4 Siklus Kunci untuk Merancang Bisnis yang Sukses

Apa sebenarnya elemen paling vital dari sebuah usaha atau yang sukses? Jawabannya simpel : jualannya laku.

Karena itu ada sebuah pepatah yang bilang : kunci sukses bisnis itu sejatinya sangat sederhana, yakni kalau jualannya laku. As simple as that.

Simpel bukan? Yang tidak sederhana adalah : lalu bagaimana agar jualannya laku? Agar usaha atau bisnis yang kita jalani ini bisa meraup sukses masif.

Dalam sajian pagi ini, kita akan mengulik empat siklus kunci yang akan amat menentukan : apakah jualan bisnis kita akan laku atau nyungsep.

Konsep atau siklus yang sebentar lagi akan kita jelajahi ini berlaku untuk jualan bisnis apa saja; dan juga berlaku untuk newbie atau yang sudah pengalaman. Juga berlaku untuk reseller, produsen ataupun internet marketer. Semua orang selayaknya mempraktekkan siklus yang terkenal ini.

Dalam dunia strategi pemasaran, dikenal sebuah siklus yang sangat proven untuk melejitkan penjualan. Nama siklus itu adalah AIDA atau singkatan dari Awareness, Interest, Desire, dan Action.

AIDA ini sebenarnya mirip sebuah perjalanan atau journey dalam membujuk calon pelanggan.

AIDA adalah sebuah journey, atau juga semacam funneling strategy : yakni cara mengubah cold audience menjadi loyal customers.

Kesalahan banyak orang saat mau jualan – entah jualan secara offline ataupun online – adalah membayangkan bahwa semua orang akan mendadak menjadi pembeli. Ini tentu saja sebuah ilusi.

Ibarat romantika percintaan, Anda tak akan bisa ujug-ujug menembak gebetan. Harus ada proses PDKT, lalu kirim WA, tanya-tanya kabar, kirim surat cinta pakai perangko, kirim bunga mawar merah, proses membangun relasi, hingga kelak menuju pelaminan.

AIDA adalah proses yang kudu dilalui agar Anda yang mau menjalankan bisnis yang sukses, bisa menjual produk atau jasamu dengan laris manis.

Mari coba kita bedah satu demi satu konsep dalam AIDA ini.

Step #1 : ATTENTION/AWARENESS
Saat misalnya Anda mau jadi reseller online yang sukses, maka step pertama yang kudu dilakukan adalah membangun attention atau awareness bahwa Anda eksis. Dengan kata lain, orang-orang sadar bahwa Anda itu ada.

Sebab bagaimana mungkin orang akan membeli produk Anda, kalau mereka tak pernah paham bahwa Anda EKSIS?

Banyak cara untuk memberitahu dunia bahwa Anda eksis : misal bikin webstore, bikin akun di Instagram, Facebook atau Twitter. Atau bisa juga pasang iklan online melalui Facebook Ads atau Google Adwords; dan kemudian woro-woro tentang produk Anda.

Contoh : saat berhasrat menjadi internet marketer yang sukses, maka saya dulu membuat blog ini, dan kemudian juga membuat akun twitter. Nama blog dan nama akun twitter mencerminkan bidang usaha yang kelak akan saya jual atau tekuni, yakni dunia manajemen bisnis.

Dengan cara itu, maka saya mencoba membangun kesadaran banyak orang bahwa diri saya EKSIS. Ini langkah kunci pertama untuk membangun keberhasilan bisnis.

Namun attention saja tidak cukup.

Sejumlah orang pasang iklan hard selling, berharap langsung dari attention bisa melompat ke action membeli. Ini seringkali akan gagal. Conversion rate akan rendah.

Kenapa? Sebab orang dipaksa melompat; tanpa melalui fase interest dan desire.

Step #2 : INTEREST
Ya membangun attention saja tidak akan cukup.

Setelah muncul atensi atau kesadaran audience, maka langkah berikutnya adalah membangunkan INTEREST – merajut minat audience agar pelan-pelan mulai menyukai Anda.

