My Business Resolution for 2012

Tahun 2011 baru saja lesap ditelan oleh roda waktu yang terus berjalan tanpa kenal letih. Lalu pencapaian apa yang layak Anda kenang sepanjang tahun lalu itu? Baik dalam aspek personal development ataupun dalam jejak kehidupan profesional Anda?

Tentu saja saya berharap Anda mengalami pertumbuhan pribadi (personal growth) yang cukup berarti sepanjang tahun 2011  lalu. Sebab jika perjalanan hidup kita stagnan, lalu untuk apa hidup yang fana ini harus diteruskan?

Pertanyaan selanjutnya : lalu career and business resolution apa yang layak Anda racik untuk menghadapi tahun 2012 ini (Anda semua bisa share melalui kolom komentar). Career and business resolution sejatinya merupakan semacam goals atau strategic objectives yang hendak kita genggam. Resolusi ini mudah-mudahan bisa menjadi sejenis stimulan agar kita bisa terus bergerak, memajukan roda bisnis dan karir kita dalam bentangan sejarah masa depan. Continue reading

The Rise of Indonesian Middle Class

Tiap pagi, kita menyaksikan ribuan atau mungkin jutaan orang bergegas, pergi berangkat ke kantor. Ada yang naik mobil Honda Jazz, ada yang naik sepeda motor Supra X, ada yang naik angkot butut, dan ada pula yang melenggang dengan sepeda Polygon. Di setiap saku mereka pasti sudah tersimpan handphone (ada yang pake BB ada pula yang pake Nexian murahan). Tiap pagi jutaan orang ini – dan Anda mungkin termasuk didalamnya – berangkat untuk bekerja, menggerakkan roda ekonomi bangsa.

Jutaan orang itu adalah potret middle class di Indonesia. Dan hari-hari ini, kita tengah menyaksikan kebangkitan raksasa jumlah kaum kelas menengah di tanah air. Tahun depan diprediksi jumlah kelas menengah di Indonesia akan berjumlah 100 juta orang, naik dua kali lipat dibanding sepuluh tahun silam.

Tak pelak, pertumbuhan jumlah kelas menengah yang sedemikian masif itu akan memberikan impak dramatis bagi masa depan negeri ini. Gelombang kemakmuran dalam skala raksasa mungkin tengah menunggu untuk dipentaskan. Dan kita – saya dan Anda semua – mestinya tidak hanya termangu menjadi penonton belaka. Continue reading

Tranformasi BUMN dan Impian tentang Indonesian Incorporated

Minggu lalu, saya diundang oleh Kantor Kementerian BUMN untuk memberikan public speaking di depan 200 jajaran direksi dari 40 BUMN besar di tanah air (bicara didepan 200 audiens yang seluruhnya adalah top management level, terus terang memicu adrenalin juga). Tema pertemuan saat itu adalah tentang transformasi BUMN demi terwujudnya impian tentang Indonesian Incorporated.

Indonesian Incorporated kita tahu merupakan sebuah gagasan tentang sinergi antara sektor government dengan sektor perusahaan (baik swasta nasional ataupun BUMN) dalam menggelindingkan kejayaan ekonomi bangsa. Sebuah gagasan penting ditengah gemuruh kebangkitan ekonomi Asia.

Dan kita tahu, peran BUMN dalam ekonomi nasional sungguh sangat masif. Sebagai info, pendapatan total dari 10 BUMN terbesar di Indonesia lebih besar dibanding total pendapatan dari semua perusahaan non BUMN Indonesia yang sudah go public.

Lalu, poin fundamental apa yang layak di-stabilo kalau kita mau proses transformasi BUMN berakhir dengan kegemilangan? Kita akan membahas tiga poin penting disini. Continue reading

Penyedotan Pulsa : Unhappy Customers and Bad Public Relation

Penyedotan pulsa yang dilakukan para penyedia konten premium bekerjasama dengan para operator besar telco itu (utamanya Telkomsel, XL, dan Indosat) mungkin layak dikategorikan sebagai pelanggaran etika bisnis yang memilukan.

