Uang Saya di Paypal (Nyaris) di Curi oleh Maling-maling Digital

Sebagai online business player, selama ini saya mengandalkan layanan Paypal untuk menerima pembayaran dari pembeli (terutama pembeli dari manca negara).

Bagi saya sendiri, Paypal seperti keajaiban digital : dengannya, transaksi ekonomi benar-benar tak mengenal batas negara. Borderless world.

Hingga di sebuah pagi, empat hari yang lalu saya menerima email dari mereka. Isinya lugas : seluruh saldo uang di rekening Anda SUDAH ditransfer ke rekening xxx di sebuah bank di Indonesia.

Oh my God. Someone has stolen my money.

Segera saya bergegas menuju akun Paypal saya. Sial. Ternyata sang hacker juga sudah mengubah password untuk login, sehingga bahkan saya sama sekali tidak bisa meng-akses akun saya sendiri. Woho.

Segera saya menelpon Paypal cabang kantor Singapore, dan menceritakan insiden yang baru saja terjadi. Saya lalu diberitahu cara untuk meng-akses lagi akun saya.

Dan benar : saldo uang saya lenyap. Malam sebelumnya, seseorang bernama Mr. XXX telah membobol akun milik saya; dan kemudian memerintahkan Paypal untuk mentransfer saldo uang saya ke rekeningnya di Bank Rakyat Indonesia.

Keberuntungan kecil masih ada di pihak saya. Di Paypal, ada kebijakan proses transfer akan dilakukan dalam waktu 48 jam. Lewat telpon itu, saya langsung menginstruksikan Paypal untuk membatalkan perintah transfer itu, sebab sang hacker memang bermaksud mencurinya tanpa sepengetahuan saya.

Tak pelak, insiden itu membuat jangung saya berdebar-debar. Apalagi saldo yang ada di akun Paypal sudah mencapai jumlah yang signifikan, hasil dari penjualan online saya selama ini.

Sejatinya, insiden digital theft ini bukan pertama kali saya alami.

Sekitar 7 tahun silam, data kartu kredit saya di situs www.amazon.com juga sukses dibobol hacker. Lalu, dengan seenaknya udelnya, ia pakai untuk membeli barang secara online, hingga habis 8 juta. Jeggerr.

Tentu saya terkejut, ketika melihat tagihan kartu kredit itu. Ini maling digital dari mana, kok bisa seenaknya memakai kartu kredit saya secara ilegal.

Beruntung, penerbit kartu kreditnya, yakni Citibank, mau memberi ganti rugi sebesar 8 juta itu.

Apakah saya kapok dengan dua insiden itu? Jawabnya sederhana : tidak. Sebab saya memang tidak punya pilihan lain. Dunia online business telah menjadi salah satu pemberi rezeki dan nafkah bagi keluarga saya.

Sejak awal saya sudah sadar dengan risiko itu. Bahkan web dengan level sekuriti yang top seperti Amazon.com dan Paypal (yang merupakan leader dalam global online payment) bisa dengan mudah di-bobol oleh para hackers. Fakta pahit dan sekaligus kelam.

Dengan level sekuriti dan firewall yang secanggih apapun, selalu akan ada celah buat para hackers dan maling-maling digital untuk menembusnya.

CyberCrime pada akhirnya memang telah menjadi tantangan yang paling menggentarkan dari kemajuan global e-commerce.

Hampir semua pihak sepakat : dunia online shopping akan kian menggurita; dan hanya tinggal waktu, sebelum mereka menggusur volume penjualan secara off-line.

Namun gelombang besar online business itu, selalu disusupi oleh para penumpang gelap : mereka para maling-maling digital yang terus mengintai calon mangsa-nya dengan dingin. Dan tanpa suara.

Saya telah nyaris menjadi korban-nya. Saya tak tahu, apakah kelak saya benar-benar akan menjadi korban dari cyber crime ini.

Download Ebook Bagus DISINI

Related Post

Fakta Ilmiah Mengejutkan tentang Relasi Uang dan Kebahagiaan Money can’t buy happiness. Begitu sebuah kata mutiara pernah terdengar. Apakah memang demikian adanya? Tulisan kali mencoba menjelajah hasil studi ...
Revolusi Big Digital Data : Saat Arah Masa Depanmu dengan Mudah Bisa Ditebak Minggu lalu telah dibentangkan sejumlah fakta yang cukup mengejutkan tentang ledakan data-data digital. Misal dalam satu hari saja : terdapat 2,8 mily...
Mengapa Hidup Saya Susah dan Pas-pasan? “Mengapa hidup saya susah dan pas-pasan?” Kalimat ini saya temukan dalam daftar kata kunci yang sering ditanyakan ke Google. Saya menemukannya dari da...
21 comments on “Uang Saya di Paypal (Nyaris) di Curi oleh Maling-maling Digital
  1. Benar – benar mengerikan, Alhamdulillah akhirnya bisa dipulihkan.

    Tentu ini menjadi pelajaran penting terkait penyimpanan uang Online.

    Meskipun mereka (paypal) punya keamanan berlapis, ada baiknya tidak terlalu lama mengendapkan uang di paypal dalam jumlah banyak.

  2. benar sekali, pa yodh! kenyataan e-business yang membahana kadang melahirkan dilema.

    teman2 di sekitar saya banyak sekali yang masih enggan untuk jual-beli online karena masalah2 itu.

    tapi saya termasuk yang ambil pilihan tetap maju, tinggal bagaimana kita terus belajar untuk terhindar dari para penumpang gelap cybercrime itu.

    saya pernah juga nyaris mengalami hal yang sama, dan semoga tidak terulang lagi.

