Rumah Kami Ludes Terbakar, Harta Keluarga Kami Lenyap, Tapi Meratap Bukanlah Jalan Keluar

181122_kebakaran_663_382 reMalam itu mungkin akan selalu dikenang dalam ingatannya. Kobaran api yang menyala melalap habis rumah keluarganya, melumat semua isi harta yang ada dialamnya.

Ditengah kobaran asap pekat dan menatap rumahnya pelan-pelan roboh, ia hanya bisa speechless. Ia lalu hanya bisa memeluk ayah dan ibunya dengan rasa duka yang amat mendalam.

Ayahnya sendiri hanyalah pedagang arloji dengan kios kecil alakadarnya. Tragedi kebakaran itu membuat ekonomi keluarga kian terhimpit dalam kesulitan yang amat terjal.

Dengan sisa harta yang tersisa, sang ayah melanjutkan dagangannya. Terseok-seok dalam duka dan keletihan. Semua demi masa depan anak-anaknya.

Rico, sang anak saat itu masih sekolah SMA. Dalam duka, ia acap tak tahan menahan tangis di sudut kamarnya yang sederhana, demi melihat perjuangan sang ayah mendedikasikan segenap energi yang tersisa untuk meneruskan bahtera kehidupan keluarga.

Namun meratap mungkin bukan jalan keluar. Rico akhirnya bertekad untuk mencari nafkah sendiri untuk membantu meringankan beban ekonomi orang tuanya.

Ia memulainya dengan berjualan nasi uduk di sekolahnya. Ia beli dari tetangganya dan lalu ia jual kepada teman-temannya di sekolah. Malang, pihak sekolah langsung melarang kegiatannya.

(Kadang institusi sekolah justru yang paling awal mematikan spirit kemandirian usaha yang ada dalam siswanya. Sebuah fakta yang mungkin layak direnungkan).

Tak menyerah, Rico lalu berjualan kaos oblong. Dengan tabungan alakadarnya, ia kulakan kaos dan lalu menjualnya selepas jam sekolah. Sayang usahanya ini juga kandas ditengah jalan.

Rico juga sempat membuka usaha kuliner dengan berjualan mie ayam. Namun sayang, usaha ini juga berakhir dengan kegagalan.

Beberapa kali dijemput kegagalan, membuat dirinya sempat shock dan sedih. Beruntung rasa percaya dirinya masih tersisa.

Sebab rasa percaya diri dan harapan yang masih tersisa adalah bekal yang amat krusial untuk meneruskan perjalanan mengubah nasib.

Dengan tabungan yang sedikit tersisa, plus pinjaman dari saudara ia lalu menjalani usaha berikutnya. Kali ini ia mencoba berjualan secara online, melalui online shop.

Ia memulainya dengan berjualan asesori handphone – sebuah produk yang ia pikir banyak peminatnya. Ia memasarkan jualannya melaui media Kaskus, Twitter dan Instagram.

Kali ini ternyata pelan-pelan jualannya laku. Dari hanya beberapa item terjual per hari, makin lama makin besar. Sebab omzet jutaan memang selalu dimulai dari rupiah pertama. Tidak muncul dalam semalam.

Kini empat tahun sudah ia menekuni usaha online shop-nya dengan berjualan asesoris gadget. Sekarang ia sudah memiliki 2000 reseller, dan mampu menjual hingga 1000 item barang per hari. (Jika harga tiap item asesori rata-rata Rp 25 ribu, maka bisa kehitung berapa sales per harinya).

Sebuah pencapaian yang mengesankan mengingat usia Rico sekarang baru 21 tahun.

(Beberapa waktu lalu, saya menulis artikel tentang bagaimana mempunyai saldo tabungan Rp 1M sebelum usia 35 tahun. Kisah diatas sekali lagi membuktikan, target itu adalah sesuatu yang achievable).

Ada tiga pelajaran yang mungkin layak dikenang dari Rico, anak dari pedagang arloji kelas kaki lima, yang kini sedang bergerak menjadi seseorang dengan pencapaian usaha yang istimewa.

Lesson # 1 : The Power of Resiliency
Saat disergap peristiwa tragis yang memilukan, sebagian orang hanya terpuruk dalam duka dan meratapi nasib. Sebagian lagi merespon tragedi itu dengan “bergerak” : do something.

Sebab memang cara paling jitu untuk melawan kesedihan adalah dengan berbuat sesuatu. Bukan terus menerus melamun, meratapi nasib.

