Indonesia, negara kepulauan terbesar di dunia, tak pelak telah menghadapi tantangan dalam mempertahankan Jakarta sebagai ibukota yang berkelanjutan.
Oleh karena itu, pemerintah Indonesia telah mengusulkan pembangunan Ibukota Nusantara sebagai alternatif baru yang diharapkan dapat mengatasi masalah perkotaan yang ada. Namun, banyak pertanyaan muncul mengenai keberhasilan proyek ini. Artikel ini akan menganalisis faktor-faktor yang dapat mempengaruhi keberhasilan Projek Ibukota Nusantara.
Artificial Intelligence (AI) telah menjadi salah satu teknologi paling revolusioner dalam beberapa dekade terakhir. Kemampuan AI untuk memproses data, menganalisis pola, dan mengambil keputusan secara otomatis telah mengubah lanskap bisnis di seluruh dunia.
Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi dampak AI yang signifikan bagi bisnis dan bagaimana teknologi ini telah meningkatkan efisiensi dan inovasi di berbagai sektor.
Salah satu dampak paling jelas dari AI adalah peningkatan efisiensi operasional. AI memungkinkan otomatisasi tugas-tugas yang sebelumnya membutuhkan waktu dan usaha manusia. Misalnya, dalam bidang manufaktur, penggunaan robot AI telah mengurangi kesalahan dan waktu produksi. Proses produksi yang dulunya membutuhkan banyak pekerjaan manual sekarang dapat dilakukan dengan cepat dan akurat oleh robot AI.
Selain itu, AI juga telah membantu bisnis dalam meningkatkan keputusan strategis. Dengan menganalisis data secara mendalam, AI dapat mengidentifikasi tren pasar, perilaku konsumen, dan pola-pola bisnis yang kompleks.
Hal ini memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih informatif dan dapat membantu perusahaan dalam mengembangkan strategi yang lebih efektif. Sebagai contoh, perusahaan ritel dapat menggunakan AI untuk menganalisis preferensi pembeli dan membuat rekomendasi produk yang spesifik dan personal.
Melanjutkan sekolah S2 Bisnis atau MM merupakan salah satu pilihan bagus untuk mendukung perjalanan karir Anda.
Ada semacam peraturan tak tertulis, jika Anda bekerja di perusahaan BUMN atau big companies, maka untuk naik jabatan menjadi GM atau VP, maka sebaiknya Anda juga punya gelar S2 manajemen bisnis. Setidaknya dengan gelar S2, maka peluang Anda untuk naik karir menjadi lebih terbuka dibanding hanya mengandalkan gelar S1 saja.
Pada sisi lain, ada studi menarik yang menyebutkan bahwa ternyata mayoritas founder unicorn dan start up di luar neger, paling banyak ternyata adalah lulusan S2 Bisnis atau MBA. Artinya meraih pendidikan S2 bisnis merupakan bekal yang berharga untuk menjadi founder sebuah start up yang sukses.
Salah satu pembeli apartemen Meikarta hanya bisa menatap sedih bangunan unitnya yg masih mangkrak. Salah satu pembeli ini adalah bapak pria dengan usia 45-an tahun.
Dulu ia membeli apartemen di Meikarta seharga Rp 300 jutaan dengan harapan bisa disewakan dan mejadi passive income. Namun kini harapan itu kandas dalam buih fatamorgana yg perih.
Sialnya, bapak yg malang itu tiap bulan tetap harus bayar cicilan apartemen yg dibelinya, padahal unitnya tak kunjung dibangun. Alasannya bank-nya (yakni Bank Nobu) jika dia berhenti nyicil, maka Bank Indonesia memblacklist dirinya. Malang nian nasib bapak yg satu ini.
Kenapa Projek raksasa Rp 200 triliun ini terancam gagal total?
Tahun 2022 lalu, Kopi Kenangan berhasil menjual 60 juta cup.
1 cup rata-rata harganya Rp 20 ribu.
Jadi total omzet Kopi Kenangan tahun lalu adalah Rp 1,2 TRILIUN. Sebuah angka yg masif buat jualan secangkir kopi:
Itulah mungkin kekuatan the power of scalling.
Omzet Janji Jiwa mungkin tak jauh beda, sebab jumlah gerai Janji Jiwa juga lebih banyak bahkan dibanding Kopi Kenangan (Kopken).
Agar makin tinggi pendapatannya, Kopken juga mulai menjual aneka roti. Agar bisa menjadi storytelling, dijual dengan nama Cerita Roti. Sayangnya, aneka roti di Kopken ini termasuk kategori harga ekonomis, sehingga kualitas biasa-biasa saja.
Data terkini dari Kemenkeu RI menyebut anggaran subsidi dan kompensasi BBM tahun 2022 ini mencapai Rp 500 TRILIUN (!!). Dan angka ini akan tembus Rp 700 triliun pada akhir tahun jika kebijakan aneh bin ajaib ini tidak segera dihentikan bulan ini. Alamakk.
Subsidi segede gaban itu adalah untuk membayari selisih biaya produksi Solar, Pertalite dan Gas 3KG dengan harga jual kepada publik. Misal harga produksi solar itu seharusnya Rp 14 ribu, namun saat ini harga dijual hanya Rp 5.200. Artinya setiap liter solar, pemerintah memberi subsidi Rp 8.800. Kalikan saja dengan jutaan liter.
Demikian juga Pertalite. Biaya produksi BBM ini seharusnya Rp 14.450. Namun dijual dengan hanya Rp 7.650. Ada subsidi Rp 6.800 per liter.