  3. Sebuah pelajaran berharga.

    Mungkin ada baiknya pak Yodh secara rutin mengganti password Paypal-nya dengan kombinasi angka, huruf dan simbol minimal 10 digit, biar lebih sukar dijebol oleh para cracker.

  4. Domain cyber memang sudah jadi domain perang yang ke-5 (setelah darat, laut, udara, dan ruang angkasa).

    Dari sisi motif serangannya bermacam2, bisa politis, ekonomi, sampai dng ideologis.

    Motif politis misalnya seperti yg terjadi serangan masif ke Korsel dan AS yang disinyalir berasal dari Korut dan Cina. Atau serangan stuxnet yg mentarget instalasi nuklir Iran, yg diotaki oleh AS dan Israel.

    Motif ekonomi, seperti yg baru dirasakan oleh Bang Yodya ini.

    Motif ideologis, misalnya seperti yang dilancarkan oleh kelompok Izzuddin al-Qassam yang banyak menyerang sistem IT media2 AS akibat YouTube memuat video murahan yang menghina Rasulullah saw.

    Dari sisi teknis, jangan pula dibayangkan bahwa serangan2 tsb semuanya menggunakan teknik yang canggih2 dan dilakukan oleh para profesional.

    Serangan2 itu sekarang banyak dilakukan oleh para amatir dengan teknik2 yang sederhana. (https://manajemen-ti.com/manajemen-risiko/553-membandingkan-serangan-cyber-antara-korsel-dan-amerika-serikat.html)

    Serangan2 cyber semakin mudah dilakukan, banyak tools tersedia utk melakukannya oleh para pemula, para maling pun berkejaran dng satpamnya (https://manajemen-ti.com/manajemen-risiko/689-serangan-ddos,-makin-besar,-makin-cepat.html).

    Merespon itu, banyak negara sudah membentuk angkatan perang cyber, dari Amerika, Cina, Rusia, Iran, korut, Brazil, sampai Indonesia sudah menyiapkan angkatan perang di domain perang yg baru ini.

    Yang akhirnya mengakibatkan semakin besarnya defisit kebutuhan kompetensi SDM sekuriti (https://manajemen-ti.com/manajemen-kinerja-dan-sdm/760-dunia-kekurangan-sdm-it-security.html)

  5. wah jadi inget pagi2 bagaimana LR ku di jebol maling

    ya tapi itu tdk membuatku kapok juga, karena bisnis onlene menjadi salah satu sumber rejeki 🙂

  6. Membaca hal ini, saya juga mendapatkan banyak rezeki dri online selling. Secanggih apapun, ada resiko yg hrs kita hitung dan akan terjadi.

    Saya setuju, dri 2 kejadian Bapak tidak kapok. Karena teknologi akan belajar terus utk menutup lubang para hacker (meski mereka juga akn lbh pandai, tetapi persentasi me-hack akan terus diperkecil).

  7. Pak Yod, apakah pemilik rekening BRI tersebut bisa dilacak?
    Jalur hukum harusnya bertindak biar para cracker ataupun carder yg tidak bermoral tersebut bisa jera.
    Bukankah sekarang sudah ada UU ITE?

  8. wah ngeri juga ternyata, saya pikir paypal sdh sanga secure. apalagi setiap bulan kita di kasih monthly activities untuk di cek user yang bersangkutan.

    itupun masih ditambah info ke user bahwa dia diminta untuk melakukan penggantian pasword secara berkala.

    tapi mau gimana lagi, dunia online sdh menjadi pilihan utama.

    mau gak mau kita hrus siap dengan segala konsekuensinya

    salam,
    wahyudi
    http://www.thinkforums.org
    http://www.degezondepatient.com
    http://www.ehitchhikers.com
    http://www.favouriteson.net

  9. Wah, ngeri juga ya. Di dunia ini memang banyak orang yang pingin kaya dalam sekejap. Tapi para hacker juga sebetulnya berjasa, karenanya teknologi pengamanan akan dapat ditingkatkan.

  10. Bisa jadi PayPal sudah secure tp environment online kita sehari2 yg kurang secure. Misal, penggunaan password yg sama untuk akun berbagai macam web. Ketika ada web abal2 yang hanya bertujuan mengumpulkan password dan tanpa sadar kita ikut daftar di sana.

  11. Bisa jadi PayPal sudah secure tp environment online kita sehari2 yg kurang secure. Misal, penggunaan password yg sama untuk akun berbagai macam web. Ketika ada web abal2 yang hanya bertujuan mengumpulkan password dan tanpa sadar kita ikut daftar di sana.

  12. kalo sekarang sih kalian aku saranin pakek debit aja kan tuh kalo di visa VBV kalo di MasterCard MCSC nah kalo buat paypal mending beli di ebay aja karena website lain udah banyak di tusbol ama temen ane :3

  13. karena saya juga pernah ketemu dan masuk ke grup carder atau macam apalah itu gila dalamnya paypal credit card smua :3 tapi saya gak pakai karena takut :3

  14. Mas, ko penerbit kartu mau ganti rugi ya, secara yang di jebol kan akun amazon bukan kesalahan dari kartu/penerbit kartu?
    Mohon penjelasannya mas, buat antisipasi klo menemukan kejadian yang sama. Thanks

Comments are closed.