Mengenal Staking pada Cryptocurrency

Artikel ini merupakan artikel pariwara dari TOKENOMY, sebuah start up yang ingin membangun ekosistem Cryptocurrency – dan juga bekerja sama dengan Fintech Lab – National University of Singapore.

Pernahkan Anda mendengar  Staking. Jika belum maka ini akan jadi ulasan yang tepat untuk Anda. Dalam ulasan kali ini akan membahas tentang Staking yang erat hubungannya dengan crypto investment yang mungkin saja akan anda ikuti.

Bisa dikatakan Staking sendiri dalam alternatif Anda dalam menambang coin cryptocurrency, tanpa harus menguras sumber daya yang ada berlebihan. Karena sistem ini, memungkinkan anda tidur sambil menambang coin.

Hanya saja dalam menggunakan sistem ini, Ada harus menyimpan sejumlah dana di dalam wallet Crypto. Sebagai bentuk dukungan operasi jaringan blockchain.

Secara lebih sederhananya, staking sendiri adalah sebuah tindakan untuk mengunci coin crypto, guna memperoleh reward tertentu.

Tentang Proof of Skate / PoS

Sebelum membahas lebih dalam tentang Skating, sebaiknya Anda mengenal bagaimana cara menambah coin di cryptocurrency, yaitu dengan metode PoW / Proof of Work, dan PoS / Proof of Skate.

Proof of Work / PoW, sendiri adalah salah satu sistem yang umum digunakan. Dimana umumnya transaksi yang ada akan dikumpulkan dalam blok, yang nantinya akan dihubungkan kembali untuk membuat blockchain.

Kunci untuk sukses dalam menjalankan metode ini adalah para penambang seperti Anda, harus mampu menjaga keamanan jaringan. Untuk menambang coin secara berkala. Tentunya, hal seperti ini, tidak bisa dikatakan mudah.

Berikutnya adalah Proof of Skate / PoS. Tidak lain adalah hal yang memungkinkan blockchain, beroperasi secara lebih hemat energi, sambil meningkatkan desentralisasi yang layak. Ini adalah salah satu cara yang terbilang cukup bersahabat.

Tujuan utama dari metode ini adalah para peserta seperti Anda, akan mengunci coin atau  skate, yang pada interval tertentu, tentunya dengan protokol acak, memberikan hal pada salah satu peserta dalam memvalidasi blok berikutnya.

Umumnya, probabilitas yang dipilih sebanding dengan jumlah koin yang dimiliki. Artinya semakin banyak koin yang dikunci, otomatis semakin tinggi pula peluang yang akan diperoleh.

Jadi semakin banyak koin skating yang disimpan, maka akan semakin besar pula perolehan skating nantinya. Secara otomatis crypto management ini akan mempercepat peningkatan skalabilitas dari blockchain itu sendiri.

Cara kerja staking

Masing-masing blockchain yang ada di Proof of Skate / PoF sendiri, umumnya mempunyai mata uang staking khusus. Bahkan beberapa jaringan, mengadopsi sistem dua token sekaligus. Dimana reward yang akan diperoleh akan dibayar pada token kedua.

Cara seperti ini, memungkinkan siapa saja untuk melakukan berbagai macam fungsi jaringan, untuk memperoleh imbalan, ketika melakukan staking. Anda yang ingin menggunakan metoda seperti ini, tidak ada salahnya menggunakan sistem crypto funds, dalam mengelola seluruh dana yang ada.  

Anda hanya perlu memilih salah satu dari sekian banyak cara stacking online yang ada, kemudian mendaftarkan diri pada staking tersebut, baik di web atau pada aplikasi online yang ada. Berikutnya mengirimkan sejumlah koin yang dimiliki ke dalam wallet yang telah dimiliki dan dibuat sebelumnya.

Setelah koin diterima, lalu unlock wallet tersebut, untuk memulai proses stacking, pada setiap menu wallet. Biarkan online sepanjang hari, dan dividen atau hasilnya akan langsung mengalir ke dompet Anda.

Artinya semakin lama Anda online, maka akan semakin banyak kesempatan untuk memperoleh reward tersebut. Akan lebih baik jika Anda sudah menyediakan wallet cloud, yang mampu online sepanjang hari.  

Sistem reward staking

Yang perlu diketahui disini adalah masing-masing jaringan blockchain, mempunyai cara berbeda untuk menghitung reward staking itu sendiri. Misalnya saja stacking BTC berbeda dengan stacking Ethereum, dll. Ada beberapa mekanisme yang disesuaikan dengan blok yang digunakan, mulai dari :

  • Berapa banyak koin staking yang akan Anda pertaruhkan.
  • Sudah berapa lama Anda melakukan skating.
  • Ada berapa banyak, jumlah coin staking yang dipertaruhkan di dalam jaringan blockchain.
  • Bagaimana dengan tingkat inflasinya.
  • Hal-hal lainnya.

Dari penjelasan diatas, pastinya ada beberapa keunggulan dan kelemahan yang dimiliki oleh sistem stacking tersebut. Hal tersebut tentunya berbeda dengan sistem mining lainnya, termasuk trading cryptocurrency Indonesia. Anda yang ingin memperoleh keuntungan dengan cara yang mudah dan tidak ribet, tidak ada salahnya mencoba menggunakan metoda crypto investing, yang satu ini.

Laydown

Related Post

3 Kesalahan Fatal yang Harus Dihindari Saat Melakukan Investasi Keuangan Personal Jika Anda ingin punya income extra selain dari penghasilan utama Anda saat ini, maka kegiatan investasi keuangan secara cerdas merupakan salah sa...
Jebakan Investasi MMM dan Kegoblokan Kolektif Jilid 2 Iklan jebakan investasi MMM terus datang menggoda. Di berbagai koran daerah, iklannya segeda gaban mencoba membujuk calon pelanggan. Bahkan iklannya j...
Masa Depan Bitcoin, Cryptocurrency dan Robohnya Bank-bank Konvensional Minggu ini di bulan Februari tahun 2018, harga bitcoin berada pada USD 10.000. Tahun 2011, harganya hanya USD 1. Jika Anda invest Rp 1 juta saja un...