Misal : untuk mendapatkan income sampingan, Anda mencoba menjadi reseller buku-buku bisnis dan pengembangan diri.

Langkah 1 untuk membangun atensi/kesadaran audience adalah misalnya : Anda mengajak orang untuk menjadi anggora grup WA Anda tentang ilmu bisnis dan pengembangan diri. Atau ajak orang untuk berkenan menerima brodcast WA tentang materi menarik tentang ilmu pengembangan diri.

Cara merajut INTEREST adalah kemudian Anda secara rutin berbagi materi renyah tentang ilmu bisnis dan pengembagan diri, via Grup WA atau Broadcast WA tersebut. Materinya misal tentang resensi buku-buku bisnis dan pengembangan diri yang terbaru.

Cara membangun interest ini ibarat mengubah Cold Audience agar pelan-pelan menjadi Enthusiast Audience yang tertarik dengan materi yang Anda distribusikan via WA.

Pola diatas bisa Anda terapkan untuk produk atau jasa apapun yang akan Anda jual. Yang penting, materi yang Anda gunakan untuk membangun INTEREST sangat relevan dengan produk atau jasa yang kelak akan Anda pasarkan.

Step #3 : DESIRE
Desire adalah mulai tumbuhnya keinginan dari audience Anda akan produk atau jasa yang akan Anda promosikan.

Dalam fase ini Anda pelan-pelan mulai mengkomunikasikan produk atau jasa yang Anda jual, dan apa benefit dari produk/jasa ini kepada audience.

Misal menyambung contoh diatas tentang proses Anda menjadi reseller buku bisnis yang laris. Dalam tahapan ini, Anda mulai memberikan informasi bahwa Anda juga menjual beragam buku bisnis dan pengembangan diri yang menarik.

Anda bisa menceritakan isi buku yang Anda promosikan, dan yang utama : bagaimana materi dalam buku tersebut bisa memberikan manfaat masif bagi proses pertumbuhan pribadi pembacanya.

Jadi dalam DESIRE ini pesan yang disampaikan adalah fokus pada BENEFIT atau VALUE apa yang bisa didapatkan audience jika menggunakan produk atau jasa yang Anda promosikan.

Anda bisa menyampaikan pesan-pesan yang mengarah pada DESIRE ini melalui Group WA atau Broadcast WA yang Anda bikin dalam tahapan pertama tadi.

Step #4: ACTION
Fase ini adalah tahapan ACTION dari audience untuk benar-benar membeli produk atau jasa yang Anda tawarkan.

Langkah yang Anda lakukan dalam fase ini mudah : misal Anda menyampaikan bagaimana cara melakukan order pembelian buku-buku yang Anda jual. Tentu saja disini Anda bisa bilang : bagi yang mau pesan, langsung silakan reply saja WA saya ini. Simpel dan mudah untuk ordering.

Dalam fase ACTION ini, dikenal istilah conversion rate. Atau berapa jumlah orang yang benar-benar melakukan pembelian dibanding jumlah total audience yang Anda punya.

Disini berlaku prinsip seperti ini : semakin bagus cara Anda membangun interest dan desire, maka rasio conversion rate Anda akan makin tinggi.

Atau semakin bagus materi sharing yang Anda sajikan, maka pembeli Anda biasanya akan makin banyak.

Demikianlah 4 fase utama dalam proses menjadikan jualan Anda laku dan bisnis Anda sukses.

Layak diperhatikan : proses menjalankan 4 fase itu bisa Anda lakukan via WA Broadcast, Twitter, Facebook, Blog atau Instagram. Piliha salah satu dimana Anda bisa melakukannya dengan konsisten.

Idealnya jumlah audience Anda dalam media sosial yang Anda pilih itu sudah banyak. Misal punya 6 Grup WA dengan total member 1500. Atau punya akun personal Facebook dengan jumlah followers 10.000.

