Berapa Rata-rata Income Orang Indonesia dalam Setahun?

Berapa rata-rata annual income penduduk Indonesia? Data terakhir menunjukkan, tahun 2010 ini rata-rata pendapatan setiap penduduk Indonesia (per kapita/per kepala) sudah berada pada angka USD 3000 per tahun. Ini artinya setiap tahun, rata-rata setiap penduduk Indonesia mendapatkan penghasilan sebesar USD 3000 (atau setara Rp 27 juta per tahun).

Angka itu adalah angka rata-rata. Tentu ada sebagian penduduk yang annual income-nya mencapai 200 juta rupiah per tahun. Dan ada pula yang hanya 12 juta per tahun. Ada pula yang setahun menembus angka 60 juta. Namun semua ini jika di-rata-rata akan menghasilkan angka income sebesar USD 3,000 per penduduk (per kapita) per tahun.

Angka pendapatan per kapita adalah salah satu indikator penting untuk mengukur kemajuan ekonomi bisnis sebuah bangsa. Dan pencapaian sebesar USD 3000 adalah sebuah milestone bagi negeri ini yang layak di-syukuri. Ada tiga catatan penting yang hendak disajikan berkaitan dengan tembusnya angka USD 3000 ini.

Catatan yang pertama : angka USD 3000 adalah angka keramat yang dianggap sebagai treshold (tipping point) ketika sebuah negeri hendak melesat. Maksudnya, begitu sebuah negara bisa mencapai pendapatan per kapita sebesar USD 3000, maka ekonomi negeri itu biasanya akan bergerak cepat seperti putaran bola salju.

Itulah dulu yang terjadi pada negara Jepang dan Korea. Begitu masing-masing pendapatan per kapita dua negeri ini menembus angka 3000, saat itu pula terjadi akselerasi ekonomi yang amat pesat.

Kenapa? Sebab begitu pendapatan per kapita sebuah negara menembus angka USD 3000, ini artinya pada negara tersebut telah terbentuk kekuatan daya beli yang luar biasa – yang dengan cepat bisa mengakselerasi pertumbuhan ekonomi bisnis.

Catatan kedua : angka USD 3000 terasa lebih kecil dibanding misalnya pendapatan per kapita Singapore yang sudah berada pada angka USD 40,000 atau Malaysia yang besarnya : USD 7,500. Tapi jangan lupa : untuk mengukur skala (size) ekonomi sebuah bangsa, angka itu harus dikalikan jumlah penduduk.

Dan persis disitulah, ekonomi Indonesia mendadak menjelma menjadi raksasa. Angka USD 3000 jika dikalikan 230 juta penduduk segera akan membuat skala ekonomi Indonesia sebagai salah satu raksasa ekonomi dunia. Angka ini juga akan membuat skala ekonomi Singapore (penduduk cuman 4 juta) dan Malaysia (25 juta penduduk) ndak ada apa-apanya dibanding negeri ini (USD 3000 x 230 juta JAUH LEBIH BESAR dibanding USD 40,000 x 4 juta).

(Uraian diatas yang juga menjelaskan kenapa China menjadi raksasa ekonomi dunia. Rata-rata pendapatan per kapita China cuma USD 4000, tapi kalau angka itu dikalikan 1,3 milyar penduduk, maka hasilnya adalah wow. Ini yang membuat skala ekonomi mereka saat ini nomer dua di dunia setelah Amerika).

Catatan ketiga : USD 3000 dikalikan 230 juta penduduk adalah sebuah potensi pasar dan bisnis yang amat menggiurkan. Bayangkan, jika angka itu juga kelak menembus USD 5000. Itulah kenapa banyak perusahaan yang beramai-ramai ekspansi membangun pabrik atau kantor cabang baru untuk menyambut prospek bisnis yang amat cemerlang itu.

Nah, langkah antisipatif dan proaktif semacam itulah yang mungkin juga perlu kita lakukan sebagai warga atau individu ekonomi/bisnis. Alih-alih berfokus pada negative issues dan menghamburkan sumpah serapah yang melulu negatif (angka pengangguran masih tinggi-lah, kemiskinan masih banyak-lah, dan blah-blah negatif lainnya); mengapa kita tidak menyiapkan diri kita menyambut prospek ekonomi yang kian membaik?

Sebab, berfokus pada hal yang melulu negativ hanya akan menghabiskan energi kita (itulah kenapa saya tidak suka nonton TV talkshow para pengamat ekonomi, yang isinya melulu berisikan negative opinions). Sebaliknya, berfokus pada positive sides akan membuat kita lebih optimis dan membuat kita yakin bahwa ada kemajuan yang telah dipahat.

