.
    Jika anda suka dan bahagia melayani orang sebagai resepsionis, jadilah resepsionis terbaik, jangan berharap jadi manajer.
    Pekerjaan yang anda senangi jauh lebih berharga daripada sekedar gaji…

    Maybe:-)

  8. Siiip, saya setuju, Inovasi atau Mati

    Memang ada sebagian berpendapat bahewa inovasi tidak penting katanya, yang penting berguna. Berbeda pendapat hal biasa.

    P Yodhia memang hanya mengungkapkan kata kunci Inovasi, namun kalau dipikir lebih jauh, produk inovasi sendiri bisa nyata (dilihat, diraba) bisa juga dirasakan seperti mudah dan berguna. Untuk menjadi seperti itu…. Ya harus Inovasi.

    Bravo Mr Yodhia.
    Wass.

  9. ILUSTRASI KONKRIT “KNOWLEDGE MANAGEMENT (KM) MENUJU INOVASI – MADE IN INDONESIA”

    Dibawah ini adalah judul artikel kami yang dipostingkan pada Situs Jejaring Sosial – https://mobeeknowledge.ning.com (silahkan di-klik untuk dipelajari – sign up needed) sebagai ilustrasi konkrit “KM menuju Inovasi – Made in Indonesia” :
    “From Indonesia, Mobee Knowledge Allied Group reporting their three KM 2.0-driven innovated products : Long Tail Economy Initiatives, Mobile Techno Apps and Social Learning 2.0 Strategy on KM” (Sumber : https://mobeeknowledge.ning.com/forum/topic/show?id=2090583:Topic:12420 – posted by Md Santo on October 12, 2010 at 4:04pm )

  10. Sesuatu yang tidak berubah di dunia adalah “Change” atau perubahan itu sendiri. Manusia terlahir….remaja….dewasa…tua….mati. Berubah…Iklim ekstrim yang sekarang kita rasakan….itu juga suatu perubahan…dst.

    Untuk menghadapi, mengantisipasi akan adanya perubahan yang akan terjadi pada diri kita dan lingkungan kita….

    SALAH SATUnya untuk tetap Survive/hidup adalah dengan Inovasi yang merupakan hasil dari berfikir kreatif yang memang sudah di setting di otak manusia oleh Sang Pencipta di sisi otak sebelah kanan. Salam Segomegono.

  11. Inovasi bisa simple dengan langkah mula niteni-niroake lalu nambahake, bisa merupakan starting point yg memerlukan ‘energi besar’ untuk menjadikannya sebuah aplikasi yang diterima pasar. Disinilah perlunya instink (inovasi dari indera keenam) bisa tidaknya sebuah inovasi itu menjadi sebuah peluang. thanks pak Yodhia yg selalu menginspirasi saya …

  12. Knowledge Management : Jalan menuju Keunggulan Inovasi | blog strategi + manajemen I was recommended this blog by my cousin. I’m not sure whether this post is written by him as no one else know such detailed about my trouble. You are incredible! Thanks! your article about Knowledge Management : Jalan menuju Keunggulan Inovasi | blog strategi + manajemenBest Regards Rolf

Comments are closed.