Rico yang masih sekolah SMA saat rumahnya dan harta keluarganya terbakar habis, memutuskan untuk bergerak mengubah nasib.

Mungkin ini juga keajaiban dari prinsip the power of kepepet. Saat Anda terjepit, Anda justru punya energi lebih untuk berbuat sesuatu.

Resiliensi. Daya juang. Kegigihan untuk memperbaiki nasib. Ini adalah kepingan pertama yang mungkin telah diperagakan dengan baik oleh sosok anak pedagang arloji bernama Rico.

Lesson # 2 : Never Give Up Spirit
Dari cerita diatas, sebenarnya Rico berkali-kali mengalami kegagalan saat mau memulai usahanya.

Namun ada pepatah : saat Anda jatuh 6 kali, Anda harus bisa bangkit 7 kali. Intinya kita harus terus bangkit berulangkali, hingga akhirnya kegagalan itu bosan menemui diri kita.

Memulai usaha yang sukses mungkin juga perlu trial and error. Anda harus mencoba melakukan action, lalu menemui kegagalan, dan kemudian belajar dari kegagalan itu untuk merajut aksi yang lebih baik di kemudian hari.

Take action. Fail. Learn from mistakes. Move on. And then take better action.

Dengan kegigihannya, Rico menghadapi kegagalan demi kegagalan dengan terus bergerak maju. Bukan menyerah ditengah jalan dan berhenti.

Lesson # 3 : Street Smart
Saat ini usia Rico baru 21 tahun, dan ia hanya lulus SMA. Ia tidak meneruskan ke bangku kuliah karena mungkin lebih mau fokus membesarkan usahanya.

Kenapa anak muda belia seperti dia, yang cuma sekolah SMA, bisa meraih sukses dari usahanya.

Mungkin itulah yang disebut sebagai street smart. Sebuah kecerdasan jalanan yang dibentuk dari pengalaman langsung dilapangan, menjalani roda usaha, menemui kegagalan dan terus gigih maju meski kendala banyak menghadang.

DEMIKIANLAH, sekeping cerita dan pelajaran yang bisa dipetik dari perjanan seorang Rico – anak dari keluarga sederhana yang gigih berjuang mengubah nasib.

Rico sendiri telah membuat sajian video yang dengan detil menceritakan pengalaman menjalankan bisnis yang bisa disimak DISINI.

Berdasarkan pengalamannya membangun jaringan 20000 reseller, Rico membuat free video tentang langkah – langkah memulai bisnis (bahkan tanpa modal) dan bisa menjadi sumber penghasilan yang layak bagi kita. Simak pengalamannya yang mengesankan DISINI.

Saran saya, jika Anda ingin menduplikasi kesuksesannya, sajian berharga itu layak Anda simak dengan sungguh-sungguh. Demi masa depan yang lebih menjanjikan.

cara mudah mulai bisnis

Related Post

Jika Penghasilan “Hanya” Rp 7 juta/bulan, Kapan Bisa Beli Rumah? Rumah. Pada akhirnya, setiap keluarga (atau yang akan menikah) memiliki harapan untuk memiliki rumah sendiri. Sebuah tempat dimana kita bisa berteduh,...
Kenapa Harga Tanah dan Rumah Terus Naik Gila-gilaan? Ya, kenapa harga rumah sekarang makin melangit? Pergerakan kenaikan harga tanah dan rumah memang suka bikin orang yang tidak punya banyak uang, jadi p...
37 comments on “Rumah Kami Ludes Terbakar, Harta Keluarga Kami Lenyap, Tapi Meratap Bukanlah Jalan Keluar
  1. Tulisan yang bagus dan meng-inspirasi.
    Selalu ada yang baru & bermanfat dalam setiap tulisannya Kang.

    Kehidupan harus terus berjalan, apapun yang terjadi harus terus melangkah dan berupaya mencapai kebaikan-kebaikan.

    Keep Spirit & Never Give Up Man…..

    Thank Rico

    Terima kasih
    https://manajemenkeuangan.net/
    Blog Referensi Lengkap bidang Manajeman, Keuangan dan Akuntansi.

  2. Sebuah artikel story telling yg sarat inspirasi.

    Kita biasanya melihat orang sukses dengan keadaan saat ini. Kita sering melupakan perjuangan mereka buat meraih sukses.

    Kesuksesan saat ini adalah buah hasil perjuangan yg pedih semasa belum sukses.

    Pengalaman membuktikan kesuksesan bisa diraih dengan perjuangan dan dengan segenap izin Tuhan.