Angka USD 3000 bagi saya adalah momentum positif yang layak di-apresiasi. Dan sekali lagi, saya harus secara proaktif dan kreatif menyiapkan diri agar bisnis saya bisa ikut tumbuh sejalan dengan kian makmurnya negeri ini.

Saya harap Anda juga melakukan hal yang sama. Sehingga kita semua bisa bahu-membahu membawa negeri ini menemus angka USD 10,000.

Photo credit by Daniel KHC @Flickr.com

37 comments on “Berapa Rata-rata Income Orang Indonesia dalam Setahun?
  1. Salah satu buku yang saya sukai berjudul Muhammad Yunus “Menciptakan Dunia Tanpa Kemiskinan”
    Singkat cerita Muhammad Yunus lulus dari Univ. Vanderbilt jurusan Ekonomi
    Saat dia balik ke kampung halamannya di Bangladesh, dia menjadi dosen
    Dia mengajarkan pada paara mahasiswanya bagaimana ekonomi makro bekerja
    Sementara dia mengejarkan ilmu bagaimana mencapai negeri yang makmur (Ekonomu), dia sadar satu hal :
    Di sekelilingnya masyarakatnya begitu miskin
    Sebuah paradoks di dalam hatinya

    Mengajarkan tentang kesejahteraan di lingkungan yang paling miskin di dunia
    Lalu dia memiliki visi untuk membangun Bangladesh
    Ya… akhir cerita, Bangladesh menjadi negara yang mandiri dan sejahtera
    Di bukunya di jelaskan dengan detail kisahnya, sangat bagus

    Saya suka sekali dengan tulisan Mas Yodhia ini…
    Masa depan akan selalu lebih baik jika kita mengusahakannya dan berdoa
    Ini posting saya tentang gambaran masa depan :
    Pranav Mistry

    Saya kadang miris melihat mahasiswa yang berkata “Yang penting kan laporannya ada”
    Mereka menulis laporan dan makalah hanya untuk mendapat nilai
    Saya tidak pernah menulis laporan
    Saya ingin mempelajarinya karena ingin, dan saya harap Anda juga

    Salah satu kutipan dari Pragmatic Programmer :
    “Kami merekrut karyawan bukan dari resumenya, tapi kami mencarinya di komunitas open source. Kami melihat dedikasinya dan karyanya dalam komunitas open source”

    Itulah kenapa dosen saya P Iwan ditawari Google untuk bekerja di sana
    Karena Google melihat P Iwan aktif dalam open source, bahkan membuat operating sistem-nya sendiri
    Dan saat ini terus melakukan riset, membuat lab-nya sendiri

    Saya hidup di desa dimana lingkungan saya 85% remajanya menganggur
    Mereka dibohongi oleh perusahaan di Jakarta, dan balik kampung padahal baru seminggu
    Ini adalah masalah, tapi kita tahu bahwa masa depan akan jadi lebih baik
    Saya dan Anda, kita semua yang akan membangunnya…

    Kita tidak akan lagi membutuhkan bensin nantinya, kita akan melayang di atas aspal dengan superkonduktor
    Superkonduktor kini sudah mencapai suhu yang tidak terlalu dingin dan akan terus dinaikan hingga suhu kamar
    Kita henya memerlukan sebuah kendaraan dengan kontroler
    Tanpa asap, tanpa suara
    Kereta api di jepang dan beberapa negara maju sudah melakukannya
    Keretanya mengambang, sama sekali tidak bersuara

    Saya paling suka kata-kata Pranav Mistry :
    “Saya tidak akan menunggu hingga sebuah perubahan ditemukan, saya yang akan menciptakan milik saya sendiri sendiri”

    Anda yang akan merubahnya…

  2. wow…ini ada kaitan dengan jumlah x (pengali pada artikel sebelumnya) bisa dibayangkan kebutuhan dasar untuk memenuhi kebutuhan 230 juta masyarakat , dengan untung 1 rupiah saja, kita dapat 230 juta rupiah. Produk apa yang bisa diuntungkan dengan jumlah ini ya ?

  3. Ahmad (#1)

    Saya setuja Bpk Ahmad. Saya kok jadi iri ingin membaca juga buku karya Muhammad Yunus “Menciptakan Dunia Tanpa Kemiskinan”. Kira2 di gramedia masih ada nggak ya …

    Biar tambah paham makna artikel pak Yodya ini.