Dan bagaimana cara meningkatkan jumlah audience? Sederhana : rajin berbagi materi yang relevan dan menarik. Semakin sering Anda share materi yang menarik di social media, maka pasti akan banyak audience yang akan follow Anda.

So be attractive (to attract ATTENTION or awareness)
Be consistently remarkable (build INTEREST)
Be softly promoting your products (create DESIRE)
Be actively selling your products (stimulate ACTION)

19 thoughts on “4 Siklus Kunci untuk Merancang Bisnis yang Sukses”

  1. Selamat pagi sahabat….
    Mecerahkan dan bermanfaat, itu saja!

    Apakah 4 pola itu berlaku untuk semua jenis bisnis, baik yang menggunakan pola konvensional atau menggunakan media zaman NOW?

    dan jenis BISNIS apa saja yang memiliki potensi perkembangan yang sangat baik dari waktu ke waktu (everlasting)?

    karena seringkali kita melihat pola dan jenis bisnis di satu zaman, sudah tidak sesuai dengan zaman lain.

    Terima kasih

    | https://manajemenkeuangan.net | Accounting tools+SOP |

  2. Pagi yang menyehatkan..

    Lawan terberat menerapkan AIDA adalah diri sendiri ,waktu dan konsisten. Sajian kali ini memberi spirit lagi.. joss

    Jd teringat saya mantap memilih hosting karena proses AIDA ini..

  3. Betul sekali. Biasanya orang yang baru memulai jualan, pinginnya semua orang ujug-ujug langsung beli.

    Kalau hari ke dua belum ada juga yang beli, langsung mengklaim dirinya gak bisa jualan, gak bakat jualan, jualan itu susah, dan hal negatif lainnya.

    Semua itu butuh proses.
    Gak ada yang instan.

    Prinsip AIDA ini perlu dipraktekkan.

  4. Versi Hermawan Kartajaya terdapat 5A yakni : Aware, Appeal, Ask, Act dan Advocate.

    Advocate sangat penting, karena bisa menjadi influencer.

  5. Terima kasih atas sharing nya mas Yodhia.

    Seperti biasa.. Sangat mencerahkan serta sangat berguna bagi perjalanan bisnis saya.

    Salam

  6. Wah, menarik sekali ulasan kali ini. Saya harus banyak membaca sepertinya, karena jujur saja saya masih awam tentang hal seperti ini.

    Bukan awam banget sih, tapi lebih tepatnya nggak sadar kalau ternyata beberapa kali sudah menerapkan metode ini.

    Jadi intinya, kita nggak bisa secara kontras membuat konsumen membeli produk. Harus ada unsur soft selling yang kental.

    Bisa juga kali ya buat masalah percintaan *ups

  7. Konsep AIDA sangat terkenal di dunia pemasaran dan periklanan.

    Merupakan konsep dasar, bagaimana sebuah keputusan pembelian (action) dilakukan oleh konsumen.

    Atau tahapan apa saja yang kudu dilakoni seorang marketer agar produknya laku.

    Konsep AIDA saat ini berkembang, dan kita para pemasar sering menambahkan Retention atau Satisfaction (AIDAS / AIDAR) sebagai pengingat, betapa penting untuk membangun loyalitas pelanggan, betapa penting untuk membangun relationship, setelah konsumen take action.

    Sangat mencerahkan, thaks p. Yodhia

    Agus Octa, praktisi pemasaran dan distribusi

  8. Sudah saya perhatikan, hampir semua usaha yang sukses selalu punya kedekatan dengan customernya.

    Mungkin mereka awalnya membangun AWARENESS yang kuat, sehingga dapat perhatian dari calon customer/klienya.

  9. Sangat bermanfaat mas. Memang yang namanya marketing tidak bisa direct atau jump to the end. Ada prosesnya yang harus dipelajari dan dinikmati

    Itu juga jadi prinsip buat kita bahwa apapun di dunia tidak akan berjakan tanpa proses. Usahawan yang sukses pun pasti melewati fase yang banyak tidak asal berhasil tanpa perjuangan

    Salam
    https://umrahjogja.com

Comments are closed.