Beberapa waktu lalu, saya menuliskan sebuah ide bisnis untuk membuka usaha penyediaan kursus manajemen secara online (management skills online course). Pasar untuk usaha ini agaknya cukup besar (baik untuk konsumen individual ataupun corporate market). Dan usaha berbasis pengetahuan ini semoga bisa juga mendatangkan Double P : bukan hanya profitnya dapet, namun pahala juga dapet (karena berikhtiar menyebarkan ilmu kepada banyak orang).

Namun ide hanya akan segera menjadi fatamorgana kalau tidak pernah di-eksekusi menjadi kenyataan. Beruntung saya menemukan seorang partner tangguh yang bersama akan berjibaku mewujudkan ide bisnis itu.

Tulisan ini mau menceritakan the story behind ideas : sebuah studi kasus nyata tentang bagaimana sebuah ide bisnis di-godok, di-matangkan, dan pelan-pelan hendak di-implementasikan. Are u ready? Read on.

Gagasan untuk mendirikan sekolah manajemen secara online sejatinya sudah lama menggantung (dan selama ini hanya menjadi “impian nun jauh disana”). Ide ini muncul lantaran hingga hari ini memang belum ada online management course hadir di negeri ini (padahal prospeknya cukup bagus).

Beruntung ada seorang pembaca blog ini yang gigih dan mau mewujudkan ide bisnis itu. Namanya Muhammad NOER. Saya sudah lama kenal dia (kenalnya ya juga melalui dunia maya). Usianya masih muda, 32 tahun, namun sudah menduduki posisi strategis di Unilever Asia Pacific. Kantornya di Singapore dan gajinya ribuan dollar per bulan.

Namun karir cemerlang dan gaji besar itu ternyata tidak membuat ia menepis impiannya : membangun sekolah manajemen online pertama, terlengkap dan terbaik di Indonesia.

Begitulah, minggu lalu, ia jauh-jauh datang dari Singapore untuk menemui saya. Di sebuah pagi yang teduh, kami bertemu di warung makan kaki lima (membicarakan ide bisnis besar sebaiknya memang di warung murahan, bukan di Setarbak. Supaya lebih heroik).

Sambil ditemani indomie rebus dan secangkir kopi susu yang hangat, kami berbincang-bincang selama lebih dari 3 jam (kalau bicara tentang “passion untuk mengejar impian”, waktu 3 jam rasanya cepat sekali).

Yang segera muncul dalam pembicaraan itu adalah : topik management skills apa yang akan segera di-launch menjadi online course? Tema-tema laris seperti Service Excellence, NLP, Presentation Skills, Talent Management atapun Developing Leadership Skills, segera muncul menjadi pilihan.

Yang kemudian menjadi tantangan paling rumit adalah ini : bagaimana menciptakan learning content yang wow. Disini kami membayangkan setiap topik yang di-deliver harus mencakup : 1) materi presentasi multi media yang keren, 2) learning video dan role play video yang powerful, 3) online tutorial yang interaktif dan disertai dengan 4) working paper, case study, dan guidebook yang renyah dan sistematis. Tentu saja semua konten ini di-deliver secara online (namanya saja kursus manajemen online).

Sungguh kebayang betapa kerasnya kami harus menyiapkan semua elemen diatas. Namun kami bertekad untuk menyajikan learning content yang berkelas (yang mestinya bahkan lebih bagus dibanding materi yang diberikan sekolah manajemen PPM atau Prasetya Mulya dengan cara konvensional itu).

Beruntung kami memiliki sinergi yang ampuh : Noer telah berpengalaman menyediakan online learning content via video dan tutorial (karena dia sudah punya usaha kursus “membaca cepat” secara online). Sementara saya memiliki pengalaman dalam penyediaan konten materi presentasi (melalui web www.rajapresentasi.com yang legendaris itu, saya telah memiliki katalog 30 judul/topik manajamen yang bagus-bagus).

Lalu bagaimana kelak cara memasarkannya? Again, disini kami cukup pede : saya punya blog strategi + manajamen dan rajapresentasi.com yang secara total dikunjungi 6,000 visitors setiap harinya. Sementara Noer punya database email pelanggan hingga 12-an ribu member. Melalui online channel semacam itu, mungkin kami bisa mendapatkan pelanggan dengan cukup efektif.

Tak ada jalan mudah menuju Roma. Menyiapkan learning content yang wow adalah tantangan paling rumit. Apalagi Noer dan saya masing-masing memiliki pekerjaan lain (itulah kenapa mungkin kami harus bekerja hingga jam 12 malam setiap harinya selama 6 bulan ke depan. Push beyond our limit). Kami mungkin juga harus bergiliran bolak balik Jakarta – Singapore untuk melakukan diskusi tatap muka (selain melalui media Skype atau email).

Live Your Dream. Share Your Passion. Inilah mimpi dan passion kami : membangun sekolah manajemen online yang terbaik dan terlengkap di Indonesia. Pasti kami akan menemui jalan panjang yang terjal, melelahkan serta sungguh menguras energi. Namun entah kenapa, ketika bicara tentang mewujudkan passion/dream, adrenalin kami selalu menyala.

Pagi itu, di sebuah warung murahan yang sederhana, kami menutup pertemuan dengan saling berjabat tangan. Hari itu mungkin kelak akan kami kenang sebagai salah satu hari paling bersejarah dalam kehidupan profesional kami.