    Rata2 Pendapatan Orang Indonesia. US3000 Per Tahun Per Kepala.Rata2/Average. Ratio yg bisa dijadikan rujukan kesejahteran suatu bangsa. Baik makro maupun mikro.

    Moga2 pendapatan perkapita saya per tahun US10000. Kalau saja mempunyai formula kecepatan belajar saya secepat F ONE he he he. . .

  4. Hi Bung Yodh,

    Saya teringat akan artikel bung beberapa tahun lalu yang judulnya kira-kira “Berapa sebenarnya gaji yang layak”. Kalau saya tidak salah, besarannya adalah sekitar 16 juta/ bulan.

    Dibandingkan dengan pendapatan perkapita kita yang “hanya” kira-kira 2,5 juta perbulan (kalaupun jumlah anggota keluarga ada 4 orang, berarti totalnya 10 juta), tentunya sebagian besar orang Indonesia belum hidup layak ya?

    Salam
    Robin

    p.s. Tolong saya dimasukkan lagi dalam list penerima artikel mingguan bung ya. thanks.

  5. Terimakasih pak Yodhia, mantap artikelnya, saya ikut daftar jadi pembuat perubahan dan perkembangan Indonesia. Mimpi yang setiap malam saya pikirkan semoga dapat terwujud.

  6. Ini beberapa alasan kenapa saya sangat menyukai blog mas Yodhia :

    1. Mas Yodhia adalah ahli di bidangnya : HR. Mas Yodhia menjual keahliannya dalam manajemen manusia dan perusahaan.

    2. Ada referal mas Yodhia tentang membaca cepat. Saya menelusurinya dan ternyata penulis Ebook-nya adalah seorang ahli NLP dan mengacu pada karya Tony Buzan. Saya suka membaca buku Tony Buzan berjudul “Gunakan Kepala Anda”. Mungkin buku ini sudah tidak keluar lagi, karena ini buku klasik best seller. Tony Buzan penemu Mind Maping yang fenomenal.
    Saya juga kagum dengan metode membaca cepatnya. Bukan hanya cepat tapi mengerti konteks yang dibaca. Dan dalam bukunya Tony Buzan menjelaskan tentang kehebatan otak manusia.

    3. Mas Yodhia memberi tulisan-tulisan yang bagus dan orisinil. Berdasarkan pemikiran dan tentu saja selalu memberi sebuah solusi di akhir postingannya. Hampir setiap postingan dan cerita yang diangkat selalu diakhiri dengan solusi yang mengagumkan.

    Saya mengangkat topi untuk Mas Yodhia 🙂
    Mas Yodhia memang pantas mendapat penghargaan kemaren itu 🙂
    Di antara banyak blog2 yang hanya ngurusi :
    “Bagaimana menjadi kaya dengan mesin penghasil uang otomatis?”,

    Mas Yodhia justru hadir dengan blog elegan
    Memberi arti tentang “Apa itu arti berbisnis… ”
    Jempol selalu buat Mas Yodhia 🙂

  7. wow…semoga perekonomian kita melesat sehingga mampu mengurangi kemiskinan dan mampu memberantas korupsi sehingga lebih melesat lagi. semoga terwujud.

  8. “telah terbentuk kekuatan daya beli yang luar biasa”
    ini jadi penyakit akut bangsa kita, terlalu banyak beli, kurang membuat
    tantangan terbesar bangsa ini adalah merubah kebiasaan konsumtif jadi produktif, sehingga kita bisa memenuhi kebutuhan kita sendiri, bahkan mengekspor produksi ke luar negeri
    rumusnya konsumsi > produksi, atau minimal bisa mensejajarkan konsumsi = produksi

  9. Wah saya setuju banget dengan comment y mas ahmad..

    artikel2 pak yodhia jd mmbuat sy makin semangat utk py bisnis seniri…
    tp masalah y saya kerja d luar negri baru 2 bulan, sementara kontraknya 3 tahun. Ada yang puny saran sebaiknya saya bangun bisnis saya sepulangnya ke indonesia atau sekarang2 ini dg mempercayakan ke orang lain?