    Just another inspiring article from this blog.

    http://www.MengajiMakna.com I Blog inspirasi dan motivasi

  3. Mas Rico Huang memang sungguh menginspirasi. Saya sendiri belajar banyak mengenai instagram marketing dari beliau. Ilmunya sederhana dan bisa dipraktekkan siapapun.

    Kuncinya ya hanya 1, seperti yang Pak Yodh bilang, take action and keep learning..

    https://rumahsyariahberkah.com
    Beli rumah & kavling yang berkah secara syariah

  4. Ibarat The Mask of Zoro, kita mesti masuk bertarung ke ring1 dulu walaupun babak belur. Ketika masuk ring 2 at least kita sudah bisa menangkis-nangkis serangan lawan walau kadang sesekali jatuh. Pada gilirannya di ring 3 kita bisa mengembangkan jurus kita sendiri dan menjatuhkan lawan…

    Sangat menginspirasi….Semangat Senin…

    https://www.teknikpersinyalan.com

  5. Wahh, saya setuju itu dengan ungkapan the power of kepepet, karena dalam keadaan terjepitlah seseorang memiliki energi lebih untuk berbuat sesuatu.

    Sedangkan disaat mereka tidak terjepit mereka malah bermalas-malasan dan hanya bengong-bengong doang…

  6. ibarat mencari jarum dalam tumpukan jerami untuk menemukan anak muda seperti sosok Mas Rico,..apalagi dijaman sekarang, susahnya minta ampiyun,..boro-boro berjuang sendiri, kadang diajak berjuang bareng, mereka sering bilang “ogah ah..”

    artikelnya kompor gas Kang Yodhia,…btw salam kenal

  7. Tulisan yangg sangat bermanfaat untuk kita yang sering gagal dalam berusaha/berbisnis, supaya tidak menyerah.

    Mulailah usaha/bisnis dengan keberanian, dan besarkan ia dengan ilmu..

  8. Wow, baru tahu ceritanya mas Rico disini… salut banget, salah satu anak muda yang punya integritas tinggi, rajin belajar & bekerja yang saya kenal. Senang banget bisa kenal & bekerja sama bareng mas Rico. Sukses terus bro.

  9. Semangat dari Rico tadi membuat saya semakin bersemangat mengelola blog saya yang masih baru 1 hari.

    karena saya yakin blog tersebut akan menghasilkan pundi-pundi uang nantinya.

  10. kisah ang memotivasi, dimana kegagalan-demi kegagalan tidak membuat putus asa. kisah ini seperti kisah orang sukses lainnya, semoga pak Rico, sma seperti mereka.

    Thomas Alfa edison berhasil menciptakan lampu pijar setelah percobaan 1799. Kolenel Shender baru menemukan toko yang mau bekerjasama setelah dia mengetuk 1008 toko makanan. 1007 mengalami penolakan

  11. Meratapi nasib bukan lah jalan keluar.

    Terkadang ketika kita menghadapi masalah kita hanya berfokus pada masalah tersebut tapi tidak berusaha keluar serta mencari pemecahannya..

    Kisah di atas sangat memotivasi untuk bangkit dari kegagalan..

    yang penting ketika kita bangkit tidak mengulangi lagi kesalahan yang sama serta mencoba dengan cara yang lebih kreatif..

    Terimakasih sharingnya..

    pertamakali.com

  12. Membaca artikel ini sebetulnya serasa menampar muka saya sendiri.

    Saya berusia 24 tahun telah memulai jualan online kurang lebih dr usia 21.

    Untuk saat ini saya sedang mengalami masa2 sulit, dan yg paling saya benci dr diri saya ini adalah dlm keadaan seperti ini selalu saja diri saya merasa jenuh dan tidak bersemangat.

    Dan setelah membaca cerita diatas rasanya perlahan semangat saya kembali membara, mudah2an saya bisa lebih bersemangat lagi dalam menjalani usaha saya ini.

    Terimakasih telah menulis cerita ini mas

  13. Oh ternyata ko Rico tidak kuliah ya. Salut banget dengan perjuangannya.

    Pengen banget ikut jadi pasukan alona biar dapet ilmu2 bisnis tapi belum punya cukup budget untuk daftar haha.
    Masih 21 tahun tapi udah bisa merangkum ilmu bisnis sebanyak itu.

    Setiap membaca profil orang sukses, semakin sadar kalau mereka pasti pernah mengalami titik terendah dalam hidupnya.

    Itulah yang membuat mereka bisa menjadi besar seperti sekarang 🙂

Comments are closed.