Buruh Lulusan SMP itu Mengubah Nasibnya melalui Keajaiban Internet

Dua minggu belakangan, demo buruh marak dimana-mana. Tuntutan mereka sama : agar gaji UMR/UMP bisa dinaikkan secara signifikan. Meski acap membuat jalanan macet, dan perusahaan tempat mereka bekerja terpaksa tutup karena tak kuat menanggung beban biaya, demo buruh itu terus berjalan dengan penuh gelora.

Ditengah suara protes yang terus membahana itu, kita mungkin perlu menengok kisah Darmanto, buruh kasar yang hanya lulusan SMP. Dalam sunyi, ia lebih memilih mengubah nasib dengan tangan sendiri. Tidak dengan suara tuntutan yang acap memekakkan telinga.

Kisah Darmanto adalah sekeping cerita tentang kegigihan, tentang daya juang yang bertumpu pada etos kemadirian; dan bukan selalu menuntut pihak lain agar dirinya sejahtera. Continue reading

Jika Anda Ingin Terus Jadi Pegawai Rendahan, Please Jangan Baca Tulisan ini….

Tulisan saya minggu lalu yang bertajuk : Kenapa UMR Harus Menjadi Rp 2,5 juta/bulan menuai sejumlah komentar. Beberapa komentar memberikan counter-argument (yang isinya bahkan lebih panjang dibanding tulisan yang saya posting). Counter argument itu masuk akal dan layak diapresiasi. Toh, sejarah jua yang akan jadi saksi : apakah tulisan saya atau counter argument itu yang mengandung sekeping kebenaran.

Namun yang lebih getir adalah fakta ini : bahkan meski angka Rp 2,5 juta itu disetujui, jumlah ini mungkin belum juga memadai. Dalam tulisan berjudul Berapa Penghasilan yang Harus Anda Dapatkan untuk Hidup dengan Layak, saya menghitung angka penghasilan minimal agar Anda bisa hidup sejahtera dan bisa beli rumah sendiri, adalah sekitar 15 juta per bulan.

Ingat, harga emas naik 3 kali lipat dalam lima tahun terakhir. Jika gaji Anda tidak naik dengan skala yang sama, ya wasalam : tanpa Anda sadari gaji sampeyan itu sudah dicuri oleh perampok bernama inflasi.

Jadi mari di pagi ini, kita bicara tentang cara supaya penghasilan Anda bisa naik secepat harga emas. Continue reading

Karl Marx dan Gagasan tentang Penindasan Karyawan Perusahaan

Karl Marx tak pelak merupakan salah satu tokoh intelektual penting yang pernah muncul dalam panggung sejarah pemikiran modern. Setiap karyawan di dunia mestinya harus berterima kasih pada gagasannya. Gairah pembelaanya untuk membangun martabat karyawan dan pekerja terus bergema hingga hari ini.

Kini, ketika dunia makin riuh rendah dengan dinamika bisnis global, pemikiran Karl Marx terasa justru makin relevan.

Di Senin pagi yang cerah ini, saya mau menyajikan hidangan lezat berupa pembelaan Karl Marx terhadap kaum karyawan perusahaan. Di-racik dengan penuh kerenyahan, Anda pasti akan segera merasakan : betapa mak-nyus nya gagasan tokoh sosialisme dunia itu. Apalagi kalau Anda menikmati sajian ini dengan ditemani secangkir Frappucino Caramel. Hmm. Continue reading

Pilih Kaya atau Misqien?

Dapatkan Buku yg Sangat Mencekam tentang Jurus Meraih Financial Freedom yg Barokah. GRATIS!