  10. @Mas Aang
    Lebih baik Mas Aang memulai bisnis mas Aang sendiri
    Alasannya Mas Aang harus belajar menangani bisnis sendiri dan membangun bisnis perlu latihan
    Setiap pembelajaran akan datang saat rencana bertemu aplikasi
    Mas Aang bisa membuat bisnis kecil2an paruh waktu di tempat mas Aang sekarang
    Mas Aang bisa menyewa seorang freelancer yang murah (sebida mungkin yang masih sekolah jadi masih idealis) untuk ikut membantu bisnis mas saat mas bekerja
    Mempelajari kehlian bisnis sedini mungkin adalah cara terbaik untuk berbisnis
    Masalahnya Anda tidak bisa mewakilkan keseluruhan bisnis
    Anda bisa melakukan outsource, tapi tetap harus mengerti secara keseluruhan bisnis Anda
    Alasan memulai dari kecil, kalopun rugi toh kecil
    Dan suatu hari toh bisa dibesarkan, asal tetap dalam kendali

  11. @Mas Aang
    Mungkin analoginya seperti ini (tentang kenapa harus mengetahui secara keseluruhan) :

    Jika Anda ingin merekrut penjual hebat, Anda harus tau bagaimana penjual hebat bekerja
    Jika Anda ingin manajemen hebat, Anda harus tahu bagaimana manajemen hebat itu
    Jika Anda ingin merekrut pemasaran hebat, Anda harus tahu bagaimana pemasar hebat itu
    Bila Anda ingin merekrut pelayan hebat, Anda harus tau bagaimana pelayanan hebat itu

    Mengoutsource tanpa mengetahui sepeti membuang uang ke udara

    Mungkin ini aneh : JANGAN MENYEWA MANAJER!!!
    Anda lebih baik mengelola karyawan dan uang Anda sendiri daripada manajer yang hanya tau teori di bangku kuliah
    Toh karyawan hebat tidak membutuhkan terlalu banyak instruksi untuk bekerja
    Karyawan hebat mampu berpikir dan berinisiatif
    Buat apa kita menyewa orang pintar kalo mereka tidak mau berpikir dan hanya menjadi robot

  12. Semoga ini sebagai tanda baik menyongsong tahun 2011. Ekonomi Indonesia angkat bangkit kembali dan kemakmuran akan terwujud. Kesenjangan antara si kaya dan si miskin semakin berkurang. Seiring dengan bangkitnya kembali semangat nasionalisme yang digelorakan kemenangan tim sepakbola Indonesia melawan Philipina tadi malam (minggu, 19 Desember 2010). Garuda di dadaku. Ku Pasti Menang. Bangkit Indonesia.

  13. Wah, memang di Indonesia selalu ada kejutan yang tampak biasa dari luar tapi kalau ditelaah akan kelihatan mutiara nya..
    seperti Bang Yodhia, kejutan2 selalu muncul di tulisan2nya..
    semangat selalu untuk menembus USD 10,000. Ganbate!

  14. Prediksi Anda mengenai perekonomian Indonesia sangat menggairahkan kami, namun untuk bisa menyamai ekonomi Jepang dan Korea kita HARUS memiliki etos kerja seperti mereka dan semangat berinovasi tiada henti… Majulah Indonesiaku !!

  15. Semoga kawula muda yang bekalnya berderet, dapat menangja peluang dan potensi ini. Create it for INDONESIA. Jangan tergiur dengan kenyamanan diluar sana. SELAMAT BERKARYA.

  16. Dengan posisi 3000…utk menyamai korea dan jepang yg harus dilakukan saat ini menyiapkan sdm punya etos kerja yg sm dengan mereka

  17. Akibat tulisan kayak gini pola pikir jadi berkembang baik. Thank’s

    “Bersiap-siap menderita demi pembelian sebuah cita-cita:mode on”

    hmmmm…

  18. Kalau yang muslin lebih diperhatikan pemerintah maka Akan langsung meningkat. Semoga Indonesia Akan sejahtera untuk seluruh penduduk bukan segelintir orang yang cuma mentingin diri sendiri Dan kelompoknya. Pras

  19. Kalau yang miskin lebih diperhatikan pemerintah maka Akan langsung meningkat. Semoga Indonesia Akan sejahtera untuk seluruh penduduk bukan segelintir orang yang cuma mentingin diri sendiri Dan kelompoknya. Pras

  20. Terima kasih atas inspirasinya pak yodhia. Seharusnya dan semestinyalah generasi muda indonesia tidak lagi mengeluh dengan kehidupannya. do it now or never!!! Salam hangat,

  21. Saya tertarik dengan tulisan anda mengenai Studi Ekonomi Pertanian, menurut saya bidang studi ekonomi pertanian studi yang sangat menarik
    juga banyak hal yang bisa dipelajari di dunia ekonomi pertanian.
    Saya juga mempunyai tulisan yang sejenis
    mengenai bidang terkait yang bisa anda kunjungi di Ekonomi Pertanian

Comments are closed.