Dengan kalimat yang penuh tipu daya dan menjebak, promo konten premium itu membuat ribuan pelanggan terkaing-kaing. Ajaibnya, pilihan untuk unreg dibikin seperti labirin tanpa ujung dan ribet minta ampun. Demikian sejumlah testimoni dari pelanggan yang bengong, pulsanya raib hilang entah kemana.

Dengan segera paradoks mencuat disitu : selama ini tiga operator itu rajin menebar iklan yang seolah-olah menempatkan pelanggan sebagai nomer satu (xlalu di hati, begitu salah satu tagline-nya). Namun kasus penyedotan pulsa itu, dengan segera menebar fakta : pelanggan telpon seluler di tanah air masih xlalu dieksploitasi dengan xepenuh hati.

Ada tiga pelajaran penting tentang customer service dan public relations yang bisa kita sedot dari kasus penyedotan pulsa ini. Mari kita telisik disini bersama-sama. Continue reading

Kenapa Indonesia akan menjadi the Next Economic Superpower?

Bunyi terompet kematian yang menandai robohnya ekonomi negara-negara Eropa sayup-sayup mulai terdengar. Perekonomian negara-negara utama seperti Perancis, Italia, Spanyol dan Yunani sedang dirawat di UGD. Sementara raksasa ekonomi lainnya, Amerika Serikat, telah lama termehek-mehek dalam kegelapan ekonomi yang tanpa ujung.

Sementara di belahan dunia lain, yang dipisahkan oleh samudera Atlantik dan Pasifik, muncul kekuatan ekonomi baru yang terus tumbuh. Belahan dunia lain itu bernama benua Asia. Inilah sebuah benua, dimana kegemilangan masa depan ekonomi dunia tengah diracik dan dibentangkan.

Dan senyampang dengan itu, dengan gagah berani muncul barisan the Next Economic Superpowers : China, India, South Korea, dan tentu saja sebuah negeri indah yang bernama : Indonesia. Continue reading

Mitos tentang Pelanggan adalah Raja

Pelanggan adalah raja, demikian sebuah pepatah terkenal pernah terdengar. Namun kini ditengah kompleksitas interaksi antara produsen dengan pelanggannya, pepatah itu barangkali tak sepenuhnya sahih. Tak semua pelanggan adalah seperti raja yang mesti diperlakukan dengan manis.

Lalu, bagaimana kita bisa mengidentifikasi bahwa seorang pelanggan memang raja yang kudu dipelihara dengan penuh perhatian, mana pelanggan yang cukup dilayani dengan alakadarnya saja, dan mana pelanggan yang justru harus “dipecat” lantaran hanya bikin bete perusahaan?

Beruntung kini kita mengenal sebuah pendekatan bernama customer value analysis. Melalui pendekatan ini, sejatinya perusahaan mencoba melacak jejak transaksi seorang pelanggan dengan layanan perusahaan, dan kemudian dari jejak itu bisa dianalisa apakah pelanggan tergolong good customers or bad customers? Continue reading

Membongkar Praktek Bisnis yang Destruktif

Menjalankan kegiatan bisnis kita tahu merupakan salah satu cara kreatif untuk mereguk senjengkal nafkah, dan mengakumulasi kepingan kapital. Namun tidak semua jenis bisnis layak dan absah dilakoni. Meski menghasilkan bejibun keuntungan, jenis bisnis semacam itu haram hukumnya.

Bisnis penjualan narkoba (drug industry) adalah salah satu jenis industri yang mungkin paling menguntungkan di dunia (coba tanya pada para gembong narkoba dari Colombia). Demikian juga sex industry (porn industry). Kita lalu juga mengenal gambling business yang membuat kota Las Vegas dan Macau makmur. Namun semua jenis bisnis ini layak dijauhi, sebab kelak hanya akan membuat kita terkaing-kaing di alam baka.

Namun demikian ada satu jenis bisnis/industri yang kelihatannya sah-sah saja, namun sejatinya memberikan efek destruksi yang tak kalah ampuhnya. Continue reading